teratai

teratai
Ke Jogja


__ADS_3

"selamat datang kembali non"


"kamu siap kan berkas berkas yang harus saya tanda tangani, saya tidak bisa lama lama di Jogja."


"semua sudah siap di meja ruangan nona Ayu."


Edo mengekor Ayu yang baru sampai sampai di Jogja namun terkesan buru buru.


Tak ada perubahan signifikan di kantor selama 1 tahun Ayu pergi, suasana masih seperti biasa.


Dan mantan suami Ayu pun masih sama, mengenaskan....😏


Mereka harus menjual rumah dan berganti rumah yang sederhana demi biaya persalinan Siska, juga biaya kuliah Novia.


Bahkan Siska juga harus kerja lagi tiga bulan setelah melahirkan demi mencukupi kebutuhan sehari hari mereka.


Karena sampai saat ini mereka masih menjadi staf karyawan biasa, belum ada kenaikan jabatan sama sekali.


Mereka yang dulu bergaya bak sosialita kini harus banyak menghemat untuk beli susu dan kebutuhan sehari hari mereka.


Sebenar nya Ayu tak tega bila itu menyangkut bayi kecil karena bagaimana pun Ayu sendiri juga punya seorang putri kecil. Tapi ya sudah lah, karena seperti nya sikap mereka sama sekali belum berubah, bahkan informasi yang Ayu dapat, beberapa kali Siska bikin ribut dengan teman sekantor karena masalah penampilan yang nggak penting.


Sebisa mungkin Ayu ingin menyelesai kan pekerjaan nya hari itu juga karena dia merasa tak tenang meninggal kan Naya yang hanya bersama suster di rumah. Meskipun tumpukan berkas nya lumayan tinggi. Berkali kali Ayu menghela nafas menenangkan diri agar bisa fokus pada pekerjaan nya.


"Do, berkas yang penting penting sudah aku pelajari dan tanda tangani, untuk yang lainnya aku serah kan pada mu, sudah sore, aku mau ke rumah ayah"


"baik non, saya antar "


"nggak usah, aku sendiri saja."


Tak butuh waktu lama, Ayu sudah sampai di halaman rumah yang luas.


"Ayu..."


Pekik perempuan setengah baya, melihat kedatangan Ayu yang tiba tiba.


"ibu"


Kedua nya berpelukan saling melepas rindu.


"kamu kenapa nggak bilang kalau mau pulang, ibu kan bisa masak masakan kesukaan mu"


"nggak papa bu, nanti malah ibu kecapek an"


"wah ada aunty Ayu."


Gendhis muncul dari balik pintu membawa bayi kecil yang tampan dan lucu.


"hey....keponakan ku yang tampan, kamu tampan banget sih"


Ayu menoel noel pipi gembul bayi laki laki Gendhis dengan gemes.


Ayah dan ibu agak kecewa karena kedatangan Ayu yang tanpa Naya, meskipun mereka punya cucu baru lagi, tapi ayah paling suka bercanda sama Naya, apalagi wajah Naya yang sangat mirip kakek nya. Mereka sama sekali tak menanyakan soal Arga karena memang sudah tahu bahwa Ayu kehilangan semua ingatan nya tentang Arga


"bukan nya nggak mau ngajakin Naya bu, tapi Ayu di sini nggak lama, Ayu harus balik karena butik di sana sedang rame rame nya"


"lalu bagaimana dengan perusahaan di sini?"


"Ayu juga tetap urus perusahaan di sini yah, lagi pula kan ada mas Raka disini yang bantu Ayu ngurus perusahaan"


Ada gurat kecewa di wajah laki laki itu mengingat putri kesayangan nya yang mimilih menetap sementara di Bali.


"jangan khawatir yah, Ayu pasti pulang ke Jogja nanti nya, tapi belum sekarang."


Malam ini Ayu pergi ke pusat oleh oleh di Jogja, membeli beberapa buah tangan buat Michel juga beberapa karyawan nya.


Susana khas Jogja yang selelu di rindukan nya sangat terasa disini. Keramah tamahan nya, musik tradisional nya juga aroma masakan khas jawa yang identik dengan rrempah rempah.


Tak sengaja Ayu melihat sepasang suami istri dengan membawa anak kecil sedang duduk, makan di warung lesehan pinggir jalan. Tatapan Ayu tertuju pada si anak yang hanya di gendong dengan kain jarik dan di pangku sang ibu.


Yah....itu Novan mantan suami nya dengan si istri baru nya. Dulu mereka tak level makan di tempat seperti itu.


Pemandangan itu sudah tak begitu menyakit kan lagi bagi Ayu.

__ADS_1


"puas kamu sekarang"


Suara seorang perempuan lantang dari belakang Ayu memudarkan ingatan masa lalu nya. Novia, adik dari mantan suami nya yang bermulut pedas ternyata sudah berdiri di belakang nya.


"puas kamu sudah membuat hidup keluarga ku berantakan?"


Ayu tersenyum sinis mendengar kata kata Novia yang seharus nya itu di peruntuk kan bagi keluarga nya sendiri.


"menurutmu?.... Harus nya kamu tahu, siapa penyebab semua masalah ini"


Ayu menatap Novia tajam, ternyata dia kerja sampingan di pusat oleh oleh ini untuk bisa melanjut kan kuliah nya.


" kalau bukan kamu yang membuat mas Novan kehilangan jabatan nya, kebidupan kami akan baik baik saja"


Sesaat Ayu tertawa kecil.


"bukan aku yang membuat kakak mu kehilangan jabatan nya, tapi karena kesalahan nya sendiri."


"kalau kamu tidak dendam pada kami, pasti tidak akan begini"


Ayu menghela nafas kasar mendengar ocehan Novia yang bagi nya masih anak kecil itu, mulut nya terlalu pedas.


"sudah lah, tak perlu cari cari kesalahan orang lain, lebih baik keluarga kalian banyak banyak intropeksi diri, agar kedepan nya bisa lebih membaik."


Tanpa mengindah kan reaksi Novia, Ayu segera berlalu, malas menanggapi hal hal yang bagi nya tak begitu penting.


Mending cari toko yang lain.


Belum sempat berlalu Novia mencekal tangan Ayu kasar.


"apa apa an ini"


Ayu kaget dengan kelakuan Novia yang seperti kehilangan akal sehat nya. Wajah nya memerah seperti memendam amarah.


"aku benci sama kamu Yuk,...aku benci."


Dengan kasar Novia menarik narik tangan Ayu, menjadi pertengkaran hebat saling menarik, adu mulut, hingga pengunjung melihat ke arah mereka dan dengan sengaja Novia mendorong tubuh Ayu sampai kepala nya membentur tembok


"sukurin , itu balasan buat kamu karena sudah menghancur kan keluarga ku"


Teriak novia keras dan lantang membuat pemilik toko datang menghampiri.


Ayu masih memegangi kepala nya yang terasa berdenyut, tubuh nya terhuyung hampir jatuh tapi tiba tiba sebuah tangan kekar menarik dan memeluk tubuh nya yang hampir jatuh.


"Ayu kamu baik baik saja."


Entah dari mana datang nya, Arga sudah berada di sana.


Ayu sedikit menyender kan kepala nya di dada bidang Arga karena efek benturan sangat terasa sakit di kepala nya,


"Yuk.... Kita ke dokter..."


Arga mengusap usap lembut kepala Ayu yang di balas dengan gelengan kepala.


"kenapa ini Novia?"


Pemilik toko yang menyadari ada keributan segera mendekat. Novia tidak menyahut sama sekali, hanya menunduk kan kepala, sama sekali bertolak belakang dengan waktu dia meneriak i Ayu.


"karyawan ibu sudah dengan kasar mendorong istri saya sampai terbentur"


Arga menjawab singkat. Sang pemilik sedikit terkejut melihat Arga, karena memang keluarga Arga sangat terkenal di kalangan pebisnis.


"pak Arga...maaf kan kelalai an kami, kami mohon maaf"


Si pemilik berkali kali meminta maaf dengan membungkuk kan badan nya


"dasar kamu karyawan nggak bisa kerja."


Umpat nya pada Novia.


Arga segera berlalu memapah Ayu yang linglung setengah sadar ke mobil nya.


"kita ke rumah sakit"

__ADS_1


tanpa menunggu jawaban Arga segera melajukan mobil nya menuju ke IGD.


"bagaimana dok?"


"semua nya baik baik saja, benturan mya mungkin keras, tapi untung nya tidak berakibat fatal, ibu Ayu hanya butuh istirahat saja."


"makasih sudah membawaku ke dokter, tapi aku baik baik saja, jangan khawatir"


Ayu masih memegangi pelipis nya ketika keluar dari rumah sakit.


"sebaik nya kamu di rawat dulu Yuk, aku nggak yakin kamu baik baik saja"


"nggak papa, jangan khawatir"


Ayu mencoba tetap tersenyum, meski terlihat di paksakan.


Arga menghentikan mobil nya ketika melewati deretan kolam tak terawat dan banyak di tumbuhi bunga teratai.


Bunga kesukaan Ayu yang memang benar benar menawan di malam hari ketika terpantul cahaya bulan.


Ayu menghirup udara segar dalam dalam, dengan tubuh bersandar pada bagian samping mobil.


Rasa nya tenang dan nyaman.


Arga yang mencuri pandang, melihat wajah Ayu yang begitu cantik di antara pantulan cahaya bulan membuat dada nya bergemuruh, rasa rindu yang di pendam nya seperti mau meledak, apalagi orang yang selama ini di rindukan nya ada di hadapan nya.


"kamu sedang apa di Jogja?"


Arga gelagapan ketika Ayu bertanya karena sibuk menikmati kecantikan Ayu.


"oh, aku ada urusan pekerjaan di sini."


"oo....kalau aku emang asli orang jogja, jadi aku kesini mengunjungi keluarga ku."


Ayu tersenyum sangat manis memperlihat kan gigi gingsul serta lesung pipi nya yang membuat Arga terpesona melihat nya.


"oh iya, tadi aku sempet denger kamu bilang istri?"


Ayu menatap Arga dengan menaik kan kedua alis nya. Wajah Arga terlihat lucu karena kebingungan.


"yah.... ....."


Arga mengusap tengkuk nya, bingung mencari jawaban. Ayu tertawa kecil menyadari Arga yang bingung tak bisa menjawab.


Sesaat mereka saling menatap satu sama lain, wajah Arga yang tersapu udara malam terlihat dingin namun mempesona dan wajah Ayu yang terpancar kilauan sinar bulan terlihat menawan dan anggun.


Tanpa di duga Arga meraih tubuh kecil Ayu dan segera mencium bibir indah nya, ******* dan menghisap dengan lembut dan hangat. Ayu yang terkejut diam mematung, tubuh nya yang kecil di peluk erat dan kuat oleh tubuh Arga yang kokoh, Arga semakin menekan tubuh kecil Ayu dalam pelukan nya, menghisap bibir dan membelit lidah Ayu, merasakan kehangatan dan kerinduan nya yang mendalam sedikit terobati.


Tersadar dengan apa yang di lakukan Arga , Ayu mendorong kuat tubuh Arga.


Mengusap bibir nya yang masih basah dan sedikit bengkak karena ciuman dari Arga.


Suasana hening dan menjadi agak canggung. Raut wajah Arga sedikit sumringah karena rasa rindu nya sedikit terobati, tapi bagi Ayu dia merasa itu ciuman pertama nya dengan Arga karena dia sama sekali tak mengingat masa lalu yang pernah mereka lalui bersama.


"kita...."


Ayu menghenti kan kata kata nya, mengusap tengkuk nya sendiri, bingung mau berkata apa. Arga tersenyum kecil melihat tingkah istri nya yang kebingungan.


"kenapa?"


Arga memandang Ayu dengan menaik kan kedua alis nya....


Rktkk.....


"aaaaaaaaaa...."


Ayu berteriak kencang seraya meloncat ke gendongan Arga , mirip seperti anak kecil ketakutan ketika seekor katak kecil melompat dari kolam ke kaki nya.


Arga yang terkejut, terhuyung dan akhirnya berdua jatuh di jalan yang telah sepi.


Seketika tawa mereka pecah menyadari kejadian lucu itu.


Wajah Ayu sedikit memerah antara malu dan geli.

__ADS_1


__ADS_2