
Tuan Lan pun mengangkat telepon dari Tan.
...📞"Hallo Tan, astaga kenapa kau baru menghubungi ku?" tanya Tuan Lan....
..."Tuan maafkan aku karena belum sempat menemui mu setelah kau sadar dari koma!" kata Tan....
..."Sudahlah itu tidak penting sekarang! Kau dimana sekarang? Apa kau baca pesan dariku?" tanya Tuan Lan....
..."Aku baru saja tiba di bandara dengan membawa cecunguk ini Tuan! Rupanya group Brotherhood dalang dibalik penembakan mu, aku akan kesana sekarang dan akan aku pastikan mereka mati ditangan ku!" kata Tan....
..."Apa? Brotherhood? Brengsek, sit berani sekali dia setelah saudaranya aku habisi, aku juga akan kesana Tan!" kata Tuan Lan....
..."Tuan, sebelum kita kesana jawablah pertanyaan ku!" kata Tan....
..."Aku akan menjawab apapun yang ingin kau tau Tan," kata Tuan Lan karena sudah tau Tan pasti akan bertanya tentang lamaran itu....
..."Apa dia menerimanya?" tanya Tan....
...Tuan Lan pun menghembuskan nafas panjangnya, dan itu terdengar ditelepon....
..."Hah, Tan tetap saja kau harus mengatakan kaulah pendonor itu!" kata Tuan Lan....
...Jawaban dari Tuan Lan bukan iya ataupun tidak, tapi cukup menjelaskan bagi Tan bahwa Laluna telah menerima lamaran itu....
..."Tuan, aku tidak akan mengatakan apapun lagi padanya! Aku berharap kau pun begitu, akan aku biarkan dia bahagia dengan pilihannya," kata Tan lalu menutup teleponnya.📞...
Tuan Lan dapat merasakan betapa Tan sangat kecewa atas keputusan Laluna, tapi kembali lagi itu adalah urusan keduanya dan Tuan Lan tidak bisa berbuat banyak selain menuruti keinginan Tan. Tuan Lan pun bergegas menghampiri Larisha.
"Mom, aku akan pergi ke markas Brotherhood sekarang juga bersama seluruh anak buahku!" kata Tuan Lan.
"Group Brotherhood, yang dulu menggagalkan pengiriman senjata bukan?" tanya Larisha.
"Iya, yang dua bersaudara, dan satu diantara dua itu mati ditanganku! Hingga membuat saudaranya yang masih hidup menyewa pembunuh bayaran itu lalu datang ke resepsi pernikahan kita, membuatku kehilangan banyak waktu denganmu dan anak-anak kita!" kata Tuan Lan.
"Aku ingin ikut denganmu!" kata Larisha.
"Tidak mom, aku akan membuat markas brotherhood itu rata dengan tanah berikut penghuninya!" kata Tuan Lan.
"Tolonglah! Aku ingin melihat pembunuh bayaran itu!" kata Larisha.
"Baiklah, tapi tetaplah didalam mobil nantinya!" kata Tuan Lan.
__ADS_1
Larisha pun mengangguk, lalu bergegas untuk ikut dengan Tuan Lan. Domanick yang melihat Dady dan Momynya seperti itu, sangat bangga dan merasa kalau itu keren, lain hal dengan Bright yang tidak menyukai hal yang berbau dendam, kekerasan ataupun mafia. Sementara Brithney gadis manja itu hanya bisa cemberut karena tidak suka jika Momy dan Dadynya jauh darinya.
"Dad, aku akan mendukung mu untuk membalas mereka! Ayo Dad, hancurkan markas itu!" kata Domanick.
"Hentikan Nick! Kita masih kecil, jangan bicara seperti itu!" kata Bright dengan cuek.
"Ah itu kau cupu, dasar kutu buku! Ku dengar dari anak buah Dady group Brotherhood itu reseh dengan Dady kita, jadi biarkan Dady membalasnya!" kata Domanick.
"Sudah! Sudah! Nick jaga bicaramu, kalian tetaplah di rumah Momy dan Dady pergi sebentar untuk menemui Paman Tan," kata Larisha.
Tuan Lan dan Larisha pun pergi meninggalkan kediaman mereka beserta seluruh anak buahnya yang tak terhitung berapa mobil yang akan menyerbu markas Brotherhood, sementara Tan sudah sampai lebih dulu ke markas Brotherhood sambil mendorong kursi roda yang diduduki oleh pembunuh bayaran itu.
Tan pun membalikkan kursi roda itu hingga membuat pembunuh bayaran itu tersungkur ke lantai.
Bughttt...
Sontak anggota Brotherhood yang tengah bermain judi pun menengok kearah datangnya suara, melihat Tan tengah berdiri seorang diri sambil menyalakan satu batang rokokk dengan santainya.
"Kurang ajar!" teriak pimpinan brotherhood yang melihat kedatangan Tan yang sudah membuat pembunuh bayaran yang dulu dia bayar tersungkur ke lantai.
"Apa kabar?" tanya Tan sambil meniupkan zat nikotin hingga mengudara.
Tak lama, Tuan Lan dan Larisha serta semua anak buah Tuan Lan mengepung markas Brotherhood dan itu membuat geng mafia tersebut mau tidak mau harus menghadapi semua anggota group Limson. Tan maju sambil mengambil menodongkan dua pistol memulai perang dengan group Brotherhood.
Sementara Larisha menunggu didalam mobil, dan Tuan Lan turun ikut melakukan penyerangan.
"Serang!!!!" teriak Tuan Lan.
Hiya....
Dor..
Dor..
Dorr..
Terjadi perang antar group hingga banyak dari group Brotherhood tumbang akibat terkena tembakan. Group Limson melupakan amarah mereka yang selama ini tertahan, kini semua anggota group Brotherhood telah kalah dan penuh luka tembakan, sementara pimpinan brotherhood sengaja tidak dilukai oleh Tan.
__ADS_1
Namun Tan memberikan bogem mentah hingga membuat pimpinan brotherhood tersungkur ke lantai.
"Ikat dan gantung mereka semua secara terbalik!" kata Tan.
"Baik Tuan!" kata salah seorang anak buah Tuan Lan.
Tuan Lan pun menghampiri Tan, dan Tan yang melihat kehadiran Tuan Lan langsung memberikan pelukan hangatnya.
"Terimakasih banyak Tan, kau sudah banyak berkorban untuk ku!" kata Tuan Lan.
"Tidak masalah Tuan! Kau sudah ku anggap sebagai saudara kandung ku sendiri," kata Tan lalu melepaskan pelukannya.
Sementara beberapa anak buah Tuan Lan sibuk menggantung secara terbalik satu persatu anggota Brotherhood, berikut dengan pimpinannya. Larisha yang merasa sudah aman pun, akhirnya keluar dari dalam mobil hendak menghampiri suaminya.
Saat masuk ke markas, Larisha melihat pembunuh bayaran yang sedang berusaha membetulkan kursi rodanya. Larisha yang melihat pembunuh bayaran itu hampir naik ke kursi roda, segera berteriak.
"Dad, yang dikursi roda ini siapa?" teriak Larisha.
"Dia yang sudah membuat peluru bersarang di kepala ku!" teriak Tuan Lan.
Larisha yang sudah sejak lima tahun lalu mencari pembunuh bayaran itu! Langsung menendang kursi roda, hingga membuat pembunuh bayaran itu kembali tersungkur ke lantai.
"Ah sitt, siall!! Dasar wanita siall!" umpat pembunuh bayaran itu.
"Apa kau bilang? Aku siall?" tanya Larisha.
Plakk....
Satu tamparan dilayangkan oleh Larisha pada pembunuh bayaran itu.
"Kaulah orang yang sudah membuat ku, mengandung tanpa suami disisiku! Kau membuat anak-anak ku lahir tanpa didampingi oleh Dady mereka, dan kau yang sudah membuat aku dan anak-anakku kehilangan banyak waktu dengan suamiku!" kata Larisha.
"Nona, jangan kotori tanganmu untuk menyentuh sampah satu ini!" kata Tan yang datang menghampiri Larisha untuk menyeret pembunuh bayaran dan ikut digantung dengan seluruh anggota group Brotherhood.
"Sayang, kau sudah menamparnya kan? Kau sudah mengeluarkan semua uneg-uneg mu! Sekarang kita pulang, aku tidak ingin kau melihat hal mengerikan yang akan dilakukan oleh para anak buahku!" kata Tuan Lan.
"Aku lega sudah menamparnya!" kata Larisha, lalu menurut untuk kembali ke mobil bersama Tuan Lan dan kembali ke rumah.
Sementara Tan dan para anak buah Tuan Lan mengurus sisanya! Mereka menyiramkan bensin di markas itu setelah selesai menggantung seluruh anggota group Brotherhood berikut dengan pembunuh bayaran itu, dan api pun mulai berkobar membakar seluruh markas berikut dengan isinya.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Yuk bisa yuk, urusan sama group Brotherhood udah beres sekarang tinggal urusan hati! Sebelum janur kuning melengkung bisa kali ditikung 🤭