teratai

teratai
Keributan


__ADS_3

"selamat siang nona, ada yang bisa di bantu?


" siang, aku dengar ini butik terbagus di bali dan brand nya sudah go international, aku mau buat satu baju yang tidak ada orang lain yang punya selain aku."


Perempuan dengan baju seksi dan riasan wajah sedikit menor datang ke Lotus boutique dengan sombong dan angkuh memesan gaun.


"bisa nona kami akan bantu buat baju yang seperti nona ingin kan"


Reseptionis melayani dengan senyum ramah meski sedikit gerah dengan tingkah dan gaya perempuan muda itu.


"dengan nona siapa, kami akan masuk kan anda menjadi member VIP butik kami"


"oke, dengan miss Sella"


Dengan penuh keyakinan Sella membuat gaun seseuai angan angan nya walau harus mengeluar kan uang yang tak sedikit.


"kamu desiner nya?


" bukan nona, saya karyawan di sini sekaligus konsultan sketsa, nona bisa gambarkan nanti saya akan buat rincian nya"


"no...no....saya mau desiner nya langsung....saya sudah bayar mahal untuk satu gaun...saya tak mau di tangani dengan orang yang tidak profesional."


Kata kata Sella cukup menggatal kan kuping Desi yang siang itu bertugas di butik. Tapi di ambil nya nafa dalam, di tahan nya emosi nya karena bagaimana pun pelanggan adalah raja.


"maaf nona desiner kami sedang tidak berada di tempat, seperti pelanggan yang lain nona bisa menyampai kan semua unek unek tentang gambaran baju yang nona mau, nanti sketsa gambar dari desainer akan kami kirimkan sebelum kami buat kan baju nya"


"nggak...nggak...kata nya butik besar...gimana sih, nggak profesional banget...harus nya desiner nya nggak cuma satu, nggak sanggup bayar desiner apa"


"maaf nona, itu sudah prosedur dari pusat, bukan hanya di toko juga di perusahaan pusat."


Meski pun tetap tersenyum, Desi gondok dengan kelakuan Sella yang seperti tak tahu aturan.


"pokok nya saya mau desiner nya langsung....kamu hubungi dia cepet, atsu mau tambahan bayaran biar cepet kesini...saya bayar...kamu tulis di bill ku ...."


Dengan tetap ngotot Sella duduk di kursi tunggu, wajah nya terlihat angkuh dan sombong.


"gimana mbak Desi?"


Bisik karyawan lain yang sedikit takut melihat peringai Sella yang mirip Miss killer.


"nggak tahu, tapi bu Ayu kan sedang ke Jogja"


"gimana kalau dia ngamuk ngamuk mbak?"


"tenang kalau itu nggak bakalan berani, kan ada security di depan"


"apa kita telfon bu Michell aja?"


"sama saja, bu Michel nggak bisa desain baju sebagus bu Ayu"


"tapi setidak nya kan bu Michel bisa bantu hadapi perempuan itu mbak"


"kalian gimana sih, disuruh segera panggil desiner kalian kesini malah bisik bisik...


Kalian nggak tahu siapa saya.... Kalau saya mau, saya bisa membeli butik kalian ini sekalian sama desiner kalian itu."


Sella benar benar membuat gaduh susana butik siang itu. Beberapa pengunjung yang mendengar, bergidik ngeri dan geli melihat nya.


"kamu hubungi bu Michel"


pinta Desi pada karyawan lain melihat Sella semakin menjadi jadi.


"kami sudah hubungi atasan kami nona, saya harap nona bisa tenang dan tidak membuat kegaduhan di sini atau nona akan kami panggil kan security."


"hey.....kamu karyawan rendahan berani nya mengancam saya...kamu pikir kamu siapa heh.."


Sella mendorong tubuh Desi ke belakang seraya mata nya melotot seperti mau keluar.


"meskipun anda calon pelanggan, kami tak segan mengusir bila anda membuat keributan di sini."


"jsngan lancang yah kamu...benar benar nggak tahu di untung."


Pertengkaran adu mulut kedua nya cukup menarik perhatian pengunjung lain. Seketika membuat mereka jadi tontonan.


"ada apa ini Des?"

__ADS_1


"ibu Ayu.!!"


Desi membungkuk kan badan melihat Ayu yang berjalan masuk bersama Arga.


"Argaaa..... Nggak nyangka kamu di sini, seperti nya kita memang berjodoh."


Sella terlihat kegirangan melihat Arga dan mengalung kan tangan nya di lengan Arga, dengan tegas Arga melepas tangan Sella, membuat nya manyun antara malu dan marah.


"kamu sedang apa di sini?"


Sidik Arga tajam, datar.


"aku mau pesen baju di butik ini, aku mau bayar mahal asal sesuai dengan permintaan ku malah di usir sama karyawan tengil ini"


Sella menunjuk nunjuk muka Desi dengan sikap arogan.


"benar itu Des?"


"nggak buk, tadi nona ini mau buat baju tapi saya layani tak mau, kata nya mau langsung sama desiner nya, trus marah marah, bikin keributan di butik, saya nggak tahu kalau ibu sudah pulang"


"oh, begitu...maaf mbak saya desiner nya di sini, ada yang bisa saya bantu?"


Sella tak menjawab justru melihat Ayu dari ujung kaki sampai ujung rambut, tatapan nya sinis.


"oh jadi kamu desiner nya... Nggak profesional banget sih... Kata nya butik international, masa ada pelanggan penting harus nunggu kamu datang...."


Sella mencibir remeh pada Ayu.


"Arga kamu bisa bantu aku, aku mau gaun malam yang paling bagus"


"maaf Sell itu bukan bidang ku, Ayu yang paling ngerti masalah fashion"


"emang kamu ngapain di sini?....kamu mau jemput aku yah..."


Sella memgerling manja dan menggelikan pada Arga membuat Ayu menahan senyum merasa geli.


"nggak.... aku nganterin Ayu mengambil barang, kita ada acara penting"


Sella melirik Ayu sadis


Aku ikut yah...please...."


"terserah kamu...acara nya terbuka buat publik kok"


ada senyum nakal di sudut bibir Sella


seakan sedang merencana kan sesuatu.


"mari ke ruang sketsa mbak, saya buat kan sketsa baju nya"


Ayu mempersilah kan Sella seramah mungkin.


Awhhh....


Dengan sengaja Sella menjegal satu kaki Ayu agar terjatuh, untung nya Arga dengan sigap menarik tubuh Ayu yang terhuyung hampir jatuh dan memeluk nya.


"kamu nggak papa Yuk?"


"aku nggak papa"


"kamu apa apa an sih Sell?"


Arga menatap Sella tajam karena jelas terlihat kaki Sella yang menjegal Ayu.


"maaf aku nggak sengaja"


Sella pasang tampang memelas dengan senyum palsu.


Meskipun sedikit gondok, Ayu tetap bersikap profesional dalam bekerja, dia tak mau mencampur kan urusan pribadi dengan pekerjaan.


Dengan teliti membuat sketsa gaun malam yang di ingin kan Sella.


Gambaran gaun yang glamour dan seksi terbuka.


Setelah sketsa selesai, Sella nampak tersenyum puas dengan bakal gaun yang akan di buat kan.

__ADS_1


Benar benar perfect bagi nya.


"oke...aku suka dengan sketsa ini, warna nya aku juga cocok, aku mau baju ini jadi dalam tiga hari"


"maaf mbak, untuk minimal pembuatan baju di butik kami adalah satu minggu, itu pun untuk model yang simple, kalu rumit bisa sampai satu bulan"


"butuh tambahan berapa...aku mampu bayar mahal"


"sekali lagi maaf mbak, ini bukan masalah harga, karena kami mengutamakan kualitas jadi kami tidak bisa membuat dalam waktu tiga hari."


"sebenar nya ini butik terbaik bukan sih... Masa nggak bisa mengutamakan kepentingan pelanggan"


Ayu sedikit geram menghadapi pelanggan yang sama sekali tidak bisa menghargai kerja orang lain.


"kalau tidak cocok dengan pelayanan kami, mbak bisa mencoba ke butik yang lain, barang kali ada yang bisa membuat kan model serumit ini dalam tiga hari."


Meski pun dongkol Ayu mencoba tetep tersenyum.


Ekspresi Sella berubah songong mendengar jawaban cerdik Ayu.


"oke, saya akan ambil gaun ini dalam satu minggu"


Ayu menghela nafas sedikit berat, menghadapi orang serumit itu. Dan meng iya kan permintaan nya.


"Arga aku ke sini mau liburan, temani aku yah...kita jalan jalan"


Sella menggelayut mesra di lengan Arga yang seketika di tepis kasar oleh Arga.


"maaf Sell, aku ada acara dengan Ayu"


"memang nya dia siapa kamu sih?"


"dia is..."


Arga menghentikan kata kata nya teringat bahwa Ayu kehilangan ingatan nya.


Ayu dan Sella memandang Arga bersamaan.


"bukan urusan mu..sebaik nya kamu pakai tour guide ....aku nggak ada waktu"


Arga segera menggandeng tangan Ayu keluar setelah mengambil beberapa barang, Sella yang geram merasa di acuh kan segera menyusul kedua nya dan berusaha mendahului mereka dengan menabrak Ayu.


"ahhhh.."


Tubuh Ayu terhuyung ke samping menabrak pintu kaca yang terbuka.


Sella tak mengindah kan nya terus berlalu dengan wajah kesal.


"Ayu ...kamu nggak papa"


Arga mengusap kepala Ayu pelan karena terbentur pintu kaca.


Ayu hanya meringis kesakitan, karena setiap kali terjadi benturan pasti akan ada beberapa bayangan yang lewat ... wajah wajah yang seperti nya pernah dia kenal.


"Yuk..."


Arga meraih tubuh Ayu dan memeluk nya melihat Ayu yang sedikit linglung dengan memegang kepala.


"aku baik baik saja."


Jawab Ayu lirih dalam pelukan Arga.


"kita ke dokter"


Arga mengusap kepala Ayu pelan dan lembut


"nggak usah, aku baik baik saja."


Sella yang menyaksi kan pemandangan itu dari dalam mobil nya sangat kesal, di pukul pukul setir mobil nya penuh emosi.


Mata nya menatap Ayu penuh amarah.


"kamu harus jadi milik ku Arga..."


Gumam nya lirih penuh penekanan...

__ADS_1


__ADS_2