
Melihat Briant tersenyum padanya! Larisha pun melambaikan tangannya, lalu duduk di kursi paling depan. Briant pun langsung menghampiri Larisha.
"Hei nona cantik, kau haus?" tanya Briant.
"Iya aku haus sekali, bagiamana pekerjaan mu hari ini Bri, sepertinya tidak sibuk seperti saat weekend?" tanya Larisha.
"Hari biasa tidak seramai saat weekend, kalau begitu kau tunggu dulu disini! Akan aku buatkan minuman spesial untukmu hari ini," kata Briant.
"Oke, terimakasih," kata Larisha sambil bersantai meregangkan otot-otot kakinya yang sedari tadi berjalan disepanjang mall.
Di tempat casino!
Tuan Lan yang baru saja mengakhiri obrolannya dengan tamu VVIP, segera menemui Tan di ruangannya.
"Tan, kau pasti sangat lelah! Pulanglah dulu ke apartemen mu, atau ke rumahku!" kata Tuan Lan.
"Tidak Tuan, aku harus mengatakan informasi yang aku dapat sekarang!" kata Tan.
"Memang apa yang kau temukan di sana?" tanya Tuan Lan.
Tan pun menjelaskan dari mulai pertemuannya dengan wanita paruh baya penghuni rumah Fabio Alberto yang baru, dan menemukan fakta bahwa Fabio memiliki seorang anak laki-laki yang menderita gangguan mental bernama Briant Alberto. Lalu fakta terakhir, Briant menghilang dari Brazil karena pergi ke Korea! Sementara saat ini Tan tengah menunggu email berikutnya dari Mr Park Hae Joon.
"Jadi menurut mu, anak itu dendam pada ku karena kedua orangtuanya tewas akibat baku tembak dengan para anak buah ku?" tanya Tuan Lan.
"Iya benar Tuan, aku rasa Briant laki-laki berusia 20 tahunan itu sangat dendam terhadap mu, bayangkan Tuan di usianya yang belum genap 10 tahun, dia harus menyaksikan anak buah mu menembak kedua orangtuanya. Psikisnya hancur Tuan, dia pasti datang untuk menuntut balas!" kata Tan.
"Tan kau terlalu cepat menyimpulkan! Lagipula jika dia dendam pada ku, kenapa dia pergi ke Korea? Kenapa tidak langsung kemari?" tanya Tuan Lan.
Tan pun mengambil laptop miliknya, berharap Mr Park telah berhasil mendapatkan informasi dari klinik itu. Saat Tan mengaktifkan laptop, kedua matanya langsung menyorot tajam layar laptop itu, karena beberapa email masuk dari Mr Park.
Tuan Lan yang penasaran dengan reaksi Tan, ikut duduk disamping Tan dan melihat ke layar laptop.
"Rupanya kau sudah mendapatkan balasan dari Mr. Park! Apa balasannya Tan?" tanya Tuan Lan.
Betapa kaget dan tercengangnya Tan dan Tuan Lan, melihat foto before dan after dari wajah Briant Alberto yang mengubah total wajahnya menjadi wajah Dev Limson. (Tuan Tan jujur aku sangat kaget dengan orang bernama Briant Alberto ini, dia mengubah wajahnya seperti putra satu-satunya keluarga Limson yaitu Dev Limson ).
__ADS_1
"Tan, berarti apa yang dikatakan oleh Larisha benar! Briant sudah berada disekitar kita!" kata Tuan Lan dengan wajah yang menegang.
"Apa maksudmu Tuan? Apa yang dikatakan nona Larisha?" tanya Tan sangat serius menatap Tuan Lan.
"Dia mengatakan bertemu seseorang yang mirip dengan Dev, tapi aku pikir itu hanya perasaannya saja Tan, tunggu! Larisha, dia sedang tidak di rumah saat ini," kata Tuan Lan yang langsung merogoh ponsel miliknya.
Di mall, cafe Briant!
Larisha yang baru saja selesai meminum minuman yang disajikan oleh Briant, buru-buru pamit karena tak ingin berlama-lama lagi!
"Briant aku pulang dulu ya! Lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi," kata Larisha.
"Baiklah, berhati-hatilah Larisha!" kata Briant lalu tersenyum manis pada Larisha.
Larisha beranjak untuk menuju basemant tempat kedua anak buah Tuan Lan menunggunya, Larisha melihat handphonenya ada panggilan masuk dari Tuan Lan, sambil terus berjalan menuju basemant tempat terparkirnya mobil, Larisha mengangkat panggilan masuk dari Tuan Lan.
📞"Hallo, Tuan," sapa Larisha dengan ceria.
"Dimana kau?" dengan suara bergetar.
"Aku sudah selesai berbelanja Tuan, ini menuju basemant dan akan langsung pulang ke rumah," kata Larisha.
"Oh, kau percaya padaku sekarang Tuan? Namanya Briant Alberto, aku baru saja berbincang-bincang dengannya, dia bekerja di mall ini Tuan," kata Larisha dengan santainya.
Deg.
Mendengar Larisha baru saja bertemu dengan Briant, membuat pikiran Tuan Lan semakin kacau. Larisha pun sudah sampai di basemant, dan langsung dibukakan pintu mobil oleh anak buah Tuan Lan, sementara satu anak buah Tuan Lan yang lain, membantu memasukkan belanjaan Larisha kedalam bagasi.
"Larisha dengar! Jangan pernah bertemu dengan orang itu! Dia sangat berbahaya, segeralah pulang! Aku akan segera menyusul mu ke rumah," kata Tuan Lan.
"Berbahaya? Maksud mu apa Tuan?" tanya Larisha.
Tiba-tiba saat supir pribadi Larisha mulai memundurkan mobilnya agar bisa keluar dari mall, seseorang menghalangi mobilnya dengan cara memarkirkan mobil tepat dibelakang mobil Larisha.
Tit...
__ADS_1
Supir terus membunyikan klakson agar orang tersebut menyingkirkan mobilnya, namun tak kunjung digubris.
"Hei menyingkir bodoh!" teriak salah satu anak buah Tuan Lan, lalu keluar mobil untuk melihat orang yang berada didalam mobil itu.
"Hei mobilmu menghalangi mobil kami Tuan!" kata anak buah Tuan Lan.
Lalu Dev pun memperlihatkan wajahnya dan keluar dari dalam mobilnya, membuat anak buah Tuan Lan kaget hingga menjadi lengah.
"Tuan Dev! Aaaaaa," satu suntikan bius mendarat dileher anak buah Tuan Lan, hingga anak buah Tuan Lan pun ambruk begitu saja.
"Hei kau," teriak anak buah Tuan Lan yang satunya, dan bergegas hendak menolong rekannya dan mengeluarkan satu buah pistol yang selalu dia bawa.
"Ada apa ini?" tanya Larisha yang mulai panik namun tetap didalam mobil.
"Larisha ada apa?" tanya Tuan Lan.
Namun Briant bisa dengan mudah kembali mengecoh anak buah Tuan Lan menggunakan wajahnya yang mirip dengan Dev, hingga anak buah Tuan Lan kaget bukan main menatap wajah Briant, Briant langsung merebut pistol tersebut dan pertarungan terjadi namun dengan mudah Briant dapat menyuntikkan obat bius itu ke leher anak buah Tuan Lan.
"Tuan, ada seseorang yang! Aaaaa," teriak Larisha, yang melihat dari dalam mobil kedua anak buah Tuan Lan tergeletak, membuat Larisha menjatuhkan handphonenya.
"Hallo Larisha!" Bipppp, panggilan telepon terputus 📞
Tok.
Tok.
Tok.
"Nona, jangan pernah keluar dari mobil! Aku akan menghadapinya!" ujar supir pribadi Tuan Lan, yang segera mengambil pistol dari glove box.
"Larisha sayang! Buka pintu mobilnya, kenapa kau tidak membiarkan laki-laki yang berwajah mirip dengan mantan kekasih mu ini masuk, sayang!" kata Briant.
Larisha sangat ketakutan dan tak tau harus bagaimana, otaknya mendadak mengalami kebuntuan tak tau harus berbuat apa karena melihat Briant sudah mengiming-imingi sebuah pistol ditangannya.
__ADS_1
Tuan Lan yang merasakan ada yang tidak beres dengan istrinya. Langsung bergegas meninggalkan casino bersama Tan, dan sedikitnya sepuluh anak buahnya mengikuti dari belakang atas instruksi dari Tan.