teratai

teratai
pesawat hilang


__ADS_3

Tak ada yang berubah semenjak kepergian Arga, semua terjadi monoton saja, seperti kejadian yang di ulang berkali kali.


Itulah gambaran yang terjadi setiap hari nya.


"bu Anya, seperti nya anda yang harus tanda tangan persetujuan operasi cesar mbak Ayu minggu depan"


"seperti nya begitu Gus, belum ada tanda tanda Arga akan kembali ?"


"seperti nya belum bu, dari pesan yang di kirim si bos, seperti nya mereka akan kembali bulan depan"


"yah sudah lah, yang penting semua nya kembali normal saat mereka kembali nanti."


Minggu depan adalah jadwal operasi cesar untuk Ayu, karena dia sedang koma dan tidak mungkin menjalani persalinan secara normal.


sungguh itu menjadi hal yang sangat menyakit kan bagi ibu Anya, cucu nya akan lahir dengan kondisi ibu nya yang sedang koma, dan ayah nya juga sedang memperjuang kan kehidupan mereka sehingga tidak bisa menemani saat pertama kali dia akan lahir ke dunia ini.


Berkali kali bu Anya menghela dan membuang nafas nya kasar.


Bukan masalah lelah yang membuat nya stress, tapi lebih ke memikir kan putra nya di sana, entah bagaimana tersiksa nya Arga tidak bisa menemani saat kelahiran calon bayi nya.


"ya sudah lah Gus, kamu urus semua masalah di sini, aku mau ke rumah sakit mempersiap kan semua nya.


Cucu ku harus mendapat kan yang terbaik."


Setelah memberikan semua kerjaan pada Agus, ibu Anya segera menuju ke rumah sakit di pinggiran kota dimana Ayu di rawat.


Drttt...drt....drt.....


lamunan Agus setelah kepergian ibu Anya buyar setelah mendengar bunyi getar pada ponsel nya.


Sebuah pesan masuk dari atasan nya.


'*kapan proses persalinan nya?"


"dalam beberapa hari ke depan bos, tapi bos tenang saja, bu Anya sudah menyiap kan semua nya"


"aku akan pulang sebelum lusa"


"benar kah bos? Tapi apa kah semua baik baik saja? Kenapa buru buru bos? Nikmati saja liburan nya di sana?"


"apa kau sudah bosan hidup?


" bercanda bos"


"asisten sialan, tunggu aku pulang, ku gantung di atas gedung lehermu"


"jangan bos, aku belum menikah!!!!!"


Agus segera mematikan ponsel nya untuk menghindari kemarahan atasan nya yang pastinya akan semakin mengumpat nya.


Membayang kan saja dia sudah bergidik ngeri.


Bulu kuduk nya pun meremang membayang kan atasan nya yang mirip setan saat marah.


"Gus!!!"


"Astagfirulloh haladziiiiiiiiiiiimmm"


Agus memegang dada nya yang hampir copot ketika tiba tiba Michel sudah berdiri di hadapan nya.


"mbak Michell bisa buat saya mati mendadak kalau begini"


Wajah kaget Agus terlihat seperti orang bodoh membuat Michell senyim senyum sendiri.


"aku kenapa? Aku sudah di sini dari tadi, kamu aja yang geleng geleng sediri, seperti orang kesurupan"


"sudah lama?"


"iya lah, kamu dari tadi gelemg geleng sendiri, trus takut sama ponsel, kamu sehat Gus?"


Michell meletak kan tangan nya di dahi Agus memastikan suhu tubuh nya.


"mbak Michell"


Agus benar benar kesal karena Michell mengira dia kesambet.

__ADS_1


"aku mencari tante Anya?"


"ibu Anya sudah berangkat ke rumah sakit mba Michell, mau nyiapin semua nya"


"yah, ku pikir aku bisa bareng"


"mbak Michell besok saja sama saya, sekalian nungguin si bos pulang"


"Arga akan pulang?"


"iya mba, tadi si bos kirim pesan, kalau mau pulang sebelum persalinan mba Ayu"


"oke lah, sekalian aku mau lihat, apakah Arga bisa memegang sumpah nya"


Michell masih mengingat dengan jelas sumpah Arga ketika di bandara, dimana dia mewakili Ayu sahabat nya untuk meminta kepastian dari Arga.


🥀


🥀


🥀


🥀


"Apa yang kamu lakukan, segera pakai baju mu, atau kamu akan sakit"


"apa kah kamu tidak menyukai nya?"


"tidak"


"aku mengingin kan kamu"


"jangan mrlakukan hal yang akan kamu sesali kelak"


"aku tidak akan pernah menyesal, karena aku mengingin kan mu"


Tanpa berkata lagi wanita dengan baju lingeri transparan itu segera memeluk pria di hadapan nya, mendorong tubuh pria itu hingga terduduk di kursi dan segera duduk di pangkuan pria itu


dengan menantang.


"dan aku tak akan bisa melakukan hal yang akan ku sesali seumur hidup ku"


tanpa aba aba, perempuan itu mencium bibir pria di hadapan nya, namun di tepis dengan kasar oleh sang pria.


"jangan memaksa ku berbuat kasar padamu Mitha"


Arga melepas Mitha dengan kasar dan melempar nya ke sofa kosong di sebelah nya.


"aku tau kau tak kan bisa"


Mitha kembali memeluk Arga dari belakang tanpa malu.


Arga yang terkejut reflek melepas kan tangan Mitha kasar.


"bukan kah kita sudah menikah, meskipun itu hanya menikah secara sirih?"


Ucap Mitha mengingat kan Arga pada kejadian beberapa tahun lalu.


"kau ingat semua nya? Sejak kapan? Jangan bilang kau..."


Arga menatap Mitha dengan tatapan dingin.


Mitha hanya membisu.


"kau ingat tentang kejadian itu dan juga...."


Mitha tetap diam.


"aku ingat semua, dan aku tak bisa melepas kan mu"


Jawab nya datar.


"kemasi barang mu, kita segera pulang"


"nggak, aku masih mau disini bersama mu"

__ADS_1


"jangan mempersulit ku"


"apakah aku salah meminta hak ku meskipun aku hanya istri sirih mu?"


Mitha menatap Arga penuh harap.


"maaf.... Aku tak bisa membagi hati ku, jika kau meminta selain hati apa pun itu, aku akan kabul kan"


"apa kah pengorbanan ku masih tak ada arti nya bagi mu?"


"maaf kan aku..... Aku tau aku salah dalam hal ini, tapi masalah perasaan tak bisa di paksakan.... Maaf kan aku"


"ku mohon.... Beri aku kesempatan, aku akan bukti kan kalau aku bisa menjadi yang terbaik"


"tak perlu, aku tau kau terbaik, tapi bukan untuk ku..... Suatu saat kamu akan pahami itu."


"jadi semua pengorbanan ku sia sia?"


"tidak.... Semua itu menunjuk kan bahwa kau wanita yang hebat, dan nanti nya akan ada pula orang hebat di samping mu, bukan aku"


"tidak.... Jangan membodohiku,"


Arga menatap Mitha dalam, berharap dia akan memgerti tentang pikiran nya.


🥀


🥀


🥀


🥀


suasana pagi di bandara internasinal.di Bali sudah cukup ramai.


Agus dan Michell yang menunggu kedatangan Arga, nampak santai di kursi tunggu sambil melihat orang orang yang berlalu lalang di hadapan nya.


"jam berapa pesawat nya sampai Gus?"


"kata bos sekitar jam 9 mba, ini sudah hampir jam 9, pasti sebentar lagi."


Pandangan Michell sesaat tertarik pada kerumunan orang yang melihat ke arah monitor di bandara, seperti nya mengenai sebuah kabar penting.


'kenapa ramai sekali, seperti ada kabar heboh'


Gumam Michell berhenti memainkan ponsel nya.


Mendekati kerumunan orang yang nampak menyaksi kan sebuah monitor yang cukup lebar di bandara.


Deg.....


Berita peawat hilang.


Pesawat dengan nomor penerbangan G 789 dari Australia menuju Bali, hilang kontak setelah 15 menit lepas landas dari bandara.


pesawat dengan membawa 150 penumpang itu hilang kontak setelah sempat memgabar kan terjadi turbulensi.


"nggak.... Nggak mungkin....."


"ada apa mbak Michell?"


Agus segera mendekati Michell yang terlihat sangat panik.


Agus yang penasaran segera saja melihat ke arah monitor dimana terdapat berita tentang pasawat yang hilang kontak.


kedua nya saling pandang, dengan nafas tak beraturan. Jantung mereka berdegup lebih kencang.


Dalam benak Michell terlintas wajah Ayu sahabat nya, apa yang akan terjadi dengan nya, sementara diri nya saat ini sedang dalam keadaan koma, antara hidup dan mati.


Dan bagaimana dengan calon anak mereka.....


Pikiran Michell dan Agus tertuju ke satu hal.


Maaf update nya lama, karena lagi sibuk di dunia nyata😁😁😁😇


Jangan lupa like nya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

__ADS_1


__ADS_2