
Yang ada di fikiranku saat ini bagaimana aku membuat mas novan dan keluarganya membayar apa yang telah mereka perbuat terhadapku...
Akal sehatku seakan kembali normal, mulai berfikir normal lagi untuk membalaskan sakit hatiku, mereka benar benar telah menghina putri rahardjo padahal mereka tidak sadar tempat mas novan bekerja masih di bawah naungan rahardjo gruop yang pastinya akan sangat mudah bagiku membalik kan posisi mereka untuk berada di bawahku
Tapi rasanya akan terlalu enak bila aku tidak main main dulu seperti mereka mempermainkanku selama 5 tahun...yah 5 tahun
Dan juga mempermainkan hidup putriku dari lahir sampai sekarang berumur 3 tahun...
"apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
Pertanyaan ayah mengagetkanku, sontak membuyarkan lamunanku
Aku tersenyum kecut karna sejujurnya aku masih bingung permainan seperti apa yang akan aku mainkan
Ayah menatapku tajam seraya menghisap rokok dari pipa antiknya
"masih berfikir yah"
"sampai kapan.....jangan buang buang waktumu hanya untuk berfikir hal hal yang tidak penting"
Susulnya menyanggah jawabanku, aku hanya mangut mangut karna sejujurnya aku belum ada rencana sama sekali
Ayah menyodorkan tumpukan kartu....fasilitasku yang dulu di ambilnya kini di serahkan kembali
Aku tersenyum rikuh merasa malu karna dulu begitu angkuh menolak semua fasilitas yang dari kecil sudah ku dapatkan demi laki laki yang kini menghianatiku
"sebaiknya kamu benahi diri kamu dulu yu, sembari kamu berfikir langkah apa yang akan kamu ambil selanjutnya..."
__ADS_1
Sahut ibu yang tiba tiba datang membawa camilan dan 2 cangkir kopi
Ibuku orang yang mandiri meskipun di rumah ini ada beberapa asisten rumah tangga, beliau sering melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, karna didikan dari nenek ku yang tulen asli jogja kalu wanita harus bisa mandiri meskipun dia berlimpah harta
"lihat dirimu, kumel, kurus tak terawat....ibu hampir tak memgenalimu saat pertama kamu datang kemaren, kondisimu sangat menyedihkan"
Aku tersenyum kecut mendengar kata kata ibu yang memang benar adanya, jangankan untuk merawat diri, waktuku habis untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan mantan suamiku sama sekali tak pernah memberiku uang untuk merawat diri atau sekedar membeli bedak
Aku memang tidak seputih ayahku, kulitku lebih seperti kulit orang Indonesia asli, sawo matang, seperti ibuku, dan meskipun ayahku punya harta berlimpah aku tak pernah berniat memutihkan kulitku seperti perempuan perempuan jaman sekarang yang berlomba lomba untuk terlihat putih
Aku justru bangga dengan kulitku yang coklat sawo matang, bagiku lebih eksotik hanya postur tubuhku saja yang tinggi dan tegap seperti ayahku
" pergilah ke bali
ada klien penting yang akan datang ke hotel yang di bali,kamu urus dan tandatangi kontrak kerjasama dengan mereka sekalian kamu refresing"
"iya yu, sekalian kamu perawatan di sana, biar tak ada yang meremehkan kamu lagi,"
Setelah merasa berdosa kepada mereka rasanya aku tak bisa menolak mereka
"iya yah, tapi naya aku ajak yah, aku ga bisa pisah lama lama darinya"
Ayah hanya manggut manggut
"kamu bawa juga mbak sri biar jagain naya kalo kamu tinggal kerja"
"iya bu"
__ADS_1
Hari ini juga aku berkemas, edo tangan kanan ayah sudah menyiapkan segalanya termasuk rumah kami yang di denpasar untuk di kosongkan, karna rumah yang di sana kadang di sewakan dari pada hanya di kosongkan
Naya terlihat sangat antusias mendengar bahwa dia akan pergi ke bali, naik pesawat pula
Karna memang selama ini naya tak pernah kuajak pergi ke tempat wisata, bahkan sekedar ke mall jalan jalan pun tak pernah
" kakek cama nenek ndak ikut ma?"
Tanyanya polos padaku
"ndak sayang naya perginya sama mama dan mbak sri"
Naya mengangguk mengerti dan tersenyum
"oke ma, nanti kita belikan oleh oleh buat nenek cama kakek yah ma"
Pintanya dengan antusias,aku menatapnya dengan senyum
"hati hati di sana yu, nikmati waktumu sebaik baiknya, jangan memikirkan hal yang tidak penting, dan 1 lagi rawat tubuhmu...."
Pesan ibu yang aku balas dengan anggukan setuju
"disana akan ada sindu yang membantumu mengurus masalah kontrak" sambung ayah
"siap yah, rahayu berangkat dulu"
" kamu akan di sana 1 bulan, gunakan waktumu sebaik baiknya, ayah tidak mau melihatmu pulang dengan kondisi masih mengenaskan seperti ini"
__ADS_1
Aku tersenyum mendengar support dari ayahku