Tawanan Kamar Tuan Lan

Tawanan Kamar Tuan Lan
Bab 104


__ADS_3

Kedua mata Laluna tak dapat membendung bulir bening yang sejak tadi sudah mengembang disudut kedua matanya! Hingga dengan menitihkan air matanya, Laluna memasangkan cincin tersebut ke jari tangan Daniel.


Para tamu undangan bertepuk tangan melihat Laluna dan Daniel kini resmi bertunangan, keduanya di minta oleh pembawa acara untuk bersama-sama mengangkat tangan menunjukkan cincin dari masing-masing yang sudah melingkar sempurna di jari keduanya.


Tan yang melihat Laluna bermata sembab, dan terlihat terus menerus menghapus air matanya! Tan tidak sanggup melihat Laluna menangis seperti itu, Tan pun memilih untuk pergi meninggalkan pesta.


Siang hingga sore hari pesta pertunangan itu berlangsung dengan penuh suka cita bagi keluarga Daniel, Laluna pun dipaksa oleh keadaan untuk terlihat bahagia padahal hatinya menangis! Hingga akhirnya, setelah selesai pesta pertunangan, keluarga Laluna kembali ke kediaman Tuan Lan.


"Mom, sepertinya aku butuh pijatan mu sekarang!" kata Tuan Lan.



"Kau mau aku pijat bagian mana Dad?" goda Larisha.


"Oghhh lihatlah betapa kalian berdua tidak malu di depan ketiga anak kecil itu saling menggoda!" kata Laluna.


"Sudahlah Luna kau jangan iri, sebentar lagi juga kau akan menikah dan bisa menggoda suami mu seperti yang ku lakukan!" kata Larisha.


"Mom cepat antar aku ke kamar!" protes Brithney.


Sementara Bright dan Domanick sudah bergegas pergi menuju kamar mereka bersama para pengasuhnya.


"Mari nona, ke kamar bersama ku!" kata Merry ( baby sister Brithney ).


"Tidak! Aku kau dengan Momy dan Dady! Kau pergilah sana!" kata Brithney.


"Sudahlah Mer, nanti biar aku dan Dady yang mengantar Brithney," kata Larisha.


"Baiklah Nyonya, aku permisi!" kata Merry.


"Aku juga permisi, dah setan kecil!" kata Laluna yang menggoda Brithney sambil menjulurkan lidahnya.


"Mom lihatlah aunty mengatai ku setan kecil! Lebih baik Momy tukar saja aunty Luna dengan aunty yang lain," ketus Brithney.


Tuan Lan dan Larisha pun hanya tersenyum mendengar Brithney yang cerewet dari pagi hingga sore hari.


__ADS_1


Malam harinya!


Laluna yang baru saja selesai mandi, mendengar dari salah seorang pelayan bahwa Dokter Fred baru saja datang bertamu ke rumah ini! Tentu saja Laluna sangat antusias untuk menyambut kedatangan Dokter Fred, secara Dokter Fred juga berperan penting untuk kesembuhannya saat itu.


Laluna turun ke lantai dasar untuk menemui Dokter Fred! Di sana seorang pelayan tengah berjalan keluar dari dalam ruangan kerja Tuan Lan.


"Hei, apa Dokter Fred berada di ruangan kerja kak Lan?" tanya Laluna.


"Iya nona! Aku hendak mengambilkannya sebotol wine atas perintah Tuan Lan," ujar pelayan.


"Kalau begitu biar aku yang antar nantinya! Cepat siapkan!" kata Laluna.


Pelayan tersebut buru-buru menyiapkan satu botol wine seperti yang diperintahkan Tuan Lan, lengkap dengan dua gelas dan sepiring cemilan ringan. Laluna pun mengambil alih tugas pelayan tersebut untuk mengantarkan wine tersebut ke ruangan Tuan Lan.


Laluna berjalan perlahan dan tiba di depan pintu ruangan kerja Tuan Lan, pintu tersebut tidak tertutup rapat sehingga Laluna hanya tinggal mendorong sedikit oleh tubuhnya dan pintu terbuka lebih lebar, diujung sebelah kanan Tuan Lan dan Dokter Fred tengah mengobrol dengan posisi sofa membelakangi pintu.



"Aku tidak menyangka Tan melepaskan Laluna! Padahal dia sangat mencintai gadis itu, bagaimana bisa Lan?" tanya Dokter Fred.


"Ya begitulah, runyam urusannya," kata Tuan Lan.


Laluna yang mendengar percakapan antara Tuan Lan dan Dokter Fred, tentang siapa yang mendonorkan sumsum tulang belakang untuknya! Tercengang bukan main, tubuhnya gemetar saat mengetahui kenyataan bahwa Tan adalah orang yang selama ini dia cari.


Laluna pun menjatuhkan botol dan gelas yang dia bawa.


Prang..


Tuan Lan dan Dokter Fred terkejut mendengar suara sesuatu yang terjatuh ke lantai. Melihat Laluna berada di dalam ruangan kerjanya saat ini, Tuan Lan dan Dokter Fred segera menghampiri Laluna yang masih diam mematung.


"Luna, kau mendengar apa yang kami bicarakan?" tanya Tuan Lan dengan gugup.


"Kenapa kakak ipar tega terhadap ku? Kakak ipar tau bahwa Tan adalah orang yang selama ini aku cari, dia yang menyelamatkan hidup ku, dia pendonor itu iya kan?" bentak Laluna.


"Luna! Tenang, sudahlah Luna kalaupun Tan adalah pendonor itu, dia tidak mengharapkan imbalan apapun untuk itu! Dia mencintai mu dengan tulus, dia ingin kau bahagia sekarang," kata Tuan Lan.


"Kalian berdua jahat! Kalian tidak berperasaan, kenapa kak? Kenapa kak Lan tidak memberitahu ku? Aku mencintainya, dan sekarang aku tau bahwa dia sangat mencintai aku," kata Laluna.

__ADS_1


Amarah Laluna berada diujung puncaknya! Marah terhadap dirinya sendiri, marah karena terlambat menyadari bahwa betapa Tan sangat mencintainya sampai rela mendonorkan sumsum tulang belakangnya dulu.


"Luna aku tau kau pasti shock mengetahui Tan pendonor itu! Kau bisa berterimakasih padanya, hanya itu yang bisa kau lakukan sekarang dengan posisi dirimu yang sudah menjadi tunangan dari laki-laki lain!" kata Tuan Lan.


"Maafkan aku Luna!" kata Dokter Fred.


"Persetan dengan pertunangan ini! Aku kecewa dengan kalian!" kata Laluna, lalu melepaskan cincin senilai satu buah mobil Mercedes Benz itu dan melemparkannya entah kemana.



Hiks..


Hiks..


Hiks..


Laluna menangis tersedu-sedu, lalu keluar dari dalam ruangan kerja Tuan Lan. Dengan berlarian sekencang-kencangnya, Laluna meninggalkan kediaman Tuan Lan! Berjalan sepanjang jalan raya, berharap taxi segera datang untuknya.


"Lan bagaimana ini? Aku pikir Luna sudah tau bahwa Tan pendonor itu," kata Dokter Fred.


"Tan yang melarang ku memberitahunya! Lagipula Luna sudah bertunangan dengan Daniel, meskipun dia tau bahwa Tan pendonornya tidak mungkin untuknya mundur dari pernikahannya yang sudah didepan mata!" kata Tuan Lan.


Tiba-tiba hujan turun dengan deras, Daniel yang hendak menemui Laluna karena merindukannya. Melihat Laluna berjalan ditengah derasnya hujan, saat mobil Daniel hendak menghampiri Laluna! Sebuah taxi berhenti didepan Laluna, lalu dengan pakaian basah Laluna masuk ke dalam taxi tersebut.



Daniel pun mengikuti kemana Laluna akan pergi malam-malam begini dengan kondisi hujan yang sangat deras. Taxi tersebut melaju menembus hujan yang terus turun membasahi kota! Hingga setelah setengah jam mengikuti taxi yang ditumpangi oleh Laluna, taxi tersebut masuk ke sebuah apartemen.


"Apartemen siapa ini?" Gumam Daniel, yang terus mengikuti masuk basemant apartemen.


Laluna turun dari taxi setelah membayarnya! Dengan pakaian yang masih basah kuyup, Laluna berlari masuk menuju ke salah satu unit apartemen.


Daniel pun buru-buru turun dari mobil untuk mengikuti Laluna! Laluna masuk ke dalam lift dan pintu lift tertutup, lalu dilihatnya oleh Daniel lift itu tertuju ke lantai berapa.



❤️❤️❤️

__ADS_1


Nyesel engga Lun? Sekian lama engga tau siapa yang sudah mendonorkan sumsum tulang belakang itu, sekarang pas tau kebenarannya terus gimana Lun??? Posisi udah mau nikah sama Daniel.


Dulu nyangka Tan engga cinta, engga cinta gimane salah satu organ tubuh Tan aja dia kasih buat kamu Luna.🥲🥲🥲


__ADS_2