teratai

teratai
aku akan menemui nya


__ADS_3

📞apa maksud mu?


📞aku hanya berpesan sampaikan pada nya, aku ingin bertemu untuk melakukan negosiasi kecil


📞aku tak mengerti!


📞tak usah berpura pura, aku tahu kau sedang bersama nya saat ini


Glekk....


Arga menelan saliva nya yang terasa nyangkut di tenggorokan nya.


Mendapat panggilan dari Mitha serasa sedang senam jantung bagi nya.


📞hei.... Jangan seolah olah terkejut seperti itu. Aku tahu sekarang karmu di rumah itu, rumah yang sangat nyaman dengan hembusan angin laut.... Hmmmm sebenar nya aku merasa iri, tapi tak apa, anggap saja itu sebagai balasan sayang ku sudah menganggap aku seperti saudara.


📞jangan pernah mendekati mereka atau...


📞atau apa?


Apa menurut mu aku akan ketakutan dengan ancaman ancaman dari mu?


Terdengar tawa halus dari seberang sana, seolah sedang mengejek Arga.


📞ya sudah, tidur lah, sudah malam, bukan kah besok pagi pagi sekali kamu sudah harus kembali, sampaikan pesan ku tadi pada nya.


Setelah berpesan Mitha mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban dari Arga.


"dari nya?"


Arga menoleh, terkejut, Ayu sudah berada di belakang nya, entah sudah berapa lama dia di sana.


"apa yang di katakan nya?"


Arga kembali melihat Ayu dengan tatapan bingung nya.


"bukan apa apa, hanya tanya keberadaan ku"


Entah apa yang ada di pikiran Arga, kata kata itu keluar begitu saja dari mulut nya tanpa berfikir panjang.


"dia tahu kan kamu disini?"


Ayu memandang jauh ke luar jendela, melihat hamparan laut luas dengan lampu perahu berkerlipan di atas nya.


"kenapa, kamu takut aku tak bisa menghadapinya atau kamu takut aku akan menghajar nya"


Seringai halus keluar dari bibir Ayu membuat Arga sedikit bergidik.


"bukan..... Aku takut dia akan menggunakan Naya dan Bryatta untuk membuat mu jauh dari ku"


Jawab Arga langsung berterus terang dengan ketakutan nya selama ini.


"apa kau sudah kehilangan kekuasaan mu yang dulu membuat mu begitu arogant? Lagi pula apa aku pernah bilang aku tidak akan menjauhimu"


Sindir Arga membuat wajah nya berubah masam.


"apa katamu?"


Arga sedikit geram dengan sindiran Ayu yang membuat nya kalah telak.


"aku hanya khawatir dengan Naya dan Putra ku Bryatta"


Balas nya ngotot merasa di pojok kan.


"memang nya dia akan melakukan apa pada Naya dan Bryatta, apa menurut mu aku juga akan diam saja?"


"kamu tidak tahu dia yang sekarang, aku saja seperti sudah tak mengenal nya"


"ooo..... Jadi inti nya sekarang dia berbeda, dan kamu merindukan dia yang dulu."


Blushh.....

__ADS_1


Seketika wajah Arga memerah menahan rasa kesal pada perempuan yang dengan santai nya telah mengatai nya itu.


"ckkkk..... seperti nya aku tidak salah bicara tadi!!!"


Gerutu Arga dengan bergumam pelan.


Karena tahu wanita yang ada di hadapan nya itu telah sedikit emosi.


"apa yang dia mau dari ku?"


Tanya Ayu dengan nada serius, menatap tajam dan tegas pada Arga.


Mereka saling menatap, seolah olah sedang saling mengalahkan lewat tatapan mata.


"jangan tutup tutupi lagi, kalau memang kamu dengan dia sudah tak ada rasa."


"dia ingin berbicara denganmu..... Hanya berdua"


Akhir nya Arga membuka suara, berterus terang tentang keinginan Mitha untuk bertemu dengan Ayu secara langsung dan hanya berdua.


Ayu menghela nafas nya dalam dan panjang, mendengar jawaban Arga.


"kenapa kamu tak bilang, apa kamu takut aku akan menjadi bar bar dan melukai nya.... Kamu takut dia kenapa napa?"


Tanya Ayu dengan memicing kan sebelah mata nya, curiga pada papa dari putra nya itu.


"ckkkk.... Kenapa kau selalu berfikiran buruk pada ku, yang aku khawatir kan itu kamu.... Aku tak seburuk itu"


Tatapan Ayu masih penuh dengan selidik dan tanda tanya, sementara Arga hanya membalas nya dengan tatapan datar nya.


"abaikan saja semua itu"


"aku akan menemui nya!"


Arga melotot mendengar jawaban Ayu.


"aku tidak mengijinkan mu!"


"aku suami mu dan aku berhak melarang mu."


"ckkk.... Suami...."


Ayu seperti geli saat Arga menggunakan kata suami untuk melarang nya melakukan sesuatu.


Apalagi masalah ini bila tak segera di selesaikan pasti hidup nya dan anak anak nya tak akan bisa tenang.


"aku tetap suami mu, ayah dari anak anak mu"


"anak anak?"


"iya, Naya juga putri ku, belum lagi nanti adik nya Bryatta"


"apa????"


Ayu melotot mata nya seperti mau keluar mendengar kalimat Arga yang terkesan asal di telinga nya.


"kita sedang berbicara hal yang serius'


" apa menurut mu yang ku ucap kan tadi tidak serius, aku bahkan dua rius, dan aku berencana secepat nya untuk itu"


Sebuah injakan, mendarat tepat di kaki Arga, membuat nya mengaduh dan meringis merasa kan sakit.


"kau ini"


Gerutu Arga menarik kaki nya agar tak semakin gepeng karena injakan Ayu.


"siapa suruh kamu mengalih kan bahasan,..... Dasar.... Mau cari aman nya saja"


Gerutu Ayu dengan wajah kesal nya.


"aku tidak mengalih kan bahasan, aku memang mengingin kan itu"

__ADS_1


Ayu melihat Arga dengan mengerjap ngerjap kan mata nya berkali kali, mencerna kata kata Arga yang membuat nya benar benar geram.


"kau...."


Tanpa aba aba, dan tanpa menunggu Ayu menyelesaikan kalimat nya, Arga langsung mengangkat tubuh kecil itu seperti kuli membawa sekarung beras,


Membuat Ayu menjerit spontan.


"dasar gila... Turun kan aku, jangan macam macam, atau aku akan menghajar mu"


teriak Ayu masih berada di pundak Arga.


"aku tidak akan macam macam, hanya satu macam saja."


"turunkaaaannnn"


Ayu memukul mukul punggung Arga sebisa nya, meronta ronta tapi sama sekali tak berpengaruh bagi Arga.


Arga menurunkan Ayu pelan di ranjang samping box bayi Bryatta.


"sttt.... Jangan berisik Bry sudah tidur."


Arga menempelkan telunjuk di bibir Ayu membuat nya seketika diam karena dia baru sadar, Arga membawa nya ke kamar Bryatta.


Dan dengan cepat mengecup bibir yang akhir nya tak lagi berteriak itu.


"kau...."


Ayu mendorong tubuh Arga kebelakang, dengan kesal nya.


Dia benar benar licik, membawa nya ke kamar Bryatta agar berhenti berteriak dan menurut.


"dasar licik"


Arga hanya membalas nya dengan senyuman smirk nya.


"sudah lah ayo kita tidur, atau kamu ingin kita memulai rencanaku yang tadi."


Bisik Arga tepat di telinga Ayu seraya mendorong tubuh mungil perempuan itu untuk segera berbaring di ranjang.


"tenang saja, aku tidak akan macam macam"


"hanya satu macam.."


Lanjut Ayu menirukan kata kata Arga tadi.


Arga tersenyum lebar mendengar Ayu berkata dengan bibir cemberut.


lalu menarik selimut untuk menutupu tubuh mereka berdua, dan memeluk nya posesif seraya memejam kan mata nya.


Ayu hanya diam mendapat perlakuan manis dari Arga, bagaimana pun Arga adalah suami nya, meski untuk saat ini dia masih belum siap untuk melakukan hal yang lebih dari itu.


"kenapa kamu tidak tidur?"


Bisik Arga dengan nafas menyapu hangat leher samping nya.


"bagaimana aku bisa tidur jika tangan mu tak berhenti bergerilya?"


Jawab Ayu dengan wajah tegang karena sedari tadi tangan Arga usil, mengusap paha nya, masuk ke piyama nya, bahkan sesekali ******* ***** di bagian dada nya.


"maaf, aku tak bisa menahan nya"


Bisik Arga semakin mendekat kan wajah nya ke ceruk leher Ayu dan mencium nya hingga meninggal kan bekas cinta kemerahan tanda kepemilikan di sana.


Jantung Ayu berdesir lembut mendapat perlakuan perlakuan seperti itu dari Arga, bagaimana pun dia wanita normal.


"tidur lah, aku tidak akan mengganggu mu lagi"


Lagi lagi Arga berbisik dan segera menarik tangan nya dari dada Ayu lalu melingkar kan nya di perut, memeluknya dengan posesif.


Ayu akhir nya bisa bernafas dengan lega meski sebenar nya Ayu tahu bahwa ada yang sudah bereaksi di bawah sana.

__ADS_1


__ADS_2