
"chel, kamu kan sahabat lama ku, kamu tahu semua masa lalu ku kan, apa ada yang hilang dari ingatan ku"
Tanya Ayu pagi itu ketika Michel datang berkunjung setelah Arga memberitahu kan kondisi Ayu semalam.
"iya, aku tahu, emang ada apa Yuk?"
"semalem tuh aneh, Naya tiba tiba manggil Arga papa, padahal...kamu tahu kan papa kandung Naya itu mas Novan"
Michel sedikit terkejut mendengar penjelasan Ayu, karena semalam Arga hanya bilang kalau Ayu merasa kan kepala nya sakit.
"mungkin Naya merasa sosok kebapak an dalam diri Arga maka nya seperti itu"
"nggak Chell, ini aneh banget, Naya sampek meluk meluk Arga, bilang kangen, dan terlintas gambar gambar Arga dalam ingatan ku, tapi acak ..... Aku bingung, dan kepala ku sakit saat gambar gambar aneh muncul"
"jangan terlalu di pikir Yuk, ingat kesehatan mu, percaya deh, semua sudah ada yang atur...."
"aku takut Chell,...."
Mata Ayu nanar memandang keluar jendela dimana terdapat banyak bunga teratai yang bermekaran. Michelnyang sempat berfikiran akan memberi tahu semua kebenaran nya menjadi urung, karena takut akan memperburuk kondisi Ayu yang memang belum pulih 100%
"takut kenapa?"
"entah lah.... "
"jangan takut sayang, aku selalu di samping mu, we are friends forever"
Michell memeluk pundak Ayu yang terlihat gelisah, mencoba menenang kan nya.
Seorang pria dengan pakaian serba hitam menunggu di ruang kedatangan bandar udara Jogjakarta.
"silah kan tuan"
segera membuka kan pintu mobil ketika laki laki tampan dengan setelan jas hitam elegant lengkap dengan kaca mata hitam nya datang mendekat.
"Arga mama kangen banget sama kamu"
Perempuan yang masih cantik meski sudah paruh baya, memeluk sang putra semata wayang nya.
"Arga juga kangen sama mama, mama sama papa sehat kan"
"kami sehat nak....tapi"
"tapi apa ma?"
"kita masuk dulu, papa sudah nunggu kamu."
Ternyata keluarga Arga dan keluarga Ayu sudah sama sama tahu perihal Ayu yang kehilangan sebagian dari ingatan nya.
"Arga, kamu satu satu nya putra di keluarga soedjiwa ini, papa sudah tahu semua nya, perihal istri mu yang kehilangan ingatan masa lalu nya"
"iya pa, tapi Arga akan tetap berusaha agar Ayu bisa mengingat Arga kembali"
"sampai kapan"
Dek, jantung Arga seperti bergetar ketika suara lantang papa nya meninggi.
"maksut papa?"
laki laki paruh baya itu menghela nafas panjang.
"kamu satu satu nya penerus keluarga ini, papa nggak mau kamu buang waktu sia sia, bagaimana pun keluarga ini butuh penerus, butuh keturunan yang nanti nya akan meneruskan perusahaan kita."
Glek ..... Arga menelan ludah nya kasar
"sebaik nya kamu cerai kan saja Ayu, papa sudah punya calon jodoh buat kamu"
__ADS_1
"pah......jangan asal jodoh jodoh kan Arga pa, ini masalah hati, bukan sekedar harta dan perusahaan, Arga cinta sama Ayu, dan Arga tak akan pernah cerai kan Ayu."
"Arga benar pa, biar kan Arga memilih jalan hidup nya sendiri, lagian mama percaya kelak Arga akan memberi kita cucu dari Ayu"
Mama Arga ikut menimpali, tidak setuju dengan keputusan suami nya.
"papa hanya tidak mau Arga membuang buang waktu nya sia sia, papa juga mau yang terbaik buat Arga."
Laki laki itu berlalu meninggal kan Arga dan istri nya yang terduduk di ruang keluarga.
Hati nya yang sedang linglung setelah bertemu lagi dengan Ayu dan Naya, kini di hadap kan dengan masalah baru papa nya yang ingin menjodoh kan dia dengan perempuan lain demi mendapat kan keturunan keluarga.
Karena sudah di Jogja Pagi ini Arga ke kantor perusahaan Soedjiwa, ada beberapa berkas yang membutuh kan persetujuan serta tandatangan nya sebagai CEO di sana.
"bos, apakah kita akan lama di Jogja?"
Celetuk si Agus yang selalu ngintil kemana pun sang atasan pergi, karena memang dia tangan kanan Arga dan soal kualitas nya juga tak perlu di ragu kan lagi. Meskipun kadang bersikap konyol, dia juga seorang lulusan sarjana ekonomi dengan ip tinggi.
"kamu sudah kangen lihat bikini fashion week"
Cibir Arga tanpa menoleh.
"yee.... Justru agak lama an di sini bos, biar ganti suasana gitu."
Gurau nya yang memang paling suka dengan traveling, apalagi ke tempat yang banyak wanita cantik.
"permisi pak, ada tamu yang ingin bertemu"
Seorang perempuan dengan id card sekretaris masuk ke ruangan Arga.
"siapa?"
"kata nya orang suruhan bapak soedjiwa"
Arga mengernyit kan kening nya.
"Sela.."
Seorang perempuan dengan pakaian seksi dan sedikit terbuka dan riasan agak tebal masuk ke ruangan Arga dengan senyum sumringah.
"apa papa kamu belum kasih tahu"
Arga mengangkat kedua alis nya, Sella adalah teman kuliah Arga sekaligus anak dari kolega bisnis papa nya.
Jangan jangan......
Deg.....dada Arga bergemuruh karena emosi, ternyata papa nya serius dengan kata kata nya dan tidak mengindah kan penolakan keras dari Arga.
"aku kesini mau ajak kamu makan siang, sama ngobrol ngobrol santai, kita kan juga lama nggak ketemu."
Arga tersenyum kecut mendengar basa basi Sella.
"maaf Sel, aku di baru datang, jadi kerjaan ku menumpuk, lagi pula aku nggak lama di Jogja, aku juga harus mengurus bisnis di tempat lain, jadi waktu ku nggak banyak"
"ayo lah....sekedar makan siang saja...nggak akan mengganggu waktu kerja mu."
Sella menampak kan wajah melas membuat Arga nyengir melirik Agus yang sedari tadi terbengong bengongš¤
Melihat tubuh seksi Sella.
"oke deh, kamu duluan aku nanti nyusul"
"oke, aku tunggu di resto ayam kampung ujung jalan yah"
Dengan senyum sumringah perempuan itu meninggal kan ruangan kerja Arga.
__ADS_1
Arga mengusap muka Agus yang masih melongo dengan tangan nya, membuat si empu nya wajah tersadar dan manyun.
"yah, si bos....di tahan lama an dikit napa bos....lumayan buat nyegerin mata."
"dasar otak.....ngeres."
"bukan nya ngeres bos....tapi normal"
Arga mendelik mendengar jawaban Agus yang terasa sedikit menyindir nya.
"nanti kamu pelototi pas makan siang "
"wah, aku nanti ikut bos? Asiiik...vitamin mata, bos bener bener pengertian"
Wajah Agus menjadi sumringah mendengar akan ikut makan siang bersama wanita seksi.
"Arga ...aku di sini."
Teriak perempuan seksi sembari melambai kan tangan nya, meja di hadapan nya sudah di penuhi berbagai hidangan, ternyata Sella sudah memesan makanan sebelum Arga datang. Senyum nya menjadi sedikit aneh ketika melihat Arga datang tidak sendirian, ada laki laki lain yang juga cukup tampan bersama nya.
"sini Gus...makan siang"
Arga duduk bersebelahan dengan Agus membuat Sella sedikit kesal.
Niat hati pengen kencan makan siang berdua malah ngajak orang lain.
"Arga...mmmmm emang papa kamu belum cerita rencana sama papa ku.."
"sudah"
Jawab Arga cepat namun datar tanpa menghentikan suapan ke dalam mulut nya.
"trus..."
"trus kenapa?"
"maksud ku, kamu sama aku..."
"itu kan keinginan papa ku bukan keinginan ku"
"tapi kamu setuju?"
"nggak"
Wajah Sella seketika berubah mendengar jawaban Arga yang tanpa basa basi, diri nya yang sudah naksir Arga semenjak kuliah tapi tak pernah kesampai an, kini ada kesempatan mendapat kan Arga, tapi Arga sangat dingin pada nya.
"Sella, kamu tau kan aku sudah punya istri, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencerai kan istri ku."
"apa kamu tidak memikir kan keinginan papa mu"
Arga menghela nafas dalam. Menghenti kan makan nya.
"aku menyayangi orang tua ku, tapi aku memilih jalan ku, dan aku mencintai istri ku."
Jawab Arga tegas.
Agus yang sedari tadi hanya diam dan menikmati makanan nya tak bersuara sama sekali. Karena ini urusan privasi atasan nya.
"tapi... Kita masih bisa berteman kan Ga?"
Sella tersenyum penuh arti dengan kata kata nya.
"tentu, kita teman semenjak kuliah"
"oke...kalau suatu saat kamu butuh sesuatu, call me"
__ADS_1
Sella mengerling nakal pada Arga di balas dengan tatapan tajam tapi sinis.