teratai

teratai
Pertemuan


__ADS_3

"agus kamu cari tahu semua tentang Lotus company, secepat nya..."


"siap bos"


"kalau bisa hari ini juga"


"hah..."


Agus melongo mendengar perintah bos nya yang seperti minta sulap.


"hah...heh.... Kamu akan ku beri bonus besar kalau bisa dapat informasi hari ini juga."


Ada uang apa pun bisa, itu lah yang ada di benak Arga saat ini, pikiran nya sudah tak ke resort nya lagi, tapi pada foto yang di kirim kan Agus pada nya.


Sosok Ayu yang menerima buket bunga dari model.


'kita sudah begitu dekat, kenapa aku tak melihat mu'


Gumam Arga dalam hati sembari menyusuri setiap jengkal resort yang cukup ramai, berharap dapat menemukan seseorang yang selama ini dia rindukan.


"Dina, kamu buat kan saya janji dengan Lotus company, nona Michel, segera."


"baik pak, saya kirim pesan"


Ada perasaan senang, sedih, takut dan bingung semua bercampur jadi satu dalam hati Arga.


"maaf pak, nona Michel sudah terbang kembali ke Pert, kata sekretaris nya sekitar satu minggu baru kembali ke Indonesia"


Ada raut kecewa tergambar di wajah tampan Arga.


'sebaik nya aku perusahaan nya saja'


Gumam Arga dalam hati,


"tolong kirim kan alamat perusahaan Lotus ke ponsel saya"


Tanpa menunggu jawaban Arga segera ke parkiran untuk segera ke Lotus company.


"selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu pak?"


Tanya resepsionis Lotus company dengan ramah sedikit terbengong melihat laki laki tampan di hadapan nya.


"saya mau bertemu dengan nona Michel, saya dari Teratai soedjiwa company."


"mohon maaf bapak, ibu Michel baru saja terbang ke Pert untuk acara lounching di sana"


Arga terdiam sejenak,


" selain nona Michel, apakah ada yang bisa saya temui, untuk urusan kontrak kerja sama"


Ide yang cemerlang, bisik hati Arga.


"oh, iya ada bapak, di Lotus company ini kepemilikan ganda, ibu Michel dan ibu Ayu, tapi saat ini ibu Ayu sedang tidak ada di tempat"


"dimana saya bisa menemui ibu Ayu"


"tadi ibu Ayu mau ke toko di daerah Legian"


"oke saya kesana saja."


Setelah mendapat alamat dari resepsionis Arga segera melesat menuju tempat itu, perasaan nya campur aduk tak karuan.


Setelah mencari cari mobil hitam mewah itu berhenti di satu bangunan dengan arsitektur klasik namun terlihat mewah.


"selamat siang pak, ada yang bisa di bantu."


Tanya penjaga toko ramah, dengan senyum terkagum kagum.

__ADS_1


"saya mau bertemu ibu Ayu"


"maaf bapak, ibu Ayu baru saja pergi"


"kemana?"


"kurang tahu pak, belum 5 menit ibu pergi nya"


Arga segera melajukan mobil nya, jika belum 5 menit pasti Ayu belum jauh, tapi dia tak tahu mobil Ayu yang mana.


Dengan putus asa Arga melajukan mobil nya pelan, dan memutuskan untuk ke pantai sejenak.


Entah lah, biasa nya dia tak pernah memikir kan bersenang senang, liburan, refresing atau apa pun.


Tapi kali ini hati nya sangat ingin ke pantai yang sangat indah sore itu juga tak begitu ramai.


Arga duduk di pasir putih pinggir pantai, masih dengan jas lengkap dan kaca mata hitam menghiasi wajah nya.


Angin laut yang sepoi sepoi menerbangkan anak rambut nya, menyapu wajah tampan nya yang tanpa senyum sama sekali, membuat para wanita yang melihat nya melongo dengan ketampanan nya.


Pluk....


Sebuah topi pantai jatuh di samping Arga duduk.


"nona topi anda jatuh"


Arga mengambil topi dan mengembalikan nya pada di pemilik.


"oh, thank you tuan"


Wanita itu mengambil topi dari tangan Arga.


Arga menatap nya tak berkedip, mulut nya seperti terkunci, tubuh nya mematung.


"tuan, are you ok?..."


"hei...lepaskan aku, apa yang kamu lakukan...are you crazy?"


Perempuan dalam dekapan Arga meronta ronta dan berteriak agar di lepaskan.


"aku kangen kamu...aku merindukan mu"


"dasar orang gila, lepaskan....tolong....tolong"


Merasa panik pelukan Arga tak juga di lepaskan, Ayu berteriak minta tolong, seketika menarik perhatian pengunjung lain yang mengira dia akan di lecehkan.


Sontak beberapa pengunjung berlari mendekat dan memukul Arga yang tak melawan sama sekali.


"wait ...wait...stop..stop..."


Ayu berteriak pada beberapa pengunjung yang memukuli Arga, setelah melihat kartu nama Arga yang terjatuh.


"maaf, seperti nya ini salah paham"


Setelah meminta maaf pengunjung bubar meninggal kan Arga yang lumayan bonyok dan memar di wajah tampan nya.


"maaf tuan saya pikir anda..."


"tak apa..."


kata Arga terduduk mengusap darah yang keluar di sudut bibir nya"


Karena merasa bersalah Ayu mengobati memar di wajah Arga.


Arga hanya diam merasa ada yang aneh pada Ayu, dia seperti tidak mengenali Arga.


"sekali lagi maaf, saya pikir anda orang jahat"

__ADS_1


Arga tak menjawab sama sekali, hanya memandang Ayu tanpa berkedip, sorot mata nya penuh rasa rindu.


"hei..."


Ayu melambaikan tangan di depan wajah Arga membuyarkan sesaat lamunan nya.


"apakah kita kenal?"


Tanya Ayu kebingungan melihat Arga yang tak lepas memandang nya.


"oh...entah lah"


Arga menjawab hati hati, seperti benar kata dokter waktu itu, bahwa Ayu akan kehilangan sebagian dari ingatan nya.


"tapi seperti nya wajah anda sangat familier "


Ayu memperhati kan wajah tampan di depan nya.


"benarkah??"


"yes, seperti nya anda tidak asing?"


Ayu mencoba mengingat ingat wajah tampan di depan nya.


"mungkin karena aku tampan, kamu merasa mengenalku."


"ihk....ge er.."


Ayu nyengir merasa konyol dengan jawaban Arga


"saya minta maaf sekali lagi dengan kejadian tadi"


"tidak apa apa..."


"saya tidak tahu anda adalah Arga soedjiwa kolega bisnis perusahaan kami"


Arga tersenyum kecut, Ayu hanya tahu bahwa dia adalah kolega bisnis tapi tidak ingat tentang hubungan mereka.


"oh iya sebagai permintaan maaf bagaimana kalau saya traktir anda tuan"


"panggil Arga saja, oke, saya setuju"


"oh oke Arga nanti kita ketemu di resort kamu, makan malam"


"oke, saya antar kamu pulang"


Arga menawarkan mengantar Ayu pulang, tapi di tolak karena Ayu membawa mobil sendiri.


Dalam perjalanan pulang Ayu merasa aneh, ada perasaan yang berbeda saat dia bersama Arga di pantai tadi.


Entah lah rasa hati nya terasa berbeda dan nyaman, dan seperti nya wajah Arga sudah tidak asing bagi nya.


Tapi entah lah, setiap mencoba mengingat kepala nya akan berdenyut kencang dan terasa sakit.


Tepat pukul 7 malam Arga sudah stand by di resto Italy yang ada di Teratai resort, dengan mengenakan kemaja dan jas cream membuat nya terlihat sangat menawan, banyak pengunjung wanita yang mencuri curi pandang pada nya.


Di lirik nya arloji di tangan, menunjuk kan pukul 19.05 WITA.


Tak lama seorang wanita dengan dres hitam yang pas di tubuh nya dengan panjang atas lutut memancarkan kecantikan yang sempurna, riasan wajah nya tipis memberi kesan elegant.


Sesaat mereka saling terpana melihat satu sama lain, benar benar mirip perkenalan pertama, padahal sebenar nya mereka adalah suami istri.


"I'm sorry to late .... Jalanan lumayan macet weekend ini"


"tak apa nona, saya juga baru sampai"


"oh, iya, panggil Ayu saja"

__ADS_1


Dinner malam itu benar benar mirip kencan pertama , seperti baru pdkt.


__ADS_2