teratai

teratai
Bohong


__ADS_3

tak tahan melihat kondisi Arga yang seperti itu, membuat Ayu meminta Michell untuk membawa nya keluar dari ruang ICU.


Dada nya terasa semakin sesak melihat pemandangan yang sangat menguras air mata.


Michell yang mengetahui kondisi mental Ayu segera membawa nya pergi menuju taman rumah sakit yang luas dan tenang.


"tenang kan hati mu honey, kamu pasti kuat, for your baby"


Michell menggenggam erat tangan sahabat nya, memberi semangat.


"Chell, aku mau tanya, tolong kamu cerita ke aku"


Ayu menatap Michell lekat dengan air mata yang masih membasahi pipi nya.


"cerita?"


Michell memasang wajah seolah olah tak paham.


"Chell!"


Ayu tahu betul bagaimana sahabat nya, apakah dia sedang berbohong atau tidak.


Michell menghela nafas dalam dan membuang nya perlahan.


Ada sedikit keraguan di wajah nya untuk berterus terang pada sahabat nya.


"Chell, cepat atau lambat aku jga akan tahu bukan"


"honey"


"jangan takut Chell, aku tak serapuh diri ku yang dulu."


Mereka saling menggenggam seperti saling memberi semangat satu sama lain sebelum Michell mencerita kan semua nya yang terjadi bagaiman Ayu koma, bagaimana khawatir nya Arga, sampai penolakan Arga dengan tegas kepada orang tua Mitha, hingga akhir nya Arga dan Mitha mengalami kecelakaan pesawat.


Dan itu bertepatan dengan hari dimana Ayu sadar dari koma nya.


Ayu yang mendengar semua penjelasan Michell tak berkata apa pun.


Ada rasa yang tak mampu di jelas kan di dalam hati nya.


Hanya air mata yang jatuh dalam diam nya, jemari nya bergetar entah karena rasa yang sulit di jelas kan.


"Yu, aku mohon.... Beri Arga kesempatan, bagaimana pun dia ayah dari calon anak kamu"


Michell menggenggam erat jemari Ayu yang terasa dingin.


"jangan sampai kamu menyesal karena terlambat menyadari perasaan kamu."


Ayu hanya menatap Michell datar, pikiran nya benar benar kosong.


Dia harus senang atau sedih.


"tapi.."


"Arga akan tetap memberi kan hak kepada keluarga Mitha, meskipun tidak dengan menikah dengan Mitha."


"Chell aku..."


"pikir kan lagi, bagaimana perasaan anak kamu kelak jika dia besar tanpa ayah nya"


Ayu menatap Michell sendu seraya mengusap perut nya yang buncit.


"pikir kan dulu, aku tahu kamu pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak anak mu"


Michell menggenggam erat jemari sahabat nya yang benar benar dingin.

__ADS_1


🥀


🥀


🥀


🥀


"jangan halangi, aku mau cari tahu"


"tapi kamu masih sakit nak!"


"aku nggak peduli, jangan halangi aku pak"


Mitha yang sudah sadar dari kritis nya histeris mencari Arga.


Pak Slamet dan bu Marni yang menunggu putri nya kewalahan di buat nya.


Karena mereka memang belum di beri tahu bahwa Arga sudah di temukan selamat meskipun sekarang dalam kondisi koma.


"kamu masih sakit nduk, jangan buat ibu sama bapak khawatir"


Ibu Marni yang melihat Mitha bersikukuh mau mencari Arga, hanya bisa menangis.


"bu, Mitha mau cari Arga, Arga pasti selamat"


"kita doa kan saja, semoga Arga selamat, yang terpenting sekarang kamu sehat dulu."


Ketiga nya menangis saling berpelukan.


Antara haru dan sedih.


Terharu karena Mitha sudah sadar dan sedih karena Arga yang sampai sekarang belum ada kabar nya.


"kamu istirahat saja, nanti biar bapak yang tanya sama nak Agus"


"kondisi mu saja belum pulih, pikir kan kesehatan mu dulu"


"hubungi Agus sekarang pak, Mitha mau dengar sendiri."


Pak Slamet segera mengambil ponsel di saku celana nya dan menghubungi nomor yang di minta putri nya.


Tak ada jawaban, terhubung tapi tak di angkat sama Agus.


Bahkan pak Slamet mengulangi sampai berkali kali, tapi tetap tak di angkat.


"mungkin sedang mengurus masalah pencarian, nanti akan bapak hubungi lagi. Kamu yang tenang nduk, sekarang kamu makan dan istirahat dulu."


"Mitha nggak laper pak, Mitha mana bisa makan, sementara Arga entah di mana, dan entah bagaimana kondisi nya sekarang"


Mitha membaring kan badan nya dengan masih terisak.


"Mitha mau Arga pak, Arga harus selamat"


Di sela tangis nya Mitha masih berkata dengan terbata kepada bapak nya.


🥀


🥀


🥀


🥀


Agus yang baru selesai meeting mengganti kan atasan nya, segera mengecek ponsel yang dari tadi bergetar.

__ADS_1


Ternyata panggilan dari pak Slamet sampai tiga kali. Dan ada pesan yang di kirim.


'nak Agus, bagaimana dengan nak Arga, apakah sudah di temukan? Tolong kabari bapak kalau nak Arga sudah di temukan, karena Mitha sudah sadar dan dia terus mencari Arga."'


Agus mencermati pesan dari pak Slamet dengan seksama.


Dia memang belum mengabari pak Slamet dan keluarga nya kalau Arga sudah di temukan selamat meski sekarang sedang koma.


Menurut nya ada baik nya tidak di kabari dulu, setidak nya sampai Arga sadar dari koma nya.


'oh, mbak Mitha sudah sadar, syukur kalo gitu pak, nanti saya akan jenguk ke rumah sakit setelah urusan saya selesai. Untuk pak Arga, tolong doa kan yang terbaik saja, agar segera di temukan.'


Sepertinya begitu akan lebih baik untuk sekarang.


Bukan nya mau membohongi mereka.


Tapi melihat kondisi Mitha juga Ayu sekarang, mungkin seperti ini biar suasana nya bisa kondusif.


'maaf , bukan maksud saya mau menutupi dari bapak, ini demi kebaikan semua nya, jika semua sudah kondusif, saya akan beritahu pada bapak.'


kata hati Agus pada diri nya sendiri.


Berharap keputusan nya adalah yang terbaik untuk semua nya.


"tangan kamu dingin dan wajah kamu pucat, aku antar ke kamar honey, kamu harus istirahat."


Michell yang menyadari kondisi sahabat nya sangat pucat segera membawa nya ke kamar.


"makasih Chell"


"apakah kamu mau makan sesuatu."


Tanya Michell pada Ayu ketika sudah sampai di kamar perawatan Ayu dan membantu nya kembali berbaring di ranjang rumah sakit.


"tidak Chell, aku tidak lapar, hanya pegal saja, terlalu lama duduk, aku mau berbaring"


Jawab Ayu datar yang mulai merasa sakit di pinggang nya.


"aku bantu, hati hati"


Dengan telaten Michell membantu Ayu naik ke ranjang nya.


"Ayu..."


Michell terkejut ketika melihat Ayu mengeluar kan cairan bening dari selakangan nya cukup banyak.


"ini.... Ini ketuban? Kamu mau melahir kan ? "


Michell menjadi panik melihat daster yang di pakai sahabat nya sudah basah di bagian bawah.


"aku... Aku... Harus...."


Michell yang belum tau gejala akan melahir kan sontak panik, kebingungan, dan segera berlari keluar mencari dokter, meninggal kan Ayu yang masih berdiri di dekat ranjang rumah sakit.


"aw.... Michell kenapa kamu lari lari."


Michell yang panik tak sengaja menabrak bu Anya yang hendak menjenguk menantu nya.


"itu tan....mmmm... Itu...."


"itu apa Chel...."


"itu.... mmm... Ayu mau lahiran"


"Ayu?"

__ADS_1


"iya tan, tante temani Ayu, saya mau panggil dokter."


"iya Chell, cepat panggil dokter."


__ADS_2