
Barent benar- benar marah terhadap ibunya. Ia tidak menduga perempuan yang begitu dihormatinya itu sudah membohonginya mentah-mentah. Melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Barent memutuskan untuk meninggalkan ibunya, ia pulang ke rumah ayahnya dan tinggal dengan keluarga aslinya. Keluarga yang sudah ia tinggal karena percaya dengan kata-kata ibunya. Ayah dan rumah yang pernah mereka tempati habis dilahap jago merah. Tidak ada yang bisa di selamatkan, termasuk ayahnya.
"Jadi kau rela meninggalkan ibu demi laki-laki yang tidak berguna itu. Aku sudah memberikan segalanya untukmu. Rumah mewah, mobil, bisnis, yang menjadikanmu laki-laki bermartabat," Maria naik pitam ketika Barent pamit padanya sore itu.
"Tidak, kita tidak punya apa-apa. Mama harus membuka mata lebar-lebar. Semua yang kita nikmati sekarang ini bukan milik kita. Bukan milik mama," tegas Barent.
" Jadi laki-laki miskin dan tidak berguna itu sudah mencuci otakmu?" tanya Maria emosi.
"Ayah tidak melakukan apapun. Aku sendiri yang datang padanya dan ingin tinggal bersamannya. Aku tidak mau hidup dibawah penderitaan orang lain," tegas Barent. Ia membereskan pakaian. Tidak ada satupun benda berharga yang dia bawa, bahkan kunci mobil pemberian Baron untuknya, ia tinggal begitu saja.
"Barent, kembali! Sekali saja kau meninggalkan rumah ini jangan harap bisa datang kembali," ucap Maria ketika putranya meninggalkan rumah itu.
"Aku pastikan tidak akan datang ke rumah ini. Aku akan baik-baik saja meskipun tanpa kemewahan yang mama rampas dari orang lain," ejek Barent.
"Dasar anak bodoh. Kau lebih memilih hidup jadi gembel daripada hidup sebagai pria terhormat," pekik Maria.
Ia meminta Robby untuk mencegah Barent agar tidak meninggalkan rumah, namun usaha penjaga rumah itu sia-sia saja. Barent sudah ditunggu ojek online dan pergi meninggalkan rumah megah yang sudah ia tempati sejak menginjak masa remaja.
Maria murka. Semua benda yang ada di depannya menjadi korban amukannya. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Robby dan Bik Sum memilih mengamankan diri daripada jadi sasaran kemarahan.
Baron datang ketika rumah sudah berantakan. Barang-barang yang ada di ruang tamu berserakan.
"Kenapa kembali? Bukankah kau sudah lupa jalan ke rumah ini?" bentak Maria pada suaminya.
__ADS_1
Baron tercekat. Baru kali ini ia di bentak oleh wanita, apalagi itu istrinya. Darahnya mendidih dan dengan garang ia membalas ucapan istri keduanya itu.
"Kau pikir kau itu siapa? Berani sekali membentakku. Aku mau kemana dan tinggal dimana tidak harus ijin denganmu. Apa kau lupa? Siapa yang sudah mengizinkan mu hingga kau bisa tinggal di sini?" bantak Baron tak kalah kerasnya. Suaranya menggelegar. Mengagetkan seisi rumah. Selama puluhan tahun Bik Sum tinggi bekerja di rumah ini, baru kali ini melihat Baron semarah ini.
"Abang sudah ketemu sama dia, kan? Makanya Abang tidak pulang?" Suara Maria melemah. Ia mencari alasan untuk meluapkan kemarahannya pada suaminya.
" Jadi kau sudah tau kalau aku menui istriku? Terus kenapa aku harus ijin padamu?" tanya Baron yang membuat Maria tidak bisa berkata apa-apa.
"Ingat! Jangan pernah mengganggu Lisha dan anakku lagi. Jika kau melakukan itu, aku pastikan kau mendekam di penjara. Status dan dokumen palsu itu bisa membuatku membuat perhitungan padamu. Camkan itu," hardik Baron lagi.
Ia pergi meninggalkan Maria dan mengurung diri di kamarnya. Tidak lama kemudian, teriakan dari kamar itu cukup membuat orang jadi jantungan.
"Bik Sum...," Panggil Baron dengan suara yang begitu keras.
"Bang, Abang tidak bisa berlaku seperti ini padaku. Aku tidak mau diusir seperti ini," ucap Maria. Nada suaranya yang tinggi tiba-tiba menjadi lemah. Ia melangkah menuju kamar dan menghampiri suaminya.
" Aku sudah memberimu diskotik itu. Kau bisa tinggal dengan pria simpanan mu di sana," ucap Baron tanpa mau melihat ke arah Maria.
"Abang jangan cari alasan untuk mengusirku dari rumah ini," rengek Maria.
"Apa perlu Vidio dan foto-foto saat kalian bercinta aku kirimkan ke anakmu? Aku sudah membayar mahal untuk membuktikan penghianatanmu padaku. Kau tidak pernah puas dengan apa yang kau miliki. Bahkan kau sudah memelihara pria itu bertahun-tahun untuk memuaskan nafsumu. Kau masih berani bilang kalau kau itu istriku?"
"Abang yang menduakanku. Kau menikahi Nora saat aku mendekam di penjara. Kenapa masih menyalakan ku?" tanya Maria tak mau kalah.
"Kau dan dia sudah punya hubungan sejak di penjara. Jangan coba-coba mengalihkan kesalahan. Kau bisa membohongi Kadir dan melemparkan diri padaku tapi kau tidak bisa berbuat yang sama padaku. Aku tidak bisa hidup satu atap dengan orang yang berkhianat. Kau faham itu. Cepat kemasi barang-barangmu sebelum aku berubah pikiran dan mengubah surat wasiatku," ancam Baron. Ia menutup pintu kamarnya dengan keras dan membiarkan Maria menagis sesugukan sembari membereskan barang-barang miliknya.
__ADS_1
Maria tidak menduga, Baron sudah begitu jauh menyelidikinya. Sampai-sampai ia tahu kalau Maria punya simpanan.
" Aku begitu ceroboh. Kenapa tidak berpikir sejauh itu. Baron bisa melakukan apapun jika ia merasa sudah marah. Lebih baik aku pergi daripada ia mengambil alih apa yang sudah aku miliki," Maria segera mengemasi barang-barang miliknya. Barang yang dikeluarkan secara paksa dari kamanya oleh suami yang sudah memanjakan dengan limpahan harta.
Di bantu Bik Sum, maria memasukkan barang-barang itu ke dalam mobilnya. Tanpa menunggu waktu lagi, sore itu juga ia keluar dari rumah itu. Rumah yang sudah menjadikannya nyonya besar selama belasan tahun.
Nasib seseorang menang tidak ada yang mampu memprediksinya. Baru saja ia dengan keras meminta Barent untuk tetap tinggal di rumah ini namun sekarang dengan bercucuran air mata ia juga harus meninggalkan rumah megah ini dengan terpaksa. Hanya beda beberapa detik saja, ibu dan anak itu pergi dari rumah yang sebenarnya tidak berhak mereka tempati.
Baron menghela nafas lega ketika mendengar mobil Maria sudah pergi. Di luar dugaan, ia bisa dengan mudah mengusir wanita itu dari rumahnya. Suatu kebetulan, amarah Maria ia jadikan alasan yang tepat untuk mendepaknya.
Baron melemparkan map coklat yang ia keluarkan dari balik jasnya ke atas meja di samping tempat tidurnya Map yang berisi foto dan Vidio perselingkuhan Maria.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Terimakasih atas kunjungan, sebelum membaca mohon dibantu
✓ VOTE
✓ LIKE, dan
✓ KOMENTAR-nya
Bagi yang suka spam komentar diperbolehkan kok, agar novel ini tidak sepi seperti kuburan.
Dukungan dari kalian semua membuat saya makin semangat untuk update, vitamin yang luar biasa mujarabnya untuk menyelesaikan cerita ini. Terimakasih!
__ADS_1