teratai

teratai
Papa...


__ADS_3

Sebenar nya keadaan seperti ini sangat menyiksa bagi Arga.


Di mana dia yang sangat merindukan sosok istri yang menghilang satu tahun, dan sekarang dia begitu dekat tapi terasa tak tersentuh.


Jangan kan untuk menyentuh atau sekedar memeluk, mengungkap kan rasa rindu nya saja tak bisa walau sekedar kata kata.


Sungguh ironis, di depan mata, tapi tak bisa apa apa.


Drttt...drttt...drt....


"halo.....


Iya pak.... Saya sudah suruh asisten saya transfer ke rumah sakit tiap bulan nya... Saya tidak akan pernah ingkar, iya pak.... Terima kasih dan maaf kan saya..."


di tutup nya telfon dan menghela nafas panjang, ada gurat kesedihan di wajah tampan nya.


"bos...nanti ada acara fashion week di pantai.... Mau ikut nggak?"


Arga melirik Agus pelan, sudah pasti acara perempuan bikini an, Arga hafal betul peringai asisten nya, pikiran nya mesum tapi tetap cekatan dan profesional dalam kerja.


"dasar mesum"


Gumam Arga lirih tapi tetap terdengar di kuping Agus.


"yee.... Si bos....beneran gak mau?.... Yakin....ya udah kalau nggak mau.."


Lagak Agus yang sok sok an akan membuat Arga kecewa.


"aku sudah tau, pasti fashion bikini kan...otak mu kan isi nya cewek"


"yah...si bos, ketinggalan.... Maka nya bos, jangan kebanyakan kerja, jadi nggak tahu info up to date"


"nggak tertarik aku kalau info cewek cewek mesum."


"yakin bos?"


Tanya Agus dengan senyum menggoda sang majikan


"ya udah lah, padahal ini acara Lotus company yang.."


"aku ikut..."


arga memotong cepat kalimat Agus begitu mendengar kata Lotus company, membuat si asisten nyengir geli melihat tingkah atasan nya.


Suasana pantai yang syahdu dan sedikit sentuhan lampu lampu membuat acara yang di gelar lotus company banyak menarik perhatian pengunjung yang tak sengaja datang ke pantai malam itu.


Dengan celana jeans hitam dan kemeja putih junkis membuat Arga menjadi pusat perhatian karena ketampanan nya.


"apa kabar Arga, ternyata kamu hadir juga di sini"


Sapa perempuan dengan wajah ke bule bule an.


"oh, tadi tidak sengaja lewat"


"oooo...jadi tidak sengaja ya..."


Goda Michel dengan senyum sedikit nakal.


"ku pikir kamu datang karena..."


"di mana Ayu"


Michel terkekeh geli dengan Jawaban Arga yang cepat dan tepat.


"tadi in here, but... Dia lagi ke toko ambil beberapa baju, tokonya juga deket, paling sebentar juga sampai"


"aku susul saja kesana"


"wow...sudah tidak sabar banget yah"


Arga hanya meringis mendengar gurauan Michel.


Bangunan toko yang besar dengan desain klasik modern itu tampak sedikit ramai.


Ternyata para model yang sedang fitting baju. Ketika Arga memasuki toko, sontak semua memandang terkagum, tampan, elegan dan cool.


Itulah kesan dari penampilan Arga.


"ada yang bisa kami bantu pak?"


Tanya resepsionis ramah dengan sedikit tebar pesona.


"oh, saya sedang mencari ibu Ayu"


"ibu Ayu ada di dalam, mari saya antar..."


wah tampan banget, so cool, pangeran impian....


Sekilas terdengar cuitan dari model model yang sedang fitting baju.


"hey...kamu kenapa di sini."

__ADS_1


Ayu nampak terkejut dengan kedatangan Arga, sebenar nya sedikit terpesona sih 😅


"aku tadi ke pantai tempat acara tapi kamu nggak ada"


"oh, aku harus mempersiap kan dulu di sini"


Kata Ayu dengan tetap sibuk.


"maaf buk, semua model sudah siap"


"oh iya, segera ke lokasi aja, di sana ada Michel yang akan koordinasi semua nya, nanti aku nyusul"


"apakah butuh bantuan?"


Tawar Arga melihat Ayu yang sedikit kesulitan membawa beberapa barang.


"nggak peka banget sih..."


"bukan nya nggak peka, takut aja kalau kamu teriak, aku di gebukin orang kagi"


pipi Ayu memerah mengingat kejadian pertama kali mereka ketemu.


"ya maaf , kan nggak sengaja"


Ayu menggaruk garuk kepala nya yang sama sekali tidak terasa gatal.


Berdua mereka berjalan menyusuri jalanan yang terletak di pinggir pantai.


"sebenar nya waktu itu, kamu pikir aku siapa sih, langsung peluk gitu?"


Arga tersenyum kecut, bingung harus berkata apa.


"apa mantan kamu mirip aku?"


"aku nggak punya pacar"


Ayu mengernyitkan kening nya bingung, jelas jelas waktu itu Arga berkata sayang dan kangen.


"dasar laki laki"


"waktu itu aku lagi banyak pikiran saja, jadi butuh pelukan"


"ish"


Ayu nyengir mendengar jawaban Arga yang tak masuk akal.


Acara yang berlangsung meriah tapi bersuasana syahdu itu, membuat Arga bisa melihat senyum lepas Ayu. Senyum yang selama ini di rindukan nya, rasa nya ingin sekali memeluk dan mencium nya.


"aku anter pulang, sudah malam, bahaya perempuan pulang larut malam sendirian."


Arga mengantar Ayu sampai depan pintu.


"makasih ya udah mau nganter sampe rumah"


"sama sama, apa aku tidak di tawari secangkir kopi"


"ih, sudah malam"


"justru karena malam, biar aku pulang nggak ngantuk bawa mobil nya"


"nggak takut di gebukin lagi"


Ayu tertawa geli melihat ekspresi Arga.


"tapi jangan lama lama, nggak enak sama tetangga"


Mendapat lampu hijau, Arga segera mengekor Ayu masuk ke rumah.


Ayu membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan sepiring cemilan kue basah.


"wah paket lengkap, bisa betah kalau begini"


Arga menyruput kopi hitam panas nya.


"ih, jangan ngadi ngadi.... "


"papa Arga..."


Seorang gadis cilik bermata biru berlari dan merangkul Arga.


"papa kemana aja, aku kangen sama papa"


Rengek nya tak melepas pelukan.


Ayu yang melihat kejadian itu kaget dengan sebutan papa Arga.


"Naya"


Mencoba meraih putri nya dari pelukan Arga.


"Naya kangen sama papa mah"

__ADS_1


Wajah Ayu terlihat kebingungan.


"kamu belum bobok sayang?"


"Naya terbangun karena mimpi buruk pa, papa kenapa nggak jemput Naya sama mamah?"


"aakkhhhhh"


Belum sempat Arga menjawab Ayu memekik seraya memegang kepala nya, terlintas beberapa gambar gambar acak masa lalu yang sama sekali tak di mengerti nya.


"sakit...aakhhh"


"mamah..."


"Ayu, kamu kenapa....Yuk, jangan buat aku khawatir"


"akkh...."


Ayu berteriak histeris dengan memengang kepala nya yang terasa seperti mau pecah.


"ambil nafas pelan Yuk, jangan panik, yang tenang....."


Arga menenangkan Ayu dalam pelukan nya. Nafas nya tak beraturan, air mata nya keluar karena menahan rasa sakit, sesaat tubuh nya melemas....


"pah, mamah kenapa...mamah baik baik saja kan pah?"


Gadis kecil yang nampak khawatir itu menangis memegang tangan mamah nya yang lemas


"mamah nggak papa sayang, Naya jangan nangis, mamah cuma kecapek an"


Hati Arga terasa begitu teriris membayang kan bagaimana dulu Ayu melewati masa masa sulit setelah operasi tanpa nya.


"Naya.."


Seorang perempuan keluar dari dalam mendengar tangisan Naya.


"bapak siapa?"


Tanya nya bingung melihat Arga memeluk Ayu dan Naya yang sama sama menangis.


"ini papah Naya sus"


"ibu kenapa pak?"


Tanya suster yang merawat Naya cemas.


"ibu tidak apa apa cuma kecapek an"


Arga segera membopong tubuh kecil Ayu membawa nya ke kamar dengan di ikuti Naya dan suster.


"Ayu, kamu istirahat, jangan mikir yang berat berat."


Ayu hanya menatap Arga linglung, tubuh nya lemas, bahkan untuk bersuara pun seperti tak ada tenaga.


"ini obat yang biasa ibu Ayu minum kalau sakit kepala"


suster menyerah kan obat pada Arga yang segera meminum kan nya pada Ayu.


Di usap usap nya kepala Ayu dengan penuh sayang, mata kedua nya saling menatap, namun tatapan Ayu terasa kosong, karena memang sosok Arga sama sekali tak ada dalam ingatan nya.


Arga menatap istri nya yang semakin terlelap karena pengaruh obat, berkali kali, di ciumi nya punggung tangan Ayu.


"papah"


Panggilan kecil membuyar kan lamunan nya


"Naya, sayang, belum tidur nak?"


Tak menjawab gadis cilik itu malah merangkul Arga erat, layak nya seorang yang telah lama menahan rindu.


"papa juga kangen sama Naya, maafkan papa, yang terlambat buat jemput kalian"


Bisik Arga seraya menciumi kepala gadis kecil dalam rangkulan nya.


"sekarang Naya bobok ya sayang, biarin mama istirahat, sudah malam, Naya besok sekolah kan?"


Gadis kecil itu mengangguk pelan tanpa melepas pelukan nya.


"papa jangan pergi lagi yah"


Arga mengangguk bersamaan dengan air mata nya yang ikut jatuh mendengar permintaan gadis cilik itu.


Rasa bersalah nya terasa semakin menjadi.


"Naya mari tidur sama suster nak"


Naya segera beranjak mengikuti suster meninggalkan Arga.


"Ayu....maaf kan aku....maaf....maaf...."


Entah berapa banyak air mata yang jatuh dan berapa kali kata maaf keluar dari mulut Arga.

__ADS_1


"kamu istirahat sayang...."


Arga mengecup kening istri nya dan mengusap lembut wajah cantik nya sebelum pulang membiar kan Ayu istirahat.


__ADS_2