teratai

teratai
obsesi


__ADS_3

"mau saya pesan kan makan siang bu?"


"oh, sudah hampir waktu nya makan siang ya, nggak usah, saya mau makan siang di rumah saja sekalian kasih asi buat baby ku"


"oh, baik lah, perlu saya antar?"


"tidak perlu, kamu kan bukan sopir saya, lagi pula rumah saya deket."


"karena perintah dari Michell saya harus memastikan semua baik baik saja, termasuk kondisi bu Ayu."


"hey..... jangan di dengar perkataan Michell, anak itu emang....hmmmm "


Ayu geram sendiri dengan sahabat nya yang terkadang suka berlebihan bagi nya.


Chiko hanya tersenyum manis dengan kata kata atasan nya.


Entah lah meskipun tahu atasan nya sudah berkeluarga, namun di mata nya sosok Ayu seperti memiliki kharisma yang membuat nya tertarik, entah sebatas kagum atau lebih, yang jelas segala sesuatu tentang atasan nya sangat menarik di mata nya.


🥀


🥀


🥀


🥀


"bagaimana kondisi nya ma?"


"tadi sempat ada gerakan kecil pada jari nya Yu, kata dokter, meskipun belum membuka mata kita harus sering mengajak nya bicara, itu akan sangat berpengaruh untuk kesadaran nya."


"apa kita perlu membawa ke...."


"tak perlu sayang.... Mama tahu betul Arga. Dia akan cepat sembuh disini, bersama kamu dan anak anak nya."


Ayu tersenyum tipis mendengar ucapan mertua nya. Ada rasa senang, sedih, bimbang....


Semua tercampur jadi satu dalam hati nya.


"kamu sudah makan?"


"sudah ma"


"kalau gitu cepet susui bry, kamu masih harus segera kembali ke kantor kan?"


Ayu mengangguk pelan dan berlalu mencari putra nya yang sedang bersama pengasuh untuk memberi Asi.


Ada rasa yang sulit di lukiskan saat memandang wajah kecil putra nya yang baru berusia 2 minggu lebih itu.


🥀


🥀


🥀


🥀


"apa yang kamu lakukan di sini?"


"aku bekerja!"


"perusahaan sedang tidak mencari karyawan baru"


"aku mau bantu"


"sebenar nya apa mau mu?"


Laki laki itu sangat geram dengan perempuan yang dengan santai nya duduk di meja sekretaris dan mengusir sekretaris lama.


"tak apa kamu tak mau beri informasi apa pun pada ku,..... aku akan cari sendiri


Dan..... Aku akan memulai nya dengan menjadi sekretaris mu, bukan kah semenjak hilang nya Arga, kamu yang sementara memimpin perusahaan ini....

__ADS_1


Dan aku tak yakin kamu tidak akan berkhianat....


Karena itu.... Akan mengawasi mu."


"dasar gila..."


Sarkas Agus kasar yang mulai terganggu dengan kegilaan wanita di depan nya.


"Dina, kamu jadi asisten saya saja, pindah kan semua barang barang kamu."


Agus memerintah kan sekretaris lama nya untuk pindah dari pada harus menanggapi kegilaan wanita di depan nya itu.


" dan Mitha, karena kamu sekarang sekretaris ini tugas kamu, selesai kan segera."


Agus memberikan setumpuk berkas ke meja Mitha.


"it's ok"


"dan satu lagi, di kantor ini meskipun hanya sementara, aku tetap atasan kamu dan ku harap kamu tetap bisa bersikap sopan kepada atasan mu"


Lanjut nya lagi sebelum pergi meninggal kan Mitha yang masih sibuk mengutak atik komputer perusahaan.


🥀


🥀


🥀


🥀


"Chiko, tolong jadwal mengunjungi bangunan pabrik di pinggiran kota di ganti pagi, kalau siang aku takut nya pulang nya kemalaman"


"siap bu"


"dan pastikan semua penyuplai bahan baku nya sudah siap saat pabrik beroprasi"


"yap... Semua sudah aman terkendali bu Ayu."


"oh iya Michell mau ke Ausi kapan?


"siap bu Ayu, apa pun itu, demi ibu"


Ayu mengeryitkan kening nya mendengar jawaban absurd dari Chiko.


"hehe....bercanda bu...."


Jawab Chiko cengengesan dengan mengangkat dua jari nya membentuk huruf v menandakan piece.


"tau nggak?


Kamu mirip sama Michell"


"masa sih bu?


Dari mana nya?


Mirip apa nya?"


"iya, mirip..... Sama sama kurang se ons"


Blush...... Wajah Chiko memerah seketika mendengar jawaban absurd bos nya yang tak terduga.


Sementara Ayu hanya tertawa terbahak puas sudah mengerjai bawahan nya sampai terbengong bengong.


"kirain cuma Michell, ternyata teman nya sama....


Sama sama edan..."


Gerutu Chiko setelah Ayu tertawa dan berlalu meninggal kan nya yang terbengong sendiri.


Sedikit hiburan di tempat kerja membuat Ayu bisa sesaat melupakan hal buruk yang menimpa nya beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Meskipun lelah dan banyak menyita waktu nya, dia menjadi kan pekerjaan sebagai satu satu nya pelampiasan nya untuk bisa move on dari masa lalu nya.


Apalagi sekarang dia harus berjuang demi putra nya yang belum genap satu bulan.


Dan juga buat papa dari putra nya yang sampai sekarang masih belum sadar dari koma nya.


Meskipun dia tahu kedepan nya pasti akan sangat rumit saat dimana dia akan di pertemukan dengan Mitha.


Sahabat karib nya yang menjadi kesalahan terbesar bagi Arga hingga semua harus menderita, Ayu, Mitha dan juga Arga sendiri.


harus terjebak dalam hubungan yang rumit dan entah akan bagaimana akhirnya nanti.


🥀


🥀


🥀


"kamu gila....apa yang kamu lakukan, dan siapa mereka"


"jaga batasan mu, meskipun kamu atasan ku kamu nggak ber hak sentuh sentuh aku."


Wanita itu menarik tangan nya yang di cengkeram erat laki laki di dalam cafe saat jam pulang kerja.


"jangan macam macam kamu?


kamu masih ingat kan dari mana fasilitas dan juga uang yang kamu gunakan setiap hari nya."


"kenapa, bukan kah itu sudah hak ku.


Dan tak ada perjanjian uang itu tak.boleh ku kugunakan untuk kepentingan ku"


"kamu..."


jamari laki laki itu mengepal menahan amarah yang sudah memuncak.


"siapa mereka....sekali lagi aku tanya siapa merek, dan mau apa kau dengan mereka"


"memang itu penting bagi mu?"


"Mitha, jangan menguji kesabaran ku..."


Rasanya kesabaran Agus benar benar di uji, bahkan panggilan nya pun hanya nama tanpa embel embel mbak, seperti sebelum nya.


"kamu sendiri kan yang mulai, jadi sekarang aku hanya ikuti permainan mu"


"apa maksud mu?"


"kamu sembunyikan keberadaan Arga dari ku.


Aku yakin Arga selamat dalam kecelakaan itu.


karena sampai sekarang pun tak ada klarifikasi tentang kematian ataupun hilang nya Arga.


Jadi.....aku juga akan gunakan cara ku untuk menemukan Arga."


Agus membuang nafas kasar dengan pemikiran perempuan di depan nya yang ternyata lebih pintar dari dugaan nya.


"tidak bisakah kamu menikmati hidup dengan apa yang kamu miliki sekarang tanpa terobsesi dengan orang lain."


Mitha yang hampir berlalu menghentikan langkah nya, mendengar pertanyaan Agus dan menoleh sekilas.


"tidak. "


Jawab nya penuh dengan keyakinan.


"apakah kamu tidak berfikir bahwa kamu akan terluka lagi."


"aku tak peduli."


Sarkas Mitha sebelum pergi meninggalkan Agus yang geram setelah memergoki Mitha memberikan sejumlah uang pada dua orang asing yang di tugaskan nya untuk mencari keberadaan Arga.

__ADS_1


Sosok yang di pikiran Agus adalah perempuan lugu dan terluka, ternyata salah besar.


Dia bukan lah seperti yang ada di pikiran nya, melain kan sesosok perempuan yang sudah terobsesi dengan seseorang dan bahkan seolah menutup mata dan telinga nya demi obsesi nya.


__ADS_2