teratai

teratai
malam pesta


__ADS_3

Semenjak Naya demam, Arga jadi sering berkunjung ke rumah Ayu.


Ayu sendiri juga tak bisa melarang nya karena itu permintaan Naya.


Sebenar nya ada rasa nyaman saat Arga berada di rumah nya, tapi Ayu malah sering kali menghindari nya, takut dia tak bisa mengontrol diri nya, karena memang sebenar nya hati nya masih milik Arga.


Ayu lebih sering menghabis kan waktu di kantor atau di butik ketika mengetahui Arga sedang ber kunjung ke rumah.


"Chell, besok aku aja yang handle acara di Surabaya"


"kamu yakin Yuk, Naya gimana"


"kan cuma satu hari, lagian Arga sering datang ke rumah"


Michel menepuk pundak Ayu pelan


"aku tahu perasaan mu Yuk, apa tak sebaik nya kamu pikir ulang soal Arga."


Ayu memandang Michel dalam.


"aku sudah memikir kan nya Chell, jawaban nya tetap sama"


"Yuk, bukan hanya kamu yang terluka, Arga juga terluka, aku tahu bagaimana cinta nya dia ke kamu"


Ayu memejam kan mata dan menarik nafas dalam dalam


"tapi semua sudah terjadi Chell, kamu tahu kan!"


Michel menatap Ayu sendu, melihat betapa tersiksa nya sahabat nya itu.


Tersiksa karena cinta tak bisa bersatu.


"ya sudah lah...kalau kamu siap buat handle di Surabaya, semangat honey, I believe you."


Pagi itu Ayu terbang ke Surabaya, untuk acara launching di sana.


Di sana sudah ada cabang Lotus dan karyawan yang mempersiap kan semua nya, jadi Ayu cek cek sedikit dan finishing.


Setiap kali Lotus company mengadakan acara, pasti mendapat kan support yang positif dan antusias para peminat pun sangat luar biasa.


Rasa capek pun seketika hilang jika melihat acara sukses dan banyak di minati.


"ibu Ayu, kami sudah siap kan penginapan untuk ibu Ayu."


"tidak perlu saya tidak akan menginap, karena saya masih ada acara di tempat lain"


Roki karyawan di Lotus Surabaya, salah satu kepercayaan Ayu.


"saya minta siap kan kendaraan kantor saja, saya ada urusan"


"saya antar "


Ayu berfikir sebentar, karena tubuh nya memang sangat lelah, tapi ini bukan urusan kantor, tak enak bila urusan pribadi di campur aduk kan dengan pekerjaan


"tak usah Roki, seperti nya saya akan bawa sendiri saja"


Roki mengangguk hormat dan segera berlalu, menyiap kan pesanan atasan nya.


Ayu membawa mobil mewah kantor untuk ke suatu tujuan, di tengah perjalanan Ayu mengjentikan mobil nya di rest area untuk mengisi perut.


Dia harus menjaga stamina karena perjalanan yang akan di tempuh nya butuh waktu yang lumayan menguras tenaga.


Drt...drt...drt...


Di tengah asik menikmati makanan, ponsel Ayu berdering, nama Arga tertulis di layar ponsel.


"halo, apa Naya sakit lagi"


Berondong Ayu khawatir dengan keadaan Naya karena tak biasa nya Arga menelfon nya.


"tidak, Naya baik baik saja, aku yang tidak baik baik saja Yuk."


Ayu menelan ludah nya kasar, mendengar kata kata Arga yang terdengar tulus dan dalam.


"Yuk.... Aku tahu kamu menghindar dari aku, aku tahu kamu cinta aku, apa kamu tidak sadar kamu telah melukai hati kamu sendiri "


Ayu menarik nafas dalam, memainkan sendok di tangan nya.


"aku sedang ada urusan di luar kota"


"Aku tahu"


Jawab Arga cepat


"aku rela jika kamu mau menghukum ku seperti apa pun itu, aku rela, tapi jangan lukai diri kamu, aku sayang kamu"


Ayu menggigit gigit kecil jemari nya mendengar ucapan Arga.


"aku....aku...sedang ada acara, aku tutup dulu, titip Naya."


"pasti, aku pasti jaga Naya, jaga hati mu"


Ayu mematikan ponsel nya segera, karena dia tahu akan terhanyut dengan hati nya bila mendengan kata kata Arga.


Setelah menyelesai kan makan siang nya Ayu segera melanjut kan perjalanan nya.


Memasuki desa yang begitu asri suasana terasa damai, tapi tidak dengan hati Ayu yang justru semakin tak karuan.


Berdegup tak karuan dan semakin tegang.


Di depan rumah limasan dengan halaman luas dan asri Ayu menghenti kan mobil nya.


Di elus elus dada nya sebelum keluar dari mobil.

__ADS_1


Pintu rumah tertutup rapat, dedaunan kering yang berjatuhan di halaman sedikit menumpuk seperti tak terawat.


"assalamualaikum"


Ayu mengetuk pintu dan mengucap salam berkali kali, tak ada jawaban.


Mencoba menghubungi nomor ponsel si empu nya rumah nomor tidak aktif.


Ayu berjalan ke belakang rumah siapa tahu penghuni rumah ada di belakang jadi tidak mendengar salam nya.


Dari belakang juga tertutup rapat.


Hari sudah menjelang malam tapi lampu di dalam rumah juga tidak menyala, pertanda memang tak ada penghuni nya.


"loh, mbak....cari siapa?"


Ibi ibu yang tinggal di sebelah rumah bertanya, melihat Ayu yang mondar mandir mencari pemilik rumah.


"saya mencari..."


Ayu menunjuk rumah yang telah kosong dengan ragu.


"oh...mbak mencari keluarga mbak Mitha?"


Ayu mengangguk pelan.


"mereka sudah pindah mbak"


"pindah!....pindah kemana buk?"


"saya nggak tahu mbak, yang pasti semenjak kejadian itu keluarga mbak Mitha pindah semua"


"kejadian apa buk?"


Ayu mengerut kan kening nya.


"waktu itu mau syukuran tujuh bulanan, mbak Mitha jatuh, mengalami pendarahan, trus di bawa ke rumah sakit, semenjak itu samua keluarga mbak Mitha tak pernah kelihatan lagi"


"trus bagaimana keadaan Mitha dan kandungan nya?"


"saya kurang tahu mbak, karena sejak di bawa ke rumah sakit, tak pernah kembali, juga semua keluarga nya, tak ada yang kembali. Ada yang bilang mereka pindah ke Madiun kota. Tapi untuk pasti nya saya juga kurang tahu mbak."


Ayu terduduk di sofa teras rumah yang sedikit kotor dan tidak terawat itu.


Pikiran nya penuh dengan seribu tanda tanya.


"mbak nggak papa?"


"eh, iya buk, saya nggak papa, terima kasih sudah memberi informasi pada saya."


Rasa di hati Ayu semakin tak karuan. Apa sebenar nya yang terjadi pada Mitha, bagaimana dengan kandungan nya, di mana Mitha sebenar nya, dan kenapa semua keluarga nya pindah.


Masih banyak lagi pertanyaan di benak Ayu.


'jangan jangan Arga sudah melakukan sesuatu pada Mitha'


Ah, tapi Arga tak mungkin setega itu.


Meskipun Arga telah melakukan kesalahan yang fatal tapi Ayu tahu Arga bukan orang yang tega melakukan hal hal kotor, bukti nya dia tetap mempertanggung jawab kan perbuatan nya, meski sebenar nya hati nya pun terluka, sama seperti hati Ayu.


Setelah perjalanan yang melelah kan Ayu sudah tiba di Bali.


Acara perusahaan berjalan lancar, tapi tidak dengan keinginan nya untuk menemui Mitha.


"welcome honey...I miss you"


Michel memeluk erat sahabat nya ketika melihat Ayu sudah berada di kantor.


Ayu membalas pelukan Michel dengan tersenyum manis.


"ini ada apa Chell, kenapa Desi ada di sini?"


"oh iya, nanti malam kan aku..."


Ayu menepuk jidad nya sendiri, ternyata dia melupakan suatu hal, nanti malam adalah ulang tahun sahabat nya Michel.


"sorry chell aku..."


"it's oke honey, yang terpenting kamu harus hadir nanti malam"


"pasti Chell"


Malam itu, night club, Teratai resort, di adakan acara pesta ulang tahun dengan mengundang semua teman dan karyawan dari Lotus.


"mbak Ayu!"


"hai Agus"


Agus terpana melihat Ayu yang mengenakan dress sexy berwarna cream dan rambut setengah di gerai tersenyum memperlihat kan gigi gingsul dan lesung pipit nya.


"otak mesum"


Arga yang datang dari belakang menoel kepala Agus gemes.


Kedatangan nya cukup menarik perhatian, dengan setelan jas putih dan kemeja tanpa dasi membuat nya terlihat seperti pangeran di dunia dongeng.


Senyum yang keluar dari wajah cool nya meleleh kan hati wanita wanita yang mencuri curi pandang pada nya.


Arga datang tiba tiba segera menggeser Agus yang berdiri di samping Ayu, dan dengan sigap merangkul pinggang Ayu seperti pasangan.


"Arga!"


Ayu sedikit terkejut, karena Arga tiba tiba memegang pinggang nya dengan tetap tersenyum dan mengangguk kan kepala pada para tamu yang mengenal nya.

__ADS_1


"hay semua...."


Michel si empu nya acara mendekat kemeja di mana Arga, Ayu, Agus dan Desi duduk.


Acara sangat meriah karena tamu undangan yang datang juga cukup banyak. Semua terlihat sangat senang menikmati acara itu, hanya Ayu yang terlihat sedikit diam, tak banyak bicara, meski senyum tak lepas dari bibir indah nya.


"Ayu...jangan diem aja honey....kita seneng seneng"


Michel menarik tangan Ayu untuk berdiri mengikuti alusan musik yang begitu keras memekak kan telingan, sementara Arga hanya duduk mengamati nya.


"Chell....aku ambil minum dulu"


Teriak Ayu di telinga Michel karena musik yang sangat keras.


Ayu menuju meja bar dan meminta minuman.


"honey kita ber sulang"


Michel yang mendekat menuangkan wine ke sloky.


Sebenar nya Ayu sudah lama tak minum alkohol, tapi malam ini, demi sahabat nya dia meneguk segelas wine yang di tuang kan Michel.


Lama lama kepala Ayu terasa agak berat, seperti nya efek alkohol sudah terasa.


"bos....kayak nya mbak Ayu sudah mabuk"


Kata Agus yang duduk bersama atasan nya, seraya meneguk segelas wine yang di berikan Michel kepada mereka berdua.


Hampir semua tamu yang datang meneguk alkohol karena memang itu acara night party. Mungkin bagi Arga beberapa gelas tidak akan terasa.


Arga yang melihat Ayu sudah sedikit limbung segera menghampiri.


"hai Arga...."


Ayu menyungging kan senyum termanis nya, tapi Arga tahu Ayu sudah di bawah pengaruh alkohol


"kamu ganteng banget malam ini..."


Ayu semakin ngelantur nggak jelas.


"eh...kita turun..."


Ayuk menarik tangan Arga bergabung dengan Michel dan yang lain nya, tubuh nya sudah sedikit limbung.


Arga memegang pinggang Ayu kuat karena tubuh Ayu mulai hilang keseimbangan.


Tiba tiba Ayu meletak kan wajah nya di dada bidang Arga, seperti sedang menahan sesuatu...


"ueekkkk.....uek....."


jas putih Arga sontak terkena muntahan Ayu🤪🤪


Di apartement nya Arga melepas kan dan membersih kan sisa sisa muntahan Ayu.


sedang Ayu yang setengah sadar, mengoceh tak karuan.


"sini kamu sialan"


Ayu mencoba bangkit dari tidur nya di ranjang empuk apartement Arga.


"kamu laki laki brengsek...sini....aku hajar kamu"


Tangan nya mencoba meraih Arga namun tubuh nya limbung hampir jatuh, dengan sigap Arga menangkap tubuh kecil nya.


"kenapa kamu ganteng banget"


Ayu memegang wajah tampan Arga sambil cekikikan.


"kamu mabuk Yuk, tidur saja, istirahat"


Arga berusaha memapah Ayu kembali ke ranjang nya


"jangan macam macam kamu....aku tahu kamu laki laki brengsek....kamu sudah membuat ku jatuh cinta....tapi kamu membuat ku terluka."


Lirih Ayu mengucap kan kata kata nya, meski pun sedang mabuk, Arga yakin itu adalah suara hati Ayu, karena orang mabuk biasa nya akan berkata jujur tanpa mereka sadari.


Arga mengusap wajah cantik Ayu lembut. Wajah yang sudah memerah karena alkohol.


"kamu tahu ...aku merindukan mu..."


Ayu berkata seraya memeluk tubuh kokoh di depan nya.


Uekkk....


Sebelum muntah lagi, Arga segera membawa Ayu ke kamar mandi.


Uekk....uek....


Di pijit nya tengkuk Ayu.


Setelah membasuh muka tanpa di sadari, Ayu membalik kan badan nya dan mencium bibir Arga kuat.


Arga yang terkejut hanya diam dan membalas ciuman yang selama ini di rindukan nya.


Di ***** dan di hisap lembut bibir seksi istri nya lama, tangan nya pun reflek mengusap punggung Ayu yang sedikit basah karena keringat.


Dengan cepat ciuman itu memanas, karena memang kedua nya sama samadi bawah pengaruh minuman alkohol.


Tangan Arga mulai nakal masuk ke sela sela baju Ayu, bagaimana pun Arga laki laki normal, mendapat serangan dari orang yang di cintai nya sudah pasti membuat hormon nya meningkat dan jantung nya berdebar kencang.


suasana semakin panas saat tangan Arga mulai melepaskan semua pakaian yang di kenakan Ayu, dan Ayu semakin menyerang Arga seperti kerasukan.


Adegan di kamar mandi itu berganti ke ranjang saat Arga membopong tubuh kecil Ayu membawa nya ke ranjang tanpa melepas kan ciuman nya.

__ADS_1


nafas mereka semakin memburu seiring dengan hasrat yang seperti tak terkendali kan. Hanya suara erangan dan rintihan erotis yang memenuhi kamar apartement Arga selama 2 jam. Sampai penyatuan selesai dan kedua nya tertidur pulas karena kelelahan.


Malam itu Arga bisa melepas kan rasa rindu yang selama ini di pendam nya meskipun Ayu dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh alkohol, dan malam itu juga Arga juga tahu perasaan Ayu, bahwa mereka sama sama saling mencintai.


__ADS_2