teratai

teratai
surat cerai


__ADS_3

"Ga, apa kamu tak mau membawa mama ketemu sama Ayu?"


Deg....


Pertanyaan bu Anya ji benar benar membuat jantung nya menjadi berdetak tak beraturan.


Harus bagaimana menjelas kan kepada mama nya tentang kondisi nya dan Ayu sekarang ini.


"mama denger dari Ibu Rahmi, ayu sudah ingat semua nya, jadi mama sudah bisa segera dapat cucu dong."


Kalimat yang sebenar nya seperti gurau an tapi bagi Arga seperti tali yang menjerat leher nya, membuat nya tak mampu berkata.


"nanti, kapan kapan ma, soal nya Ayu juga lagi sibuk dengan persiapan lounching produk nya."


Arga mengarang cerita agar mama nya tidak memaksa untuk bisa ketemu Ayu secepat nya. Setidak nya sampai Arga siap mengatakan kebenaran tentang hubungan mereka kepada orang tua nya.


"padahal mama pengen selama di sini, bisa ke tempat tempat yang bagus di temani Ayu. Mama kangen banget sama dia."


Terlihat rona kecewa di wajah nya yang masih terlihat cantik meski sudah paruh baya.


"kalau mau jalan jalan biar di temani Agus aja mah, nanti aku suruh Agus mengantar mama."


"ogah ah, mama nggak mau kalau sama Agus, mending mama nungguin kamu kerja saja di sini, siapa tahu kamu kasian sama mama trus mau nemenin mama,"


Arga menampak kan raut bingung, apalagi jika dia harus kerja dengan mama nya yang terus mengawasi nya, seperti nya akan sangat tidak nyaman.


"mama jalan jalan saja ma, nanti aku nyusul kalau kerjaan ku sudah beres"


"ogah, males mama, kalau sama si Agus"


"mama kaya anak kecil."


"ya nggak papa lah, nungguin anak nya kerja kan nggak papa, sekali kali."


Tanpa mau mendengar protes anak semata wayang nya ibu Anya segera mengambil tabloid dan duduk di sofa ruang kerja Arga sambik membaca berita harian.


Tok...tok...tok...


"masuk"


perselisihan ibu dan anak itu terhenti tatkala ada yang mengetuk pintu dari luar.


"permisi, selamat pagi pak Arga, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak"


Dina sekretaris Arga yang mengetuk pintu.


"apakah hari ini saya ada jadwal dengan klien?"


"seperti nya tidak pak"


Arga memandang Dina heran.


"dia belum buat janji dengan bapak Arga, tapi kata nya penting"


"siapa?"


"silah kan masuk ibu, bapak ada di ruangan nya."


Dina mempersilah kan tamu Arga masuk .


"Ayu!"


Bu Anya yang sedari tadi sibuk membolak balik kan tabloid mendadak berdiri kegirangan melihat siapa tamu Arga yang datang.


Sementara Arga yang sedari tadi sibuk menghadap layar laptop nya sontak mengalih kan pandangan nya ke arah perempuan yang berdiri di depan pintu.


"sayang, akhir nya mama ketemu sama kamu"


Ibu Anya segera memeluk Ayu erat, keinginan nya bertemu sang menantu akhir nya terjadi.


"mama ada di sini."


Ayu bertanya dengan gugup, raut wajah nya terlihat sangat canggung.


"iya sayang, waktu mama denger berita kamu sembuh mama pengen segera ke sini, ketemu sama kamu."

__ADS_1


"mama sehat? Papa nggak ikut?"


"mama sehat sayang, papa nggak ikut, yah biasa lah, urusan pekerjaan. Tadi nya mama mau minta Arga nganterin mama buat ketemu kamu, tapi Arga bilang kamu lagi sibuk."


Ayu terlihat sangat gugup mendengar Arga menolak mengantar mertua nya untuk bertemu dengan nya.


"kalian baik baik saja kan, kalian tidak menyembunyi kan sesuatu dari mama kan?"


Selidik ibu Anya melihat Ayu dan Arga yang terlihat aneh dan canggung, terlihat seperti sedang jaga jarak.


Kedua nya hanya diam saling pandang, bingung harus menjawab apa.


"ya sudah lah, mama yakin meskipun kalian sering berantem tak akan ada yang bisa membuat kalian pisah, bukti nya kamu mencari Arga ke kantor."


"emm....iya mah, Ayu....mmmm memang mau ketemu Arga..."


Ayu terlihat sangat gugup dengan selidik ibu mertua nya.


"ah, sudah lah.... Mama yakin kalian tidak akan melakukan hal yang bisa membuat penyesalan kelak."


Kata ibu Anya mantab.


"mama nggak mau ambil pusing, Ayu temani mama ketempat yang bagus bagus yah, mama pengen seneng seneng sama kamu."


"eh.... Sebenar nya aku mau, mmm..."


"mau ketemu Arga?"


"eh, iya mah, aku mau...."


"sudah ketemu Arga kan, mau mesra mesra an nanti aja, sekarang kita jalan jalan dulu, mama bosen nungguin orang kerja."


Tanpa menunggu jawaban ibu Anya menarik lengan Ayu keluar, sementara Arga hanya melihat tak bisa membantah mama nya.


seharian penuh mereka pergi ke tempat wisata yang cukup terkenal di bali, bahkan ke pusat perbelanjaan dan membeli banyak barang.


Meskipun bibir Ayu penuh dengan senyum, namun tidak dengan hati nya.


Sebenar nya dia bingung juga tidak tega bila ibu mertua nya tahu kebenaran tentang hubungan mereka, apalagi ibu Anya sangat menyayangi Ayu, seperti anak nya sendiri.


Dan mau tak mau akan banyak hati yang terluka, termasuk keluarga nya.


"mama capek juga laper Yuk, kita makan di Teratai resort aja, mama pengen tahu, seperti apa resort yang sudah di buat Arga sebagai persembahan untuk istri nya tercinta."


"resort?... Persembahan...istri nya?


" ya resort Teratai itu.... Itu kan di bangun atas nama kamu"


"aku ma?"


Ayu benar benar tidak tahu mengenai hal itu.


"Arga membuat resort itu untuk di persembah kan pada istri nya yang begitu suka dengan bunga teratai, maka nya resort nya di beri nama resort teratai"


"istri nya?....bunga teratai?"


Ayu seperti orang bodoh yang mengulang ulang kata ibu mertua nya.


"masa kamu nggak tahu.... Kan kamu istri nya, ...resort itu sengaja Arga bangun untuk kamu, dan atas nama kamu pula."


Deg....


Ada sebuah rasa nyeri yang menyusup di relung hati Ayu.


Entah harus sedih, senang atau apa, Ayu tak mengerti.


Kenapa harus atas nama ku?


Ah.....


"ayo kita turun, arga sudah menunggu di resto"


Ayu hanya berjalan mengikuti langkah ibu mertua nya, pikiran nya tidak sinkron dengan hati nya sama sekali.


seorang pria melambai kan tangan nya dari arah resto yang berada di tepi kolam menghadap ke laut.

__ADS_1


"kamu sudah pesan yang mama bilang tadi Ga? Mama sudah kelaperan"


"belum ma, Arga juga baru sampai"


"gimana sih kamu, mama sudah kelaperan belum di pesenin makan."


"ma...sebenar nya ada yang ingin Ayu beritahu kan!"


Kata Ayu lirih setelah duduk di kursi yang berhadapan dengan Arga.


Wajah Arga berubah tegang, seperti sudah tahu akan ada sesuatu yang terjadi.


"iya, tapi kita makan dulu ya, mama sudah laper"


"tapi ini penting ma, Ayu...."


"kamu kenapa sayang? Apa Arga menyakiti mu?"


Tanya ibu Anya melihat perubahan di mimik wajah Ayu yang menjadi tegang dan serius.


"bilang sama mama, biar mama yang marahin Arga"


"bukan begitu ma, sebenar nya Ayu mau..."


Rasa nya sangat berat untuk mengatakan yang sebenar nya mengingat ibu mertua nya yang begitu menyayangi nya.


"kenapa? Bilang saja.... Jangan takut."


Ibu Anya semakin bingung dengan sikap kedua nya yang terkesan canggung satu sama lain.


"sebenar nya tadi Ayu ke kantor Arga.... Untuk menyerah kan ini."


Ayu memberikan map besar berisi lembaran kertas pada Arga.


"apa itu sayang?"


Ibu Anya semakin bingung, tangan Arga gemetar menerima map hitam dari tangan Ayu. Firasat nya merasa ada yang sedang tidak baik.


Arga membuka perlahan.


Di telan nya ludah kasar, membaca kop surat, ternyata itu adalah surat cerai yang sudah di buat pengacara Ayu untuk Arga.


Mata nya nanar melihat deretan tulisan yang sama sekali tak masuk ke otak nya.


"apa itu Ga?.... Kenapa kalian diam"


Ibu Anya semakin penasaran melihat reaksi kedua nya yang saling membisu.


Segera mengambil map itu dari tangan Arga dan, sontak air mata nya mulai bercucuran....


"kalian...."


"maafin Ayu ma,.... Ayu sudah berusaha maksimal"


Ayu berkata lirih mencoba menenang kan hati nya sendiri.


"Arga , apa yang terjadi..."


"maaf ma"


Hanya kata maaf yang keluar dari mulut Arga.


"maaf kan Ayu ma, ..."


Ayu berlari meninggal kan resto, tak kuat menahan tangis nya, dia tak mau luluh dengan sikap Arga yang begitu mementing kan dia.


Hati nya hancur seperti kertas yang hangus terbakar api.


Benar benar hancur.


Sementara Arga hanya diam membisu, jika tak ingat ada mama nya sudah di obrak abrik resto itu, demi melampias kan rasa sedih dan kecewa nya.


Rasa nya dunia nya sudah benar benar runtuh sekarang.


Sudah tak ada alasan penyemangat lagi dalam hidup nya.

__ADS_1


__ADS_2