teratai

teratai
harus bagaimana?


__ADS_3

Karena pembicaraan dengan orang tua Mitha membuat Arga tak fokus pada jalanan dan hampir menabrak mobil bak yang mengangkut banyak bunga.


"bapak gimana sih, jangan mentang mentang kaya, pakai mobil bagus, bapak bisa semau nya sendiri."


Gerutu pak Eko yang hampir srempetan dengan mobil mewah berwarna hitam.


"maaf pak, saya tidak sengaja, saya benar benar minta maaf."


"gara gara bapak bunga bunga kami banyak yang rusak, kami hanya petani kecil pak, bisa rugi besar kalau begini."


Gerutu pak Eko yang mendapati sebagian bunga nya jatuh karena banting setir demi menghindari tabrakan dengan mobil mewah Arga.


"biar saya ganti kerugian nya pak, saya akan ganti semua nya."


"ini sudah pesanan toko pak, bisa bisa toko nya besok besok nggak mau ambil dari perkebunan kami lagi."


Wajah pak Eko terlihat melas melihat kondisi sebagian bunga yang hancur karena berjatuhan.


"saya benar benar minta maaf pak, saya tidak sengaja, saya bersedia mengganti semua kerugian bapak"


Arga mengeluar kan tumpukan uang merah yang di ambil nya dari dalam mobil, untung nya dia membawa uang tunai, biasa nya dia hanya membawa kartu kartu saja.


"yah sudah lah, saya marahin bapak pun bunga bunga saya sudah terlanjur rusak. Ini saya terima uang ganti rugi dari bapak yah, lain kali hati hati."


Pak Eko akhir nya menerima uang ganti rugi dari Arga, dia tahu majikan nya tak akan marah jika memang terjadi insiden yang menyebab kan bunga nya rusak, meskipun itu akan membuat nya rugi.


Tapi bagaimana pun pak Eko tak akan tega pada majikan nya bila harus menanggung rugi, apalagi majikan nya dalam keadaan hamil.


"oh ya pak, itu ada bunga teratai nya, boleh saya beli bunga teratai nya?"


"boleh pak, bapak ambil saja, berapa yang bapak butuh kan"


Arga mengambil satu ikat bunga teratai dan membayar nya pada si empu nya bunga.


Di lihat nya bunga teratai yang terdiri dari dua warna, putih dan pink, bunga cantik kesukaan Ayu. Benar benar bunga yang sangat cantik.


"terima kasih bapak, kalau begitu saya permisi."


"sebentar pak, boleh saya minta alamat perkebunan bapak, siapa tahu nanti Saya minta untuk menjadi supliyer di resort saya."


Setelah menulis nama perkebunan dan alamat desa nya pak Eko menyodor kan secarik kertas kepada Arga.


Tanpa membaca nya Arga memasuk kan kertas ke dalam saku jas nya, dan segera pergi menempuh perjalanan pulang kembali ke kota nya.


🥀


🥀


🥀


"selamat pagi bapak, mau bertemu ibu Michell?"


Sapa resepsionis ramah yang segera mempersilah kan Arga masuk.


"Chell aku mau tanya?"


Tanpa basa basi Arga langsung ke pokok masalah kepada Michell.


"kenapa Ga?"

__ADS_1


"kamu tahu Ayu berjanji pada orang tua Mitha"


Michell terdiam melihat tatapan mata Arga yang tajam dan mengintimidasi.


"mmm....itu"


"kenapa kamu nggak ngomong ke aku?"


Michell menghela nafas dalam, dada nya terasa berat karena semenjak kepergian Ayu dia kesulitan menghandle semua urusan pekerjaan.


"sebenar nya, aku menyesal waktu itu telah memberitahu mu perihal kehamilan Ayu Ga"


sesal Michell mengingat kejadian 5 bulan yang lalu.


Arga mengerut kan kening nya tak paham


"kalau saja waktu itu aku menuruti Ayu menyembunyi kan kehamilan nya dari kamu, mungkin.... Saat ini Ayu masih di sini, dia mungkin tak pergi."


Mata Michell nanar memandang ke luar jendela yang menampilkam panas nya udara pulau dewata itu.


"itu nggak salah Chell, bagaimana pun aku ayah kandung dari anak itu, dan aku berhak tahu."


"tapi semua sudah terlambat Ga, sekarang tak ada guna nya bukan, kamu tahu atau tidak, toh Ayu sudah terlanjur pergi."


"aku tahu, semua salah ku, apakah Ayu tak mengirim pesan padamu?"


"kemaren dia mengirim sketsa desain nya lewat email, tapi aku tak bisa melacak nya."


Arga sedikit terkejut mendengar Ayu masih mau mengirim email pada Michel meskipun hanya sekali.


"kamu sendiri, bagaimana pencarian mu?"


Kedua nya terdiam suasana hening.


"boleh aku tanya sesuatu?"


Suara Michell membuyar kan lamunan Arga tentang sosok Ayu


"apa?"


"Ayu sudah cerita semua tentang Mitha, seandainya suatu saat Mitha sembuh dan kamu menemukan Ayu....."


Michell tak melanjut kan kata kata nya,


Wajah Arga menegang, rahang kokoh nya terlihat jelas mengeras, mata nya menatap tajam pada Michell mengerti arah pembicaraan Michell.


"aku...."


Arga tak tahu sama sekali, berkali kali dia berusaha memikir kan hal itu, tapi tak pernah mendapat jawaban, juga tentang permintaan orang tua Mitha.


🥀


🥀


🥀


🥀


"bos, permisi.."

__ADS_1


Agus nyelonong masuk ke ruang Arga tanpa mengetuk pintu.


Arga yang sedang bersama klien mengerut kan kening nya melihat raut wajah Agus yang gugup.


"ok pak Arga kalau begitu saya permisi, terima kasih untuk kerja sama nya."


"sama sama"


Setelah menjabat tangan klien dan mengantar kan nya sampai depan pintu, Arga menonyor kepala Agus.


"kamu suka bikin ulah"


"bos, soal nya ini kabar baik, makanya aku nggak sabar mau kasih tahu"


"hmmmm"


Arga hanya menjawab dengan gumaman, pikiran nya masih entah kemana.


"salah satu orang kita menemukan titik terang tentang keberadaan mba Ayu."


Deg....


Jantung Arga terasa berdebar lebih kencang, antara senang dan bingung.


"di sekolah kampung terpencil di daerah wonogiri, ada murid baru dengan wajah bule bernama Khanaya aishwa aditama, bukan kah itu nama anak nya mba Ayu."


Arga menelan saliva nya kasar, kata kata bapak Mitha juga Michel terngiang ngiang di telinga nya, sementara di dalam hati nya menyeruak rasa bahagia dan rindu pada sosok istri yang pergi meninggal kan nya.


"cari tahu kebenaran nya dulu, dan jangan sampai membuat Ayu curiga, aku tak mau dia pergi lagi setelah aku tahu keberadaan nya."


Sebenar nya dalam hati kecil nya ingin sekali Arga datang sendiri dan langsung menemui Ayu, tetapi dia tak bisa mengabaikan kata bapak Mitha juga tentang pertanyaan Michell tadi.


Rasanya seperti makan buah simalakama.


🥀


🥀


🥀


🥀


Drt......drt......drt....


Arga yang hampir memejam kan mata, kembali terjaga kala terdengar bunyi getar ponsel nya.


"halo... Iya.....oke....saya akan kesana....oh, baik lah saya langsung ke bandara saja besok."


Rasa kantuk nya seakan menghilang seketika, wajah nya benar benar murung dan sedih setelah menangkat telfon dari seseorang.


Berkali kali menghela nafas panjang dan kasar.


Semua benar benar di luar ekspektasi nya, dia merasa bahwa takdir benar benar mempermain kan nya.


"halo Agus, tolong cari kan saya asisten rumah tangga malam ini juga bawa kesini."


"asisten bos?"


Tanpa memberi jawaban pada Agus di seberang telefon Arga sudah mematikan ponsel nya.

__ADS_1


Telfon dari siapa kah yang membuat Arga murung tak jadi memejam kan mata....


__ADS_2