
"*aku hanya butuh kepercayaan dan dukungan penuh darimu"
"akan ku coba"
"jangan pernah berfikir hal negatif lagi, aku berjanji dengan nyawaku"
"sudahlah, selesaikan saja masalah mu"
"iya, aku berjanji padamu*"
Balasan pesan terakhir yang Arga terima masih mengisyaratkan bahwa istri nya masih belum bisa percaya sepenuhnya pada nya.
"akan aku buktikan semua nya, tunggulah"
Guman Arga pelan menatap keluar jendela ruangan nya yang menampakan pemandangan kota yang terlihat sangat panas.
"bos panggil saya?"
"kenapa kebiasaan mu tak pernah hilang, selalu masuk tanpa mengetuk pintu."
Kesal Arga pada Agus yang selalu nyelonong masuk ke ruangan nya.
"kenapa kamu berdiri di depan pintu?
Mau ganti posisi jadi satpam?"
Hardik Arga yang di balas dengan tawa canggung dan sumbang dari Agus.
Kaki nya seperti berat melangkah maju mengingat kata kata Arga saat bertemu Mitha pagi tadi.
"jangan menguji kesabaran ku AGUUUUUSSSS"
"iya siap bos, apa yang bisa aku bantu"
Jawab Agus segera berdiri tegak di hadapan Arga dengan tatapan mata serius.
Sementara Arga hanya diam, tatapan mata nya sangat sulit di artikan.
dan tanpa di sadari, tangan Arga bergerak cepat memiting leher Agus dengan kuat.
"aku akan mematah kan lehermu, dasar bawahan laknat"
Geram Arga pada Agus dengan nada pelan tapi penuh penekanan.
Sementara Agus yang tidak siap sama sekali, sangat terkejut mendapat serangan mendadak seperti, dan spontan kaki nya bergerak mencoba menjegal kaki Arga.
Kedua nya seperti musuh yang berusaha saling menjatuhkan.
"bukan kah sudah ku jelaskan, aku terpaksa, lagi pula aku juga pusing menghadapinya berbulan bulan ini."
"tapi kenapa kamu tidak bilang kemarin kemarin, sialan"
Mereka saling mengumpat dengan posisi masih berusaha saling menjatuhkan.
"jangan sepenuh nya menyalah kan aku bos laknat.... Kamu pikir aku tak pusing mengurus semua nya sendiri, perusahaan mu, wanitamu, istrimu"
Seru Agus masih dengan posisi leher di piting kuat Arga.
"apa kau bilang, dia bukan wanita ku brengsek.... Mau mati sekarang rupanya."
Arga semakin geram dengan pembelaan Agus, dengan tetap berusaha menyeimbangkan diri, karena kaki nya di jigal kuat oleh Agus.
"suruh siapa tidur lama, aku juga pusing mengurus nya, untung mbak Ayu bisa membantuku"
"jadi selama aku koma kamu deket deket sama istriku?"
"suruh siapa nggak sadar sadar....
Masih untung nggak ku sambar mbak Ayu."
"AGUUUUUSSSSS"
Bruukkkkkkkkk....
__ADS_1
Kedua nya tersungkur di lantai dengan nafas ngos ngosan.
"harus nya bos itu terima kasih padaku"
Agus berkata dengan nafas yang masih tersengal karena ulah Arga.
"aku tidak terima dengan kalimat mu yang terakhir"
Kedua nya saling menatap dengan tatapan jengah.
"awas berani macam macam, ku potong burung mu"
Ancam Arga membuat Agus seketika menutupi senjata pamungkasnya yang terasa ngilu mendengar ancaman itu.
Krekkkkkk.....
"pak Agus, pak Arga, kalian baik baik saja?"
Dina yang sedari tadi mengetuk pintu tak ada jawaban, berinisiatif masuk.
Dan seketika melongo melihat dua atasan nya duduk di lantai dengan nafas teregah seperti habis olah raga serta ruangan yang berantakan dengan banyak kertas bertebaran di lantai karena perkelahian dua orang itu.
🥀
🥀
🥀
"chiko untuk lounching produk skin care yang terbaru ini, aku mau kau cari model yang masih fresh, yang masih baru"
"bagaimana dengan model senior yang sudah kita kontrak sebelum nya?"
"mereka akan menjadi ambasador produk yang lain nya.
Khusus skin care, kamu carikan yang masih fresh, dan segera mungkin"
Chiko terdiam sesaat memikir kan sesuatu.
"sepertinya kamu ingin sesuatu yang berbeda dari yang sebelum nya?"
"bagaimana kalau kamu saja yang jadi modelnya"
"whatttt"
Pekik Ayu terkejut.
Chiko menatap nya penuh kekaguman, mata nya terlihat berbinar.
"jangan gila...."
"iya ...iya... Aku hanya bercanda, aku tahu kamu tak mau di publikasikan"
Sanggah Chiko melihat perubahan mimik muka Ayu.
"kamu bebas mau adakan audisi atau langsung ke agency model nya langsung.
Aku percayakan semua nya pada mu"
"siap ibu bos!"
Jawab Chiko mantap, Ayu mengerut kan kening nya mendengar panggilan ibu boss yang Chiko semat kan, terasa menggelikan di telinga nya
"ada yang salah?"
Tanya Chiko dengan wajah inocent nya.
"aku benar benar geli kamu panggil seperti itu"
Jawab Ayu.
"trus apa aku harus jawab, siap sayangkuuuuu"
Jawab Chiko lagi semakin ngelantur yang seketika mendapat tonyoran dari Ayu tepat di kening nya.
__ADS_1
"dasar bocah...."
Jawab Ayu gemas yang merasa bahwa Chiko membercandai dirinya.
Padahal dalam hati apa yang di ucap kan Chiko adalah sesuatu yang selama ini memenuhi pikiran dan hati nya.
Meski dia tahu dan sadar apa yang di lakukan nya adalah salah, karena bagaimanapun Ayu adalah istri orang.
"oh iya, Ayu ini ada titipan dari Michell buat kamu"
"dari Michell? Tumben Michell menitipkan sesuatu pada orang lain.
Kamu kapan ketemu dengan Michell?
Lagi pula untuk apa pula dia membelikan ku baju?"
Jawab Ayu membuak goodybag bertuliskan brand ternama, brand sebuah fashion yang tentunya sudah mendunia dan terkenal dengan harga yang fantastis.
"oh, aku kemarinenemui nya dna dia menitipkan ini padaku"
"oh oke terima kasih Chiko. Tumben Michell menitipkan sesuatu pada ornag lain."
Guman Ayu seraya berlalu meninggalkan Chiko yang masih memajang senyum sumringah di bibir nya.
Matanya tak lepas menatapa punggung Ayu sampai yang akhir nya menghilang di balik pintu.
"semoga kamu suka.
Aku memberikan nya khusus buat mu"
Gumam nya lirih setelah sosok Ayu tak terlihat lagi.
🥀
🥀
🥀
"berhentilah mengikutiku"
Bentak nya kasar pada perempuan cantik yang sedari tadi mengekori nya.
"bukan kah tujuan kita sama"
"tidak, kau pulanglah ke rumah"
"dan itu juga rumah mu!"
"aku tidak akan pulang kesana"
"kenapa?"
Arga menatap jengah perempuan di depan nya.
"bapak sama ibu ku sudah pulang ke Madiun dan aku sendiri di rumah, aku benar benar kesepian."
"aku akan carikan orang untuk menemanimu"
"aku mau kamu....hanya kamu"
Kedua nya saling menatap, Arga dengan tatapan tajam dan tidak suka sementara Mitha dengan tatapan penuh permohonan.
"kita akan bicarakan ini segera, tatalah hidup mu, jalanmu masih panjang.
Jangan buang buang waktu mu untuk orang yang tak menghargaimu."
Nasehat Arga yang sebenar nya sama saja dengan mengakui kesalahan nya selama ini.
"justru karena waktu yang telah terbuang sia sia, sekarang lah saat nya memulai semua dari awal."
"kau tahu sendiri bagaimana perasan ku padamu, jangan bodoh"
"aku tidak peduli, kau yang sudah memulai nya, aku hanya meneruskan apa yang sudah kau mulai."
__ADS_1
"memang aku yang memulai dan karena itu aku juga yang akan mengakhirinya"
"sesuatu yang sudah di mulai tak semudah itu di akhiri, jangan membujuk ku hanya untuk mencari kebahagiaanmu sendiri, ingat lah kamu yang sudah merampas kebahagiaanku dan aku yang akan mengambil nya lagi."