
"jangan nangis terus sayang....
Diam lah, papa mu sedang tak disini, nanti akan mama hajar dia kalau dia kesini, sudah berani buat putra ku menangis"
Ayu benar benar kehabisan akal bagaimana cara untuk menenangkan baby Bryatta, baru di tinggal 2 hari sudah rewel sejak pagi, sampai Ayu harus pulang kantor jam makan siang karena suster kewalahan mendiamkan baby Bryatta.
"bu Ayu, sebaik nya bu Ayu telfon saja papa nya, panggilan video gitu, siapa tahu mau diem, kasian sudah 3 jam nangis."
Mbok Surti yang ikut bingung mendengar tangisan baby Bryatta mencoba memberi saran.
"aku takut papa nya lagi ada acara penting mbok"
Sebenar nya bukan nya takut Arga sedang ada acara penting, Ayu lebih takut kalau kalau saat ini Arga sedang berada dekat dengan Mitha.
Ayu takut Mitha tahu dia punya anak dari Arga dan membuat nya melakukan hal yang di luar nalar.
"tapi kasihan Bryatta buk, nggak berhenti nangisnya, di susui juga nggak mau"
Ayu terdiam sejenak seperti sedang berfikir, sebenar nya dia juga takut bila saat telfon nanti Arga bersama Mitha, dia takut tak bisa menahan emosi dan rasa cemburu nya.
Bagaimana pun dia juga manusia biasa.
melihat putra nya yang tak berhenti menangis akhir nya Ayu mengambil ponsel nya, menekan nomor Arga dalam panggilan suara saja.
π halo
πhalo apa kamu sedang sibuk?
πiya, aku sedikit sibuk, nanti ku hubungi lagi.
πoh, oke.
"pasti sedang bersama nya"
Gumam Ayu pelan setelah mematikan ponsel nya.
Karena tak mungkin Arga mengabaikan suara putra nya yang sedang menangis jika tak ada yang benar benar penting.
π₯
π₯
π₯
π₯
"siapa yang menelfonmu?"
"itu bukan lah tujuan kita berbicara di sini"
"itu dia kan?"
"bukan urusan mu"
"sekarang dan kedepan nya akan jadi urusan ku"
kedua nya saling menatap tajam terhalang meja dengan dua cangkir kopi, sementara Agus memilih berada di meja lain, memberi ruang untuk segera menyelesaikan masalah mereka.
"aku sudah memberi semua yang kau butuh kan, apa itu belum cukup"
"semua?
__ADS_1
Kau bilang semua?
Apa aku tidak salah dengar"
"ya... Semua yang ku bisa"
"yang kau bisa ya!
Tapi kenapa untuk bersama ku sebenar nya kau bisa tapi kau menolak nya"
"itu aku tak bisa, jangan membodohi dirimu sendiri, kau tidak akan bahagia hidup dengan orang yang tidak mencintai mu sama sekali."
"tidak mencintai awalnya, tapi tak ada yang tahu kan akhirnya seperti apa."
Kedua nya kembali diam, saling menatap.
"sama juga seperti pernikahan mu dulu, kalian tidak saling cinta kan, tapi akhirnya..... "
Mitha menggantung kata kata nya, seolah mengingat awal Arga di jodoh kan dengan Ayu.
"aku sudah menyukai nya semenjak pertama kami di jodoh kan."
Setelah diam Arga pun menjawab Mitha dengan mantab.
Seolah olah tak memberi ruang pada wanita lain untuk masuk dalam hati nya.
"aku tak masalah kau mencintai ku atau tidak, yang jelas..... Aku mencintai mu, aku memberikan semua cinta ku pada mu, tak peduli kau balas atau tidak.
Cukup kau menerima apa yang ku lakukan untuk cinta ku."
"gadis bodoh!"
"kau yang membuat ku bodoh"
"jika dia menggapku sebagai saudara nya, dia tak akan mengambil kebahagiaan saudara nya"
Arga menarik nafasnya dalam, benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis di depan nya.
"aku benar benar sial sudah mengenalmu"
Gumam Arga pelan, merutuki kesalahan yang membuat nya di posisi sulit seperti sekarang ini.
"apa yang kau suka dari ku sampai kau tak bisa melepas ku?"
"yang ku suka dari mu?"
Mitha diam memandang langit langit ruangan itu, seolah sedang mengingat sesuatu, sesaat senyuman smirk muncul di bibir nya.
"kau benar benar ingin tahu?"
"ya,.... Dan akan ku hilangkan itu, agar kau tak menyukai ku lagi"
"aku... Suka .... Saat kita bercinta dulu."
Glek.....
Arga menelan saliva nya kasar yang serasa nyangkut di tenggorokan nya.
sementara Agus yang duduk di meja lain namun tetap bisa mendengar pembicaraan atasan nya dengan Mitha itu, spontan memuntah kan kopi yang baru saja di sruput nya.
"kenapa?
__ADS_1
Kamu yakin ingin menghilangkan itu?
Atau karena kecelakaan itu kamu sudah tidak...."
Mitha menggantung kalimat nya dengan pandangan mata nya tertuju pada area bawah Arga dengan tatapan nakalnya.
"gila itu perempuan, terang terangan, ngomongnya nggak ada basa basi nya, sudah dol kayak nya"
Gumam Agus pelan, melihat cara Mitha memandang atasan nya membuat nya bergidik ngeri.
Arga mengepal kan tangan nya menahan kesal, perempuan di depan nya seperti bukan Mitha yang di kenal nya beberapa tahun yang lalu.
"dasar gila"
Umpat Arga yang merasa seperti di telanjangi bulat bulat saat itu.
"yah... Aku memang gila....
Gila karena mu"
Mitha segera berdiri dan mengambil tas nya, melihat wajah Arga yang sudah tak bersahabat itu.
"oh ya... Tolong sampai kan padanya, aku ingin bicara pada nya.... Lebih tepat nya untuk bernegosiasi..."
Sebelum berlalu Mitha kembali berkata, lalu dengan langkah santai pergi dari resto itu tanpa rasa bersalah sama sekali, meskipun sadar sudah membuat Arga kesal dan marah.
"terus saja tertawa, siap siap gaji mu aku potong dan tak ada libur satu tahun ini"
Melihat bahu Agus yang bergetar menahan tawa, Arga melayangkan ancaman seperti biasanya.
"nggak bos.... Aku nggak ketawa, aku malah sedih"
"apa kamu bilang, kamu mau bilang kalau aku menyedih kan?"
"bukan begitu bos... Maksud ku aku turut sedih, karena masalah nya belum juga selesai."
"kenapa hanya turut sedih, harus nya kamu berbuat sesuatu"
"apa pun yang bos perintah kan pasti akan aku laksanakan"
"ya sudah, kalau gitu kamu gantikan aku seperti yang di inginkan nya tadi"
Glekkkkk....
Agus melotot mendengar perintah bos nya yang gila.
"maaf bos, ku tarik lagi kata kata ku"
"siapa kau bisa menarik lagi kata kata yang sudah kau ucap kan."
Arga menumpah kan semua rasa kesal nya pada sang asisten lalu pergi meninggal kan Agus yang masih melongo melihat si bos yang jadi uring uringan.
"dasar bos laknat.... Tau gini nggak ku tolongin waktu jatuh di jurang"
"aku mendengar mu Aguuusss"
Jawab Arga meski jarak sudah sedikit jauh namun suara Agus masih sayup sayup terdengar di telinga Arga.
"kamu urus masalah kantor, aku mau pulang, putra ku sedang merindukan ku"
Perintah Arga pada Agus yang masih diam di tempat nya sebelum akhir nya menutup pintu privat room di resto itu.
__ADS_1
"alasan putra nya.... Bilang aja bos yang kangen sama mbak Ayu.... Aku sumpahin sampai rumah di hajar sama mbak Ayu."
Sungut Agus kesal.