
Mobil yang di tumpangi Arga dan Ayu melaju tidak begitu cepat namun pasti.
Ayu hanya diam, berusaha menenangkan pikiran nya sendiri, menjaga kalau kalau yang akan di tunjuk kan Arga tidak seperti ekspektasi nya.
Kedua nya hanya saling diam, Ayu dengan pemikiran nya, sibuk memikirkan hati dan berbagai kemungkinan terburuk sedang Arga setengah fokus pada jalan, setengah nya lagi pikiran nya juga kebingungan.
Entahlah sepertinya ke luar kota, Arga tak bilang akan kemana, tapi dari arah nya seperti nya menuju ke luar kota, berkali kali Ayu menghela nafas panjang mencoba bersikap setenang mungkin.
Sejenak Arga berhenti di pom perbatasan kota sembari isi BBM Arga keluar dan sibuk menelfon, entah siapa yang di telfon terlihat raut muka nya menegang dan mimik muka nya datar, cenderung sedih
"kamu lapar, kita makan dulu"
"aku nggak lapar"
Jawab Ayu dengan nada lirih, waktu menunjukan pukul 10 malam,meskipun Ayu belum makan dari siang, tapi dia menolak untuk mengisi perut nya, karena isi kepala nya sudah penuh dengan ribuan tanda tanya, rasanya makan pun juga belum tentu terasa enak.
"kamu belum makan malam, nanti kamu sakit"
Arga menatap Ayu dalam
"kamu peduli Ga?"
"bukan hanya peduli, kamu satu satu nya yang mengisi hatiku Yuk, aku tak mau kamu sakit"
"gapapa...sebaiknya kita segera saja...."
Tatapan Ayu kosong, pikiran nya entah kemana, diliputi rasa tak menentu menanti apa yang akan terjadi nanti.
Arga kembali mengemudikan mobilnya di malam yang sudah hampir sepi.
Berkali kali di lihat istri nya yang duduk di samping nya.
"apa pun yang terjadi, aku ingin kamu tahu Yuk, hatiku masih tetap milikmu....sampai kapanpun tetap milikmu"
Ayu hanya menoleh melihat Arga yang fokus ke jalan.
Ayu bingung harus menjawab apa sedangkan sikap Arga saja penuh dengan rahasia, membuat Ayu bingung.
"aku.....aku..."
Ayu tak melanjutkan kata kata nya hanya menyandarkan kepala nya yang terasa benar benar lelah dan terasa pening, karena memang sedang bermasalah dan Ayu harus segera melakukan operasi.
Rasanya kepalanya berdenyut keras dan sakit tapi itu semua terkalahkan dengan rasa ingin tahu Ayu tentang rahasia apa yang di sembunyikan Arga padanya, sampai dia bersikap seperti itu, selalu berkata cinta dan Ayu lah satu satu nya wanita yang ada di hatinya tapi pada kenyataan nya dia menolak keinginan Ayu untuk pergi keluar negeri.
Rasanya perjalanan itu terasa sangat jauh bahkan pikiran Ayu tak bisa fokus sama sekali seperti nya dia pernah tahu daerah ini tapi karena pikiran nya yang kacau tiba tiba jadi ngeblank.
"apakah masih lama"
"sekitar 1 jam lagi, apa kamu capek? Kita bisa istirahat kalau kamu lelah"
"ndak usah lebih baik segera sampai"
"kamu pucat Yuk, sebaiknya kita berhenti cari makan dulu, aku tak mau kamu sakit"
__ADS_1
"aku sudah terlanjur sakit"
Kata Ayu lirih membuat Arga menghela nafas panjang nya
"kita makan dulu"
Arga menepikan mobilnya di rest area yang tidak begitu ramai.
Ayu memesan kopi panas karena sejujurnya kepalanya terasa sakit dan matanya sangat lah lelah, tapi pikiran nya tak bisa di ajak kompromi untuk istirahat sejenak.
"kamu kedinginan?"
Arga memberikan jaket nya pada Ayu, entah karena udara malam yang memang dingin ataukah karena daya tahan tubuh Ayu yang melemah.
"aku baik baik saja"
Ayu berusaha menutupi kesakitan nya meskipun wajah nya sudah benar benar pucat pasi.
"kita cari penginapan saja, wajah mu sudah pucat pasi, aku tak mau kamu sakit"
Tanpa menunggu jawaban dari istri nya Arga segera berlalu mencari penginapan terdekat.
"aku tidak lelah, sebaik nya jangan buang buang waktu"
"aku tidak akan pergi dengan kondisi kamu yang seperti ini"
Ayu memandang Arga gamang, sebenar nya tubuh dan kepala nya terasa sangat sakit tapi dia tak mau Arga tahu kondisi nya yang sebenarnya.
"sudah ku bilang aku baik baik saja"
Ayu memandang Arga tajam dan kosong , terasa pandangan nya semakin pudar dan semakin pudar hingga akhirnya gelap.
Arga dengan sigap menangkap tubuh istri nya yang terhuyung pingsan.
Semalaman Arga tidak tidur dia menjaga istri nya yang tak sadarkan diri, wajah nya terlihat sangat khawatir dan sedih, di ciumi nya punggung tangan Ayu berkali kali dan di usap nya kepala Ayu dengan lembut.
Waktu sudah menunjuk kan pukul 6 pagi, tapi Ayu belum sadar juga.
"Yuk, bangun sayang, jangan bikin aku khawatir"
mata Arga terlihat sayu karena kelelaha, di sandarkan nya kepala nya di ranjang dengan tubuh yang terduduk di lantai, sementara tangan nya satu menggenggam tangan istri nya dan satu lagi berada di kepala Ayu, mengusap usap dengan penuh harap istri nya segera sadar.
"kita ke rumah sakit Yuk, kalau kamu dalam waktu 1 jam lagi tak juga sadar"
Kata Arga pada diri nya sendiri, antara lelah dan khawatir.
Belum sampai 1 jam Arga sudah terlelap denga posisi duduk, bukan nya tak khawatir, tapi memang kondisi tubuh nya benar benar telah kelelahan.
Saat sinar matahari yang mengintip dari sela sela jendela mengenai kedua kelopak mata Ayu, Ayu sedikit mengerjap, di rasakan nya tubuh nya sangat lemah seperti tak bertenaga
"ya Tuhan, Arga tidur di lantai"
Kata hati Ayu ketika terbangun mendapati suami nya yang tertidur di lantai dengan tangan memegang tangan nya.
__ADS_1
tok...tok...tok....
"siapa?"
Terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar.
"room service"
"oh, iya sebentar"
Ayu membukakan pintu, di luar sudah menunggu laki laki muda dengan membawa dua nampan breakfast.
mempersilahkan masuk untuk membereskan kamar.
"mas bisa bantu saya mengangkat suami saya ke kasur"
Ayu meminta tolong pada OB tatkala melihat wajah OB nya sedikit kaget melihat Arga yang tidur di lantai
"oh, iya buk, saya bantu"
mereka berhasil memindahkan tubuh Arga ke atas ranjang tanpa membuat nya terbangun.
Sebelum pergi Ayu memberi sedikit tips pada OB itu
"saya bisa minta tolong lagi nggak?"
"bisa bu"
"saya bukan orang sini jadi nggak hafal daerah sini, saya minta tolong belikan obat ini ke apotik saya tunggu yah"
Laki laki itu menggangguk sebelum pergi setelah menerima lembaran uang dari Ayu.
"halo dok, ...."
Ayu menelfon dokter yang biasa memeriksa, Ayu menceritakan apa yang di rasakan kemarin, kepala seperti mau pecah sampai pingsan.
Ayu hanya menggangguk angguk sembari mendengarkan si pembicara di seberang telfon
"sebaik nya jangan di tunda lagi bu, biar kemungkinan berhasil nya lebih banyak"
"iya dok, saya sedang mengurus semua masalah di sini sebelum saya berangkat,"
"harus nya ibu istirahat total baik fisik maupu fikiran, karena itu sangat berpengaruh, jika pikiran terlalu di paksakan akan semakin memperburuk keadaan ibu Ayu"
"saya mengerti dok"
"saran saya segera saja ibu berangkat, dan jangan stres, jangan terlalu lelah, karena itu akan fatal"
"baik, terima kasih dok"
Pembicaraan terputus setelah Ayu menutup telfon nya, dan kepala nya kembali berdenyut keras.
Rasanya seperti membawa beban yang sangat berat, seperti mau pecah.
__ADS_1
Ayu duduk di teras kamar hotel seraya memegangi kepalanya...
Ya Tuhan kuatkan aku sampai waktu nya aku bisa melakukan operasi.