
Pagi ini Ayu terbangun dengan tubuh sedikit lemas, entah kenapa, rasa nya tubuh nya tak ada tenaga, dan perut nya juga terasa mual.
Uekkk....uek....uek....
Di kamar mandi di keluar kan semua ini perut nya yang terasa mual.
Hari ini dia akan pergi bersama Arga, tapi kondisi badan nya sangat lemah, dan ini satu satu nya kesempatan untuk bisa tahu kondisi Mitha, kalau di undur takut nya Arga akan berubah pikiran.
Di ambil nya benda pipih di laci kamar mandi.
Test pack...Ayu memutus kan untuk melakukan tes sendiri, karena curiga dengan gejala yang akhir akhir ini sering di rasa kan nya.
Ting....ting...ting....
Arga memgerut kan kening nya ketika melihat Ayu yang belum mandi.
"maaf, aku tadi kesiangan, aku mandi dulu, duduk lah"
Arga sudah menjemput nya tapi diri nya masih belum mandi.
"aku sudah siap, kita berangkat sekarang"
"kamu sakit? Wajah mu pucat"
"aku baik baik saja, hanya kurang tidur, nanti di mobil aku akan tidur"
Ayu berusaha mencari alasan agar Arga tidak membatal kan rencana mereka.
"kita pergi lain kali saja, aku tak mau pergi kalau kondisi mu tidak sehat."
"aku sehat, hanya kurang tidur, jangan khawatir"
Ayu segera menarik lengan Arga keluar dari rumah nya agar tak terjadi perdebatan panjang.
Perjalan pagi sampai siang mereka hanya diam, Arga memilih jalur darat dengan mengguna kan kapal milik keluarga nya.
uekkk....euk....euk....
Ayu yang berada di atas kapak tiba tiba merasa mual.
"kamu sakit Yuk?"
Tanya Arga seraya memijit tengkuk Ayu.
"nggak, paling mabuk laut."
Sanggah nya cepat.
"tapi wajah mu pucat, kamu belum makan?"
"aku tidak lapar"
Arga segera menarik tangan Ayu membawa ke kabin di mana sudah di siap kan berbagai aneka makanan, meskipun belum waktu nya makan siang.
"aku nggak lapar"
"kamu makan atau kita balik pulang"
Ancam Arga membuat Ayu mau tak mau makan makanan yang sudah di sedia kan.
Uek....uek....uek...
Belum sampai tiga suap Ayu sudah memuntah kan lagi isi perut nya.
__ADS_1
Tubuh nya terasa lemas dan kepala sedikit berat.
Arga memapah Ayu ke kamar pribadi, karena kapal itu kapal pribadi fasilitas nya lengkap, mirip fasilitas kapal pesiar, mungkin ukuran nya saja yang sedikit lebih kecil.
"aku baik baik saja, cuma mabuk laut, nanti kalau sudah turun juga sembuh"
Ayu masih mencoba menyanggah.
"aku baru tahu kamu mabuk laut!"
"aku juga baru tahu, baru kali ini aku naik kapal"
"maaf, aku tak tahu kamu mabuk laut.
Kata Arga lirih.
Biasa nya Ayu memilih jalan udara , tapi kali ini Arga yang menentukan memilih jalan darat dan laut.
Arga tersenyum geli melihat wajah Ayu yang sedikit pucat.
20 menit perjalanan laut mereka sampai di pelabuhan gilimanuk, saat nya mereka melanjut kan perjalanan darat.
"kamu mau makan apa?"
Ayu melihat arloji yang melingkar di tangan nya dengan tak percaya.
"jangan bercanda, baru 20 menit aku makan"
"tapi kamu muntahin lagi kan"
Ayu menggaruk garuk kepala nya yang sama sekali tak terasa gatal.
"nanti saja, aku belum lapar "
"makan atau balik!"
Mulut nya komat kamit sendiri menirukan gerakan mulut Arga.
Arga mrnghenti kan laju mobil nya di sebuah restorant jawa yang terlihat megah dan mewah.
Berharap Ayu mau makan dan tak memuntah kan nya lagi. Wajah Ayu memang terlihat sedikit pucat dan lemas.
"makan yang banyak, perjalan kita jauh"
Kata Arga tetap menyantap makanan nya. Wajah nya sangat serius.
Ayu hanya diam mencoba tetap makan, meski pun masih ada sisa sisa rasa mual di perut nya.
Selesai makan mereka segera melanjut kan perjalanan kembali, tak ada percakapan di antara mereka, sibuk memikir kan segala kemungkinan yang nanti bakal terjadi.
Lama tak ada suara Arga melirik ke Ayu yang duduk di samping nya, ternyata sudah terlelap.
Wajah Ayu terlihat lucu ketika sedang tertidur dengan posisi duduk.
Waktu menunjuk kan pukul enam sore ketika Arga membelok kan mobil nya ke sebuah penginapan, dia tak tega melihat Ayu yang tertidur pulas kecapek an.
Setelah reservasi kamar, Arga menggendong Ayu yang masih belum terbangun ke kamar.
Wajah pucat Ayu terlihat sedikit kurus.
Di usap nya wajah mulus Ayu dan di cium kening serta bibir nya sebelum beranjak ke kamar mandi bersih bersih.
Melihat Ayu yang begitu lelap dan terlihat lelah, Arga tak tega membangun kan Ayu, dan segera masuk ke dalam satu selimut dengan Ayu, tertidur dengan memeluk tubuh Ayu.
__ADS_1
Uek.....uek....uek....
Jam dua pagi Arga sudah di bangun kan dengan suara orang sedang muntah di kamar mandi.
Arga memapah Ayu yang terlihat lemas dan tak bertenaga duduk di sofa, dan segera membuat kan teh hangat.
"kita ke dokter Yuk, aku tak mau pergi kalau kondisi mu seperti ini."
Arga mengusap usap wajah Ayu yang terlihat pucat dan lemas.
"aku nggak apa apa, mungkin karena kemaren, nanti juga baik kan"
Sanggah Ayu yang masih berusaha terlihat baik baik saja.
"nggak...nggak....pokok nya kita ke dokter sekarang."
"nggak apa apa Ga, aku baik baik saja."
Ayu menarik tangan Arga yang ingin membawa nya ke dokter.
"kali ini kamu harus nurut "
"Arga....aku baik baik saja, aku tak mau ke dokter."
Ayu mencoba menghenti kan Arga agar tak membawa nya ke dokter.
"belikan aku tolak angin saja"
"kita ke dokter biar jelas"
"Arga, aku hanya masuk angin karena mabok laut kemaren"
Setelah perdebatan panjang akhir nya Arga menuruti keinginan Ayu untuk beli obat di apotek saja.
Dia tahu Ayu sangat keras kepala, berdebat tak kan ada rampung nya.
"kamu tidur lagi saja, ini masih pagi"
Arga menyuruh Ayu tidur lagi karena memang masih jam 3 pagi.
Ayu hanya mengangguk, karena memang dia merasa lemas dan juga efek obat yang di minum nya membuat nya merasa kan kantuk yang luar biasa.
Udara pagi yang terasa dingin membuat Arga merapat kan tubuh nya kepada Ayu.
Di peluk dan di usap nya wajah yang hampir terlelap sambil sesekali mencium pipi halus nya.
Setelah di rasa cukup istorahat, mereka kembali melanjut kan perjalanan.
Tak ada percakapan, hanya keheningan, sibuk dengan pemikiran masing masing.
semakin dekat mereka dengan tempat yang di tuju semakin berkecamuk rasa di dada.
Ada rasa sakit juga yang sedikit terselip di hati Ayu.
Entah dia harus bagaimana saat bertemu sahabat nya kembali.
Arga juga hanya diam membisu, terlihat raut sedih di wajah tampan nya yang terlihat cool.
Masing masing sibuk dengan ketakutan yang ada di hati, sampai akhir nya mobil yang di kendarai Arga berhenti di swbuah bangunan tinggi dan besar....
Jantung Ayu semakin berdebar kencang, melihat bangunan tertutup dengan cat warna putih.
Jelas terlihat kecemasan di wajah nya yang cantik.
__ADS_1
Bangunan apakah itu?
Benar kah Mitha di sana?