Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 50


__ADS_3

Tak tahan dengan kemolekan tubuh istrinya itu, Tuan Lan buru-buru mengakhiri pemanasannya kali! Kemudian ditindihnya tubuh Larisha, hingga akhirnya knalpot traktor sawah itu melesat jauh kedalam inti milik Larisha.


Kedua tangan mereka saling me re mas sementara tubuh lainnya menikmati gerakan yang tercipta dari maju mundurnya gerakan pinggul Tuan Lan.


Ruangan pribadi tempat casino yang didominasi dengan warna abu, serta meja berwarna coklat tua yang yang saat ini ditumpangi oleh kedua insan yang tengah saling memburu puncak kenikmatan, menjadi saksi penanaman benih unggul yang tengah dilakukan oleh Tuan Lan.



"Oughtt sit, f u ck! Ah," Tuan Lan terus meracau diruangan yang kedap suara ini.


Begitu juga dengan Larisha yang tak tahan dengan gerakan yang temponya semakin cepat mengguncang inti miliknya, sehingga de sah kencang itu lolos begitu saja dari mulutnya.


Sementara diluar ruangan pribadi casino Tuan Lan, seorang office boy sedang asik bersiul sambil mendorong-dorong alat kebersihan karena jam segini adalah jadwal dia untuk membersihkan ruangan pribadi Tuan Lan, dan juga toilet yang ada di sana.


"Enaknya kerja di tempat ini! Gaji gede, kerjaan santai, bonus berlimpah." Kata office boy itu lalu bersiul kembali dan begitu saja membuka pintu ruangan Tuan Lan.


Ruangan itu memang selalu dia buka langsung, karena jika didalamnya terdapat Tuan Lan atau Tan pastilah pintu itu dikuncinya! Lagipula Tuan Lan sangat jarang berada di ruangan itu, dia lebih suka berkumpul bersama para tamu didepan sana! Siapa yang menyangka di sore hari yang masih cerah ini, office boy itu harus menelan salivanya saat pintu ruangan Tuan Lan dia buka.



Klek..


"Ah, ah, Tuan kau sangat membuatku frustasi, emthhh lebih kencang lagi Tuan!" de sah Larisha.


"Oughtt fu c k, Larisha knalpot milikku benar-benar kau jepit dengan, oh luar biasa!" era ngan- era ng an Larisha dan Tuan Lan memenuhi seluruh sudut ruangan ini.


Office boy itu pun langsung melotot menyaksikan live streaming nganu-nganu didepan kedua matanya sendiri! Dia lantas buru-buru menutup kembali pintu ruangan itu sambil mengusap-usap wajahnya sendiri.


"Stthhh si al! Istriku sedang lampu merah di rumah, sore-sore begini malah nonton ive streaming Tuan Lan sama wanita begituan, mana diatas meja lagi! D iatas meja pula." Kata office boy itu sambil menepuk jidatnya sendiri.


Di ruangan pribadi Tuan Lan, keduanya masih terus melakukan penyatuan dan belum merasa puas! Sampai-sampai Tuan Lan sama sekali tidak menyadari bahwa baru saja salah satu office boy masuk dan melihat keduanya.


"Ah, Larisha aku hampir sampai honey!


"Ogghttttttttt yes, ah Tuan emthhhhh ahh.


Ahhhhhhhhh." Era ng an panjang menjadi tanda berakhirnya Tuan Lan dan Larisha melakukan kegiatan penuh kenikmatan mereka.

__ADS_1


Tuan Lan kemudian turun dari atas meja lalu membantu Larisha yang juga turun dari meja berwarna coklat tua itu. Keduanya memakai kembali pakaian mereka yang sempat tercecer dilantai.


"Tuan, kau ini! Lain kali jangan lakukan disini, untung tadi tidak ada yang masuk," kata Larisha sambil sedikit cemberut.


Sebuah ke cu pan mendarat dibibir Larisha.


"Ya sayang, aku akan usahakan! Tapi aku tidak janji, bila sedang bersama denganmu, aku sungguh tidak berdaya untuk mengendalikan naf su dalam diriku!" kata Tuan Lan.


"Tuan, kau membuatku takut! Sekarang apa kau hendak bekerja?" tanya Larisha.


"Aku senang jika kau takut dan berteriak, ya aku akan membuka laptop dan memeriksa beberapa email yang masuk dari para calon member di tempat ini!" kata Tuan Lan.


"Tuan kau nakal! baiklah aku temani sambil memijit pundak mu Tuan!" kata Larisha sambil tersenyum.



Tuan Lan pun tersenyum dan mengiyakan untuk dipijit oleh Larisha, sementara Tuan Lan fokus bekerja, dan Larisha memijitnya dari belakang. Ketika sudah mulai bosan, Larisha pun beralih ke sofa sambil terus memperhatikan saat Tuan Lan tengah serius dan sibuk dengan laptop didepannya!


Hari mulai malam!


"Kenapa kau terus memandangku sejak tadi?" tanya Tuan Lan.


"Entahlah, tapi aku rasa ketampanan mu bertambah ketika sedang fokus bekerja!" kata Larisha.


"Apa kau baru saja mengakui bahwa aku memang setampan itu, Larisha?" goda Tuan Lan.


"Ish, sudahlah jangan menggoda ku terus! Apa sekarang kita akan pulang?" tanya Larisha.


"Tidak, aku ingin mengajakmu jalan-jalan dimalam hari! Kemana pun yang kau suka!" kata Tuan Lan.


"Oh ya Tuan? Boleh ke tempat biasa?" tanya Larisha menegaskan lagi.


"Ya kemana pun, aku ingin melakukan hal-hal yang kau sukai," kata Tuan Lan sambil merapihkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya.


"Aku ingin jalan-jalan dan membeli banyak jajanan disekitar sungai Alegria," kata Larisha.


__ADS_1


Sungai Alegria adalah sungai yang sangat indah dan airnya jernih di sepanjang jalanan kota. Sungai ini adalah sungai terpanjang di negara ini, banyak sekali warga disini yang berkumpul dengan teman-teman atau bahkan kekasih mereka di sepanjang sungai ini.


"Baiklah, aku akan membawamu kesana!" kata Tuan Lan.


Larisha pun tersenyum manis kala suaminya begitu berlaku romantis terhadapnya, Tuan Lan menggenggam erat tangan Larisha dan keluar dari ruangan pribadinya menembus orang-orang yang sedang asik bermain judi serta sorak orang-orang yang memenangkan judi di tempat casino itu.


Dua orang anak buah Tuan Lan kemudian diperintahkan oleh Tan yang melihat Tuan Lan dan Larisha hendak pergi meninggalkan casino untuk mengawal kemana pun mereka pergi, sementara yang lainnya tetap mengurus casino.


Sepanjang perjalanan menuju sungai Alegria, Tuan Lan terus menggenggam erat tangan Larisha, bahkan sesekali men ci um punggung telapak tangan gadis cantik itu. Hingga sampailah mereka di tujuan, yang diinginkan Larisha.


Suasana malam ini sangat ramai, banyak sekali orang yang berlalu lalang disekitaran sungai. Larisha dan Tuan Lan pun turun dari mobil, Larisha langsung dirangkul oleh Tuan Lan dan keduanya berjalan bersama.



Sementara kedua anak buahnya mengikuti mereka namun dengan menjaga jarak cukup jauh.


"Tuan kenapa kau mau menjadikan aku istri seutuhnya?" tanya Larisha dengan suara pelan.


Namun tanpa diduga oleh Larisha, justru Tuan Lan menjawab dengan suara lantang bahkan sangat lantang.


"Karena aku mencintaimu Larisha! Aku mencintaimu!" teriak Tuan Lan.


Teriakan yang berhasil memancing seluruh orang-orang disekitar sungai Alegria menatap kearah Tuan Lan dan Larisha.


"Tuan, apa yang kau katakan! Astaga kau lihat, semua orang menatap kita sekarang, oh aku malu sekali!" kata Larisha lalu berjalan cepat untuk segera menjauh ke tempat yang lebih sepi.


Namun Tuan Lan tetap menyuarakan perasaannya meskipun orang-orang mungkin menganggapnya sudah gila.


"Hei Larisha, aku mencintai mu kau dengar Larisha, hei aku mencintaimu!" teriakan itu terus dilontarkan oleh Tuan Lan sementara Larisha mencoba menahan senyum karena meskipun malu namun dia sangat bahagia Tuan Lan melakukannya.


❤️❤️❤️


Mau heran daritadi ada casino, tapi Dono sama Indronya kok engga ada ya maak😅😀


Beruntungnya itu petugas kebersihan, udah gaji gede gratis nonton nganu-nganu tanpa kuota lagi😂


Jangan Lupa Like, komen, Votenya ya maak😘

__ADS_1


__ADS_2