teratai

teratai
Menginap di rumah mertua


__ADS_3

Sudah tiga hari Mita tidak masuk kerja, aku mampir ke kost nya sebelum berangkat, dia tidak ada di kost nya kata ibu kost dia keluar dengan seorang cowok, mungkin itu pacarnya pikirku..


Mungkin pacarnya membawanya ke dokter....tidak biasanya Mita seperti ini, biasanya dia selalu curhat padaku tentang masalahnya, kami berteman cukup lama meskipun dia bukan orang asli jogja tapi kami sudah seperti saudara..


Tapi kenapa yah Mita tak pernah cerita kalau dia punya pacar, padahal dia selalu curhat tentang cowok yang di incarnya ataupun tentang cowok yang sedang mendekatinya,...


Ah mungkin cowok yang di maksud ibu kost tadi saudaranya yang datang dari Madiun menjenguknya...


Tapi kalau saudara nya sampai datang berarti sakitnya lumayan parah !!!!


Lalu kenapa dia tidak bilang apa apa padaku....


Ah....nanti aja kalau dia sudah masuk aku tanya, hp nya juga jarang aktif sepertinya dia sedang fokus biar cepat sembuh


Ku titipkan kue yang kubeli sembari jalan kesini kepada ibu kost, supaya di berikan pada Mita, jujur aku sedikit kewalahan sebenarnya kalau Mita lama lama tidak masuk, selama ini dia sangat cekatan dan aku sangat terbantu.


Sudah pukul 10 malam


Arga belum juga pulang, aku sedikit gelisah meskipun kami hanya menikah di atas kertas, bagaimanapun kami tinggal satu rumah dan keluarga kami pasti akan bertanya kalau Arga kenapa napa...


Dia benar benar menyebalkan sudah selarut ini belum juga pulang, apa dia pikir aku tidak khawatir..


Eits..kenapa juga aku khawatir...kan kami tidak ada hubungan apa apa...


Ku pegangi hp ku yang dari tadi ku bolak balik....mau tanya atau tidak....🤔🤔


Ah sebaiknya ku kirim pesan saja nanti aku dibilang istri durhaka lagi


'sebenarnya kamu pulang tidak, pintu mau aku kunci'


Ku kirim pesan padanya


" kenapa kamu kangen aku?"


Tiba tiba Arga sudah berdiri di belakangku membuatku kaget dan juga malu


"kangen?...aku cuma tanya pulang ga, karena pintunya mau ku kunci, aku mau tidur"


Kataku menutupi malu


"bukankah kita pegang kunci sendiri sendiri....dasar bodoh....bilang aja kamu mau nunggu aku"


Katanya seraya berlalu masuk ke bilik nya


Aku hanya melongo menyesali kebodohanku....sungguh memalukan🤦‍♀️🤦‍♀️


"kamu tidur saja, aku juga sudah makan tadi"


Teriaknya lagi dari dalam kamarnya...


Dasar sialan, tau gitu ku tinggal tidur dari tadi.....gerutuku dalam hati


Sebelum tidur aku bersih bersih ke kamar mandi, cukup lama, saat mau ke kamar ku lihat Arga duduk di ruang tengah dengan lampu yang sudah di matikan, wajahnya seperti gelisah tak tenang, sepertinya ada hal yang tak menyenangkan yang terjadi hari ini.


Tapi sudahlah toh ini bukan urusanku


"pagi Mit, kamu sudah sembuh, kamu sakit apa kok ga kabari aku, aku cari kamu ke kost kamu juga ndak ada"


Tanyaku pagi ini melihat Mita yang sudah mulai bekerja


"ah, ndak apa apa Yuk, cuma kecapek an, kemaren aku ke dokter"


Mita menjawabku singkat wajah nya tak seceria biasanya


"Mit, kamu kenapa? Kamu ada masalah?"


"ndak Yuk, aku cuma sedikit lemas saja"


Sanggah Mita, tetap dengan wajah murung nya


"ayolah Mit, kalau ada masalah kamu cerita, kamu sudah ku anggap seperti saudara, kalau kamu butuh bantuan aku pasti bantu"


Mita hanya menatapku kosong


"masalah cowok?"


Tanyaku pelan


Mita hanya menggeleng dan tersenyum kecut


"jangan khawatir aku baik baik saja"


Mita segera berlalu, mungkin dia tidak mau aku introgasi lebih dalam lagi

__ADS_1


Karena memang selama ini kami sangat akrab, seperti tak ada batasan masalh pribadi antara kami, dan rasanya aku sangat sedih bila melihat Mita yang seperti ini


Bahkan di jam makan siang pun Mita sudah tak ada di mejanya, sepertinya dia sedang dalam masalah besar


Ku tanya karyawan lain pun tak ada yang tau, ada yang bilang Mita pergi buru buru naik ojek, ku telfon hp nya juga nggak aktif


Mungkin selama ini aku terlalu sibuk dengan masalahku sendiri hingga kau lupa dengan orang orang di sekitarku yang kadang kala juga butuh perhatianku


Drttt drttt getar hp ku membuyarkan lamunanku


"halo tante"


"kok tante sih, panggil mamah dong"


Balas suara di seberang telfon, ternyata tante Anya, mamah nya Arga yang telfon


"ehh...iya mah, ada apa mah?"


"Ayu, nanti malam kamu sama Arga makan malam di sini yah, kalian kan juga belum pernah nginep di sini selama menikah"


" oh iya mah, nanti Ayu bilang ke Arga"


"ya sudah, nanti mamah masakin yang spesial, mamah tunggu yah"


"iya mah"


Ku hela nafas panjang, artinya aku harus telfon Arga dulu


"halo"


Hhh...suara perempuan yang angkat


"halo...ini siapa yah?"


Tanyaku hati hati


"ada apa telfon"


Seketika suara Arga yang muncul, tapi jelas jelas yang angkat tadi perempuan


Tapi aku tak mau membahasnya, toh juga bukan urusanku


"mamah minta kita makan malam di rumah"


"oke, nanti pulang ku jemput"


Rumah mamah Arga ada di pinggiran Jogja jadi Arga menjemputku lebih awal agar kami tidak terjebak macet.


Di dalam mobil kami pun hanya saling diam, larut dalam pikiran masing masing.


Kulihat wajah Arga sedikit murung, sepertinya dia sedang ada masalah


"akhirnya kalian datang juga"


Sambut perempuan cantik setengah baya seraya memeluk ku


"maaf mah, agak telat, jalanan macet"


"iya, ga apa apa, kalian bersih bersih dulu, mamah siapkan makan malamnya,"


Aku mengekor Arga menuju ke kamarnya karena tak mungkin kami di kamar terpisah saat di rumah orang tua


"aku mau mandi duluan"


Seru ku segera masuk ke kamar mandi, karena memang perempuan biasanya mandi nya lebih lama


Kamar Arga sangat luas dan pemandangan dari dalam kamar nya sangat bagus....


Keluar dari kamar mandi kulihat Arga tertidur di ranjang masih dengan baju kerja nya, kelihatan wajahnya yang begitu lelah, tapi kalau di lihat lihat Arga sangat tampan, pantesan karyawan kantorku pada suka melotot ketika Arga datang ke kantorku


"gimana sih malah tidur...belum mandi lagi...dasar jorok.."


Ku dekati Arga berniat membangunkan nya, tiba tiba kaki ku tersandung lantai dan....


"awwwhhh"


Pekik ku terjatuh tepat di atas tubuh Arga, membuatnya terkejut dan mata kami saling beradu, tanpa ku sadari piyama yang ku pakai sedikit terbuka karena terjatuh....


"kamu mau menggodaku..."


Kata Arga menyadarkan ku


Ku coba bangun tapi tangan Arga terlalu kuat memegang pingganku

__ADS_1


"jangan berfikir aneh aneh kamu..."


Kataku masih mencoba bangun tapi tak bisa, Arga tersenyum nakal memandangku dengan piyama sedikit terbuka


"jangan macam macam kamu"


Ancam ku melihat Arga tersenyum nakal


"trus kamu mau apa?....mau teriak minta tolong...."


Eh....iya ya, bukan kah status kami suami istri


"ya....pokok nya jangan macam macam...a..."


Belum selesai bicara...cupppp


Arga mengulum bibirku, membuat jantungku berdebar sangat kencang, ciuman nya sangat lembut tapi hisapan nya begitu kuat dan lama....


Kudorong wajahnya menjauh, teringat bahwa kami hanya menikah di atas kertas, ku pegangi bibirku yang sedikit jontor


"jangan cari kesempatan di atas kesempitan"


Arga tertawa melihat tingkah ku yang kebingungan


"bukan kah wajar kalau seorang suami mencium istrinya"


Katanya seraya berlalu ke kamar mandi


"wah mamah masak nya banyak banget"


"iya dong, kedatangan mantu masa mau di masakin sayur gudek aja"


Aku tersenyum melihat tante Anya yang begitu welcome padaku


"oh iya suami mu mana?"


"masih mandi ma"


Ku bantu tante Anya menyiapkan hidangan sembari menunggu yang lain kumpul


"Arga, kamu sering sering bawa istrimu liburan, jangan kerja terus....mamah kan pengen cepet dapat cucu"


Uhukkk...aku tersedak makanan ku


"makan hati hati"


Arga memberiku segelas air


"iya mah, nanti Arga pikirin lagi"


"jangan nanti nanti.....kalian itu jangan menunda nunda...segera saja punya momongan, biar Naya ada temen nya"


Aku hanya tersenyum mendengar mertuaku yang ingin segera punya cucu


"atau mamah atur aja, acara bulan madu kalian"


"ndak usah mah, kami sedang mengatur jadwal biar bisa cuty nya barengan, sementara kami mau selesein tugas kantor dulu, baru rencana bulan madu"


Jawabku, padahal kami tak pernah membahas masalah bulan madu sama sekali


Selesai makan kulihat Arga langsung masuk kamar, aku bantu tante Anya beres beres meja makan


"sudah Yuk, Kamu istirahat sana, biar kondisi fit, kalau fit kan cepet punya momongan"


Aku tersenyum canggung menanggapi mertuaku yang ingin segera punya cucu


Di kamar kulihat Arga meringkuk di ranjang badan nya gemetar


"kamu kenapa?"


Tanyaku, kupegang kening Arga panas, sepertinya dia demam


"aku ambil obat"


Belum sempat beranjak Arga menarik ku dalam pelukan nya


"jangan pergi Yuk, aku kedinginan"


Bisik nya di telingaku membuatku merinding


"aku benar benar dingin"


Tubuh Arga gemetar karena menggigil kedinginan, dan suhu tubuhnya sangat panas

__ADS_1


"peluk aku"


Katanya memper erat pelukan nya, akhirnya ku peluk balik tubuhnya yang sudah menggigil sampai akhirnya kami sama sama tertidur


__ADS_2