
Drt....drt...drt....drttttttttt
Waktu menunjuk kan pukul 6 pagi ketika ponsel Ayu berdering.
Arga yang terbangun, segera mengangkat setelah melihat di layar, nama Michel yang menghubungi Ayu.
"halo, kenapa Chel?"
Tanya Arga parau dengan suara khas bangun tidur.
"wait...ini...Arga??"
"hmmm"
"Ayu di mana, sama kamu?"
"hmmm, masih tidur"
Jawab Arga singkat dan pelan karena takut membangun kan Ayu yang masih terlelap dalam pelukan nya.
"oh....oke ..oke....bararti aku gangggu, kalian lanjut tidur nya"
Suara Michel terdengar senang mendengar Ayu bersama Arga.
setelah meletak kan kembali ponsel Ayu Arga kembali memejam kan mata, tangan nya semakin memeluk erat tubuh kecil perempuan yang ada di samping nya.
Sinar matahari pagi yang mengintip dari balik gorden jendela apartement mewah itu membuat Ayu mengerjap kan mata nya perlahan, memegangi kepala nya yang terasa berat.
Gerakan nya terasa sulit terhalang tangan kekar yang melingkar sempurna di atas perut nya.
Di lihat nya wajah tampan Arga yang masih terlelap, mencoba mengingat ingat kejadian semalam, apa yang terjadi sampai terbangun di kamar dan satu ranjang dengan Arga, bahkan tanpa sehelai kain di tubuh nya , hanya terbungkus satu selimut dengan Arga.
Ayu tahu yang di lakukan nya tidak dosa karena bagaimana pun dia dan Arga masih suami istri yang sah, tapi itu salah. Itu akan membuat Ayu semakin tersiksa untuk menjauh dari Arga.
Dengan gerakan pelan Ayu bangun dari tidur nya agar tidak membangun kan Arga, memunguti pakaian yang berserakan di lantai. Terasa bagian bawah nya ngilu dan sedikit perih.
Entah bagaimana mereka melakukan nya semalam, meski pun itu bukan yang pertama kali Ayu sedikit ingat semalam Arga benar benar membuat nya tak berdaya dengan banyak ronde yang yang terjadi semalam.
"aw..."
Kepala Ayu terbentur benda keras ketika keluar dari kamar mandi. Ternyata Arga sudah berdiri tegak di depan pintu hanya mengena kan celan pendek boxer.
Ayu segera mengalih kan pandangan nya dari tubuh Arga yang bertelanjang dada di depan nya, membuat jantung nya berdebar tak karuan.
"aku mau pulang"
Kata Ayu lirih seraya menunduk tak berani menatap mata elang Arga.
"aku antar"
"tak perlu repot, aku naik taksi aja"
Arga mencengkal tangan Ayu yang hendak berlalu dan membawa nya dalam dekapan nya.
mencium pundak yang wangi khas seorang Ayu.
"tunggu aku sebentar, aku tak akan mengijin kan kamu pulang sendirian."
Bisik nya di telinga Ayu, membuat Ayu merinding.
__ADS_1
"tak perlu, lagi pula aku buru buru."
Arga tak melepaskan pelukan malah makin memper erat nya.
"ku mohon Arga , kamu jangan begini, aku....."
"kenapa, aku sayang kamu, dan aku suami mu, apa tak boleh aku memeluk istri ku sendiri"
"bukan itu masalah nya, tapi ini salah...ini seharus nya tak boleh terjadi,...kita akan bercerai."
"sampai mati aku tak akan pernah mencerai kan kamu"
Arga melepas kan pelukan nya dan menatap Ayu tajam.
"tapi kamu tak punya pilihan Ga, ..... Mau tak mau kamu harus mencerai kan aku."
"apa pun yang kamu kata kan aku tak akan pernah melakukan nya"
"kamu jangan egois Ga"
Nada Ayu sedikit meninggi.
"Aku tidak egois, apa kamu berfikir jika kita bercerai, semua akan kembali seperti semula? kita bercerai pun tidak akan merubah keadaan."
"itu memang tidak akan merubah apa pun, tapi kamu tak bisa mempermain kan perasaan ku juga Mitha."
ayu tersulut emosi.
" siapa yang mempermain kan siapa, aku selalu bersungguuh sungguh dengan kata kata ku."
Arga mulai menaik kan suara nya.
"aku tidak mempersulit keadaan Yuk, kalau kamu ingin bercerai dengan ku, bunuh aku."
Arga mencekal dan menggoyang kan lengan Ayu kuat, tatapan nya tajam penuh dengan keseriusan.
Mata Ayu mulai berkaca kaca, kata kata Arga benar benar membuat nya dilema.
"bunuh aku jika kamu ingin aku menjauh dari mu. "
Ayu menunduk kan pandangan nya, di sudut mata nya sudah ada bulir bening yang siap jatuh.
Kedua nya saling terdiam, merasakan sakit dan perih di hati masing masing.
"tunggu aku sebentar, aku antar kamu pulang."
Titah Arga penuh penekanan, membuat Ayu tak bisa menolak dan menunggu Arga selesai.
Di dalam perjalanan pun mereka hanya diam, jalanan yang lumayan macet membuat mobil Arga hanya bisa berjalan pelan.
"aku mau tanya sesuatu."
Ayu membuka percakapan, melirik Arga yang sibuk konsentrasi pada jalan dengan wajah cool nya yang sangat tampan.
"apa?"
Ayu menoleh Arga sesaat, sedikit ragu untuk mengutara kan isi hati nya.
"mmmm..."
__ADS_1
"kenapa?"
Arga menoleh ke arah Ayu yang seperti ragu untuk berbicara.
"mmm..... Aku ingin tahu dimana Mitha."
Dengan hati hati Ayu mengutara kan isi hati nya.
Seketika raut wajah Arga berubah aneh. berkali kali menarik nafas dalam.
"tak perlu khawatir dia di tempat yang aman "
"aku ingin bertemu dengan nya, aku ingin tahu kabar nya."
Ayu menelan ludah nya yang terasa sakit meski dia sendiri yang mengata kan.
"dia baik baik saja, jangan khawatir."
"apa yang kamu sembunyi kan dari ku"
"aku tak sembunyi kan Mitha, dia di tempat yang aman"
"aku mohon Ga, .... Aku ingin bertemu dengan nya."
"aku tak mau melukai hati mu"
"kau sudah melukai ku sejak dulu"
"dan aku tak mau melukai mu lagi."
"aku mohon"
Ayu menatap Arga dengan tatapan memohon, mengguncang guncang lengan Arga,
Tapi Arga tak menjawab, wajah nya tetap datar, cool.
"sudah sampai, istirahat lah, samalam kamu pasti kecapek an"
"Ga...aku mohon"
"jangan memohon mohon hal yang tak bisa ku penuhi."
"tapi Ga...aku ingin menemui nya."
Arga menatap mata Ayu tajam dan dingin.
Ayu bergidik sendiri melihat tatapan nya yang seperti mau memakan nya hidup hidup.
Tanpa di suruh Ayu segera turun dari mobil Arga tanpa pamit.
Sesampai nya di kamar Ayu membanting tas nya sendiri, marah, tapi tak tahu pada siapa.
Marah pada diri nya sendiri, yang sudah terlena dan akhir nya tidur dengan Arga malam tadi, meskipun dia tak sadar sedang melakukan itu.
Marah karena Arga tak memberi tahu nya di mana Mitha berada, bagaimana keadaan nya, dan bagai mana dengan anak nya yang pasti nya sudah lahir.
'bodoh, benar benar bodoh kamu Ayu, kamu mengulangi kesalahan mu yang lalu, kamu bodoh....."
umpat nya dalam hati kepada diri nya sendiri.
__ADS_1
Di lain tempat Arga yang baru saja merasa bahagia karena Ayu mengutarakan semua isi hati nya meski sedang dalam keadaan mabuk, kini menjadi muram kembali karena permintaan Ayu yang akan sulit Arga penuhi.