teratai

teratai
Pindah rumah


__ADS_3

Hari pertama aku ke kantor setelah beberapa hari cuty karena kondisi ayah ku yang sedang sakit, sedikit berbeda.


Suasana di kantor tetap sama...


Tak ada yang berubah, hanya sedikit terdengar bisik bisik karyawan yang membincangkan perihal ijab kabul ku yang di adakan dadakan di Jakarta.


Di mejaku sudah menunggu tumpukan file yang lumayan tinggi, sial...baru beberapa hari tidak ke kantor pekerjaan sudah sebanyak ini


Aku mengernyitkan kening mencari cari sosok Mita yang masih belum kelihatan batang hidungnya.


Penat sekali rasanya setiap hari harus memandang tumpukan kertas dan layar monitor ...sungguh membosankan.


Aku mencoba tetap fokus pada pekerjaan ku saat pintu ruanganku di ketuk dari luar


"silahkan masuk"


Sosok pria tinggi tegap yang tak asing bagiku masuk, Novan


"apakah ada masalah?"


"aku butuh penjelasan Yuk"


"penjelasan tentang apa?....apakah anda sedang bercanda dengan saya"


Kataku dengan kedua tangan bersidekap di dada


"Ayu...kamu tahu, kamu masih dalam masa iddah dan dalam masa itu ada kesempatan buat kita rujuk lagi"


"hey....apa anda sadar dengan yang anda katakan"


Teriak ku sedikit meninggi, aku benar benar muak mendengar kata kata munafik ini


"seharusnya kamu tau selama masa iddah itu kamu tidak boleh menikah"


"dan bagaimana dengan anda sendiri tuan Novan...apa anda lupa bahwa saat ini anda sudah beristri lagi....apakah anda merasa bahwa saya yang menyakiti anda?"


Kutatap Novan tajam tapi sepertinya laki laki itu benar benar sudah tidak peduli dengan kata malu


"aku menyesal dan aku ingin menebus semua kesalahn ku Yuk"


"oh..tentu saja...silahkan anda membayar semua kesalahan anda.....tapi dengan cara saya..."


Kata ku pelan namun jelas benar benar mirip seorang psikopat


" bila tak ada yang di bicarakan lagi, silahkan anda keluar, karena ini sudah hampir jam makan siang dan anda sangat membuang waktu saya"


Ku bukakan pintu agar Novan keluar tapi dia tidak beranjak pergi justru menarik tanganku dan menjatuhkan ku di sofa ruangan


"Yuk...semua terjadi bukan semata mata kesalahanku...coba kamu jujur dari awal...hal ini pasti tidak akan terjadi"


Aku benar benar terkejut dengan perlakuan Novan yang menarik dan menjatuhkan ku di kursi, seolah olah aku masih istrinya yang dulu, yang bodoh dan penurut


"harusnya kamu itu sadar mas..."


kataku seraya berdiri, belum selesai ucapanku Novan sudah mendorongku hingga aku terduduk


"Ayuk...kenapa kamu tidak ngerti juga....harusnya kamu tau kalau dalam hubungan suami istri itu tidak boleh ada kebohongan...dan kamu...kamu membohongiku..."


Novan mulai meninggi, suaranya keras dengan tangan mencengkeram bahuku

__ADS_1


" lepaskan tangan mu"


" aku hanya ingin kamu mengerti"


"aku bilang lepaskan tangan mu"


Cengkeraman tangan nya di bahuku begitu kuat, terasa sedikit sakit


brakkkkk........


Tiba tiba sebuah pukulan mendarat di pipi Novan, membuat nya terhuyung hampir jatuh


"jangan sekali kali anda berani menyentuh istri saya.."


Arga!!!!!


Entah kapan dia datang, tiba tiba memukul Novan dan sangat tepat sasaran


Arga menarik ku yang masih terduduk, merangkulku ke pelukan nya


Dengan terhuyung Novan mengusap setitik darah yang keluar dari sudut bibirnya


"jangan ikut campur anda"


"anda yang harusnya jangan ikut campur dalam masalah pribadi istri saya, laki laki tak tahu malu"


Wajah Arga terlihat seram ketika marah, Novan pun mendelik menahan emosi


ku pencet nomot security kantor dan menyuruh mereka membawa Novan dari ruanganku sebelum karyawan lain melihat....


"kamu tidak apa apa?"


"mmmm...tidak, aku baik baik saja..."


Kataku mencoba tenang


"kamu kenapa kesini?"


"emmm...aku...aku...."


Ku lihat Arga yang celingak celinguk seperti sedang mencari seseorang...


"kamu cari siapa?"


Tanyaku melihatnya seperti kebingungan


"ohh....mmmm...tidak....aku.....ingin ngajak kamu makan siang"


Arga mengajak ku makan siang tapi ekspresinya seperti kebingungan.....


Entahlah apa yang di pikirkan nya, aku tak begitu peduli toh meskipun kami suami istri itu juga cuma di atas kertas


Aku hanya mengangguk saja, hari ini Mita tidak masuk kerja karena sakit, ku telfon pun tidak di angkat


Mungkin dia sedang istirahat, jadi sementara pekerjaan ku sangat numpuk


Setelah ayah benar benar pulih kami memutuskan untuk pindah sementara ke apartemen Arga, karena sejujurnya sangat canggung tinggal dan tidur satu kamar dengan orang yang tidak di cintai.


Aku sengaja tidak ke kantor untuk mengurus semua keperluan kami untuk pindahan, sementara aku tidak membawa Naya karena tidak ada yang menjaga nya kalau kami kerja, dan juga mbak Gendhis kekeh tak memperbolehkan aku membawa Naya pindah katanya buat pancingan supaya bisa cepet nyusul punya momongan, aku tak bisa apa apa karena Naya sendiri sangat nyaman dengan mbak Gendhis yang begitu sabar dan selalu memanjakan nya dari pada aku yang sibuk dengan urusan sakit hatiku 😔😔.

__ADS_1


Memang selama ini aku akui aku terlalu sibuk memikirkan cara untuk membalas dendam sakit hatiku pada Novan sampai kadang aku lupa memberi perhatian pada Naya, apalagi sekarang di tambah pekerjaan ku sebagai CEO membuatku kadang harus bekerja ekstra.


Lagipula apartemen Arga tidak begitu jauh dari rumah Ayah, cukup 15 menit berkendara juga sampai, jadi sewaktu waktu aku kangen Naya, bisa cepat sampai ke rumah ayah.


Apartemen Arga cukup luas, berada di lantai 9, sehingga bisa untuk menikmati pemandangan kota di malam hari


"itu kamar kamu, kamar ku di sebelah"


Kata Arga singkat menunjukan dua kamar yang bersebelahan. setelah membereskan kamar aku duduk di ruang tengah dimana dari sini bisa melihat keluar jendela dengan jelas


Apartemen nya cukup rapi dan bersih, mungkin ada yang membersihkan nya atau......


Mataku tertuju pada meja di dekat jendela yang menghadap keluar, ada lipstik di sana....


Tak mungkin jika orang yang disuruh bersih bersih meninggalkan lipstik nya di sana, lipstik nya juga bukan merk pasaran, pasti akan sangat mahal jika itu untuk seorang tukang bersih bersih...


Itu artinya.....


Ah sudahlah...toh aku dan Arga tidak saling cinta meskipun kami sudah menikah


"kenapa malah ngelamun, apa kamu tidak mau masak buat suamimu, ini sudah jam makan siang"


Tiba tiba Arga keluar dari kamar dan ngomel ngomel seperti anak kecil minta makan


"oh...iya, aku masak sekarang"


Segera beranjak ke dapur untuk memasak, ternyata sudah tersedia bahan makanan lengkap di dapur...


pernikahan kami hanya di atas kertas tapi kenapa aku harus menyiapkan segala sesuatu keperluan Arga, hhhhh....bener bener tidak adil...


Arga hanya duduk di meja makan tak mau membantuku, mirip seperti anak kecil yang kelaparan menunggu masakan matang


sepertinya dari tadi dia memperhatikan ku, membuatku sedikit gugup


"kenapa tinggi sekali..."


Gerutuku saat mau mengambil wadah buat makanan, tanganku tak sampai


"dasar pendek.."


Tiba tiba Arga sudah berada di belakangku seraya mengacak rambutku yang ku kuncir ekor kuda


Membantuku mengambilkan wadah yang tinggi, tubuhnya sangat dekat denganku, wangi parfum nya tercium jelas, membuatku sedikit gugup


"makanya jadi orang jangan pendek pendek"


Ejek nya padaku, aku hanya nyengir


"aww....."


Aku tersandung kaki Arga dan happ


Dengan sigap Arga mengkap tubuhku yang apabila di bandingkan dengan tubuhnya tidak lah seberapa


"eh....jangan cari cari kesempatan..."


Ku dorong wajah Arga menjauh karena Arga merangkulku kuat, wajah kami hampir bersentuhan....jantungku jadi berdebar tak karuan


Sesaat kami saling salah tingkah, merasa lucu dengan kejadian itu....

__ADS_1


__ADS_2