
Kedua tangannya meracau tak tentu arah hingga nyaris menjatuhkan televisi besar dibelakangnya, beruntung tangan Tan sigap menahannya, diraihnya pinggul Laluna untuk berpindah tempat dari sana! Namun tetap dengan terus menghi sap kedua melon import itu tanpa ampun.
"Ahh, Tan emmmthh kau sangat tampan ketika menye sapnya sayang,"
Keduanya berjalan menuju lift di rumah mewah itu, Tan membawa masuk Laluna kedalam lift tersebut! Ditekannya tombol lift itu tanpa peduli ke lantai berapa keduanya akan berlabuh, sementara Tan masih betah meng hi sap melon import Laluna yang sudah mulai merasa agak perih.
Pintu lift tertutup! Tan melepaskan kedua melon import milik Laluna yang sudah memiliki banyak jejak-jejak kepemilikan yang dilakukan oleh Tan.
"Melon mu sangat besar sayang!"
"Kalau begitu hi sap lagi sayang, aku ingin lidahmu memainkannya!"
Mendengar keinginan Laluna, Tan pun kembali meng hi sap melon import besar milik Laluna itu, dimasukannya kedalam mulutnya melon import milik Laluna tapi sungguh itu terlalu besar hingga tak akan mungkin bisa masuk seluruhnya kedalam rongga mulut Tan.
Ting..
Pintu lift terbuka, keduanya berjalan keluar lift meskipun Tan masih betah meng hi sap melon import milik Laluna, sementara Laluna sudah frustasi akan kenikmatan yang begitu luar biasa ini. Keduanya sampai di rooftop yaitu lantai paling tinggi di kediaman rumah mewah tersebut.
Tan dan Laluna semakin menggila dengan perburuan untuk memperoleh pencapaian yang luar biasa, di rooftop yang beralaskan rumput sintetis dan beratapkan langit sore menjelang malam hari, Tan melepaskan kedua melon import milik Laluna.
"Renggangkan kakimu sayang!" lirih Tan.
Laluna pun tersenyum lalu merenggangkan kedua kakinya, dan Tan segera berjongkok didepannya untuk segera menikmati lubang milik Laluna! Dilepaskannya secara kasar celana yang dikenakan oleh Laluna, hingga bagian penting yang menggoda itu kini tidak mengenakan sehelai benangpun.
Tan segera menenggelamkan wajahnya pada area favoritnya itu, hingga membuat wajah Laluna menengadah keatas menatap indahnya langit sore dari atas rooftop ini.
"Ahhhhhh oh my God Arthan! Kau apakan milikku, ohhhh ini sangat nikmat sayang suamiku kau sangat nakal ohhh,"
__ADS_1
Laluna meracau saat Tan mulai menj i lat miliknya, dimainkannya milik Laluna oleh ujung lidah Tan, hingga diputar-putar oleh ujung lidah dan dimasukkan lidah Tan kedalamnya. Laluna berpegangan pada tembok yang ada disampingnya karena tak kuasa menahan gerakan meliuk-liuk lidah Tan pada area miliknya.
"Oh my God Arthan! Ahhhhhh, oh my God ahh,"
Tan menghi sap lubang kepemilikan Laluna, hingga Laluna menjerit-jerit sangat kencang! Begitu lembab dirasakan oleh mulut Tan, hingga membuat lidahnya harus bekerja keras men ji lati kepemilikan Laluna hingga bersih.
Saat ini Tan terus menye sap bagian inti milik Laluna tanpa peduli pemiliknya sudah menjerit-jerit kewalahan menikmati kenikmatan yang luar biasa diberikan oleh Tan. Laluna merasakan miliknya mulai berkedut seperti hendak menyemburkan apa yang harusnya menyembur ketika diperlakukan seperti ini.
"Ah Arthan a-aku, ahhhhh oh my God a-aku sampai,"
Tubuh Laluna bergetar luar biasa, saat berhasil mencapai puncaknya! Bukannya melepaskan justru Tan semakin liar men ji lat dibagian inti milik Laluna, di se sapnya kepemilikan Luna karena dirinya belum puas mendengar teriakan-teriakan kenikmatan Laluna.
"Jangan Tan, ahhhh aku masih lemas! Ahh kumohon, Arthan lepaskan milikku Tan Ahhh,"
Tan justru terlihat semakin liar meliuk-liukkan lidahnya didalam sana! Sesekali setelah selesai meng hi sap Tan mengigit tipis area kepemilikan Laluna hingga membuat wajah Laluna mendongak keatas.
Tak kuat terus menerus di ji lat oleh Tan, Laluna pun kembali merasakan kedutan pada bagian miliknya sepertinya Laluna akan kembali memperoleh pencapaiannya yang kedua,"
Laluna menekan wajah Tan agar semakin tenggelam kedalam area miliknya! Dan Laluna pun berhasil mencapai puncaknya kembali.
"Ahhhhh Arthan, ampun ahhhh kau nakal sayang,"
Tan segera bangkit begitu melihat Laluna mendapatkan kembali pencapaiannya, tapi tubuh Laluna lunglai lemas dipelukan Tan saat ini! Tan mendorong tubuh Laluna hingga mentok ke tembok, sama sekali Tan tak ada niat memberikan Laluna waktu untuk beristirahat, Tan langsung melepaskan celana miliknya.
Diperlihatkannya pada Laluna knalpot racing besar yang sudah sejak tadi mengeras dan menuntut untuk segera ditenggelamkan pada lembah kenikmatan, Tan mengangkat satu kaki Laluna kemudian melesatkan knalpot racing miliknya hingga terbenam pada lembah yang teramat sangat dalam.
"Ahhh Fu ck! Oughttt sempit sekali,. milikmu selalu menge ratkan knalpot milikku sayang,"
__ADS_1
"Emthhhh sssttthhh punyamu sangat besar Tan, Ahhh,"
Tan segera menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan kecepatan tinggi seolah dirinya harus semangat dan maju tak gentar untuk bisa meraih kenikmatan yang luar biasa. Tang bergerak sangat cepat sampai-sampai kedua melon import yang menggantung sempurna milik Laluna ikut bergerak-gerak seirama dengan dorongan dan tarikan knalpot racing milik Tan.
"Ohhhhh sit baby Fu ck, ogttttjj kau terlalu nikmat sayang emmmthh Fu ck, milikku seperti ditarik ulur oleh milikmu sayang,"
Tan terus bergerak dengan cepat dibawah sana! Tak puasa dengan hanya terus berdiri, Tan segera mengarahkan Laluna untuk terlentang diatas rumput sintetis yang terdapat di rooftop itu! Laluna pun menurut, Laluna terlentang diatas rumput tanpa melepaskan satu sama lain, keduanya masih terus dalam penyatuan walaupun berpindah posisi.
Posisi terlentang membuat Tan lebih leluasa menghantam milik Laluna secara brutal, Tan menggerakkan miliknya dengan sangat cepat sementara kedua tangannya saling mencengkram dengan kedua tangan Laluna.
"Ahhhh sit si al ini terlalu nikmat! Luna aku sangat menikmati tubuhku sayang, ah fu ck aku ingin menikmati tubuhmu setiap detik ahh,"
"Ahhh yes, ahh yes Arthan buat aku lebih puas lagi sayang lebih kencang lagi Tan,"
Tan kemudian lebih memacu lagi gerakan pinggulnya dengan sangat cepat tanpa ada jeda sedikitpun, Tan merasakan miliknya sudah hampir sampai dan sudah diujung, begitu juga Laluna yang akan segera mencapai puncaknya kembali untuk yang ketiga kalinya.
"Fu ck, aku akan segera sampai sayang! Ahhhh ini nik mat sekali Ahhh Luna, aku akan keluarkan,"
"Yes baby, aku juga akan segera sampai! Ayo sayang ahhhhh emmmthhh oh my God,"
Tubuh Laluna dan juga Tan saling bergetar, keduanya akhirnya sampai bersama-sama. Tubuh Tan ambruk disamping tubuh Laluna, sambil menatap keatas langit-langit Tan dan Laluna mengatur nafasnya yang masih terengah-engah akibat permainan dahsyat keduanya.
"Sayang kau sangat nakal, baby kita pasti sangat terguncang didalam sana!"
"Maaf sayang, aku terlalu bersemangat untuk hari pertama kita menjadi pengantin, besok kita ke Dokter ya!"
❤️❤️❤️
__ADS_1
Itu mah bukan lagi kena guncangan Dede bayinya😅 Tapi udah kaya masuk kedalam mesin cuci diputar-putar dibolak-balik Jedar keder ampun deh maak😂😂😂