Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 92


__ADS_3

Di salah satu ruangan yang terletak di lantai tiga kediaman Tuan Lan, Domanick tengah belajar ilmu bela diri! Domanick memang paling lincah diantara ketiga anak Larisha, dia pun sejak kecil sudah sangat menyukai perkelahian sehingga rutin meminta pada anak buah Dadynya untuk mengajarinya cara bertarung.


Hiya...


Hiya..


Domanick melancarkan pukulan-pukulan pada anak buah Tuan Lan yang mengajarinya.


"Ok bagus Tuan muda Nick, pukulan mu semakin terarah!" ujar salah seorang anak buah Tuan Lan.


"Ketika aku dewasa nanti! Aku pasti lebih jago daripada Dady, bukan?" tanya Domanick dengan sombongnya.



Tak lama Larisha datang lalu menjewer satu kuping Domanick didepan para anak buah Tuan Lan yang tengah menonton Domanick belajar ilmu bela diri.


"Aaaaa, sakit Momy apa yang kau lakukan?" protes Domanick.


Larisha pun melepaskan tangannya dari kuping Domanick.


"Nick, jangan pernah mengajari Brithney untuk kasar dengan teman sekelasnya!" kata Larisha.


"Cih, dasar gadis cengeng tukang ngadu! Kenapa dia malah bicara pada Momy kalau aku yang mengajarinya membalas temannya yang nakal." Batin Domanick.


"Hello, Nick! Momy sedang bicara serius denganmu! Kalau kau terus mengajarkan hal-hal tidak baik pada Brithney, Momy tidak akan mengizinkan mu untuk belajar ilmu bela diri lagi! Kau paham?" tanya Larisha.


"Ya Momy!" kata Domanick yang tak ingin menambah ocehan Larisha, karena kalau dia sampai membantah perkataan Larisha, pastilah urusannya semakin panjang kali lebar.


"Mom! Momy! Mom!" teriak Bright dengan nafas tersengal-sengal.


"Bright, ada apa?" tanya Larisha yang mendapati Bright berlarian di dalam rumah untuk menghampirinya.


"Dad, Dady Mom!" kata Bright yang tidak bisa berkata dengan lancar.


"Apa terjadi sesuatu dengan Dady?" tanya Larisha.


"Hei kutu buku, katakan dengan jelas! Ada apa dengan Dady?" tanya Domanick.


"Dady sudah sadar dari koma!" kata Bright.


Perkataan Bright mampu membuat seisi ruangan terkejut bukan main! Larisha kemudian berlari menuju ke ruangan khusus tempat Tuan Lan selama ini koma, disusul oleh semua anak buah Tuan Lan yang berada di dalam ruangan itu.



Setibanya di ruangan khusus itu! Brithney langsung menghampiri Larisha lalu memeluknya. Larisha pun mengajak Brithney, Bright, dan Domanick mendekat kearah Tuan Lan. Larisha sampai tak kuasa menahan haru melihat kedua mata suaminya yang hampir enam tahun itu koma, kini membuka kedua matanya.


"Nyonya! Dokter sedang dalam perjalanan untuk memastikan keadaan Tuan Lan, karena kini Tuan telah bangun dari koma!" kata perawat.


Tuan Lan pun menengok kearah Larisha, wajah istrinya yang tak pernah pudar akan kecantikan alaminya! Larisha pun hanya bisa memberikan senyuman lalu semakin mendekati Tuan Lan.

__ADS_1


"Dad, kau sudah sadar! Apa kau mengenal ku? Aku istri mu, ini kau lihat, ini ketiga anak kita Dad!" kata Larisha sambil menunjukkan ketiga anak-anak.



Sementara Bright, Domanick dan Brithney menatap serius kearah Tuan Lan yang terlihat masih belum sepenuhnya sadar.


"Apa kau tidak mengingat ku?" tanya Larisha memastikan lagi.


"Sepertinya aku tidak mengenalmu! Apa kau seorang peri?" tanya Tuan Lan.


Sebuah jawaban yang membuat Larisha menganggap bahwa Tuan Lan mengalami amnesia. Tak lama Dokter datang ke ruangan khusus itu.


"Dok, suamiku tidak mengingat aku! Apa dia hilang ingatan? Bagaimana ini?" tanya Larisha dengan wajah sedih.


"Apa? Kenapa kau bicara begitu?" tanya Dokter lalu memeriksa keadaan mata dan detak jantung Tuan Lan.


"Dia bilang, dia tidak mengenalku dan berkata aku adalah seorang peri!" kata Larisha.


Dokter pun tersenyum, mendengar Larisha berkata seperti itu. Mana ada orang amnesia masih bisa menggombal mengatakan seorang wanita itu peri. Dasar buaya, baru siuman saja sudah bisa memberikan gombalannya.



"Wah kau benar nyonya, sepertinya Tuan Lan mengalami amnesia dan aku harus menyuntikkan cairan khusus untuk membuat knalpot miliknya tidak akan bisa berdiri lagi!" kata dokter lalu tersenyum bersama Tuan Lan.


"Dok, apa maksud mu?" tanya Larisha yang masih bingung.


Larisha pun menangis, ingin rasanya dia memukul suaminya yang malah membuatnya panik karena takut tak mengenalinya.


"Mana mungkin aku tidak mengenali istriku yang cantik ini!" kata Tuan Lan dengan nada suara yang masih lemah.


Larisha memeluk Tuan Lan, lalu ketiga anak-anak hanya tersenyum melihat kedua orangtuanya kembali bersatu.



"Siapa ketiga anak itu?" tanya Tuan Lan.


"Itu anak-anak kita! Apa kau tidak ingat? Kau koma saat aku tengah hamil!" kata Larisha.


"Tunggu dulu! Aku ingat kau sedang hamil, tapi mana mungkin anak-anak yang kau kandung sudah sebesar mereka?" tanya Tuan Lan yang kebingungan karena menyangka dirinya hanya koma selama beberapa jam saja.


"Tuan! Kau koma lebih dari lima tahun!" kata Dokter.


"Apa? Aku, aku koma selama itu Dok? Tapi aku merasa hanya sebentar tidak sadarkan diri akibat sakit dikepala ku!" kata Tuan Lan bingung.


"Dady!" serempak.


"Kemarilah anak-anak!" kata Tuan Lan.


__ADS_1


Ketiga anak-anak itu pun mendekati Tuan Lan dan memeluknya.


"Tuan, hasil detak jantung dan lain-lain normal! Hanya saja nanti kita akan lakukan CT scan untuk melihat luka di kepala mu, untuk memastikan semua baik-baik saja!" kata Dokter.


"Baik Dok, terimakasih sudah melakukan yang terbaik untuk ku!" kata Tuan Lan.


Di sebuah lokasi tempat terjadinya !


perampokan sebuah Bank, Laluna adalah presenter yang berada di lokasi kejadian untuk membawakan berita terkini! Ya, Laluna yang mengambil jurusan jurnalistik, kini sudah lulus dua tahun lalu dan sekarang menjadi seorang presenter berita di negara ini.


"Oke cut!" ujar kameramen setelah Laluna selesai membacakan berita secara langsung.


Handphonenya sejak tadi berdering, panggilan masuk dari kediaman Tuan Lan! Laluna pun mengangkat telepon itu di sela-sela waktu breaknya.


πŸ“ž"Hallo," kata Laluna.


"Nona, ini pelayan dari kediaman Tuan Lan! Aku ingin menyampaikan berita penting, bahwa Tuan Lan telah bangun dari komanya!" ujar pelayan itu.


"Apa? Apa aku tidak salah dengar, kakak ipar sadar?" tanya Laluna haru.


Laluna pun segera menutup teleponnya! Lalu bergegas untuk pulang ke kediaman Tuan Lan sekarang juga! Padahal dirinya masih ada syuting berita satu kali take lagi. Meskipun harus mendapatkan omelan dari atasannya karena atasannya harus mencari pengganti Laluna yang meminta pulang mendadak, namun Laluna cuek dan bergembira ingin cepat sampai pulang ke rumah.



"Hai cantik! Apa kau butuh tumpangan?" tanya Daniel yang datang dengan mobilnya, laki-laki yang selama lima tahun ini selalu setia disampingnya meskipun Laluna belum pernah sekali pun membalas pernyataan cintanya.


"Daniel, kak Lan sudah bangun dari koma!" kata Laluna dengan wajah sumringah.


"Oh Tuhan, ini benar-benar mukjizat, cepatlah naik ke mobilku!" kata Daniel.


"Terimakasih atas tumpangan mu!" kata Laluna lalu masuk ke dalam mobil Daniel.


Di tengah perjalanan!


"Luna, aku akan memberitahu Dady ku bahwa Tuan Lan sudah sadar, kami mungkin akan sekeluarga menengok ke sana nanti!" kata Daniel.


"Oke, aku akan dengan senang hati membuatkan minuman spesial untuk mu!" kata Laluna.


"Sekaligus, aku akan melamar mu secara resmi didepan kak Risha dan Tuan Lan!" kata Daniel sambil menatap serius kearah Laluna.



❀️❀️❀️❀️


Yuhu saingan knalpot racing nih maak, cocok engga jadi suaminya Laluna? Kira-kira lamarannya bakalan diterima engga ya sama Laluna, secara dia belum selesai dengan masa lalunya, hatinya masih terperangkap dalam perasaan yang tak kunjung mendapatkan kepastian,


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ anjaiiii dalem banget kata-kata othor udah kaya pujanggaπŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ🀭


Siapa yang setuju sama yang ini? Habis ini maak author baru kasih tau posisi Tan lagi dimana ya maak, karena di bab ini udah kepenuhan, sampe luber malah.😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2