teratai

teratai
di pesta


__ADS_3

suasana pantai begitu meriah dengan banyak lampu yang menambah kesan romantis dengan panggung simple penuh bunga bernuansa putih, terlihat elegant dan mewah.


"benar benar suasana pesta impian ku"


Michell menangkup kan kedua tangan nya di depan dada melihat suasana tepi pantai yang terlihat begitu romantis dan mewah.


pantai itu di sulap menjadi milik pribadi untuk semalam, sengguh memanjakan mata para tamu undangan yang hadir.


bahkan di setiap tempat duduk sudah di lengkapi bermacam menu di atas meja nya.


Benar benar persiapan yang matang.


Mereka bertiga memilih duduk agak jauh dari panggung altar pengantin dan agak di sudut yang tidak terlalu ramai dan tersorot kamera, karena ini adalah pernikahan orang penting pasti akan banyak media yang mengekspos.


Meski acara nya santai dan begitu meriah tetap saja bagi Ayu itu sangat membosan kan.


Tak ada yang menarik bagi nya, hanya sekedar pengikraran janji sucin sesi foto, seperti acara acara nikahan pada umun nya.


"kamu temani aku Ayu"


Tanpa basa basi, Michell menyeret tangan Ayu untuk ke tengah setelah pembawa acara mengumum kan saat nya sesi lempar bunga.


"gila kamu Chell, aku sudah beranak dua"


Meski menggerutu Ayu tetap mengikuti sahabat nya yang terus menarik nya bergabung dengan para tamu undangan lain untuk memperebutkan buket bunga yang akan di lempar kan oleh sang pengantin.


Merasa jomblo, Chiko mengikuti dua perempuan yang datang bersamanya.


"kalau kamu dapat bunga nya kasih aja ke aku, gampang kan..."


"ish.... Gila kamu ya..."


Belum sempat Ayu menyelesaikan kalimat nya, pembawa acara sudah menghitung sampai tiga.


"aakhhhh.. "


Ayu yang tak siap sama sekali hampir terjatuh ke belakang ketika sebuket mawar putih berukuran sedang mengenai wajah nya.


Hap....


"kamu nggak papa"


Karena posisi Chiko di belakang mereka, spontan Ayu yang terhuyung ke belakang jatuh dengan sempurna dalam pelukan Chiko.


Deg....deg...deg.... Degup jantung Chiko seperti berkejar kejaran dan tak beraturan.


Kedua nya terdiam, Ayu mengerjap kan mata nya berulang ulang menyadar kan diri nya sendiri tentang kejadian itu.


Suara riuh tamu undangan dan tepuk tangan membuat kedua nya tersadar.


Sesaat terjadi kecanggungan antara Ayu dan Chiko, sementara tangan mereka masih memegang satu buket bunga yang sama.


"maaf.... Aku..."


Chiko segera menarik tangan nya menyadari bahwa dia dan Ayu menggenggam bunga yang sama.


Wajah nya sedikit memerah antara malu dan senang.


Sementara Michell hanya cengar cengir canggung seraya menggaruk tengkuk leher nya yang sama sekali tidak gatal.


"buat kamu aja.."


Ayu memberikan dengan sedikit melempar buket mawar itu pada Michell dan segera pergi ke bangku yang tadi mereka duduki.


Wajah nya merah karena malu dan takut.

__ADS_1


Takut kalau kalau ada media yang mengambil gambar dan mengekspos nya.


Bisa perang dunia antara Arga dan Chiko kalau sampai itu terjadi.


"mati aku.... Dasar Michell....semoga tak ada yang mengambil gambar.....hhhh"


Gerutu Ayu setelah kembali duduk di bangkunya.


Dia benar benar paham sifat posesif Arga. Meskipun dia menjelas kan kalau itu semua tak sengaja tetap tak akan melunak kan hati nya jika dia sudah terbakar cemburu.


Ayu mengalih kan kecanggungan di meja itu dengan sibuk memakan hidangan yang tersaji di meja. Dia benar benar tak nyaman dengan kejadian tadi.


Apalagi raut wajah Chiko begitu berbinar kala dia tak sengaja jatuh ke dalam pelukan nya.


"ehmm... Ehmmm....sepertinya masih ada kursi kosong satu, boleh saya gabung."


Seorang laki laki muda dengan postur tubuh tegap tersenyum kepada mereka bertiga dan langsung duduk tanpa menunggu jawaban.


Glekkkk....


Ayu dan Michell menelan saliva nya kasar, melihat laki laki tampan itu duduk dengan tenang bersama mereka.


"mati aku..."


Gumam Ayu dan Michell lirih bersamaan, lalu mencoba menampilkan senyum yang di buat buat hingga terkesan sangat aneh.


Sementara Chiko hanya mengeryitkan kening nya melihat reaksi panik dari kedua wanita yang bersama nya itu.


"kok...ada...disini..."


Basa basi Michell masih dengan bibir yang mrenges agar tak terlihat panik.


"aku juga tamu undangam di sini"


"oohhhh..."


Jawab kedua nya serempak lalu saling melihat seolah olah saling meminta bantuan.


"oh ya kenal kan mas, saya teman sekaligus rekan kerja mereka berdua, Chiko."


Chiko mengulur kan tangan nya yang di jabat ramah oleh pria tampan itu seraya menyebut nama nya sendiri.


Chiko yang menyadari reaksi kedua perempuan itu mencoba membantu dengan mencair kan suasana dan mengalih kan kepanikan mereka.


"oh....jadi kamu sekarang asisten dan tangan kanan Ayu disini?"


"iya mas, begitulah"


"saya harap kamu betah kerja dengan nya"


"pasti dong mas, Ayu itu sangat kompeten dalam pekerjaan nya, saya sangat banyak belajar dari nya"


"bagus kalau kamu merasa begitu, oh ya... Saya boleh pinjam Ayu nya sebentar, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan nya."


Tiba tiba pria itu melirik tajam Ayu dan mengajak nya ke meja lain yang kosong.


"huffttt..... "


Michell membuang nafas lega, setelah pria tampan itu mengajak Ayu ke meja lain.


Sementara Chiko tak henti melihat ke arah dua orang yang terlihat sedang berbicara serius itu.


Ada rasa tak suka tergambar jelas dari tatapan mata nya.


"hati hati...keluar tu mata"

__ADS_1


Sindir Michell yang melihat Chiko tak henti menatap tajam ke arah Ayu.


"apa an sih Chell"


"aku tahu apa yang kamu pikir kan, sebaik nya kamu buang jauh jauh deh Chik perasaan kamu itu, jangan merusak rumah tangga orang'


Chiko diam, tak menanggapi kata kata Michell, mata nya masih tertuju pada sosok Ayu.


"aku nggak mau persahabatan kita hancur karena rasa mu yang seharus nya tidak boleh terjadi itu."


Seketika tatapan Chiko beralih pada sahabat nya yang masih memakan puding susu di depan nya.


"jangan khawatir Chell, aku tahu batasan ku, hanya saja, aku tak bisa mengendalikan hati ku untuk suka pada siapa, semua mengalir begitu saja."


"itu sama saja kamu menggali luka mu sendiri, kamu sadar keadaan tapi tetap memaksakan hatimu"


"lalu aku harus bagaimana Chell, aku tak bisa membuang rasa di hati ini begitu saja."


"cobalah untuk dekat dengan orang lain"


"bukan kah dengan begitu aku akan menyakiti orang yang dekat dengan ku, sedangkan di hati ku ada orang lain."


"hhhhhh...... Kau harus coba Chiko, aku tak mau persahabatan kita hancur karena perasaan yang tidak seharus nya itu."


Chiko menarik nafas dalam lalu membuang nya perlahan seolah merasakan sesak yang mendalam dalam hati nya.


"aku sudah berusaha Chell, .....tapi jangan khawatir, aku tak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan, aku menghormati Ayu dan aku selalu ingat batasan ku."


"bukan kah itu nama nya kamu menyakiti diri mu sendiri?


Kenapa kamu tidak mengalih kan perhatian mu pada sesuatu yang kamu sukai.... Misal nya fotography, bukan kah hobi mu dari dulu itu."


"akan ku coba....."


Kedua nya terlibat dengan pembahasan yang serius sampai tak sadar jika Ayu dan pria tampan itu sudah menghampiri mereka.


"cepatlah pulang, sudah malam kasian baby mu!"


Kata Pria itu setelah kembali duduk di bangku Michell dan Chiko berada.


"iya mas, ini juga sudah mau pulang "


"loh, emang nya mas Raka langsung pulang, nggak nginep?"


Tanya Michell ketika mereka sudah duduk lagi, laki laki itu adalah Raka, kakak kandung Ayu.


"nggak Chell, aku langsung pulang, kasian Gendhis ngurus baby sendiri, dan Ayah juga belum pulih sepenuh nya."


"nginep dulu lah mas, barang satu malam, nggak kangen sama Naya, kan juga belum ketemu Bryatta."


"sebenar nya aku pengen Yu, tapi nggak bisa, besok pagi ada meeting penting, lagian, sebenar nya itu tugas kamu, tapi aku yang harus sibuk sibuk."


"ishh....bentu dikit nggak papa kan. Lagian dari pada balik ke luar negeri."


Chiko yang melihat keakraban mereka bertiga hanya plonga plongo merasa hanya dirinya lah yang tak tahu menahu.


"ya udah kita pulang dulu mas salam buat mbak Gendhis sama baby, juga ibu sama ayah."


"hmmmm"


Raka hanya menjawab dengan deheman, memeluk Ayu dan Michell bergantian lalu mengantar kan mereka ke parkiran untuk pulang.


"ingat pesan ku tadi.... Dan jangan lupa suruh Arga telfon aku nanti.."


Ayu mengangguk menerima pesan dari kakak nya yang ternyata menjadi salah satu tamu undangan di pesta itu.

__ADS_1


__ADS_2