Temani Aku, Ken!

Temani Aku, Ken!
Kesaksian


__ADS_3

"Nyonya, apa kabarnya?" sapa Om Ryan yabg tengah membawa piring berisi nasi beserta lauk pauknya. Pria itu duduk di kursi kosong samping pak Komar.


"Alhamdulillah baik, seperti yang kau lihat," sahut Lisha berusaha untuk ramah.


"Pak Komar," sapa Om Ryan lagi sembari menundukkan kepalanya.


"Iya, senang kita bisa ketemu dan jadi satu keluarga," ujar Pak Komar dengan ramah.


"Iya, Pak. Siapa nyana kita bisa ketemu dalam situasi begini. Padahal hubungan kita di masa lalu tidak sangat tidak baik," sesal Om Ryan.


"Iya, mungkin ini yang disebut takdir," timpal Pak Komar. Bagaimana ia dan pria ini adalah keluarga, mau tidak mau mereka juga harus bersikap layaknya keluarga besar.


Obrolan seputar kabar masing-masing terus mengalir antara Om Ryan, Pak Komar, Lisha dan Ayahnya Bram. Mereka sesekali terlihat tertawa serentak, entah apa yang dibicarakan.


Sementara itu, Ken dan Al tengah foto bersama dengan pasangan pengantin baru. Suasana sudah tidak serame tadi, beberapa kerabat dan tetangga dekat sudah undur diri setelah menikmati hidangan. Hanya keluarga inti yang masih tertinggal.


"Sebentar lagi kita akan di undang Bu Lisha, nih," canda Ayahnya Bram.


"Insyaallah. Saya sih terserah mereka, pak. Sebagai orang tua saya hanya bisa memberikan restu pada pilihan anaknya,"


Sahut Lisha dengan senyum. Pandangannya tertuju pada sang putra yang tidak jauh dari pandangannya.


"Al pemuda yang cerdas dan punya kemauan yang keras. Aku bisa membacanya ketika ia memutuskan ingin pulang dari Singapura dan meneruskan tradingnya," jelas Ayah Bram.


"Iya, saya sangat berterima kasih sekali pada bapak. Berkat bantuan bapak, anak saya bisa sehat dan hidup dengan baik seperti sekarang ini," ucap Lisha dengan tulus.


"Seperti yang ibu sebutkan tadi, sebagai orang yang paling dekat dengannya pada waktunya itu atau bisa dikatakan sebagai pengganti orang tuanya, saya hanya bisa merestui keputusannya pada saat itu. Ia mulai hidup dari Nol dan saya hanya memberikan kesempatan saja. Tidak lebih,"


"Bagaimanapun juga, sangat berhutang budi pada bapak sekeluarga dan juga pak Komar,"


"Tidak udah dilebih-lebihkan, Bu. Saat ini Bram bisa punya tempat tinggal sendiri, hidup dengan layak, semua berkat Al. Al memberikan kepercayaan penuh pada Bram untuk mengelola beberapa disro miliknya. Juga menangani keuangan Al. Mereka sudah cukup lama bekerja sama bahkan hubungan mereka layaknya saudara, saya sangat senang,"


"Iya, saya juga melihatnya seperti itu. Al jadi punya saudara, tidak sendirian lagi,"


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Setelah ngobrol cukup lama, kedua belah pihak belum juga menemukan waktu untuk resepsi. Jika dilaksanakan dalam waktu dekat, kehamilan Chica pasti akan sulit disembunyikan. Perut itu akan membesar dengan sendirinya seiring dengan perkembangan janin yang ada di dalam kandungan Chica.

__ADS_1


Karena acara sudah selesai, Om Ryan mengambil kesempatan itu untuk bicara pada Al. Ia tidak mau berhutang penjelasan, baginya makin cepat ia menjelaskan semuanya makin ringan pikirannya.


"Kita teruskan obrolan yang tadi, masih terlalu siang kalau pulang jam segini," ajak Om Ryan sang pengantin sudah ganti pakaian dan pihak keluarga ngobrol satu sama lainnya.


Om Ryan mengambil tempat duduk di sisi Al. Diantara mereka juga ada Lisha dan Ken. Sementara Pak Komar memisahkan diri, ia sedang menikmati ususnya di bawah pohon rambutan.


"Aku dan Maria pertama kali bertemu saat ada pelatihan yang di gelar oleh Master Trader ternama. Tiga malam kami belajar trading secara life dan dari situ kami mengenal dunia trading. Bertemu dan bisa kenal dengan master-master dari berbagai penjuru daerah. Terus terang, kemampuan Maria memang sangat payah namun ia punya keberanian yang patut diacungi jempol. Dia mengajakku dan satu teman lainya untuk membuka kelas o line. Aku dan Hasan yang trading, sementara Maria yang tampil di depan," Om Ryan mulai menceritakan awal mula pertemuan mereka.


"Sudah ku duga," gumam Al.


"Selain membuka kelas online melalui grup di beberapa medsos, ia mengintip adanya peluang untuk trading bagi hasil bagi mereka yang buta akun dan intip PIP bagi mereka yang sudah bisa trading namun kurang mampu menganalisis pasar. Dari situ kami mulai dapat uang dan mulai menggantungkan hidup. Kalau tidak salah ingat, kau pernah ikut kelas online Maria, Kan?" tanya Om Ryan pada Al.


"Iya, waktu itu aku tertarik dengan trading karena iklannya selaku muncul di halaman pencarian google, setelah aku buka dan dipelajari aku jadi tertarik hingga akhirnya aku belajar otodidak dengan akun demo hingga menang kompetisi dan mendapatkan modal untuk buka akun real. Namun ketika Maria buka kelas online aku ikut mendaftar bahkan minta ke papa untuk belajar secara privat," jelas Al mengingat masa lalunya.


"Surprise bagi kami bisa mendapatkan siswa yang masih di bawah umur namun punya potensi yang cukup besar. Apalagi Maria tahu jika kau anak dari Baron. Tanpa berpikir panjang ia mengambil peluang itu. Perlu kau tau, saat itu status Maria masih jadi istri Kadir dan hubungan mereka baik-baik saja. Namun karena ambisi, ia memilih meninggalkan rumah dan pindah ke rumahmu. Aku juga kaget ketika ia bilang sudah dinikahi oleh Tuan Baron padahal statusnya masih sebagai istri Kadir. Bahkan tidak lama dari itu, Maria juga memboyong Barent tinggal bersama kalian di rumah itu,"


"Apa saya tidak salah dengar, Maria masih berstatus sebagai istri Kadir?" Selidik Al lagi.


"Iya, bisa jadi sampai sekarang mereka masih berstatus suami istri. Kadir tidak pernah mau menceraikannya,"


"Parah,"


"Uang itu tidak ditradingkan, kan? Semua untuk membangun bisnisnya di pulau Q?" Al terus menyelidiki.


"Sumber keuangannya banyak, selain hasil tradingmu yang terus mengalir ke rekeningnya, ia juga mendapat modal dari Mr. x untuk mengelola dana itu dengan alasan hasilnya untuk mendirikan tempat ibadah. Mr,. X mau membantu bahkan semua profit diberikan ke Maria. Dari 1 M yang dititipkan, dalam waktu setahun Maria bisa memperoleh 2,3 M. Seratus persen lebih,"


"Uangmu dan uang dari Mr. X ini untuk membayar profit member setiap bulannya dan mendirikan diskotik itu. Sedangkan uang dari member untuk modal investasi Bisnis malam di pulau itu di pulau."


"Bukankah diskotik itu dibangun dari uang papaku?"


"Bukan, setauku modal yang dipercayakan papamu pada Maria ia gunakan untuk seminar, acara trading yang digelar di hotel- hotel mewah pokoknya. Untuk menarik perhatian investor,"


"Diskotik itu dibangun sebelum ia menikah dengan papaku. Mungkin om keliru?"


"Setauku begitu. Aku juga tidak tau persis kapan Maria menikah dengan Papamu. Tugasku hanya trading,"


"Terus bagaimana dengan bisnisnya di pulau?"

__ADS_1


"Maria kena tipu. Bisnis di pulau tidak pernah ada. Salinan dokumen yang diberikan oleh Mr. Young itu ternyata hasil scan. Pengusaha yang mengantongi izin usaha di pulau itu bukan orang yang bekerja sama dengan Maria. Orang yang menerima duit dari Maria hampir 8 T itu tidak bisa dilacak keberadaannya hingga saat ini,"


"Jadi bisnis itu tidak pernah ada? Aku kira om Ryan yang membawa kabur uang itu?"


"Kalau aku punya yang sebanyak itu tidak mungkin kondisiku seperti ini. Aku hidup dari sharing profit member Maria yang lama dan upah yang aku dapat darinya ketika menemaninya meyakinkan calon investor,"


"Yang mereka tau om Ryan itu pemilik broker ternama makanya mau percaya,"


"Masa, aku diperkenalkan sebagai salah satu tradernya, sedangkan trader andalannya tetap dirimu. Aku hanya diminta memamerkan hasil trading dari akun-akunmu yang bisa menghasilkan profit ratusan persen dalam sehari pada calon investor,"


"Parah," Al begitu kesal mendengar keterangan dari Om Ryan.


"Saat investasi macet, ia memaksa aku untuk bertanggung jawab. Jika aku sampai masuk penjara, ia akan memberi imbalan 2 M sebagai ganti rugi nama baik dan seluruh kebutuhan keluargaku akan menjadi tanggung jawabnya hingga aku keluar. Ia melakukan itu agar bisa menyelesaikan semuanya secara perlahan dari hasil dagangmu dan diskotik yang sudah mulai operasi,"


"Makanya terjadi keributan waktu itu?" tanya Al.


"Iya, aku menolak tawaran itu dengan keras. Pasalnya ia bukan tipe orang yang bisa di percaya,"


"Maria yang masih berstatus sebagai istri Kadir dan trader abal-abal bisa menjadi bukti pada papa bahwa wanita itu tidak bisa dipercaya. Aku akan mengajak om Ryan menemuinya. Kalau bisa ada bukti kuat tentang hubungan Kadir dan Maria,"


"Akan aku minta, aku kenal baik dengan Tuan Kadir. Sebelum kenal dengan papamu, aku sering main ke rumahnya,"


"Terimakasih, Om. Kita harus menemui Papa secepat mungkin,"


"Kapanpun kau mau, aku siap. Aku akan menebus dosaku di masa lalu,"


"Terimakasih,"


*********


Terimakasih atas kunjungan, sebelum membaca mohon dibantu


✓ VOTE


✓ LIKE, dan


✓ KOMENTAR-nya

__ADS_1


Bagi yang suka spam komentar diperbolehkan kok, agar novel ini tidak sepi seperti kuburan.


Dukungan dari kalian semua membuat saya makin semangat untuk update, vitamin yang luar biasa mujarabnya untuk menyelesaikan cerita ini. Terimakasih!


__ADS_2