
langkah Arga terlihat begitu terburu buru, setelah mendapat kabar bahwa Ayu telah sadar, dia bahkan rela meninggal kan rapat penting nya, di ganti kan dengan Agus karena ingin segera bertemu dengan Ayu.
"Chell... Ayu sudah sadar"
Wajah Arga terlihat begitu sumringah.
"Ga!!"
Michel memandang Arga dengan pandangan cemas.
"kenapa Chell? Kamu bilang Ayu sudah sadar"
Michel mengangguk pelan. Tatapan mata nya terlihat sangat cemas.
"kenapa kamu cemas Chell?
Jangan buat aku khawatir!"
Arga menatap Michel penuh selidik
"Ayu sudah sadar dan....Ayu ...sudah ingat semua nya"
Deg... Jantung Arga berdegub kencang tak beraturan. rahang nya mengeras membayang kan kejadian masa lalu.
Itu arti nya Ayu ingat kejadian....
Itu arti nya Ayu akan.....
Hati nya jadi tidak karuan, antara bahagia dan cemas
"apa pun yang terjadi, aku tetap dukung kamu Ga. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan di masa lalu, terlepas dari kesalahan yang kamu lakukan, aku tahu kamu sangat mencintai Ayu, aku tahu seberapa besar cinta mu pada Ayu."
Michel menepuk pundak Arga, memberi nya dukungan semangat.
Dengan pelan Arga membuka pintu, masuk ke dalam kamar, di lihat nya wajah Ayu yang masih pucat dan sedang tidur.
Di usap nya lembut kepala Ayu dan di cium kening istri nya lembut.
"apa pun yang terjadi aku tetap mencintai mu Yuk, aku akan terima hukuman apa saja yang kau berikan pada ku, atas semua kesalahan ku, tapi itu tidak akan mengubah besar nya cinta ku pada mu, aku sayang kamu, jangan pernah pergi dari ku lagi, aku hancur tanpa mu, hukum aku tapi jangan pergi dari ku."
Arga mencium lembut punggung tangan Ayu.
Bulir bening keluar dari pelupuk mata Ayu, ternyata Ayu tidak sedang tidur, dia mendengar semua ucapan Arga.
Perlahan Ayu membuka mata nya yang telah basah oleh air mata.
Menarik tangan nya dari genggaman Arga, tapi Arga semakin erat menggenggam nya.
"lepas kan."
Lirih Ayu berkata di antara isak nya.
Arga tak menjawab, wajah nya di benam kan dalam genggaman tangan Ayu, tubuh nya bergetar karena isak an.
Kedua nya larut dalam isak tangis, antara sedih, kecewa, sakit, rindu dan cinta.
Michel yang melihat dari balik pintu ikut terisak, melihat dua insan yang sebenar nya saling mencintai tapi saling tersakiti.
__ADS_1
"maaf kan aku Yuk...maaf kan aku...."
Arga menciumi punggung tangan Ayu yang masih di genggam nya erat, tangan nya bergetar , suara nya parau karena isak an.
Ayu membungkam mulut nya sendiri, menahan tangis, jika harus jujur sebenar nya dia juga cinta dan rindu pada Arga tapi bagaimana dengan Mitha....
"pergi kamu Ga!"
Ayu berkata terbata bata, isakan nya semakin menjadi.
Arga tetap menggenggam erat tangan nya, hanya bisa menggeleng.
"pergi"
Kata Ayu lirih di antara isakan, terdengar parau.
"hukum aku Yuk, aku tidak akan lari dari hukuman mu, hukum aku, tapi jangan pergi dari ku."
Suara Arga semakin parau.
"aku mohon ..... Kamu pergi Ga!"
Dalam pikiran Ayu tak mungkin dia membiar kan Mitha membesar kan anak nya sendiri tanpa ayah nya, Ayu tak tahu kejadian yang di alami Mitha dan Arga selepas dia pergi.
Michel yang melihat pemandangan menyedih kan itu segera masuk, wajah nya sudah basah karena air mata.
Michel memeluk Ayu erat, tubuh Ayu bergetar karena tangis.
Michel menepuk pundak Arga, mencoba menenangkan
Arga tak menjawab, tubuh nya masih bergetar hebat. Dan tanpa berkata apa pun Arga beranjak pergi, langkah nya teramat gontai dan terhuyung, pikiran nya kacau, wajah nya sudah basah air mata.
Agus yang melihat kondisi bos nya segera memegangi agar tak terjatuh dan membawa atasan nya pulang.
Setelah di rawat tiga hari, Ayu di nyatakan sembuh dan di ijin kan pulang, fisik nya memang sudah sembuh tapi wajah nya tak pernah lagi tersenyum, hanya gurat kesedihan yang nampak dari wajah nya.
Arga hanya bisa memantau keadaan Ayu jarak jauh, Michel tak pernah berhenti mengabari Arga tentang kondisi Ayu, setidak nya itu membuat Arga sedikit tenang.
"Ayu kenapa kamu sudah ke kantor, kamu istirahat saja dulu, kamu kan baru sembuh honey"
Michel terkejut melihat Ayu yang sudah berada di kantor pagi itu.
"gapapa Chell, aku sudah sehat. "
Michel mengusap pundak Ayu lembut, dia tahu pasti sahabat nya sangat kesepian di rumah dan pikiran nya akan semakin tak karuan jika hanya berdiam diri.
"oke, tapi kalau kamu merasa nggak enak atau gimana, kamu istirahat yah"
Ayu mengangguk dan menampil kan senyum terpaksa nya.
Kesibuk kan di kantor cukup membuat Ayu bisa melupakan masalah Arga.
Dari jarak agak jauh Arga memantau semua yang di lakukan Ayu, mengikuti kemana pun Ayu pergi.
Arga tahu Ayu menyibuk kan diri kerja sampai larut malam untuk bisa mengalih kan pikiran nya, dia tahu sebenar nya Ayu masih mencintai nya, karena Arga tak pernah berhenti mencari tahu tentang Ayu, dari informan nya selama ini Ayu tak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun.
tak jarang dia melewat kan rapat penting nya dan mengalih kan pada Agus hanya demi melihat Ayu dari kejauhan.
__ADS_1
Arga merasa sangat bersalah, karena diri nya kini Ayu tak pernah tersenyum lagi, yang ada di wajah nya hanya kesedihan, itu terlihat jelas.
Drt.... drt..... drt....
Ayu yang terlalu sibuk dengan pekerjaan nya tak sadar jika ponsel nya berbunyi.
Pikiran nya di fokus kan pada layar lap top di depan nya sejenak mampu sedikit melupakan rasa rindu nya pada Arga.
Rindu yang terlarang....kata dalam hati nya.
"ayu..kamu belum pulang?"
"belum chell, ini lagi tanggung"
"jangan terlalu capek, ingat kesehatan buk..."
Goda Michel yang sebenar nya tahu kenapa Ayu sering lembur.
"iya...iya...ini nanggung banget... Kamu pulang aja duluan"
"aku mau ke butik di Legian, kata Desi ada beberapa baju yang rusak "
"hah...yang bener Chell!...kok bisa?... Aku ikut ...bentar..."
Ayu segera membereskan berkas berkas yang berserak kan di meja nya.
"kok bisa Des, ini kenapa?"
Ayu terheran melihat beberapa baju yang rusak, karena bahan bahan yang ayu pilih adalah premium semua.
"nggak tahu buk, kami juga baru tahu tadi, pelanggan sih nggak marah cuma minta di buat kan baju yang sama"
Ayu benar benar bingung, beberapa baju bisa rusak padahal sudah benar benar di cek waktu pembuatan nya.
"sudah nggak papa, buat kan aja yang baru des"
Michel menyadari wajah Ayu yang sedikit kesal.
Drt....drt....drt....
"yuk ponsel mu bunyi."
Ayu yang terlalu fokus sampai tak sadar ponsel nya bunyi berkali kali.
"suster?....dia telfon sampai 10 kali!"
"angkat pasti penting"
"hallo sus...Apa!... Naya sakit...iya sus, tolong panggil dokter yang biasa, saya segera pulang"
Ayu menutup ponsel nya dengan cemas
"kamu pulang aja, biar aku yang urus masalah di sini, kasihan Naya."
"makasih Chell."
Ayu bergegas pulang, karena ternyata suster sudah menghubungi nya sejak siang tapi dia terlalu sibuk dan fokus sampai tak memperhatikan panggilan pada ponsel nya
__ADS_1