
"kau tahu ini sangat mempengaruhi produk kita di pasaran Chell?"
"yes, i know, yang penting semua sudah di bereskan oleh Arga, dan tugas kita mengembalikan semua seperti sedia kala"
Michell sama ngotot nya kepada Chiko, pagi yang cerah yang seharus nya di nikmati dengan secangkir kopi panas itu, justru mereka habis kan dengan berdebat karena berita yang sempat heboh di internet.
Dan itu juga berdampak pada Lotus company, karena Ayu tercatat sebagai pemegang saham terbesar di sana, juga sebagai salah satu desainer unggulan yang sudah menelorkan banyak rancangan yang selalu tembus pasar internasional.
"tetap saja aku nggak tega sama Ayu, dia yang di pojok kan di sini"
"kamu jangan khawatir, Ayu pasti bisa menyelesai kan ini"
"harus nya Arga yang bertanggung jawab masalah ini, bukan Ayu,....ckkkk pria itu.... Sangat menyebal kan."
"stop.... Jangan berkata sembarangan, Ayu bisa marah kalau kamu membahas masalah nya."
"tapi tetap aja, aku nggak rela Ayu di pojok kan terus seperti ini."
"sudahlah, sebaik nya kita bekerja saja, lagi pula tak akan selesai kalau aku berdebat dengan mu..."
Jawab Michell segera pergi dari ruang kerja Chiko.
"ckk.... Kenapa juga Ayu masih mempertahan kan laki laki itu,..... Membuat ku kesal saja."
Gerutu Chiko setelah Michell pergi dari ruangan nya.
"Sebenar nya apa yang dilihat Ayu dari laki laki itu,..... Bahkan dia selalu memberi nya masalah."
Gerutu nya lagi entah pada siapa, karena di dalam ruangan kerja nya hanya ada diri nya sendiri.
"Ayu... Ayu....kamu itu cantik, mandiri berkharisma .....banyak yang menginginkan mu, tapi kenapa justru kamu memilih laki laki bermasalah seperti Arga.
Dia bahkan sudah menyakiti mu...."
🥀
🥀
🥀
🥀
" apa semua itu benar?"
Tatapan dingin dan tajam seperti menghunus membuat aura yang mencekam di ruang kerja sebuah rumah mewah.
Tak ada kata kata, suasana hening, hanya kepala yang tertunduk takut untuk menatap mata tajam dengan aura kemarahan.
"JAWAB"
Bentak seorang laki laki yang sudah terbakar emosi dan kemarahan.
"aku tak mau membuatmu juga ayah dan ibu sedih."
"jadi semua itu benar?"
Teriak nya lagi tepat di depan wajah ketakutan yang masih tetap menunduk.
"aku akan hajar laki laki brengsek itu....
Aku tidak tahu jika masalah nya serumit ini, benar benar kurang ajar..."
"jangan mas.... Aku bisa selesaikan semua ini"
Tahan Ayu mencekal lengan kekar Raka yang sudah tersulut emosi.
Dia yang tak sengaja melihat berita heboh di internet langsung memesan tiket ke Bali untuk mendapat kan penjelasan atas berita yang tersebar itu.
Dan kenyataan nya, berita itu memang benar ada nya....
Siapa yang tak emosi mengetahui kebenaran bahwa adik satu satu nya telah di khianati oleh laki laki yang mengaku mencintai nya.
Dan bahkan perempuan itu adalah sahabat dari adik nya sendiri yang Raka pun sudah menganggap nya seperti saudara.
"sekarang semua sudah membaik.... Jangan kemana mana, kita bicara di sini."
"sudah membaik? itu artinya sebelum nya tak baik?, brengsek Arga... Jangan menahan ku, aku harus buat perhitungan dengan nya."
"nggak boleh, mas Raka jangan apa apa kan Arga, sekarang sudah tak seburuk itu."
__ADS_1
"nggak bisa,.... Aku belum puas sebelum menghancur kan wajah laki laki brengsek itu, kalau perlu ku habisi dia sekalian"
"tapi dia papa Bryatta"
Raka terdiam mendengar perkataan Ayu yang menyinggung keponakan nya Bryatta.
Menarik nafas dan membuang nya kasar.
"baik lah, suruh dia kesini, atau aku akan habisi dia, jika dia beralasan tak bisa menemui ku."
"tapi janji, mas Raka jangan emosi."
"turuti saja perintah kakak mu."
Jawab Raka tegas meninggalkan Ayu di ruang kerja nya menuju teras belakang, untuk menunggu mangsa yang telah membuat darah nya mendidih.
"maaf"
"maaf untuk apa?"
Kedua laki laki tampan itu duduk berhadapan dengan saling menatap tajam, seolah olah sedang berperang melalui tatapan mata mereka.
"aku sumber dari semua masalah ini."
bughhhhhh...
Tiba tiba Raka berdiri dan langsung meninju tepat di wajah Arga.
Darah segar keluar dari sudut bibir nya, dengan tanda biru kehitaman di sudut bibir nya yang memar.
"pukul saja sepuas mu, semua memang salah ku"
Jawab Arga seraya berdiri karena sempat terhuyung mendapat pukulan yang tiba tiba.
"mas Raka..."
Teriak Ayu terkejut ketika tiba tiba Raka memukul Arga.
"stop.... jangan mendekat!!
Masuk kamu..."
"AKU BILANG MASUK!!"
Ayu yang ingin mendekat tiba tiba melangkah mundur lagi mendengar teriakan kakak nya, dia paham betul sifat kakak nya bila sudah emosi tingkat tinggi.
menatap Arga yang mengusap lelehan darah di bibir nya seraya mengangguk pelan memberi isyarat agar Ayu menurut, lalu berbalik dan kembali masuk ke rumah, meski sebenar nya hati nya tak tega melihat Arga seperti itu.
"duduk!"
Perintah Raka setelah memastikan Ayu sudah tak ada di sana.
Arga hanya menurut dengan memegang rahang nya yang ngilu seperti mau patah.
"kenapa? Sakit?"
Tatapan tajam Raka tertuju pada mata coklat Arga yang datar tanpa ekspresi.
"jika bukan karena Ayu dan Bryatta... Sudah ku habisi kamu."
Kata Raka membuang wajah nya ke arah laut, hati nya benar benar terluka mengetahui apa yang selama ini terjadi pada adik semata wayang nya.
"aku tahu, aku akan selesaikan semua yang sudah ku mulai."
Jawab Arga dengan suara datar dan tenang.
"aku benar benar tak habis pikir! Kenapa adik ku selalu bertemu dengan pria pria brengsek seperti Novan dan kamu"
Raka tertawa getir mengingat kisah hidup adik nya, dimana dia gagal dalam pernikahan pertama nya juga karena pria yang di cintai nya ternyata brengsek.
"aku tidak seperti Novan!"
Tegas Arga dengan berani, menatap mata Raka yang masih jelas terlihat kemarahan di dalam nya.
"kau memang tidak seperti Novan, tapi lebih brengsek dari nya."
"aku memang melakukan kesalahan, tapi aku tidak sebrengsek Novan, aku mencintai Ayu dan akan menebus semua kesalahan ku."
"mencintai Ayu? Lalu...Kau juga mencintai Mitha?"
__ADS_1
"itu tidak seperti yang kau pikir kan"
Jawab Arga geram, rahang nya terlihat mengeras menahan rasa entah marah, entah malu, atau sakit karena pukulan dari Raka.
Mata mereka saling menatap tajam seolah olah ingin saling mengintimidasi.
"terserah bagaimana kau mau menghakimiku, tapi sebelum nya, dengar dulu semua, akan ku ceritakan semua nya dari awal."
Kata Arga dengan tenang, melihat reaksi Raka yang hanya diam, Arga memulai menceritakan semua awal mula dia kenal Mitha karena ingin dekat dengan Ayu hingga terjadi kesalahan yang membuat nya menyesal sampai saat ini.
Raka terdiam mendengar cerita Arga dari awal sampai akhir.
"apa pun itu, yang jelas kau mengecewakan ku"
Tegas Raka setelah Arga selesai dengan cerita nya, memijit pelipis nya pelan.
"aku tahu, tapi aku tak akan melepas kan Ayu seperti Novan. Aku mencintai nya, dan aku akan memperjuangkan nya."
Raka menghela nafas nya dalam, merasakan sesak di dada nya, bagaimana bisa adik nya memendam semua yang di rasakan nya selama ini sendirian, bagaimana mungkin dia selama ini tak curiga tentang masalah ini. Bagaimana bisa dia seolah menjadi kakak yang bodoh yang membiarkan adik nya menderita bertahun tahun.
"lagipula ada Bryatta di antara aku dan Ayu, aku harap kau mempertimbangkan keponakan mu."
lanjut Arga sedikit memohon pada kakak ipar nya yang masih diam tak menjawab.
"lalu?"
"beri kesempatan untuk ku membuktikan cintaku, pada Ayu juga pada mu, aku berjanji dengan nyawaku, kau boleh menghabisiku jika aku ingkar janji."
Jawab Arga yakin, tak ada kebohongan dari tatapan mata nya.
"jangan dekati adik ku dulu sebelum semua nya selesai..."
Jawab Raka berdiri dari duduknya.
"aku tak bisa jauh dari nya, aku sangat butuh dia"
Raka mencibir kata kata Arga barusan dengan tatapan mata mengejek.
"aku berjanji tidak melakukan apa pun, aku hanya butuh dukungan dan semangat dari Ayu."
Raka tak menghiraukan lagi kata kata Arga, melangkah dengan tenang masuk ke dalam rumah untuk menenangkan pikiran dan mengistirahat kan tubuh nya, karena dari kemarin dia belum istirahat sama sekali, bahkan dia membohongi orang tua dan istri nya dengan mengatakan ada pertemuan penting dengan klien secara dadakan.
"ini bos"
Agus menyodorkan kotak P3K kepada Arga setelah Raka pergi.
Shhhhhh...
Arga mendesah merasakan perih di ujung bibir nya kala cairan alkohol di kapas menyapu luka nya.
"bagaimana di sana?"
"Mitha sudah resign dari perusahaan, dia sekarang hanya berstatus pemegang saham kecil saja di perusahaan."
"apa dia melakukan sesuatu?"
"orang orang ku masih masih selalu pantau dia, seperti nya, dia punya banyak orang suruhan"
"ckkk.... Awasi dia, masalah ini harus cepat selesai, aku tak bisa tenang kalau sampai orang tua ku dan orang tua Ayu tahu masalah ini."
"iya bos, aku akan bantu secepat nya selesaikan ini"
"kamu pulang dulu, malam ini aku mau menginap di sini, aku harus mendapat kan keercayaan dari Raka dulu. Urus semua di sana."
*******
Jangan lupa kasih like sama komen nya yah kakak kakak ku yang cantik...
Biar othor nya tambah semangat up
Visual Mitha
Visual Michell si bule
Kalau tidak sesuai ekspektasi silahkan berangan angan sesuai harapan readers semua.... Pokok nya bebas...✌✌✌✌
__ADS_1