teratai

teratai
Teratai, Lotus


__ADS_3

Juni tanggal 18 , sudah di tentukan sebagai acara peresmian Teratai resort.


Segala persiapan sudah di lakukan jauh jauh hari, tamu undangan dari klien juga dari kalangan atas banyak yang akan hadir, meskipun untuk resto dan fasilitas umum lain nya sudah beberapa minggu lalu buka, namun untuk peresmian nya di pilih tanggal 18 juni, hari ulang tahun Ayu. Arga menganggap resort ini adalah persembahan dari nya untuk istri tercinta nya, meski dia sendiri tak tahu keberadaan Ayu saat ini.


"sudah siap bos?"


"ayo kita jalan, saya mau lihat persiapan nya dulu"


Arga dan Agus berangat ke resort lebih awal, ingin mengecek dulu persiapan untuk acara potong pita dan lain sebagai nya apakah sudah siap.


Suasana di resort terlihat lebih rame dari pada biasa nya, di halaman depan sudah banyak buket bunga ucapan selamat dari para kolega juga dari beberapa pejabat.


Para pengambil berita atau jurnalis pun sudah banyak yang mondar mandir di resort, mengambil foto foto yang estetik.


Di sudut taman, tepat nya di samping kolam renang sudah di mulai acara lounching fashion brand baru bernama Lotus.


Desain desain yang di pamerkan para model terkesan simple namun unik dan elegan, perpaduan model tradisional dan sedikit sentuhan modern hingga terkesan elegan dan mewah.


Pengunjung dan tamu undangan yang datang bertepuk tangan dan kagum dengan desain desain perancang anyar ini. Brand baru tapi sudah lounching beberapa produk di Indonesia dan luar negeri dan langsung booming.


Karena itu lounching selanjut nya sangat di nanti nanti oleh para pemburu fashion juga para pekerja entertainmen yang tentu nya penampilan menjadi hal yang utama.


Arga sempat ikut bertepuk tangan melihat desain desain yang sangat elegant.


"bos, acara sebentar lagi."


"oh, oke"


Arga meninggal kan taman yang di sulap menjadi panggung catwalk dengan nuansa tradisional khas Bali itu.


Arga memberi beberapa sambutan singkat, perihal resort yang di bangun nya ini, sebelum acara potong pita sebagai simbol peresmian atas Teratai resort.


"thank you, thank you all...saya ucapkan terima kasih atas kedatangan nya di acara lounching produk ke 3 kami dengan tema, lets work."


Semua bertepuk tangan dengan sambutan dari Michel selaku pengelola brand ambasador Lotus.


"dan juga terima kasih to my best friend as designer this brand....beri tepuk tangan for miss Ayu..."


Semua bertepuk tangan riuh menyambut Ayu yang berjalan anggun ke panggung sebagai designer brand Lotus.


"terima kasih semua nya, saya sangat tersanjung desain saya banyak di minati dan selalu booming setelah lounching, terima kasih juga untuk semua yang sudah men support saya, juga sudah memberi kepercayaan pada saya untuk menjadi desainer meskipun ini adalah dunia baru bagi saya."


Tepuk tangan riuh dan ucapan selamat tak henti henti nya di terima dari para klien juga tamu undangan yang hadir, begitu juga dengan para jurnalis tak henti henti nya mengambil moment moment berharga itu.


Tanya jawab singkat pun di gelar mengenai desain desain yang booming itu.

__ADS_1


"silahkan potong pita nya bapak Arga selaku pemilik Teratai resort"


Semua mata tertuju pada Arga yang berjalan maju untuk memotong pita di pintu masuk sebagai simbol, kilatan cahaya lampu para jurnalis tak henti untuk mengabadi kan momen yang pasti nya akan menjadi berita utama di kabar berita Bali besok pagi.


Tepuk tangan riuh pun menyambut saat Arga memotong pita simbol di iringi ucapan selamat dari para kolega bisnis juga tamu undangan juga para pengunjung resort yang penasaran tentang pemilik resort.


"silahkan nikmati jamuan di aula yang kami sedia kan"


Arga mempersilah kan para tamu undangan untuk menikmati jamuan yang sudah di siap kan, sebagai bentuk syukuran atas peresmian resort yang di persembah kan nya untuk istri nya tercinta.


Arga memandang tulisan Teratai resort yang terpampang besar di pintu masuk, dengan simbol bunga teratai di samping tulisan nya.


"mungkin persembahan ini pun tak cukup untuk mengobati rasa sakit mu karena ku Yuk, tapi aku berharap kamu akan senang bila suatu saat kamu tahu aku membuat resort ini untuk mu"


Gumam Arga dalam hati, masih dengan seribu harapan bahwa suatu saat istri nya akan kembali.


"Dina, bos dimana?"


Dengan nafas terengeh ngeh Agus mencari cari bos nya yang tak kelihatan di antara para tamu yang sedang menikmati jamuan.


"aku tak tahu, tadi habis potong pita, aku mempersilah kan tamu ke sini, tapi pak Arga ga kelihatan!"


Dina ikut clinguk an mencari cari sosok bos nya.


"bukan hanya darurat ini .... Tapi sudah embah nya darurat"


"hah..."


Dina melongo mendengar jawaban Agus yang tetap ber kelakar meskipun sedang dalam kondisi darurat.


"udah jangan kepo, pokok nya ini darurat"


Agus tak menghirau kan Dina yang kebingungan dengan jawaban nya yang terkesan bercanda.


"aduh bos di mana sih, di telfon juga nggak di angkat"


Agus menggerutu sendiri mencari si bos yang tak juga menampak kan batang hidung nya.


Di ambil nya ponsel nya lagi, mencoba menghubungi bos yang mengesal kan itu, tapi tetap di abai kan tak di angkat.


"sumpah bos.... Kamu bakal nyesel gak angkat telfon ku."


Umpat Agus pada ponsel nya.


Langkah nya terhenti ketika melihat laki laki tegap berdiri sendiri di balkon lantai atas yang menghadap ke laut.

__ADS_1


"bos...bos...."


Teriak Agus dari bawah, yang tentu nya tak terdengar oleh Arga yang berada di lantai atas, apalagi dengan suasana yang sangat ramai dan riuh.


Arga hanya memandang Agus dengan mengangkat kedua bahu nya tanda tak paham apa yang di ucap kan Agus di bawah sana.


"ah...."


Agus jadi uring uring an karena Arga tak mendengar nya bahkan terlihat tak tertarik dengan apa yang di sampai kan Agus barusan, segera Agus berlari menuju bos nya di lantai atas.


"bos...heh....bos...."


Agus memanggil bos nya dengan nafas terengeh ngeh karena berlari lari dari lantai bawah.


"kamu kenapa sih Gus, alay banget, mau ngajak makan"


"bukan itu bos...itu..."


Agus berkata dengan menunjuk bawah masih dengan terbata bata karena nafas nya yang ngos ngos an


"itu apa..ada cewek cantik? Pikiran mu itu mesum terus"


" cewek bos, tapi bukan itu"


"cewek tapi bukan itu, apa sih Gus nggak jelas kamu"


"itu bos, acara lounching Michel"


"banyak cewek cantik? Yah jelas lah mereka kan para model bayaran"


Arga menyela perkataan Agus.


"ih...bukan bos...desaigner Michel itu ibu Ayu bos, wajah nya sama seperti foto di ruangan bos"


Arga menoleh tak percaya pada Agus, tanpa berkata kata segera berlari ke bawah menuju ke lokasi tempat fashion show yang sudah terlihat sepi.


Arga berlari seperti kesurupan mencari cari sosok yang tak juga terlihat.


"Gus kamu tidak bercanda kan?"


"bener bos, dari tadi aku telfon tapi nggak bos angkat, aku juga foto ibu Ayu ku kirim ke bos."


Arga segera mengambil ponsel di saku celana nya.


Benar saja orang yang ada di foto itu adalah Ayu, Rahayu istri nya yang telah lama di cari nya dan hari ini mereka berada di satu tempat tapi tidak bertemu.

__ADS_1


__ADS_2