
Agus bersuara dengan lantang dari belakang.
Sella yang merasa tak terima menjadi geram.
"kamu benar benar jahat, demi membela atasan kamu, sampai kamu tidak memikir kan masa depan seorang perempuan yang hancur...hiks...."
Entah akting atau memang benar benar sedih, Sella menitik kan air mata.
"saya bukan nya membela pak Arga karena beliau atasan saya, tapi saya tahu kejadian yang sesungguh nya."
Jawab Agus mantab yang segera di serbu dengan berbagai pertanyaan dari para wartawan.
Arga sendiri merasa sedikit lega tapi juga bingung tentang kepastian kejadian yang sebenar nya.
"jelas jelas malam itu aku terbangun di kamar apartemen Arga dan tanpa memakai sehelai pakaian pun"
Sella berkata seolah mempermalukan diri nya sendiri tapi dia tak menyadari nya.
Sontak terdengar suara riuh mendengar penjelasan Sella.
Ada yang mencibir ada yang kasian, bahkan ada yang menghujat baik Sella maupun Arga.
"itu memang benar mbak tapi bukan pak Arga."
"jangan sembarangan kamu Agus, jangan fitnah."
Sella mendelik tajam pada Agus.
"iya pak, bapak siapa? Apa bapak punya bukti"
tanya seorang wartawan antusias.
"saya asisten pribadi pak Arga, dan saya ada di sana malam itu, pas kejadian di kamar mmm....."
Sella melotot tak percaya, karena setau nya saat dia bangun dia sudah di apartemen Arga tanpa busana dan baju nya berserakan di lantai kamar Arga, memang saat bangun tak ada Arga atau siapa pun, tapi bukan kah di apartemen Arga tak ada siapa pun.
Bahkan pagi itu pun Sella pulang sendiri dari apartemen Arga karena tak ada siapa pun di sana, Sella pulang ketika masih pagi buta, dan apartemen Arga juga masih gelap. mungkin karena itu dia tak melihat Arga yang masih terlelap di sofa.
Arga hanya mengerut kan kening nya, dia sendiri tak tahu apa yang terjadi malam itu.
"dan saya ada bukti nya."
Dengan sigap Agus menyalakan proyektor rekaman kamera cctv yang berada di apartemen Arga.
Menampil kan kejadian semalam di mana Arga yang sudah terjatuh lebih dulu, hingga akhir nya Agus yang letak kamar apartemen nya bersebelahan dengan Arga keluar dari apartemen nya karena suara berisik dari luar.
Dan dia menangkap tubuh Sella yang juga hampir tersungkur ke lantai.
Dan di rekaman cctv yang di skip atau di percepat oleh Agus itu jelas jelas Agus merebahkan tubuh Arga yang tak sadar di sofa, juga terlihat jelas bahwa Arga tak bangun sampai rekaman cctv menunjuk kan pukul 10 pagi dimana Agus datang lagi ke apartemen Arga.
Wajah Sella pucat pasi, karena dia yakin telah melakukan hubungan malam itu.
Dari yang di rasa kan saat dia terbangun pagi itu, bagian inti nya terasa ngilu.
"lalu siapa yang...malam itu.."
Suasana menjadi hening, semua seakan menunggu jawaban.
__ADS_1
"saat bangun aku merasa.... Tak mungkin tidak terjadi apa apa, itu rekaman palsu bukan?"
Wajah panik Sella semakin pucat.
"malam itu memang mbak sudah melakukan hubungan mmm...."
Agus kembali menggantung kan kata kata nya.
"nah kamu sendiri mengakui kebenaran kejadian semalam kan bahwa aku dan Arga sudah".
" saya bukan membenar kan tuduhan mbak Sella"
Semua dibuat bingung dengan jawaban Agus yang berbelit belit.
"kamu seperti pembual, sudah jelas jelas malam itu kami sudah..."
"malam itu mbak Sella memang malakukan hubungan, tapi bukan sama pak Arga.... "
Sella melotot mendengar penjelasan Agus, para wartawan pun semakin mengorek keterangan.
"maaf mbak Sella, malam itu saya bukan pak Arga"
Glek...
Ludah Sella terasa pahit di telan, tubuh nya bergetar dan mematung, mencerna kata kata Agus yang seperti sengatan listrik bertegangan tinggi.
Dan sontak juga para pemburu berita segera mengabadi kan momen mengejut kan dan menegang kan itu.
Tentang sebuah skandal yang terkuak kebenaran nya
Benar benar kejadian di luar akal pikiran nya.
Dia yang hampir frustasi karena harus mengakui sesuatu yang kebenaran nya dia sendiri tak mengetahui nya, tapi sekarang dia juga terkejut dengan pengakuan Agus yang sangar gila.
Tapi dia lega, karena ternyata dia tidak melakukan apa pun yang akan membuat nya menyesal di kemudian hari dna yang lebih penting dia tak melukai hati Ayu lagi.
Sementara Sella menangis meraung raung mengetahui kebenaran nya bahwa malam itu yang tidur bersama nya bukan Arga melainkan asisten nya si Agus.
Dia sudah berbangga dan yakin bahwa akan mendapat kan Arga tapi kenyataan nya dia malah mendapat malu yang luar biasa.
"good job man"
Arga menonyor kening Agus meskipun sebenar nya dia sangat berterima kasih pada Agus telah memberi kan bukti kebenaran kejadian semalam.
Dia tidak tahu apa yang terjadi bila Agus tidak bergerak cepat membawa bukti.
"yeh si bos, harus nya berterima kasih, bukan main nonyor aja"
Agus sewot pada kelakuan bos nya, meski dia tahu si atasan hanya bercanda.
"tahu gitu nggak di tolongin tadi ."
" biar tante yang mewakil kan berterima kasih sama kamu Gus, kalau kamu nggak cepat bawa bukti, nggak tahu deh gimana nasib anak tante ini."
"nggak papa tante, itu sudah tugas saya."
Jawab Agus cengengesan.
__ADS_1
"tapi aku penasaran Gus, kok bisa kamu..."
Arga mengedip berkali kali, membayangkan Agus yang di kira diri nya oleh Sella.
"ya gimana lagi bos, waktu itu mbak Sella mabuk, dan dia yang memaksa saya, dia agresif sama saya, jadi ya...."
"dasar cabul."
"bukan nya cabul bos, gimana nggak tahan, lihat yang.... Mmmm.
.. orang yang mabuk trus saya yang di paksa paksa"
Jawaban konyol Agus membuat Arga dan Mama nya tertawa geli.
Membayang kan entah bagaimana Sella kedepan nya.
"tapi bos, kalau nanti saya di suruh tanggung jawab, saya bersedia bos, sudah berbuat harus berani bertanggung jawab."
kata Agus pasti.
🥀
🥀
🥀
🥀
"untung ada si Agus yang gerak cepat cari cctv , kalau nggak, nggak kebayang deh gimana nasib Arga, yang harus mempertanggung jawab kan sesuatu yang bukan perbuatan nya."
Michell berkata haru setelah menyaksikan siaran live dari video youtube salah seorang reporter tv.
Sedang Ayu hanya diam, antara lega dan sedih.
Lega karena Arga tak melakukan hal yang menyakiti nya lagi.
Tapi juga sedih karena itu sudah tak ada guna nya lagi bagi Ayu, toh mereka akan segera bercerai.
"seperti nya Arga masih menjaga hati nya untuk kamu seorang honey."
"aku sudah tak berharap Chell, aku sudah menganggap nya masa lalu."
"coba lah berfikir ulang honey.... sudah saat nya kamu memikir kan kebahagiaan mu sendiri. Lihat diri mu, bahkan untuk melupakan Arga saja kamu harus menyiksa diri kamu sendiri."
Ayu tersenyum getir, memang dia lebih memilih gila kerja demi bisa melupakan rasa cinta nya pada Arga, bahkan tak jarang kondisi tubuh nya sampai drop karena kelelahan.
"sudah lah Chell, semua sudah berakhir sekarang, aku mau pulang, seperti nya aku butuh istirahat."
Michel mengangguk mengiya kan karena memang wajah Ayu terlihat pucat juga lemas.
"aku antar!"
"tak usah Chell, aku pulang sendiri saja, kamu handle kerjaan di kantor"
"kamu yakin"
"aku baik baik saja, jangan khawatir."
__ADS_1