
📞 maaf bos, semalam hp ku lowbat, baru nyala sekarang.
Kata Agus dalam sambungan telfon nya dengan menggaruk belakang leher nya yang sama sekali nggak gatal.
📞ckkk.... Kamu..... Awas kamu....
Arga mengerat kan rahang nya geram, rencana yang seharus nya di jalan kan tadi malam kini tertunda gara gara asisten nya yang kehabisan baterei ponsel.
📞nanti malam pasti semua beres bos, lagi pula, sudah dua hari ini aku di titipi Sefia, karena Shella pergi ke jogja.
Agus mencoba mencari pembelaan atas diri nya sendiri.
📞awas kamu sampai gagal lagi, kamu yang aku habisi, ingat.... Dia sudah berani mengancam ku dan Ayu, pokok nya kamu segera lakukan tugas mu.
📞siap bos....tunggu kabar baik dari ku.
Arga mematikan panggilan nya sepihak, setelah Agus memberi nya jawaban untuk segera melaksanakan tugas yang sudah mereka rencanakan sebelum nya.
Setelah menghabis kan sarapan Arga segera bersiap siap, seperti kata mama Anya bahwa hari ini seluruh penghuni rumah mewah itu akan berlibur ke pantai untuk sekedar merefresing kan pikiran masing masing.
Bukan tanpa alasan, mama Anya yang tahu permasalahan antara Arga, Ayu dan Mitha tidak ingin melihat putra dan menantu nya terlalu stress dengan masalah mereka, apalagi pas kedatangan mama Anya kemaren seharian Bryatta rewel, mungkin bayi itu merasakan beban pikiran yang sedang di tanggung orang tua nya.
"apa semua sudah siap?"
"sudah doong..."
Jawab Michell yang sudah muncul dari balik pintu.
Membuat semua penghuni yang sudah siap itu menoleh seketika.
"wah... Mbak bule cantik banget."
Puji mbok Surti dengan mata yang berbinar, melihat Michell yang datang untuk ikut ke pantai bersama mereka.
Karena bagi perempuan yang memang berasal dari kampung dan pegunungan itu, menganggap perempuan bule semua nya cantik, kulit nya putih, hidung nya panjang dan tinggi tinggi.
Itulah yang selalu dalam benak perempuan paruh baya itu.
"ah.... Si mbok selalu bisa membuat ku malu."
Goda Michell pada mbok Surti.
"dari mana kamu tahu kita mau ke pantai"
Tanya Ayu yang turun dari tangga dengan menggandeng Naya, dan di ikuti suster yang menggendong Bryatta.
"aku di beri tahu tante Anya, maka nya aku segera ke sini dan ikut..."
"oooo"
__ADS_1
"sudah siap semua, biar barang barang nya saya yang bawa, pak Arga sudah menunggu."
Seru pak Eko yang muncul dari pintu depan dan membawakan barang barang keperluan yang akan mereka perlukan saat di pantai nanti.
"oh iya, terima kasih pak Eko"
Sahut Ayu yang selalu tak lupa mengucap ka terima kasih pada pak Eko meski pun itu memang sudah menjadi tugas dan kewajiban nya.
Di luar, Arga sudah menunggu dengan bersender pada mobil.
Melihat dengan sorot mata tajam wanita cantik yang berjalan menggandeng anak kecil ke arah nya, membuat perempuan itu menampak kan semburat merah di pipi nya karena gugup.
Meski pun Arga suami nya, tetap saja Ayu akan malu bila di tatap dengan begitu intens, seolah dunia milik berdua, padahal di sampaing dan belakang mereka ada banyak manusia lain yang senyum senyum melihat kelakuan Arga dan Ayu.
"kalian satu mobil saja sama suster, biar mama sama Michell bersama pak Eko."
Mama Anya yang memutus kan membagi tempat agar semua bisa merasa nyaman.
Jarak rumah dengan pantai tidak lah terlalu jauh, hanya butuh perjalanan 30 menit saja mereka sudah bisa bermain sepuas nya dengan air laut, karena memang rumah mewah Arga berada di pesisir laut.
Cuaca cerah dan alunan pelan ombak laut membuat mereka menikmati liburan dengan ceria. Seolah olah sesaat lupa dengan apa yang sedang mereka hadapi saat ini.
Ayu hanya memilih duduk di atas pasir putih dengan topi pantai lebar yang menutupi sebagian wajah nya dari panas matahari, tak lupa kaca mata hitam nya untuk menghalau cahaya yang menyilau kan dari sinar mentari.
Melihat orang orang terdekat nya begitu riang bermain air.
Sampai akhir nya Michell dan Naya menarik nya paksa untuk ikut bermain dengan air, membuat nya ikut basah, hingga menampilakn lekuk tubuh nya yang membuat Arga menelan ludah nya kasar.
Arga yang tadi nya duduk bersama Ayu, kini hanya bisa diam dan menahan sesuatu yang mulai membuat nya ke gerahan.
Mata nya tak bisa lepas dari Ayu yang masih sibuk dengan air laut.
Di lepas nya kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya seraya berdecak geram.
"apa apa an ini, apa dia tidak sadar telah mengundang banyak mata laki laki untuk melihat nya"
Gerutu nya melihat Ayu dengan tatapan kesal.
"rasa nya mau ku congkel mata mereka"
Geram Arga yang melihat beberapa pria tersenyum dengan pandangan mata tertuju pada istri nya.
Dengan kesal Arga segera berdiri dari duduk nya dan menarik paksa tangan Ayu.
__ADS_1
"arkhh...apa apa an sih"
Ayu yang terkejut tak bisa mengelak, cengkraman tangan suami nya sanagt kuat membuat nya hanya bisa berjalan mengikuti arah kaki kemana suami nya membawa nya.
"tunggu... kita mau kemana?"
"mau pulang!"
Jawab Arga ketus tetap menyeret Tangan Ayu paksa.
"apa!.... Mana bisa, belum juga satu jam di sini... Lagi pula aku juga masih ingin menikmati bermain main dengan air."
Jawab Ayu dengan nafas sedikit ngos ngosan karena mengikuti langkah lebar Arga yang menyeret tangan nya.
"jadi kau masih mau bermain air?"
Tanya Arga menghentikan langkah nya, lalu berjalan mendekati Ayu yang melangkah mundur hingga menatap body mobil nya.
"me...memang kenapa, bukan kah tujuan kita ke pantai untuk bersenang senang"
Bela Ayu yang melihat kilat kemarahan di mata Arga.
"lalu apakah kau senang?"
Tanya Arga menatap tajam mata Ayu.
"" ten .... Tentu saja aku senang"
"jadi kau senang?"
Tanya Arga lagi dengan memepet tubuh basah Ayu hingga tak ada jarak lagi antara mereka.
"tentu saja, bukan kah kita jarang jarang berlibur seperti ini, lagi pula ini juga ide mama Anya."
Jawab Ayu mencoba memeberanikan diri menatap mata tajam Arga.
"jadi kau senang menjadi bahan tontonan para laki laki dan menjadi bahan hayalan menjijik kan mereka"
Tanya Arga dengan nada sedikit meninggi, membuat Ayu melongo, mencerna setiap kata yang di ucap ka Arga, sampai akhir nya dia paham.
"tapi tak seharus nya kau menyeretku seperti ini, kau kan bisa bicara baik baik."
Gerutu Ayu yang paham, suami nya sedang dalam mode cemburu.
"kau .... Harus di hukum"
Tanpa menunggi jawaban, Arga segera menyambar bibir merah yang terbuka karena hendak membantah nya, di ***** nya kasar dengan satu tangan menarik pinggang ramping nan basah iti dengan satu tangan lagi menekan tengkuk leher Ayu agar ciuman nya semakin terasa dalam.
Ayu yang mendapat serangan tiba tiba, melotot kan mata nya sampai akhir nya terhanyut dan mengikuti permainan Arga yang semakin lama semakin menuntut, menghisap, *******, menyesap dan tangan yang sudah mulai hilang kendali.
__ADS_1
Kewalahan menghadapi serangan Arga, tangan Ayu mencengkeram dada bidang dengan bulu bulu halus itu.
Tapi tak mempengaruhi sedikit pun niat Arga untuk tidak menghentikan ciuman nya.