teratai

teratai
Mulai dari awal


__ADS_3

Dari makan malm singkat itu Arga sedikit tahu bahwa Ayu benar benar tak ingat tentang pernikahan mereka, batas ingatan nya hanya sampai saat dia di kecewa kan oleh Novan, mantan suami nya dan pengangkatan diri nya sebagai CEO dari perusahaan ayah nya.


Kejadian setelah itu sama sekali tak ada dalam ingatan nya.


Sungguh miris Arga seperti harus memulai semua dari awal.


"bos, kenapa nggak bilang langsung aja ke bu Ayu"


Arga melirik ke Agus yang sibuk nyerocos.


"nggak usah banyak komen, mana info yang kamu dapat"


Agus memonyong kan bibir nya.


"ini bos..."


Menyerahkan beberapa bukti dan juga memberi keterangan yang di peroleh dari beberapa orang.


Jadi selama ini Ayu di Bali karena lagi healing, lagi menenangkan diri dari mantan suami nya Novan.


Dia mencoba bangkit dari keterpurukan nya di masa dia menjadi istri Novan, dan sama sekali tak mengingat tentang Arga.


Juga tentang kejadian di rumah Mitha.


Arga juga tak mungkin mengatakan langsung pada Ayu, karena Ayu baru saja menjalani operasi, Arga takut akan berakibat buruk bagi kesehatan Ayu.


Arga menghabis kan sore hari nya di Teratai resort, memandang hamparan laut lepas yang nampak berkilau di terpa sinar matahari sore dengan di temani bunga teratai.


Pikiran nya jadi tidak tenang dan sering melamun sejak bertemu Ayu beberapa waktu yang lalu.


"bos....apa aku boleh pulang duluan?"


Wajah Agus sedikit memelas karena memang sudah jam nya pulang, tapi Arga hanya diam mematung.


"enak aja"


"bos, ini kan weekend..... Saya juga mau keluar sama cewek saya bos"


Arga nyengir dengar celotehan Agus yang juga sindiran bagi diri nya.


kedua nya terlihat asik adu mulut dan saling sindir menyindir tidak seperti bos dan bawahan, lebih mirip seperti teman.


Setelah perdebatan yang cukup panjang akhir nya Agus pulang lebih dulu, sementara Arga masih duduk malas di tempat nya.


Saat melirik arloji di tangan nya sudah menu juk kan pukul 19.00 Wita, dengan malas Arga beranjak meninggal kan tempat nya asik melamun.


"tuan Arga"


Sesorang menyapa nya saat hendak pergi.


"nona Michel?"


"yes, saya pikir kamu tidak ingat saya"


"oh, saya selalu ingat dengan semua klien kami, bagaimana dengan lounching kemarin? Sukses?"


"of course, maaf kemaren saya tidak sempat berterima kasih pada kamu, karena saya harus buru buru pergi."

__ADS_1


"tidak apa nona, yang penting nona puas dengan resort kami, itu jauh lebih dari cukup buat saya"


"kamu benar benar profesional, kamu mau pulang? Bukan kah ini sudah jam makan malam? apakah kamu tidak mau makan malam bersama, karena seperti nya saya akan memakai resort kamu lagi"


"mmmm baik lah"


Mungkin dari Michel Arga bisa mengorek info lagi tentang Ayu, pikir nya.


"oh iya nona, saya dengar di Lotus company kepemilikan nya ganda, apakah.."


Tanya Arga sedikit hati hati setelah mereka ngobrol ngalor ngidul mengenai bisnis dan sedikit candaan.


Michel tersenyum pernuh arti.


"yang kamu maksud Ayu?"


Arga tersenyum tipis mencoba bersikap setenang mungkin.


"sebenar nya saya tahu semua tentang kamu dan Ayu"


Glek... Arga menelan ludah nya kasar. Michel menatap nya penuh arti, kemudian tersenyum santai.


"sebenar nya itulah kenapa saya memilih resort kamu"


Kata nya lagi dengan menyuap kan makanan ke mulut nya. Sikap nya tetap santai, sementara Arga terlihat sedikit tegang.


"sebelum Ayu operasi, dia menceritakan semua nya pada saya, bahkan dia menyerah kan buku nikah nya dengan kamu kepada saya, tapi saat melihat Ayu sadar dengan sebagian ingatan nya yang sudah hilang, saya jadi sedikit bimbang, apakah saya harus mencerita kan semua nya pada nya."


Arga mematung mendengar pernyataan Michel.


"apakah kamu akan menghalangi saya, jika saya ingin dekat kembali dengan Ayu"


Michel menatap Arga tajam.


"itu tergantung kamu, tergantung sikap kamu"


"tapi kamu juga tahu kan bagaimana saya mencintai Ayu"


"yes, I know, but saya harap jika kamu ingin datang kembali ke hidup nya jangan berfikir untuk pergi lagi."


"jika saya minta bantuan kamu untuk saya bisa ...."


Michel tersenyum mendengar Arga tidak melanjut kan kalimat nya.


"apakah kamu tidak percaya diri?"


Arga tersenyum kecut mendengar kata kata sindiran dari Michel.


"terima kasih untuk makan malam bersama saya."


Michel berlalu setelah mengucapkan terima kasih, meninggal kan Arga yang masih terdiam di kursi nya.


Setidak nya Arga tidak mendapat kan penolakan dari Michel sahabat Ayu, itu sudah cukup bagi nya.


Waktu menunjuk kan pukul 10 malam , Arga mengendarai mobil nya sedikit pelan karena jalanan agak padat, mengingat ini adalah weekend.


"mobil mu kenapa?"

__ADS_1


Arga menghenti kan mobil nya ketika melihat seorang perempuan di tepi jalan sedang berusaha mengutak atik mesin entah dia memang tahu mesin atau sok tahu.


"eh...gak tau, tiba tiba mogok"


Jawab Ayu mengusap keringat yang ada di kening nya, membuat Arga sedikit gelagapan melihat Ayu yang berkeringat, bagi nya terlihat sangat cantik.


"wah seperti nya ini harus di bawa ke bengkel, biar ku telfon bengkel langganan ku"


"ok, terima kasih sebelum nya"


"jadi bagaimana?"


Ayu menatap Arga curiga dengan pertanyaan bagaimana.


"maksud ku bagaimana kalau pulang nya aku antar"


"oh, kirain...."


"jangan suuzdon dulu"


"yah mau gimana lagi, awal pertemuan pertama kita kan sudah nggak menyenang kan"


Wajah Arga memerah mengingat waktu bertemu sempat di gebuki pengunjung pantai karena di kira mau berbuat ttidak senonoh pada Ayu.


"tampang ganteng gini gak mungkin jadi penjahat"


"ishhh"


ucap Arga pede di balas dengan cibiran dari Ayu.


"kenapa jam segini baru pulang?"


Tanya Arga ketika sudah berada dalam mobil yang melaju pelan karena memang jalanan agak padat.


"oh, aku tadi sudah pulang trus ada yang ketinggalan di toko, jadi aku balik mau ambil lagi"


"kamu sudah makan?"


"tak apa aku makan di rumah sama anak ku"


Sebuah penolakan halus.


Tanpa di suruh Arga membelok kan mobil nya ke warung tenda lesehan masakan jogja yang cukup ramai.


"kenapa kesini?"


"kamu kan belum makan"


"tapi aku kan nggak bilang mau makan sekarang"


"ya sudah aku saja yang makan"


Sebenar nya Arga tidak lapar karena baru makan bersama Michel, akal akal an saja biar bisa makan malam sama Ayu.


Dan benar saja mau tak mau, Ayu mengekor Arga turun untuk makan.


Sesaat mereka menjadi pusat perhatian karena dua orang yang terlihat keren dengan mobil mewah mau makan di warung lesehan pinggir jalan.

__ADS_1


__ADS_2