teratai

teratai
kalian berdua yang berbahaya


__ADS_3

"informasi apa yang kamu dapat Gus?"


Tanya Arga pada Agus setelah selesai makan malam, mereka segera ke ruang kerja Arga untuk membahas masalah perempuan yang mengaku teman Arga.


"saya sudah meretas semua cctv di tempat itu bos, perempuan itu bukan Mitha"


Jawab Agus menyodor kan laptop nya berisi rekaman cctv yang berhasil di retas nya.


Dalam rekaman itu nampak seorang perempuan cantik menggandeng anak kecil dan membawa nya ke kedai es krim, terlihat akrab dan santai.


"memang bukan dia.... Lalu siapa perempuan ini, apa motif nya melakukan semua ini?"


"seperti nya dia orang suruhan bos, dari data yang saya peroleh, perempuan itu bukan berasal dari kota ini, dan sebelum dia membawa Naya pergi, dia keluar dari sebuah mobil yang seperti nya ada penumpang lain dalam mobil itu"


Jawab Agus panjang lebar menunjukan potongan potongan video cctv di beberapa tempat yang berbeda.


"dia benar benar licik.... Dia tak sepolos dulu lagi."


Agus mengernyit kan kening nya mendengar kalimat Arga yang mengatakan dia tak sepolos dulu lagi, bisa di arti kan dulu bos nya mungkin sempat jatuh cinta karena kepolosan seorang gadis yang sekarang telah berubah itu.


Itulah yang terpelesit dalam benak Agus saat ini.


"jangan berfikir aneh aneh."


Hardik Arga seolah bisa membaca pikiran Agus lewat mimik muka nya yang terlihat aneh bin lucu.


"bos yang berprasangka buruk pada ku, aku sedang memikir kan siapa yang menyuruh perempuan ini, bukan berfikir aneh aneh"


"aku sudah paham semua pemikiran mu"


Agus mencebik kesal dengan tuduhan Arga, yang sebenar nya memang benar adanya.


"setidak nya disini ada Chiko yang akan melindungi mbak Ayu selama bos tak di sini."


"jangan sebut nama nya Agus, aku tak mau dia dekat dekat istri ku."


Jawab Arga geram meski pun sebenar nya yang di ucap kan Agus memanglah benar.


"aku akan menyewa pengawal untuk anak dan istri ku."


"aku tidak butuh pengawal"


Tiba tiba Ayu masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintu.


"mbak Ayu!"


"aku bisa jaga diri ku dan juga anak anak ku, lagi pula dia bukan ancaman bagi ku, tapi entah lah bila buat mu!"


Kata Ayu sedikit menaik kan sebelah alis nya, menatap Arga sedikit kesal.


sementara Agus terlihat mengulum senyum nya agar tak ketahuan Arga.

__ADS_1


"kenapa ancaman bagi ku? Aku bisa mengatasi nya"


Jawab Arga dengan wajah kesal.


"oh ya, kapan itu?"


Krik....krik...krik....


Suasana sesaat hening, saling bertatapan mata, terlihat aneh dan sangat canggung....


"hhh.... Iya, aku pasti segera selesaikan semua nya sesegera mungkin. jangan menertawakan ku Agus, ku potong gajimu 25 %."


Seketika, senyum yang tadi nya ada di sudut bibir Agus menghilang mendengar ancaman yang terdengar tak main main itu.


"yah.... Nggak bisa bos, yang punya masalah kan kalian berdua kenapa aku yang di potong gaji nya"


"karena kamu sudah menertawakan ku brengsek..."


Hardik Arga dengan mengeratkan gigi nya, jengkel bercampur kesal.


"nggak.... Nggak adil, ini kan masalah pribadi, bukan urusan kerja di kantor, nggak bisa bos..."


Kata Agus sedikit mengkonyol kan diri di hadapan ke dua atasan nya yang masih terlihat bersitegang itu.


"yang jadi atasan nya aku Aguuuusss..... Terserah aku mau potong gaji kamu atau tidak, protes lagi nggak ada cuti satu tahun"


Agus melotot mendengar ancaman Arga yang semakin menjadi jadi dan tak berperikemanusiaan itu.


"mbak Ayu, gimana ini.... Saya kan punya anak dan harus menafkahi anak saya..... Jangan terlalu keras pada bawahan yang lemah ini"


"kamu punya anak? Emang kamu sudah nikah Gus?"


"nikah sih belum mbak, tapi anak sudah punya"


Ayu mengernyit kan kening nya mendengar penjelasan Agus.


"iya mbak, yang karena kecelakaan waktu itu, saya dikira bos Arga oleh Shella dulu itu."


Agus menggaruk garuk tengkuk nya yang sebenar nya tidak gatal.


"ish.... Jadi karena kejadian itu Shella hamil anak mu.... Kalian berdua sama sama brengsek."


Arga dan Agus sama sama melotot ke arah Ayu mendengar umpatan Ayu yang mengatakan mereka brengsek.


"APA... Pada melotot.... Nggak terima....?


Agus dan Arga saling pandang dengan tatapan kesal, mau marah tapi sadar jika betina di depan mereka sedang mode galak, bisa bisa mereka sendiri yang nanti nya jadi makanan empuk dan bulan bulanan perempuan yang sedang emosi itu.


"sudah lah.... Katakan pada nya aku akan menemui nya minggu depan"


Glek....

__ADS_1


Arga dan Agus menelan saliva nya kasar, kembali saling pandang seolah sedang mencari kebenaran atas apa yang mereka dengar.


"aku akan selesaikan, kau cukup jaga anak anak kita di sini"


"kenapa kau begitu takut jika aku menemui nya?"


"masalah ini aku yang memulai nya dan aku yang akan mengakhiri nya"


"yang dia mau adalah bicara dengan ku bukan, kenapa?


apa kamu masih mau berlama lama main main dengan nya.?"


Seketika wajah Arga memerah, kesal, marah dan jengkel dengan pertanyaan istri nya yang memojok kan diri nya.


"kenapa kamu selalu berfikiran buruk pada ku?"


"kalau begitu biarkan aku menemui nya, lagi pula bagiku dia tak berbahaya, justru kalian lah yang berbahaya."


Sindir Ayu segera berlalu meninggal kan Arga dan Agus yang sama sama mematung mendengar kalimat luar biasa yang keluar dari mulut Ayu.


"kenapa mbak Ayu mengatakan kita berbahaya bos?"


Tanya Agus ambigu kepada Arga setelah punggung Ayu menghilang di balik pintu.


"hhh..... Karena kamu"


"kok aku lagi bos?"


"kenapa juga kamu bilang kalau kamu punya anak!"


"emang kenyataan nya aku punya anak"


Bantah Agus membela diri nya.


"aku kan bukan bos yang suka mnyembunyikan....."


Agus menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, menyadari apa yang barusan akan di ucap kan nya mungkin bisa membuat nya di gantung hidup hidup di ruang itu.


"kenapa nggak di lanjutkan kalimat nya"


Tanya Arga dengan senyuman yang justru terlihat sangat mengerikan.


Dengan sigap langsung memiting leher Agus kuat kuat dan mencoba menjegal kaki nya.


Agus yang kaget sontak berusaha memberontak dan melawan.


"bos brengsek.... Awas kalau sampai Sefia ku jadi anak yatim, aku sumpahi kamu akan di tindas sama mbak Ayu seumur hidup mu."


Teriak Agua dengan nafas ngos ngos an mencoba melawan tangan kekar Arga yang melingkar kuat di leher nya.


"sialan sudah mau mati masih mengumpat....benar benar aku bunuh kamu brengsek."

__ADS_1


"nggak akan.... kalau sampai aku mati, aku akan jadi arwah penasaran yang membalas dendam pada bos laknat nya."


Kedua nya benar benar seperti anak kecil, awal nya bicara baik baik, lalu berdebat dan ujung nya berkelahi, sungguh kejadian yang tak patut di contoh.


__ADS_2