
"kenapa sampai terlambat lama, apa kamu tidak pernah cek pekerjaan di lapangan?"
"maaf pak, sudah saya cek semua, keterlambatan material karena produksi pabrik nya yang lambat"
"kalau gitu cari suplier yang lain, yang bisa tepat waktu"
"baik pak, saya permisi"
Sekretaris segera keluar dari ruang CEO dengan wajah gugup.
di kantor memang sudah bukan rahasia, kalau mereka memiliki CEO yang sedingin es, tegas, keras tapi sangat tampan.
Namun sayang, dia sangat tidak suka kepada perempuan dan terkesan angkuh.
Ya, dia Arga.
Membangun usaha baru di Bali tanpa seorang pun keluarga atau pun saudara yang tahu.
1 tahun Arga membangun proyek resort di tepi pantai Tanjung benoa.
Resort yang menghadap langsung ke laut dengan sentuhan klasik namun tetap elegant.
Dengan nuansa tradisional yang kental dan alami namun tetap mewah dan elegant, resort Teratai.
proses pembangunan nya sudah 90 % selesai, tinggal penyempurnaan saja.
Arga menghabis kan waktu 1 tahun nya bekerja, bahkan sekali pun tak pernah sekedar pergi santai, refresing atau apa pun, benar benar 100 % persen kerja.
Itulah cara nya untuk melupa kan kejadian pahit yang pernah di alami.
Pernah sekali urusan bisnis ke Pert untuk kerja sama dengan klien sekalian mencari keberadaan Ayu, tapi nihil. Tak ada hasil justru membuat nya semakin kecewa.
Setelah itu di putuskan nya untuk fokus pada Teratai nya dan tetap memohon pada Tuhan suatu saat akan mengembali kan cinta nya agar dia bisa menebus semua kesalahan di masa lalu nya.
"pak Arga nanti ada rapat sehabis makan siang dengan klien dari Australia"
"oke, kamu atur semua nya, saya mau cek sendiri ke lapangan."
Tanpa menunggu jawaban laki laki dingin itu berlalu di ikuti asisten pribadi nya yang selalu setia mengawal kemana pun tuan nya pergi.
"agus kita ke resort"
"siap bos."
Memang sudah hampir selesai, hanya kurang penyempurnaan saja.
Di namai resort Teratai karena memang di setiap sudut di tanami banyak bunga teratai, kesan mewah namun alami sangat terasa di resort itu, dengan kolam renang yang di buat etnik mengahadap ke laut dan tak lupa si bunga teratai yang turut memberi keindahan di setiap sudut nya.
Arga memandang lautan lepas yang biru dengan hembusan angin nya yang sepoi sepoi, menghela nafas panjang dan menyulut seputung rokok nya.
"keinget istri lagi bos"
"sok tahu kamu."
__ADS_1
Agus bukan hanya asisten, tapi sudah seperti teman dekat bagi Arga.
Mereka sangat akrab dan hanya Agus lah satu satu nya yang tahu masa lalu Arga.
"kemaren orang suruhan kita telfon bos, kata nya memang ada daftar nama Ayu di rumah sakit, tapi itu setahun yang lalu. kalau untuk sekolah tak ada Naya di sekolah, kemungkinan mereka sudah kembali ke Indonesia setelah operasi."
Arga terdiam, memikir kan kemungkinan bahwa tak mungkin Ayu kembali ke Jogja, lantas kemana kah mereka.
Tak sedikit uang yang sudah di habiskan nya demi mencari keberadaan Ayu.
Dan usaha yang di jalani nya juga sebuah usaha, berharap Ayu akan tertarik dengan resort Teratai yang bangun nya dan datang menemui nya.
"bos, aku laper, sebentar lagi juga meeting, bos nggak mau makam dulu apa?"
Arga melirik sang asisten yang mengusap perut nya.
"dasar buntelan, makan aja langsung inget."
"hhh, soal nya kalu ndak makan nanti aku kurus trus jelek bos...."
"emang udah jelek."
Keakrab an mereka tidak seperti bos dan asisten, lebih seperti ke pertemanan.
Usai makan siang Arga segera menuju ke lobi resort di mana sudah ada dua perempuan seksi menunggu nya.
"selamat siang"
"selamat siang, ibu michel ini pak Arga CEO kami."
"saya berencana booking aula outdoor resort ini untuk acara saya."
"oh, ternyata ibu Michel Indonesia juga"
"oh, tentu, saya hanya live in Australia, tapi saya tulen Indonesia."
"oh iya, outdoor yah, for party?"
"oh tidak, saya bisnis di fashion dan kebetulan saya kerjasama dengan teman designer dari Bali, kami mau launching new produk di sini."
"nice, tentu nya akan banyak orang penting dan entertainment juga, sangat menguntung kan bagi resort kami"
"of course, saya mau acara bulan depan mungkin bertepatan dengan peresmian resort ini"
"oke, saya setuju, untuk kelanjutan dan yang lain nya silah kan dengan sekretaris saya"
Setelah take and kontrak dengan klien Arga segera bergegas ke kantor.
Dia tak suka terlalu santai dan hanya berdiam, karena itu akan menyiksa pikiran nya.
Sesekali Arga berkabar pada keluarga melalui email mengabar kan kebohongan tentang nya juga Ayu yang baik baik saja.
Itu lah satu satu nya cara agar keluarga di Jogja tidak khawatir.
__ADS_1
Terkadang itu menimbukan permasalahan baru ketika ada pertanyaan kapan mereka akan pulang.
Arga hanya bisa menjawab sedang menyelesai kan bisnis resort anyar nya, yang sebenar nya tidak di Pert tapi hanya di Bali.
"Ayu..maaf kan semua kesalahan ku, kembali lah, bila tidak untuk bersama ku setidak nya kembali untuk memghukum ku."
Gumam nya pada diri nya sendiri menatap foto perempuan yang selalu tersimpan dalam laci meja kerja nya.
Selama setahun Arga menjalani hidup dengan kosong, seperti tak ada tujuan, tak ada target, yang menjadi pelampiasan nya hanyalah kerja dan kerja.
Rasa bersalah tak pernah hilang dari hati dan ingatan nya.
"bos, aku boleh pulang duluan?"
"enak aja"
Arga melirik arloji di tangan nya, memang sudah waktu nya pulang kantor, pantesan si Agus menyindir nya.
"kira in bos mau lembur'"
"kalau aku lembur kamu juga lembur, enak aja mau gaji buta doang"
Laki laki tinggi itu nyengir kepada bos nya yang sangat keras dan perfect tapi sebenar nya baik .
Saat berjalan sepanjang koridor, berpapasan dengan beberapa karyawati yang terlihat terkagum kagum dengan kharisma sosok Arga yang sangat tampan meskipun se dingin es.
"bos, Dina cantik juga yah?"
Arga hanya melirik mendengar si Agus yang memuji sekretaris nya.
"bos nggak tertarik sama sekali?, body nya gitar spanyol bos...hmmm"
Arga nyengir melihat wajah lucu Agus
"kalau bos nggak tertarik buat saya aja "
"ambil sana..bukan nya fokus kerja, cewek mulu yang di pikirin."
"ya kan saya juga laki laki normal bos.... Butuh kasih sayang"
Arga menoel jidad Agus dengan tingkah nya yang memang suka gonta ganti pacar, karena dari wajah nya Agus juga termasuk tampan, penampilan nya pun cukup elegant mengikuti gaya sang bos.
"dasar garangan"
"eh.... kan cuma bilang butuh kasih sayang bos."
"kalau butuh kasih sayang minta sama mak mu noh"
"maksud nya di kasih dan si sayang bos heee"
"dasar....."
Arga menimpuk kepala Agus dengan tas kerja nya.
__ADS_1
Mereka memang suka konyol saat bercanda.