teratai

teratai
Satu ranjang


__ADS_3

"film apa an ini?"


Tanyaku pada Arga melihat judul film *sunyi * yang di pesankan sekretaris Arga


"gak tau, film BF kali"


Aku melotot mendengar jawaban Arga yang sekena nya


"dasar...otak mesum"


"makanya kita nonton dulu ..."


Sialan ternyata cindy memmesankan tiket film horor....tak tahu apa kalau aku penakut....mau kabur pasti di ketawain Arga....


"kamu takut?"


Tanya Arga melihatku gelisah tak nyaman


"nggak....cuma film aja"


Aku sedikit menyombong karena kalau ketahuan takut aku pasti di bully habis habisan.


Lampu yang di matiksn dan suara sound yang serem membuatku semakin gugup, ku coba memejamkan mata saja biar nggak takut, tapi suaranya tetap terdengar menakutkan bagiku.


Tanpa sadar ku cengkeram tangan Arga kuat kuat, sekretaris Arga benar benar kurang ajar....kenapa nggak pilih film yang romantis atau komedi kek malah film horor....atau jangan jangan memang Arga yang menyuruh nya untuk memesan film horor, sengaja mengerjaiku....


Setengah pemutaran film rasanya tubuhku sudah basah kuyup keringat dingin....aku tak sungkan sungkan berteriak jika ada adegan yang menegangkan atau mengejutkan.


Bahkan sempat beberapa kali Arga membungkam mulutku karena histeris berteriak...suruh siapa ngajakin nonton film horor.


Kalau tidak demi gengsi dan malu aku pasti sudah lari kabur, bahkan pop corn yang kubawa sudah berantakan kemana mana ...


"kamu takut"


Arga bertanya seraya mendekatkan wajahnya ke telingaku


"ng....nggak..."


Jawabku mencoba menutupi.


Tiba tiba Arga merangkulku, menutup wajahku dengan separuh jas yang dia kenakan...


"nggak usah gengsi...wajahmu aja sudah pucat pasi"


Hhhh...benarkah....aku memang sangat phobia dengan hantu hantu di Indonesia, lihat gambar aja sudah ketakutan apalagi lihat di film.


Aku merasa sedikit tenang dalam pelukan Arga, tubuhku yang dingin karena keringat pun terasa sedikit hangat dan nyaman


"mau makan dimana?"


Tanya Arga keluar dari bioskop.


"aku pengen makan bakso"


Arga mengernyitkan kening mendengar permintaanku untuk makan bakso.


Mungkin kebanyakan orang menganggap bakso itu bukan makanan sultan...eitsss siapa bilang....bakso itu makanan paling enak bagiku, dengan kuah bening tanpa santan aroma khas apalagi di makan pas lagi panas .....dan bakso kan juga dari daging.....


"kenapa?"


Tanyaku melihat reaksi Arga


"gapapa, trus dimana yang enak?"


Mungkin Arga tak biasa makan di pinggir jalan, karena memang keluarga nya termasuk keluarga sultan jadi wajar kalau makan nya selalu di resto mewah dan mahal...tapi bagiku sama saja, meskipun ayah ku juga termasuk salah satu keluarga sultan, aku justru suka makan di pinggir jalan, duduk lesehan di trotoar...bagiku itu sangat unik dan menyenangkan.


Aku memilih bakso pak joko yang ada di ujung jalan deket malioboro, tempatnya bersih, rame tapi tidak terlalu berisik kendaraan dan yang pasti rasanya...mantul...

__ADS_1


Baru turun dari mobil semua pengunjung melihat ke arah kami, mungkin bagi mereka aneh, sepasang laki laki dan perempuan dengan menaiki mobil mewah dan pakaian kantoran makan bakso lesehan di pinggir jalan.


risih juga sih kalau yang ngelihat pada nggak kedip...


tiba tiba Arga melepas jas nya untuk menutupi pahaku, meskipun rok yang kupakai tidak terlalu pendek jika di pakai duduk lesehan di atas tikar pasti akan tak nyaman di lihat.


"makanya kalau kerja jangan pakai rok mini"


Ternyata Arga juga nggak nyaman dengan tatapan pengunjung laki laki padaku.


Sepertinya Arga baru kali ini makan bakso , terlihat dari caranya makan yang bingung pakai sumpit atau sendok.


"enak nggak?"


Tanyaku setelah Arga mencoba di sendok pertama nya


"mmm....enak.....daging nya kerasa....enak..."


aku tersenyum geli melihat Arga yang jadi lahap setelah tahu rasanya.


Meskipun tempat nya hanya sederhana ini menjadi tempat favoritku karena rasanya yang benar benar enak dan tak pernah berubah bertahun tahun.


"habis ini kita mau kemana?"


Tanya Arga yang masih mengunyah bakso di mulutnya


"kemana?....maksudnya?"


ku lirik arloji sudah pukul 10, tapi masih bertanya mau kemana


"ya...siap tahu kamu mau mana gitu, mau ngajak honey moon"


Uhuk...uhukk...uhukk...


Seketika aku tersedak bakso yang kumakan....


"kenapa? Kamu deg deg an yah.....bagaimana...."


"apa.....mau apa...."


Kataku memotong perkataan Arga yang di balas dengan tawa


"yah...siapa tahu kamu sudah sadar dan memikirkan permintaan mamah kemaren"


"sadar?....kamu pikir aku pingsan?...


Jangan cari cari kesempatan dalam kesempitan"


Arga hanya tertawa melihat ku marah marah, sebenarnya ini memang konyol karena status kami sudah suami istri sah secara agama maupun hukum


"apa kamu tak pernah ingin..."


"nggaaaaakkk...."


Kataku cepat dan kilat.


Arga mengacak rambutku mirip seperti mas Raka ketika gemes dengan tingkah ku


"makan aja, nggak usah mikir yang aneh aneh...."


Kataku melihat Arga yang tak henti tertawa


"emang kamu tau aku mikir apa?"


"ya...itu ...tadi..kamu ..."


Arga kembali tertawa terbahak, entahlah sepertinya dia akan sangat puas bila melihatku kebingungan.

__ADS_1


Dia benar benar sangat menyebalkan


"sudah sampe Yuk, kamu turun nggak"


Waktu menunjukan pukul 11 malam ketika sampai di parkiran apartemen


"yuk..."


Arga menoleh ke istrinya yang tak juga menjawab, ternyata sudah ketiduran


Perlahan di usapnya lembut rambut istrinya, tatapan matanya sayu namun dalam, di gendong nya Ayu yang sudah tertidur di mobil, tubuh Ayu yang kecil tak akan berarti bagi Arga.


di tidurkan nya istrinya di kamar


Hmmmmm...Arga bergumam sendiri, Ayu masih memakai baju kerja, tidak mungkin juga tidur dengan baju itu, pasti tidak nyaman karena ketat


Tapi....di apartemen ini hanya ada Ayu dan Arga. Bagaimanapun Arga laki kaki normal dia takut tak bisa menahan nafsunya jika melihat tubuh Ayu, meskipun mereka sudah resmi suami istri, Arga tak mau memaksa Ayu untuk melakukan kewajiban nya sebagai istri, kecuali bila atas kerelaan Ayu sendiri


Tapi bila bukan Arga siapa lagi..


"dasar bodoh, tidur kaya kebo, di gendong juga nggak bangun"


Gerutu Arga yang mau tak mau akhirnya mengganti pakaian ayu dengan piyama tidurnya meski harus menahan rasa yang meledak ledak....


Rasanya gemas juga melihat Ayu yang tertidur pulas tanpa terganggu sedikitpun meskipun Arga mengganti bajunya


"perempuan pemalu"


Arga menoel hidung mancung Ayu dengan gemas dan mengecup keningnya, segera masuk ke selimut dan tidur memeluk istrinya dari belakang.


Sinar mentari pagi yang mengintip dari celah celah jendela membuat Ayu mengerjap perlahan.


Dirasakan nya berat pada perutnya dan...


"aaaaawwwwww..."


Seketika Ayu menjerit melihat Arga yang tidur dengan memeluknya dari belakang dan spontan mendorong Arga hingga brukkkk.....jatuh ke lantai


Arga yang masih dalam kondisi tidur jelas terkejut dengan jeritan istrinya apalagi gerak spontan yang mendorongnya hingga jatuh


"kamu mau membuatku patah tulang"


Arga protes sembari berdiri memegangi pinggangnya yang terbentur lantai


"apa yang kamu lakukan semalam"


tanya Ayu pada Arga kebingungan


"menurutmu apa?"


Jawab Arga kesal


"semalam aku...jangan bilang semalam kita..."


"memang kenapa....apa kamu nggak inget bagaiman semalam kamu begitu inginkan aku"


Jawab Arga sekena nya


" nggak mungkin, pasti kamu yang cari cari kesempatan dalam kesempitan"


Ayu nyengir karena dia tidak bisa ingat kejadian apa pun yang terjadi semalam


"hh..,siapa yang ganti bajuku..."


"pak satpam....ya siapa lagi, menurutmu di apartemen ini selain aku sama kamu ada siapa lagi?"


Ayu memegang piyama nya...tidak mungkin....masa Arga...ahhh....kenapa sampai tak inget.

__ADS_1


Ayu memandang Arga kebingungan membuat Arga merasa geli menahan tawa, dan segera berlalu, meninggalkan Ayu yang masih kebingungan.


__ADS_2