teratai

teratai
satu minggu


__ADS_3

"sial... Semua mengalami penurunan, bisa bertambah jam kerja ku kalau seperti ini..."


Gerutu Agus melihat diagram perusahaan yang menurun drastis hanya dalam waktu satu malam.


tok tok tok...


Pintu di ketuk dari luar.


"masuk!"


Sekretaris cantik Dina melangkah masuk membawa beberapa lembar berkas di tangan nya.


"ini berkas yang bapak minta"


"terima kasih Dina, tolong adakan rapat dadakan setelah makan siang nanti."


"siap pak, ada lagi"


"sudah, kamu kembali ke ruangan mu"


Perintah Agus tanpa melihat lawan bicara nya, mata nya tertuju pada laptop nya yang menunjuk kan gambar diagram perusahaan.


"maaf nona, tapi pak Agus sedang sibuk"


Perkataan Dina membuat Agus mengalih kan pandangan nya ke arah pintu, dimana Dina yang hendak keluar berpapasan dengan seorang perempuan di depan pintu.


"aku ada urusan penting"


Perempuan itu tak menjawab Dina justru berkata dengan menatap Agus, membuat Dina sedikit kesal merasa tak di hargai.


"biarkan dia masuk Dina!"


Perintah Agus membuat Dina semakin kesal menerima perempuan masuk tanpa membuat janji terlebih dahulu.


"ba...baik pak"


Setelah perempuan cantik dan sexy itu masuk, Dina menutup pintu nya dan berjalan dengan gontai kembali ke ruangan nya.


"ada apa? ada masalah dengan Sefia?"


Tanya Agus dengan pandangan kembali ke laptop di hadapan nya, tanpa mempedulikan perempuan cantik yang masih berdiri.


"tidak, aku ingin minta bantuan mu!"


Jawab Shella segera duduk di kursi hadapan Agus tanpa menunggu di persilah kan karena di antara mereka memang tak ada hubungan semanis itu.


"ini gunakanlah .... Pin nya tanggal lahir Sefia"


Jawab Agus lagi lagi tanpa menoleh seraya menyodorkan sebuah credit card warna gold pada Shella.


ckkkkk...


Shella berdecak kesal karena Agus menganggap kedatangan nya adalah untuk meminta uang.


"kenapa? Kartu itu tanpa batasan limit nya, kamu bisa gunakan semau mu untuk keperluan Sefia"


Jelas Agus mendengar decakan Shella.


"apa menurut mu aku kekurangan uang? Bahkan tanpa uang mu pun aku bisa membiayai semua keperluan Sefia sampai dewasa"


Agus mengalihkan pandangan nya menatap Shella penuh tanda tanya.

__ADS_1


"bantuan apa yang kau ingin kan?"


"besok aku harus ke Jogja acara keluarga, penting, jadi aku tak mungkin membawa Sefia berama ku, karena sebagian keluarga ku tak tahu tentang Sefia."


Terang Shella menjelas kan maksud nya meminta tolong pada Agus, karena bagaimana pun Agus adalah ayah biologis dari Sefia dan tak mungkin bila dia menyakiti darah daging nya sendiri.


"aku tidak ada tujuan aneh padamu, kamu tenang saja, sebenar nya di rumah ada baby sitter juga tapi aku tak yakin bila meninggalkan Sefia hanya dengan baby sitter nya, kamu paham maksud ku kan?"


"oke, kamu antar Sefia nanti malam pada ku!"


Jawab Agus mantab, karena bagaimana pun dia juga tak bisa lepas tangan untuk mengasuh Sefia.


"baik lah, satu minggu"


Jawab Shella enteng seraya berdiri dari duduk nya.


"APA??????"


Agus melotot mendengan lanjutan kalimat dari Shella yang mengatakan satu minggu, sedang kan dia sama sekali tak punya pengetahuan apa pun tentang cara merawat bayi, kemaren setengah hari saja, dia sudah kewalahan, untung ada Dina yang membantu nya..


"kenapa? Kamu keberatan? Sefia juga anak mu kan? Kenapa wajah mu seperti itu?"


Tanya Shella ketus melihat Agus yang melongo dengan mata melotot mendengar ucapan nya.


"harus nya kamu senang, ada kesempatan bersama Sefia selama satu minggu"


Lanjut nya melangkah ke pintu untuk keluar.


"tapi... Aku tak tahu cara merawat bayi?"


Sanggah Agus dengan wajah konyol nya.


"maksud mu kamu menolak merawat Sefia selama satu minggu, dan memilih membiarkan anak mu tinggal sendiri bersama baby sitter nya?"


"ya sudah, artinya kamu setuju kan .... Nanti malam aku antar Sefia ke apartemen mu"


Tanpa menunggu jawaban Agus, Shella segera berlalu pergi sebelum Agus berubah pikiran lagi.


Sementara Agus hanya bisa melongo melihat kepergian Shella dengan mata yang mengerjap berkali.


"apa lagi ini? "


Gerutu Agus seraya mengusap wajah nya kasar dan menjatuh kan tubuh nya di kursi, bukan nya tak mau merawat putri nya, tapi Agus benar benar tak tahu cara merawat bayi yang baik dan benar.


🥀


🥀


🥀


🥀


"aku tahu kamu suka sama Ayu...dan seperti nya kita bisa bekerja sama"


Wanita itu tersenyum misterius kepada lawan bicara nya yang terlihat santai dan tenang.


"kenapa kamu begitu yakin?"


"ayolah.... Aku tahu semua tentang kamu.... Apakah kamu tidak ingin memperjuang kan cintamu?"


Pria tampan di hadapan nya pun tersenyum miring.

__ADS_1


"aku juga tahu semua yang terjadi pada kalian..... Tahu dengan detail."


Jawab Chiko memperlihat kan senyum simpul nya pada Mitha yang masih menahan snyuman di bibir nya, meski sorot mata nya terlihat tajam dan horor.


"bukan kah kisah ku akan mempermudah jalan mu mendapatkan cintamu?"


Jawab Mitha masih berusaha mengompori Chiko yang masih terlihat tenang.


Mereka menjadi lebih akrab setelah beberapa waktu lalu Chiko tak sengaja menabrak Mitha, ponsel Mitha terjatuh dan akhir nya mereka janjian ketemu untuk mengembalikan ponsel itu.


"aku tidak mau mendapat kan cinta dengan menggunakan jalan kotor."


"jalan kotor.... Hey.... Bukan kah kamu sudah tahu semua cerita nya? Aku dan Ayu bersahabat, dan yang kamu lakukan itu adalah menyelamat kan Ayu dari laki laki yang tidak bertanggung jawab!!!! Itu nama nya bukan jalan kotor"


Terang Mitha panjang lebar, mencoba menjelaskan berdasarkan sudut pandang nya.


"aku tahu hati mu tulus, mungkin bila laki laki yang di pilih Ayu adalah laki laki baik, kamu bisa merelakan dia bahagia... Tapi... Kamu tahu kan...."


Lanjut Mitha dengan mengibas kan tangan nya kesamping.


"mereka saling mencintai dan aku tak akan merusak kebahagiaan mereka"


"apakah menurut mu Arga bisa membahagia kan Ayu.... bukan kah Ayu layak mendapat kan pria yang baik dan tulus pada nya."


Chiko terdiam mendengar penuturan Mitha. Otak nya berputar mencerna kata kata Mitha yang berusaha mengompori nya.


Drt... Drt... Drt....


semua yang ada di pikiran Chiko buyar seketika, ketika ponsel di saku nya bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Di rogoh nya ponsel di saku, tertera satu nama dalam panggilan itu, Michell.


📞lama banget sih angkat nya


📞maaf Chell, aku lagi makan siang!


📞chiko, setelah makan siang segera kembali, ada rapat dadakan intern perusahaan, Ayu sendiri yang minta, kamu segera kembali ke kantor.


📞oke oke.. Aku segera kembali


Klek...


Panggilan terputus sepihak setelah mendapat jawaban oke dari Chiko.


"Mitha, seperti nya aku harus pergi, ada masalah di kantor, dan maaf seperti nya aku tak akan bekerja sama dengan mu, melihat Ayu bahagia dengan orang yang dia cintai saja bagiku sudah cukup."


"baik lah.... Call aku bila kamu berubah pikiran"


Jawab Mitha tetap tenang dan santai lalu pergi meninggal ka cafe tempat dia dan Chiko bertemu untuk makan siang.


*********


Maaf kan othor bila up nya lama karena kesibukan di dunia nyata sehingga dunia novel terbengkalai....


Visual Agus



Visual Chiko


__ADS_1


Karena Chiko kebule bule an kaya Michell...🥰🥰🥰


__ADS_2