
"apa ini Mit?"
Tanyaku pada Mita pagi ini, membaca sebuah surat yang di sodorkan Mita padaku
"kamu mau resain?"
Tanyaku tak percaya
"iya Yuk"
"kenapa Mit, kamu ada masalah apa, kamu ngomong sama aku, aku pasti bantu"
Benar benar di luar dugaanku, tiba tiba Mita memberikan surat pengunduran dirinya
"kamu pasti bercanda Mit, kamu jangan begini, kalau kamu butuh apa apa kamu bilang, kalau kamu ada masalah kamu cerita ke aku"
Aku benar benar kalang kabut sepagi ini
"nggak Yuk, aku ndak ada apa apa, aku cuma di suruh pulang kampung aja, bapak sama ibuk ku sudah tua, mereka mau aku merawat mereka"
"kamu bisa membawa mereka ke sini Mit, aku akan sediakan tempat tinggal, dan tunjangan buat mereka, orang tuamu, berarti orang tua ku juga"
"ndak bisa Yuk, bapak ku orang nya masih berpemikiran kuno, dia akan tetap bersikukuh untuk tetap berada di rumahnya sendiri"
Aku benar benar tak yakin dengan alasan Mita, aku kebingungan harus bagaimana kalau tak ada Mita
"kalau begitu aku yang akan antar kamu sampai Madiun, biar aku bisa pastikan kamu baik baik saja"
"aku di jemput pak de ku Yuk, rencananya nanti sore mau berangakat"
"hhh Mita kita kan sahabat"
Aku memeluk Mita erat bagiku dia lebih dari saudara
"kamu kenapa ndak bilang dari kemaren kemaren ..... Jadi kita bisa habiskan waktu bersama"
Mita tersenyum kecut, entahlah bagiku senyum nya terasa aneh
"ndak papa, lagi pula aku juga baru di kabari kemaren kalau mau di jemput pak de"
Rasanya hari ini terasa berat, orang yang selama ini begitu akrab denganku bahkan sudah seperti saudaraku kini harus pulang ke kampung halaman nya, dan entah kapan kita bisa ketemu lagi
"kalau kamu butuh bantuan berjanjilah kamu akan menghubungiku, atau datang padaku...aku pasti akan membantumu"
Pesanku sebelum Mita pergi dari kantor.
Pasti aku akan sangat sibuk dan kesulitan harus bekerja tanpa bantuan Mita
Ke hela nafas panjang, huffffftttt.....
Lagi lagi untuk kesekian kalinya jam sudah menunjuk kan pukul 11 malam, tapi Arga belum juga pulang.
Ku kirim pesan whattaspp menanyakan keberadaan nya hp nya tidak aktif, baru sembuh sudah sok sok an lembur sampai malam
Gerutuku....
Mau tidur juga tak bisa terlelap, tak tenang memikirkan Arga kalau sampai kenapa napa...
Rasanya mataku sudah tidak kuat lagi menahan kantuk, kulirik jam menunjuk kan puku 12 malam, kusandarkan tubuhku di sofa yang menghadap televisi,sampai.......
****
Dengan hati hati Arga membuka pintu, diliriknya arloji di tangan menunjukan pukul 02.00 dini hari...
Dia tak mau membangunkan Ayu.
Ternyata Ayu ketiduran di sofa, pasti dia menunggu Arga sampai ketiduran di sofa tanpa selimut.
Arga menghela nafas memandangi Ayu yang tertidur pulas di sofa dengan sedikit kedinginan karena tanpa selimut.
Di usap nya kepala Ayu,* kamu adalah cinta pertama ku Yuk*
Bisik hati Arga pada dirinya sendiri,
Di ambilnya selimut untuk menutupi tubuh Ayu yang kedinginan, tak tega bila membangunkan nya jam sigini.
Arga duduk di lantai dan bersandar pada sofa tempat Ayu tidur
Di pandanginya wajah cantik istrinya seraya mengusap rambutnya
Entah apa yang ada di pikiran nya, matanya terus tertuju pada istrinya sampai akhirnya tertidur di lantai dengan tangan mengusap kepala istrinya.....
Setengah mengerjap Ayu membuka matanya, di kepalanya terasa berat, ternyata tangan Arga....
Ayu segera bangun menyadari Arga yang hanya tidur di lantai
"apa yang kamu lakukan, kenapa tidur di lantai?"
Arga membuka matanya perlahan
"kamu pikir sedang apa...ya, nungguin kamu lah, tidur nggak bisa diem kaya anak kecil, kalau kamu jatuh gimana"
Geruti Arga segera bangkit dan menuju kamarnya
"emang iya, aku kalo tidur seperti itu"
Ayu bertanya pada dirinya sendiiri seraya menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal
"aku jagain kamu tidak gratis, kamu harus traktir aku nanti pas makan siang"
Arga berteriak dari dalam kamarnya...
Dasar suami peritungan,....siapa juga yang suruh jagain....udah gitu minta upah lagi, pamrih banget jadi orang
"jangan lupa nanti kamu anter makanan ke kantor ku, jam makan siang"
Pesan Arga sebelum berangkat kerja
Aku hanya nyengir, karena jarak kantorku dan kantornya lumayan jauh
__ADS_1
Benar benar merepotkan dia...
Hari ini, hari pertama aku kerja tanpa Mitha, semua pekerjaan membuatku sangat sibuk, aku harus ekstra karena sekarang aku belum mendapat pengganti Mitha untuk jadi asisten pribadiku,
Ku gerak kan leherku ke kanan dan ke kiri, karena rasanya otot leherku sangat tegang, memandang layar monitor dan kertas kertas kerja yang menumpuk
Kulirik arloji di tanganku sudah menunjuk kan pukul 10. 30
Sepertinya aku harus berangkat sekarang, karena kantor Arga lumayan jauh, nanti kalau telat bisa bisa minta yang aneh aneh lagi dia
Setelah membeli beberapa makanan kesukaan Arga aku bergegas menginjak gas ke arah kantor nya
Untung jalanan tidak begitu macet, hingga aku bisa sampai sebelum jam makan siang
Masih jam 11. 15 sebaik nya aku masuk tidak ya.... Kataku dalam hati mengingat aku belum pernah sama sekali datang ke kantor suami ku ini
Kuputuskan masuk saja, sekalian lihat lihat, apakah di kantor Arga kegenitan pada karyawan nya
"selamat siang nyonya, mau cari bapak ya...silahkan bapak ada di ruangan nya"
baru di depan pintu satpam kantor sudah menyambutku dengan ramah, sepertinya wajahku sudah tak asing lagi bagi sebagian orang, karena memang keluarga ku maupun keluarga Arga sering di liput media masa, dan pastinya masalah pernikahan kami pun sudah masuk media
Sepanjang koridor kulihat karyawan berbisik melihat ku datang ke kantor ini
Ah...masa bodo dengan mereka
Yang penting aku tidak merugikan mereka
"siang ibu, ibu sudah di tunggu"
Seorang perempuan cantik dengan baju cukup sexy menyambutku, pastinya itu sekretarisnya Arga
"akhirnya kamu tepati janji"
Kata Arga melihatku masuk keruangan nya
"Cindy tolong batalkan jadwal meeting hari ini, dan saya tidak mau di ganggu, saya mau bersama istri saya dulu"
"baik pak"
Arga memberi perintah pada sekretarisnya seraya merangkulku, membuatku risih....
"apa apa an sih"
Ku lepaskan tangan Arga setelah sekretarisnya keluar
"jangan cari kesempatan dalam kesempitan"
"kan kamu istriku....kenapa harus cari kesempatan, semua yang ada di diri kamu itu milik ku"
Aku memonyongkan mulutku mendengar kata kata Arga yang terdengar tidak enak bagiku
"trus kalau aku nggak boleh cari kesempatan ...apakah kamu nggak keberatan kalau aku sama cewek lain"
Arga memgerjap nakal padaku, membuatku salah tingkah
Jujur aku memang tidak suka melihat Arga bersama perempuan lain, jangan kan bersama, di lirik perempuan lain saja membuatku sebal
Ahhh....tidak mungkin.....
"nih, semua makanan kesukaan kamu"
Kataku membukakan semua makanan yang kubawa, mengalihkan perhatian Arga agar dia tak bertanya yang aneh aneh lagi
"katanya mau di traktir, kenapa ndak di makan"
Arga hanya diam memandangi makanan yang ku bawa
"suapin"
"hah...."
Aku ternga nga mendengar Arga minta di suapin
"jangan aneh aneh, malu di lihat karyawan mu"
"kenapa malu, kita kan suami istri"
"ya, tapi.....masa harus segitunya"
"kalo gitu buang aja makanan nya, aku nggak mau makan"
Arga bersidekap dan bersikeras tak mau memakan makanan ku
Benar benar merepotkan dia....
Dengan sedikit ngomel akhirnya kusuapi suami ku, rasanya geli sekali menyuapai seorang dewasa apalagi di ruang kerja
Ku lirik sambel yang belum ku buka dari pesanan ayam geprek,....ah...ku kerjai dia aja...ku taruh agak banyak sambel di bawah nasi yang akan ku suapkan ke Arga...rasain kamu....
uhuk...uhukkk.....
"kamu mau ngerjain aku yah"
Kata Arga terbata bata karena tersedak sambal ku berikan
"kalau makan itu jangan sambil ngomong, keselek kan"
Kataku pura pura tak bersalah sembari memberi minum pada Arga
"kamu mau membunuh suami mu "
Kata Arga menahan pedas
"udah di suapin nggak berterima kasih, malah nuduh lagi"
Aku masih berusaha mengelak
"coba kamu yang makan..."
__ADS_1
Arga menyuapi ku dengan paksa, merangkul dan memegang kepalaku mau tak mau ....
"hahhhh....."
Ternyata pedes banget , pantesan Arga sampe keselek
"gimana?....enak ?
Tanya Arga sedikit meremehkan ku
" enak kok....cuma agak pedes aja"
Jawabku dengan mulut masih huh hah menahan panas cabe....
"makanya jangan suka ngerjain suami"
aku hanya nyengir di sindir Arga terang terangan
"cindy tolong pesankan 2 tiket bioskop untuk malam ini, film yang terbaru"
Arga menyuruh sekretarinya memesan tiket tanpa bertanya persetunuanku dulu
"jangan bilang kamu mau mengajak ku..."
Tanyaku
"trus, apa kamu tidak keberatan kalau aku nonton sama perempuan lain?"
Lagi lagi Arga memberiku pertanyaan yang sulit ku jawab
"aaku...yaa....kan....aku.....eh..kamu"
"dasar bodoh, mau jawab aja pake aku ..kamu...kamu tunggu di situ, aku selesain kerjaan ku dulu"
Benar benar .....aku di suruh diam duduk di sofa menunggunya menyelesaikan pekerjaan nya....bukan kah itu membosankan....
"aku tunggu di luar aja"
"siapa bilang kamu boleh keluar...kamu mau jadi istri pembangkang"
Ah....dia benar benar membuat ku tak berkutik....
1, 2 jam aku masih bisa duduk tenang...
Akhirnya aku jalan mondar mandir di depan meja kerja Arga, rasanya capek juga hanya duduk, melihat orang sedang bekerja
"kenapa mondar mandir?"
"biarin, yang penting aku ga ganggu kamu kerja"
Jawabku kesal pada Arga
"dari pada mondar mandir sini.....pijit..."
Arga menunjuk pundak nya sendiri, memberiku tanda suruh mijit pundaknya
"apa????"
Tanyaku tak percaya
"ayolah, suami mu ini lelah bekerja"
Dengan langkah terpaksa dan bibir manyun ku pijit pundak nya
Bener bener tak iklas....
"nah ..gitu dong....kalau sama suami"
Rasanya aku geli emndengar kata kata Arga seperti itu
"Yuk"
Tiba tib Arga mendongak kan kepala menatapku
" sebenarnya kamu cinta ga sama aku"
Ku kernyitkan keningku mendengar pertanyaan Arga.
Arga menarik ku hingga aku terduduk di pangkuan nya
"kamu jujur Yuk"
Arga menatap ku dalam
"aku...emmmm...aku ....aku...."
Cuppp belum selesai aku berkata Arga sudah melayangkan ciuman maut nya di bibir indah Ayu...di rangkulnya tubuh kecil Ayu dan di ciumi bibirnya penuh gairah, membuat Ayu kelabakan membalasnya, hisapan nya begitu kuat dan tangan Arga mulai nakal turun ke dada kembar Ayu yang terlihat sekal dan segar
Nafas keduanya mulai memburu dan memanas, Arga semakin memeluk kuat tubuh mungil istrinya membuatnya kesulitan bernafas...
Tiba tiba Ayu mendorong tubuh Arga dan segera berdiri dari pangkuan Arga.
"jangan cari kesempatan"
Ayu membenarkan kancing kemejanya yang terlepas karena tangan nakal Arga.
Arga tersenyum kecut melihat tingkah istrinya yang masih malu malu
"permisi pak Arga, ini berkas yang tadi bapak minta, dan tiket nonton nya sudah saya kirim ke nomor bapak"
Sekretaris Arga datang menyerahkan berkas dan tiket on line yang sudah di pesan
"ok, terimakasih cindy, saya mau jalan sekarang, kamu handle kerjaan saya."
Arga menggandeng tangan ku menyusuri koridor geedung, tak sedikit karyawan yang melirik dan berbisik perihal kami, ada juga yang sempat kudengar bisik bisik terkagum kagum pada sosok atasan nya yang memang rupawan....
Pasti di kantor ini Arga sangat di idolakan dan pasti banyak karyawan yang genit kepada Arga...
Ah...kenapa juga denganku....
__ADS_1
Kenapa juga aku khawatir Arga di lirik perempuan lain
Ah....ada apa sebenarnya denganku....