Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 91


__ADS_3

Tan memang sangat sedih atas keputusan yang sudah diambil oleh Laluna, tapi tidak ada waktu lagi untuknya untuk mengurusi hubungannya dengan Laluna saat ini! Tan harus segera ke lokasi dimana salah seorang informan melihat pembunuh bayaran itu! Rupanya dia masih didalam negara ini dan tidak kabur ke luar negeri.


Tan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi karena jarak ke lokasi yang dikirim oleh informannya sekitar tiga jam dari kota ini! Sementara informan itu terus membuntuti pembunuh bayaran yang baru saja keluar dari supermarket itu!


Di ruangan khusus Tuan Lan!


Larisha masuk dengan mendorong stroller yang berisi ketiga bayi kembarnya, dilihatnya sang suami yang sedang diperiksa oleh salah seorang perawat.


"Siang Nyonya! Wah, kau sudah melahirkan rupanya, selamat menjadi ibu ya Nyonya!" kata perawat itu.



"Terimakasih sus, bagaimana apa sudah ada kemajuan?" tanya Larisha penuh harap.


"Dengan berat hati aku katakan, tidak ada kemajuan sama sekali nyonya! Tapi mungkin Tuan Lan ingin merasakan sentuhan dari baby-babynya, mungkin itu bisa membangunkannya nyonya!" kata perawat.


Larisha pun mengangkat satu persatu bayinya lalu ditaruhnya di samping kiri dan kanan Tuan Lan, sementara yang satunya ditaruh diatas tubuh Tuan Lan, Larisha pun mendekatkan wajahnya untuk dapat berbisik ditelinga Tuan Lan.


"Dad, aku baru saja pulang dari rumah sakit! Aku berhasil melahirkan ketiga bayi yang selama ini kita nantikan! Kau dengar Dad suara tangisan mereka?" bisik Larisha.


Oeee..


Oeee..


Tiga bayi itu menangis saat didekatkan dengan Dady mereka, seolah mereka menangis karena sedih karena ketika lahir ke dunia Dady mereka masih koma.


Larisha menatap wajah suaminya yang belum juga memberikan respon! Akhirnya perawat meminta agar Larisha istirahat dulu saat ini, karena terlihat Larisha masih dalam kondisi lemah dan stres.


Sementara Tan yang sudah memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, akhirnya sampai di lokasi yang dikirimkan oleh salah seorang informan! Sampai di salah satu Supermarket dimana titik berhenti, Tan mendapatkan sinyal GPS dari mobil yang dikendarai informan kepercayaannya itu.


Letaknya tak jauh dari lokasinya saat ini! Tan bergegas kembali mengendarai mobilnya sampai di tempat GPS mobil informan itu berhenti, segera Tan mengambil pistol untuk berjaga-jaga lalu turun dari mobilnya. Sampai di sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari peternakan sapi! Tan mendapati bercak darah di sepanjang tanah menuju ke dalam rumah itu.



Dengan berhati-hati, Tan mengikuti jejak darah itu! Lalu menendang pintu rumah tersebut, dan dilihatnya! Informan itu telah bersimbah darah dengan beberapa luka tembak.


"Hei, bangunlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit!

__ADS_1


"Maafkan aku Tuan! Aku tidak bisa mengalahkannya, dia sudah pergi dari sini!" lirih informan itu.


Tan kemudian membawa informan itu untuk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.


"Sit Si al!!!! Breng sek!" teriak Tan yang sudah sangat emosi lagi-lagi dirinya gagal menangkap pembunuh bayaran itu.


5 Tahun Kemudian!!!!!!!!


Bright tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin membaca buku, Bright sangat jarang bicara jika tidak ada yang mendesak untuk dibicarakan. Sementara Domanick, dia tumbuh menjadi sosok yang sangat aktif, jahil, dan sedikit reseh. Berbeda dengan kedua saudara laki-lakinya, Brithney tumbuh menjadi anak yang ceria, manja, dan tukang ngadu pada Dadynya, meskipun dia tau Dadynya masih terus tertidur (koma).



Siang harinya, Larisha dan ketiga pengasuh anak-anaknya itu baru saja pulang dari children'd daycare center (TK). Domanick langsung pergi bersama anak buah Tuan Lan untuk belajar ilmu bela diri, sementara Bright seperti biasa dia akan langsung masuk ke ruangan khusus Tuan Lan untuk membaca buku disana! Itulah tempat favorit Bright.


Ketiga pengasuh itu diminta Larisha untuk menyimpan tas dari ketiga anaknya! Tersisa Brithney yang berdiri dengan bibir mengerucut karena kejadian tadi di sekolah pasti akan membuat Larisha kembali memarahinya.


"Brith," panggil Larisha.


"Hmm," acuh Brithney sambil enggan menatap wajah Momynya.


"Kenapa Brith susah sekali Momy kasi tau! Momy sudah bilang, jangan kasar dengan teman sekelas mu," kata Larisha.


"Tapi kau tidak harus menjambaknya Brith, itu sangat kasar! Momy tidak suka, ini sudah ketiga kalinya kau kasar dengan teman sekelas mu! Siapa sebenarnya yang mengajari mu seperti itu?" tanya Larisha.


"Tentu saja kan Nick! Dia menyuruhku membalas anak yang nakal terhadap ku Momy!" kata Britney.



Sontak itu membuat Larisha melongo, bisa-bisanya Domanick mengajari hal seperti itu! Larisha langsung pergi untuk mencari anak laki-lakinya itu. Sementara Britney langsung masuk ke ruangan khusus Tuan Lan untuk mengadukan pada Dadynya karena Momynya terus mengomel.


Klek..


Dilihatnya Bright tengah asik membaca di sofa yang terdapat di ruangan itu, sementara perawat tengah duduk di kursi kerjanya! Brithney langsung naik keatas ranjang Tuan Lan, lalu menggenggam tangan Dadynya itu dan mengusap-usap wajah Dadynya.


"Dad, hari ini Momy kembali memarahiku! Aku sangat sedih, Dad bisakah kau bangun sekarang, kenapa tidur mu sangat lama!" rengek Brithney sambil terus mengusap-usap wajah Tuan Lan dengan lembut, juga merapihkan rambutnya.


"Momy memarahi mu pasti karena kau salah!" celetuk Bright sambil kedua matanya tetap fokus membaca buku ditangannya.

__ADS_1



"Diamlah! Kak Bright bahkan tidak pernah membela ku, lihat saja kalau Dady bangun pasti Dady akan membela ku!" kata Brithney lalu jari-jari gadis kecil itu menggenggam tangan Tuan Lan.


Tiba-tiba! Genggaman tangan Britney itu mendapat sambutan dari tangan yang selama ini tidak pernah memberikan respon apapun! Tangan Tuan Lan mulai bergerak dan membalas menggenggam tangan gadis kecilnya. Sontak hal itu membuat Brithney kaget dan melotot dan kebingungan.


"Ada dengan gadis cengeng itu, tumben dia tidak merengek lagi!" celetuk Bright yang masih asik membaca.


"Kak, kakak!" panggil Brithney.


"Ada apa?" tanya Bright yang kesal ketika diganggu.


"Kemari!" kata Brithney.


Brithney semakin kaget ketika Tuan Lan membuka kedua matanya, dan menatap kearahnya saat ini! Tuan Lan menatap gadis cantik bermata biru yang berhasil membangunkannya dari koma.


"Kakak!" teriak Brithney yang sedikit ketakutan karena untuk pertama kalinya dia melihat Dadynya membuka mata.



Bright yang mendengar teriakkan Brithney segera melempar bukunya, lalu berlari kearah Britney karena khawatir! Disusul oleh perawat yang tengah berjaga yang ikut kaget mendengar teriakkan Brithney.


Betapa terkejutnya perawat dan juga Bright yang melihat Tuan Lan membuka kedua matanya! Perawat segera memeriksa keadaan Tuan Lan, sementara Brithney turun dari ranjang dan langsung dipeluk oleh Bright.


"Oh my God, Tuan akhirnya kau sadar juga!" kata perawat sambil gemeteran memeriksa keadaan Tuan Lan.



"Kau tunggulah disini! Aku akan memanggil Momy!" kata Bright.


Brithney pun mengangguk lalu dengan kedua bola mata birunya masih terus memandangi wajah Tuan Lan, yang disambut oleh senyum tipis dari Dadynya itu! Membuat Britney menitihkan air mata, seolah tak sabar ingin memeluk Dadynya dan berbicara banyak pada Dadynya.


"Dady," lirih Brithney.


❤️❤️❤️❤️


Ya ampun Dad, 5 tahun dan kamu baru sadar🤦itu apa kabarnya knalpot traktor sawah punya mu, aman ga ya?🤭

__ADS_1


Btw seneng kamu udah sadar Dad, akibat tiap hari dengerin rengekan anak gadisnya jadi bangun dia😁


__ADS_2