
Setelah meminum obat dari OB yang di suruh nya tadi akhirnya Ayu bisa sedikit bernafas lega, kepala nya terasa sedikit ringan dan sakit nya pun berkurang, melihat Arga yang tertidur pulas karena kelelahan rasa nya tak tega untuk membangun kan nya.
Akhir nya Ayu memutuskan untuk berjalan jalan sebentar ke halaman belakang hotel, hotel di pinggiran kota itu berada di pinggir sawah dan hutan jati jadi pemandangan serta udara nya tentu sangat sejuk dan segar.
Kebetulan di belakang hotel terdapat taman dengan kolam ikan yang di tumbuhi banyak bunga teratai, sungguh indah dan menenangkan hati
Bisik Ayu dalam hati.
Memang tempat seperti ini lah yang membuat Ayu bisa tenang tatkala pikiran nya sedang kacau, bimbang, galau, sedih....
Segala rasa yang tidak menyenang kan akan sedikit sirna dengan menatap bunga teratai beserta hembusan angin yang semilir..,...sungguh nikmat yang luar biasa dari Sang Pencipta.
Waktu menunjuk kan pukul 13.00 WIB saat Arga terjaga dari tidur nya karena perut nya yang kosong.
Seraya mengerjab di lihat sekeliling nya, tak di temukan sosok istri nya.
Sedikit terhuyung Arga bangun dari ranjang, mencari cari istri nya yang kemarin pingsan dan belum sadar.
"Ayu!"
Di buka nya kamar mandi yang juga kosong, terlihat wajah cemas nya kebingungan mencari sosok Ayu.
"mas...lihat istri saya, yang kemaren dateng bersama saya?"
Tanya Arga khawatir pada seorang OB yang kebetulan lewat
"oh, ibu yang cantik itu ada di taman belakang hotel pak"
Jawab OB dengan sopan.
Arga bergegas ke belakang hotel di mana seorang perempuan cantik tengah duduk sendiri dengan mata terpejam menikmati hembusan angin yang semilir.
Tampak ada sedikit senyuman di sudut bibir nya yang cantik.
"kamu sudah makan?"
Tanya Arga sedikit mengejutkan perempuan yang sedang menikmati kesendirian nya itu.
Ayu membuka mata nya dan memandang Arga sedikit sengit
"kamu sudah bangun? Sebaik nya kita segera selesaikan ini"
"apakah kamu baik baik saja"
Arga menatap istri nya dengan pandangan cemas.
"aku baik ...yang tidak baik itu di sini"
__ADS_1
Jawab ayu seraya memegang dada nya, menunjuk kan bahwa hati nya sedang tidak baik baik saja.
"oke....tapi, setidak nya kita makan dulu, aku nggak mau kamu pingsan lagi"
Kedua nya beranjak untuk bersih bersih dan booking makanan di resto hotel itu.
Waktu menunjuk kan pukul 17.00 saat mobil yang di mereka kendarai meninggal kan hotel dan kembali menuju jalanan, semakin membuat jantung Ayu tak menentu, dan semakin pula memperburuk kondisi kepala nya.
Karena setiap kali hati nya tak tenang, sedih dan terlalu keras memikirkan sesuatu, itu akan membuat kepala nya terasa berat dan seperti mau pecah, untung Ayu masih membawa obat yang di belikan OB tadi, jadi selama perjalan Ayu bisa minta berhenti pura pura ingin beli minum, tapi sebenar nya untuk meminum obat nya.
Ayu melirik arloji di tangan nya ketika mobil yang mereka tumpangi memasuki perkampungan, waktu sudah hampir magrib.
Sepertinya sudah hampir sampai karena sudah belok ke kampung kampung, Ayu merasa seperti nya tidak asing, tapi entahlah, pikiran nya blank karena banyak pikiran dan hati nya semakin tak karuan, menerka nerka apa sebenar nya yang Arga sembunyikan dari nya.
Di persimpangan yang sepi, hanya ada persawahan, Arga menepikan mobil nya
"apa kita sudah sampai?"
Tanya Ayu clingak clinguk karena tak ada rumah sama sekali di sini
"aku mau bicara dulu Yuk"
"apakah dari kemarin kita tidak berbicara?...bahkan pertanyaan ku tak ada satu pun yang kamu jawab"
"aku ingin kamu tahu Yuk, apa pun yang terjadi...apa pun yang akan aku jelaskan nanti, dalam hati ku yang paling dalam hanya ada seorang Rahayu cahyaning tyas rahardjo seorang"
Ayu menatap Arga antara bingung dan penasaran
Tatapan Arga kosong dan kelihatan sedih
"lantas kenapa kamu menyembunyi kan rahasia dari ku?"
Kata Ayu lirih, benar benar bingung dengan sikap Arga
"aku tak pernah berniat menyembunyi kan apa pun dari mu Yuk....aku selalu ingin jujur ....tapi, aku takut melukai mu"
"melukai...?"
Deg...dada Ayu sesaat terasa sesak dan berdetak sangat kencang, apakah rahasia ini akan sangat menyakit kan bagi nya....
Sebenar nya apa yang terjadi??
"jika kamu mencintai ku lantas kenapa kamu tidak mengatakan saja apa yang kamu sembunyikan dari aku"
Ayu menatap Arga dalam mengharap kepastian
"kamu akan tahu selepas ini Yuk, tapi..."
__ADS_1
Arga menghela nafas panjang sebelum melanjut kan kata kata nya
"aku ingin kamu tahu, apa pun kejadian nya nanti, aku ingin kamu tahu, bahwa kamu adalah satu satu nya pemilik hati ku"
Suasane hening sesaat
"sebesar apa pun kesalahan yang ku buat hati ku tetap milik mu....selamanya"
Ayu merasa kan nyeri di ulu hati nya
Kesalahan.....
kesalahan apa yang Arga perbuat sampai harus pergi sejauh ini, kesalahan besar seperti apa yang membuat nya tak bisa mengatakan pada nya ....
Rasa nyeri di ulu hati terasa sampai ke kepala Ayu, kepala nya kembali berdenyut sakit dan seperti mau pecah.
Ayu mengatur nafas mencoba menenang kan hati nya agar rasa sakit nya mereda...
Hati Ayu berdebar kencang ketika Arga kembali melajukan mobil nya dan belok di di persimpangan, entah antara rasa sakit, penasaran, deg deg an dan takut.
Ayu pernah terluka karena cinta dan rasa nya itu baru kemaren, apakah Ayu akan terluka untuk kedua kali nya???
Hati nya di liputi beribu pertanyaan.
Di ujung jalan kendaraan mereka masuk ke halaman rumah limasan yang cukup besar, rasanya tak asing bagi Ayu
'rumah siapa ini'
bisik hati nya semakin tak tenang.
Ayu keluar mobil memandang sekeliling begitu asri dan bersih, rasanya tak asing, tapi rumah siapa ini ???
Arga mengetuk pintu rumah yang tertutup rapat, sementara Ayu hanya berdiri tak tenang di halaman dengan perasaan yang bercampur aduk juga menahan kepala nya yang semakin sakit.
Lumayan lama pintu rumah itu tak jua di buka, mungkin yang punya rumh di belakang, karena rumah nya terlihat besar dan tak ada bel, hanya ketukan tak terdengar sampai ke belakang.
"rumah siapa ini?"
Tanya Ayu tak sabar karena pintu tak kunjung di buka.
Arga menoleh ke Ayu tapi tak memberi jawaban
Tok ...tok...tok...
"asalamualaikum..."
"walaikum salam.."
__ADS_1
Terdengar jawaban seorang wanita dari dalam rumah..suara nya....
"Mitha...."