
"Saya tidak tahu, selama mengurus berkas, Maria tidak pernah cerita. Dan sejak itu juga, Fat seolah menghilang dari muka bumi. Tidak ada kabar beritanya," ungkap Bu Susi, pengurus yayasan sekaligus orang merawat anak laki-laki Bu Fat.
Baik Al, Ken, dan Barent semua menarik nafas panjang mereka sadar, ini pasti permainan licik Maria untuk menyingkirkan madunya.
"Ambyar....lagi- lagi wanita itu selalu bikin sudah orang," seloroh Al.
"Maaf, siapa yang Anda maksud," tanya Bu Susi menyelidik.
Al menceritakan siapa Maria dan bagaimana hubungannya dengan Bu Fat.
"Saya tidak tahu kalau hubungannya seperti itu, selama ini saya hanya mendapatkan informasi satu arah. Jadi apa yang ia katakan, itu yang saya catat sebagai informasi,"
"Iya, Bu. Saya faham. Maria melakukan semuanya karena ia tidak menginginkan Bu Fat punya keturunan dari dari suaminya. Maria sudah mengakuinya," jelas Al lagi.
"Maafkan ibuku," Barent merasa sangat bersalah atas semua yang sudah dilakukan Maria pada Bu Fat.
"Dulu waktu ibumu sering ke sini, kau masih kecil. Aku mengingatnya, karena kau tampan sekali," Bu Susi mengingat masa kecil Barent yang sering di bawa ibunya ke sini.
"Bu, apa aku bisa ketemu dengan saudara kembarku?" tanya Ken. Ia masih penasaran, apalagi Bu Susi bilang ia masih sering datang ke sini.
"Tentu bisa, namanya Kevin, ibumu yang memberi nama itu untuknya. Kevin Fathurrahman. Nama yang familiar, bukan?" Jelas Bu Susi. Ia memandang tamunya itu satu persatu.
Al, Barent, dan juga Ken saling memandang. Mereka coba mengingat nama yang disebut oleh pemilik yayasan itu.
"Yakin Bu, itu saudara Ken?" tanya Al tidak percaya.
"Aku yang merawat dan membesarkannya. Kenapa kau meragukan itu?"
"Emang siapa?" Kini Ken yang bertanya lada Al. Ia makin penasaran, kenapa Al meragukannya. Sementara Barent terlihat pucat pasi.
"Apa iya? Dia saudara kembar, Ken!" Pikir Barent dalam hati.
"Jika kau sering nonton berita, ia kerap muncul di TV. Kariernya melesat setelah memenangkan kasus sengketa tanah warga kampung Durian dengan pemerintah. Ia juga kerap muncul sebagai narasumber di berbagai life show, terutama yang ada kaitannya dengan hukum,"
"Ibu, yakin. Dia saudaraku?" Ken langsung bisa menebak siapa yang di maksud oleh Bu Susi. Kevin Fathurrahman, pengacara muda yang sedang naik daun. Apalagi sekarang sedang menangani kasus penganiayaan yang menimpa artis ternama.
"Iya, dia saudaramu. Anak dari Fatma," Bu Susi bicara dengan begitu yakin.
"Ibu akan menghubunginya agar kalian bisa segera ketemu," ucapnya lagi.
Ken langsung memeluk wanita yang duduk di depannya itu dengan erat. Ia sangat gembira, sebentar lagi ia bisa bertemu dengan keluarganya.
__ADS_1
******
Malam itu, sebuah mobil Lexus berwarna hitam berhenti di depan kediaman Pak Kadir. Di belakang mobil merah yang sudah lebih dulu di sana.
Seorang pemuda keluar dari mobil itu dengan santai. Penampilannya rapi dan elegan. Setelah ia memastikan nomer rumah yang di tujunya, ia langsung masuk ke pekarangan rumah itu.
"Kevin," sapa Bu Susi yang sudah menunggunya di depan pintu.
"Assalamualaikum, Bu. Ibu ke sini sama siapa, kenapa tidak menungguku," tanya pemuda itu khawatir.
"Ibu bareng sama adikmu dan saudara laki-laki mu. Ayo kita masuk," Bu Susi menggandeng tangan pria itu dan masuk ke rumah pak Kadir.
Di dalam sudah menunggu beberapa orang yang memandang ke arah datangnya tamu terakhir. Ada Bu Ros, Ken, Al, Barent dan juga Pak Kadir.
Kevin tersenyum ramah dan memberi salam pada mereka satu persatu, kemudian ia duduk di samping Pak Kadir.
"Keny," ucap Ken ketika tiba giliran pria mengalaminya.
Kevin memandang wajah Ken dengan seksama kemudian ia merangkul gadis itu dengan erat.
"Akhirnya kita bisa bertemu," ucap Kevin penuh haru.
Kevin melepas pelukannya dan tersenyum ke arah Ken.
"Bisa aja, jadi kau ini adik atau kakakku?" canda Kevin.
"Seperti aku panggil kau Kakak, karena wajahmu lebih boros," seloroh Ken.
Semua yang ada di situ jadi tertawa, merasa terhibur dengan kelucuan dua bersaudara yang baru dipertemukan itu.
"Duduk di sini, biar aku yang geser," seru Al ketika Kevin sudah menjabat tangan Tuan Kadir.
Pak Kadir menatap wajah pemuda itu penuh haru. Ia baru saja melepas kangen dengan putrinya, kini ia dipertemukan lagi dengan anaknya yang lain.
"Ayah," ucap Kevin sambil mencium tangan Pak Kadir.
"Iya, aku tidak mimpi apa-apa tapi hari ini aku mendapat limpahan anugerah yang luar biasa," Tuan Kadir memegang tangan anak-anak yang mengamit nya di sisi kanan kirinya.
"Iya, ayah. Aku kira aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan keluargaku. Ternyata mereka ada di dekatku selama ini.
"Kevin, ini kakakmu. Dia putraku juga, dari ibu yang berbeda,"
__ADS_1
"Iya, ayah. Bu Susi sudah cerita semuanya di telpon," Kevin tersenyum ramah ke arah Barent.
Pak Kadir juga memperkenalkan Bu Ros dan Al pada Kevin.
"Aku sering melihatmu di TV, tapi tidak pernah menyangka kau itu anakku. Sungguh ajaib nasib yang ditakdirkan lada kita," seru pak Kadir.
"Oh, ya. Jadi ayah juga sudah familiar dengan wajahku,"
"Iya, aku salah satu penggemarmu. Kalau sudah bicara, kau sangat cerdas dan tegas. Aku kagum padamu, Nak. Kau tumbuh menjadi pemuda yang pemberani,"
"Hidup yang mengajarkan aku untuk bisa berlaku tegas,"
"Iya, maafkan aku. Sungguh aku ini orang tua yang tidak berguna. Selama ini tidak berusaha keras mencari keberadaan kalian,"
"Gak usah di sesali. Satu-satunya yang aku inginkan saat ini, aku ingin ketemu ibuku," ucapnya sedih.
"Sampai detik ini, informasi tentang keberadaan Bu Fat sudah terputus. Semua orang yang diduga tau keberadaan sudah kehilangan kontak dengannya," ucap Al.
"Ada baiknya kita bicara baik-baik dengan Maria. Aku yakin dia tau di mana ibumu," ucap Al lagi.
"Aku akan bicara pada ibu. Kasih aku waktu," Barent akhirnya angkat bicara.
"Iya, satu-satunya orang yang paling di sayangi Maria adalah Kau. Mungkin kalau kau yang bicara, ia mau jujur," ucap Pak Kadir menengahi.
"Baiklah, sementara waktu kita semua menunggu hasil pembicaraan Barent dan Maria," ucap Al lagi.
Selanjutnya mereka bicara, kemungkinan Bu Fat kembali ke kampungnya. Bu Ros bersedia mendatangi kampungnya dalam waktu dekat. Itu jika Maria tetap tutup mulut.
*******
Semangat 💪💪💪 update walaupun pembacanya sepi🙈🙈🙈.
Untuk kalian yang masih mengikuti kisah Ken feat Al, jangan segan-segan untuk meninggalkan :
* Komentar
* Like
* Vote-nya
Dukungan dari anda menjadi semangat imbalan yang tak ternilai harganya. Terimakasih....... Happy reading 😘😘😘
__ADS_1