teratai

teratai
aku tidak melanggar


__ADS_3

"aku memberimu kesempatan bukan memberi mu keringanan, ingat itu"


"aku berjanji tidak akan membuat ku kecewa, aku berjanji dengan nyawaku bahwa aku sangat mencintai Ayu"


Jawab Arga mantab di bandara.


Pagi itu Arga dan Ayu mengantar kan Raka ke bandara untuk kembali ke kota nya, karena dia sendiri punya tanggung jawab yang besar sebagai CEO di perusahaan Rahardjo meski seharus nya itu adalah tugas Ayu adik nya.


"jangan pikir aku jauh berarti aku tak tahu apa pun, ingat kalian selalu dalam pantauan ku."


"aku tahu, aku akan menjamin keamanan dan kebahagiaan Ayu."


"jangan hanya janji janji.... Dan kau juga, lain kali kalau ada masalah kamu pilih diam, jangan harap aku membantumu jika sampai ayah sama ibu tahu."


Ancam Raka pada adik semata wayang nya yang menurut nya terlalu mandiri sampai apa pun, ingin nya di selesai kan sendiri.


"iya , maaf mas .... Tapi jangan bilang ayah sama ibu tentang ini"


Jawab Ayu tertunduk tanpa berani menatap kakak nya yang terlihat masih marah.


"kau pikir aku gila mau bikin mereka jantungan, apalagi kesehatan ayah akhir akhir ini kurang baik, ayah rindu kalian, kapan kapan pulanglah, biar ayah yakin kalau kalian baik baik saja, aku sudah kesulitan kalau harus beralasan lagi."


"aku akan cari waktu senggang agar kami bisa berkunjung, sampaikan salam kami pada ayah dan ibu."


Bukan nya Ayu, Arga lah yang menjawab Raka.


"ya sudah, aku pulang, kalian jangan coba coba bikin ulah lagi."


Pamit Raka yang langsung mendapat anggukan kepala dari Arga dan Ayu.


Saling melambai tangan sampai punggung tegap Raka tak terlihat lagi, mereka lalu kembali berjalan keluar bandara menuju parkiran.


"kau mau kemana? Pulang atau ke suatu tempat dulu?"


Tanya Arga sebelum mereka masuk ke mobil.


"aku mau ke tempat yang sejuk, cari angin"


Jawab Ayu tanpa menoleh.


"kemana?"


"terserah, yang penting tidak terlalu ramai."


Sambil memutar otak nya mencari tempat yang di maksud wanita nya Arga segera melajukan mobil nya meninggal kan parkiran bandara, menuju sebuah pantai yang tak begitu jauh dari bandara.


karena masih pagi pantai itu belum begitu ramai dengan hembusan angin yang menenangkan pikiran.


Ayu duduk sendiri di kursi tepi pantai dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancung nya, angin laut yang bertiup menyibak kan dress hitam yang di kenakan nya dan rambut hitam panjang milik nya, hingga memperlihat kan paha mulus nya2.

__ADS_1


Dia tak tertarik ikut Arga bermain air, hanya memandang nya dari jauh.



Menghirup nafas dalam dalam dan menghembus kan nya perlahan.


Menatap sosok pria berbadan tegap nan rupawan yang juga duduk di atas speedboard memandang ke arah nya.


"ckkk...dia memang tampan"


Gerutu Ayu dengan wajah kesal nya, melihat Laki laki yang datang bersama nya memang sangat tampan.


"tapi tetap saja aku tak mau berbagi dengan perempuan lain."


Gumam nya lagi kesal mengingat kesalahan Arga di masa lalu nya yang masih berbuntut hingga sekarang.


Pria tampan yang duduk di speed board karena memang sebelumnya mereka telah berdebat sengit sebelum sampai ke pantai itu, menatap wanita nya dengan tajam.



Tatapan nya semakin tajam ketika pengunjung pantai mulai banyak, karena banyak mata yang tertuju pada wanita nya yang sedang duduk sendiri.


"sial... Apa dia tidak sadar mata para laki laki itu melihat nya dengan sangat lapar."


Gerutu Arga marah entah pada siapa, karena saat ini dia sedang sendiri.


melepas jaket hitam yang di kenakan nya menutupkan pada paha Ayu dimana dress yang di gunakan nya tersingkap karena angin laut.


Ayu yang membuang muka, terkejut mendapat perlakuan manis dari laki laki yang masih suami nya.


"apa kau suka para laki laki itu memandang mu dengan sangat lapar"


Ayu hanya mencebik seraya membenar kan dressnya.


"jangan pernah perlihat kan tubuh mu pada orang lain"


Omel Arga melihat Ayu yang cuek dan tak menanggapi perkataan nya.


"ini kan pantai, bahkan banyak perempuan yang hanya menggunakan bikini saja"


Jawab Ayu ketus asal bicara dan langsung mendapat tatapan maut dari suami nya.


"kamu mau pakai bikini seperti mereka?"


jawab Arga dengan pelan tapi penuh penekanan pada setiap kata kata nya, membuat Ayu mengalihkan pandangan nya tak berani menatap mata coklat yang seakan mau menelan nya bulat bulat.


"biar aku bantu melepas pakaian mu!"


Lanjut Arga memegang pinggang Ayu, siap menurunkan resleting belakang dress nya.

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan?"


Sanggah Ayu, ketika tubuh nya menempel sempurna dengan tubuh Arga yang tangan nya tepat berada di punggung Ayu memegang resleting dress yang di kenakan nya.


Mereka saling menatap dengan jarak cukup dekat membuat Ayu gelagapan mendapat kan tatapan begitu tajam dengan jarak yang begitu dekat nya.


"apalagi, membantumu, melepas kan dress mu"


Jawab Arga dengan senyum smirk samar di bibir nya.


"ti...tidak perlu... Aku tak berminat untuk bermain air...."


Ayu terlihat sangat gugup karena Arga tak juga melepas kan tangan nya, semakin menarik pinggang ramping Ayu.


"tak berminat bermain air.... Tapi kamu sudah bermain api dengan ku"


Jawab Arga tanpa melepas rengkuhan nya dan..... Dengan cepat menyatukan bibir nya dengan bibir tipis Ayu, menghisap nya sedikit kasar, ******* dan menyesap nya membuat Ayu melotot sempurna, karena saat ini mereka sedang berada di pinggir pantai dengan pengunjung bukan hanya mereka berdua.


Memukul mukul dada bidang Arga dan mencoba mendorong, tapi tenaga nya kalah telak di banding Arga yang bertubuh besar.


"emmm"


Berusaha berbicara, tapi bibir Arga tetap ******* nya tak memberi nya ampun, hingga akhir nya Arga sendiri yang melepas pagutan bibir nya dari bibir Ayu karena di rasa wanita nya sudah hampir kehabisan nafas.


Ayu mendorong tubuh kekar Arga kebelakang dengan nafas ngos ngosan seraya mengusap bibir nya yang basah dan sedikit bengkak karena ulah suami nya.


Sementara Arga hanya tersenyum puas dengan penuh kemenangan melihat wanita nya dengan pipi memerah dan bibir bengkak karena ulah nya.


Di tempat itu memang sudah hal yang biasa berciuman di tempat umum, karena kebanyakan pengunjung pantai adalah warga asing.


Tapi tetap saja Ayu merasa malu.


"kenapa? mau lagi?"


Tanya Arga dengan deretan gigi putih nya tersungging melihat wajah Ayu yang terlihat kesal padanya.


"jangan ingkari janjimu"


"janjiku?"


Arga pura pura tak paham dengan maksud perkataan Ayu.


"bukan kah kita sudah sepakat, sebelum masalah ini selesai, tak ada hubungan suami istri seperti pada umum nya."


Jelas Ayu dengan ketus dan wajah di tekuk kesal.


"aku kan tidak melanggar nya, aku tidak meminta melakukan hubungan suami istri, aku hanya mencium mu"


Jawab Arga tetap dengan mode santai, semakin membuat Ayu kesal dan uring uringan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2