teratai

teratai
jelaskan


__ADS_3

Ayu menguap panjang ketika mendengar bunyi ponsel nya yang tak kunjung berhenti. Entah berapa kali panggilan yang sudah masuk ke dalam ponsel yang di abaikan nya hingga 30 menit itu.


Sekilas melirik jam di dinding.


'masih jam 3 pagi kenapa ponsel ku bunyi terus, siapa yang mau buat masalah pagi pagi begini'


Gerutu Ayu dengan kesadaran yang belum penuh, matanya masih setengah terpejam.


Dengan gerakan lambat dan malas malasan Ayu meraih ponsel di atas meja nakas nya.


"halooo..."


Jawab nya dengan pelan dan suara lemah seperti sedang mengigau.


"bangun!!! Aku mau dengar penjelasan mu sekarang!"


suara dari seberang panggilan yang terdengar sedikit memaksa.


"penjelasan apa, nanti saja, masih ngantuk, tunggu 3 jam lagi."


"sekarang!"


"nanti saja, kau mengganggu waktu tidur ku."


Jawab Ayu masih dengan mata yang terpejam.


"bangun sekarang atau aku ..."


"atau apa..... penjelasan apa sih yang kamu mau, bisakah di tunda 3 jam dulu, biar aku bisa tidur lebih lama"


"tidak bisa, bangunlah dan lihat lah berita di internet....SEKARANG"


Bentak penelfon dengan menekan kan suara pada kata sekarang.


"ck.....aku masih ngantuk"


"Ayuuuuu..... baik kalau tak mau melihat, aku tanya sekarang, kenapa kamu bisa di pesta dan memegang bunga pengantin dengan....Chiko."


Duar.....


Suara pelan dari Arga namun begitu penuh penekanan membuat Ayu yang semula masih terpejam seketika terlonjat dan terduduk dengan mata melotot.


Tanpa mempedulikan panggilan yang masih tersambung segera membuka internet di ponsel nya.


Dan benar saja, di sana terdapat foto dirinya dan Chiko yang sedang memegang buket bunga pengantin terpampang dengan jelas dan gamblang dengan caption, *pasangan yang berhasil mendapat bunga pengantin*


"mati aku..."


Gumam nya panik, terdengar jelas di telinga Arga.


"halo... Ayu.... Halo... Kamu masih dengar aku...."


"iy....iya .... Aku dengar"


"aku butuh penjelasan SEKARANG"


"itu sebenarnya.... Mmmm itu ....tak sengaja..... Aku di sana karena Michell, kamu bisa tanya pada nya. Dan kejadian itu..... Aku juga nggak tahu..."


Jawaban Ayu terdengar berbelit belit dan membingung kan bagi Arga yang sudah terbakar emosi.


Bahkan pagi pagi buta begini sudah menghubungi nya hanya untuk meminta penjelasan.

__ADS_1


"aku mau dengar semua nya .... Dengan jelas..."


Jawab Arga lagi dengan pelan dan penuh penekanan karena memang sedang menahan sesuatu yang bergejolak panas di dalam dada nya.


Dengan terbata karena merasa tegang, Ayu menceritakan semua nya pada Arga.


Tak ada satu pun yang terlewatkan, karena dia hafal sifat laki laki itu, akan semakin marah jika di bobongi.


"sudah aku bilang, jangan dekat dekat dengan laki laki itu"


"aku tidak dekat dekat dengan nya, Michell yang menyuruh nya mengantar kami"


"kenapa tak memintaku saja untuk mengantar kalian?"


"kau jauh di sana, tak mungkin kan menyuruh datang hanya untuk mengantar ke pesta, lagi pula pesta itu juga tidak penting."


"kenapa tak mungkin, aku lebih baik datang meskipun jauh, dari pada kamu dekat dengan laki laki itu."


"nama nya Chiko"


"aku tak peduli, yang ku tahu, dia ingin mendekati mu, dan aku tak suka itu"


"dia asisten ku, jadi dia dekat dengan ku karena urusan pekerjaan"


"besok aku carikan asisten perempuan"


"kenapa kau yang atur..... Dia itu sahabat Michell, aku tak bisa begitu saja mengganti dia, lagi pula aku juga tak pernah menanggapi dia"


"jangan beralasan lagi"


"beralasan apanya? Jelas jelas hubungan ku dan dia hanya sebatas atasan dan bawahan"


"kenapa jadi kamu yang marah? Harus nya aku yang marah karena istriku muncul di berita dengan laki laki lain"


Bantah Ayu tak mau kalah berdebat dengan Arga yang emosi namun tetap tak bisa marah pada nya.


"aku tahu, aku juga tahu berita di internet itu dari mas Raka."


"apa? Mas Raka yang memberitahu mu"


"iya... Dia yang menghubungi ku dan menyuruh ku untuk tidak membiarkan mu terlalu dekat dengan Chiko."


"ckkk..... Apa apa an sih mas Raka.... Bikin masalah tambah panas saja"


"sudah lah aku nanti pulang, aku rindu pada Bryatta.... Tak usah ke kantor hari ini, jaga jarak dari laki laki itu, banyak wartawan yang ingin mncari berita tentang kamu juga Chiko."


"iya ...iya...aku di rumah"


"ya sudah tidurlah lagi, baru jam 4"


Ayu melirik jam di dinding kamar nya, tak terasa satu jam mereka berdebat dan bertengkar lewat sambungan telfon.


"ya sudah, aku matikan"


"oke, miss you"


Jawab Arga sebelum panggilan terputus karena di matikan Ayu, namun masih sempat terdengar di telinga Ayu.


Sejenak senyum tipis tergambar di kedua sudut bibir nya mendengar Arga mengucap kata miss you.


🥀

__ADS_1


🥀


🥀


🥀


"pagi suami, aku bawakan kopi dan sarapan buat mu, aku sendiri yang masak lo"


"jangan memanggil ku seperti itu, ingat batasan mu, ini di kantor."


Wajah Arga nampak tak bersahabat saat Mitha masuk ke ruangan kerja nya membawa nampan berisi secangkir kopi dan piring dengan nasi dan lauk di atas nya.


"kenapa? Kau tidak lupa kan kalau aku istrimu, meski hanya istri siri"


Jawab Mitha dengan senyum yang terkembang lebar di bibir nya.


Arga merasa kepalanya semakin pusing, belum lega hati nya karena kecemburuan nya melihat berita Ayu dan Chiko kini sudah datang lagi masalah yang bikin kepala nya berdenyut keras.


"bawa keluar, aku sudah sarapan, dan kamu juga keluar, jangan ganggu pekerjaan ku"


"aku bisa bantu pekerjaan mu"


"oke.... Bantu aku dengan cara, keluar dari ruangan ku, SEKARANG!"


Titah Arga dengan penuh penekanan, wajah nya benar benar tidak bersahabat.


"oke... Aku keluar... Selamat bekerja suami, dan jangan lupa sarapan nya"


Tanpa menunggu jawaban Mitha segera keluar dari ruang kerja Arga bersamaan dengan Agus yang ingin masuk ke ruangan bos nya.


Agus mengeryitkan kening nya melihat Mitha keluar dari ruangan atasan nya dengan wajah ceria dan senyum lebar terkembang di bibir nya, sedang atasan nya bermuka masam dengan tatapan seakan ingin makan manusia hidup hidup.


"ada apa bos?"


Melihat wajah garang atasan nya, Agus memilih cari aman tak bertanya tentang kedatangan Mitha.


"sudah kamu bereskan berita di internet itu?"


"sudah bos, sudah tak ada lagi satu pun yang bersliweran di internet"


"bagus... Aku tak mau sampai keluarga ku ataupun keluarga Ayu sampai membaca berita itu."


"tenang bos, sudah aman... Ada lagi bos?"


"sementara nggak ada... Kembali ke ruangan mu..."


Perintah Arga yang di jawab dengan anggukan kepala Agus dan segera membalik kan badan nya untuk keluar.


"tunggu... Kamu bawa nampan ini sekalian"


Agus kembali mendekat melihat nampan berisi secangkir kopi dan sepiring makanan di depan Arga.


"buat aku bos?"


"iya kamu bawa.... Aku sudah kenyang"


"yakin bos, buat aku"


"ckkk.... bawa pergi kalau nggak mau buang sana"


Jawab Arga sewot, mood nya sudah rusak sedari pagi tadi.

__ADS_1


Pikiran nya sudah melayang layang ingin segera pulang ke rumah di mana Ayu tinggal.


Rasa cemburu membuat nya tak fokus pada apa pun selain ingin segera pulang.


__ADS_2