
Di sebuah taman kecil di tengah kota, dekat dengan pusat perbelanjaan, seorang perempuan duduk sendiri, di sebelahnya ada stroler bayi dan ada bayi perempuan cantik yang sedang tertidur pulas di dalam nya.
wajah kecil nan polos, membuat siapa pun yang memandang nya pasti akan jatuh hati.
Sesekali perempuan itu melihat ponsel yang di genggam nya, seolah sedang menunggu sesuatu atau menunggu seseorang.
"dia putriku?"
Seorang pria dengan setelan jas kerja, datang dan berjongkok di depan stroler bayi perempuan cantik itu.
Mengusap lembut pipi gembul nya lalu mencium dengan gemas nya, membuat sang bayi yang tertidur pulas itu menjadi terusik karena ulah nya.
"apa yang kau lakukan, kau mengganggu tidur nya."
"aku hanya mencium nya sedikit"
tak lama terdengar bayi itu menangis karena ada yang mengusik tidur nya.
"biar aku yang menggendong nya"
Meski canggung karena belum pernah menggendong bayi sebelum nya, Agus tetap berusaha untuk menggendong bayi itu dengan hati hati.
"jangan nangis baby cantik?"
Bujuk nya pada sang bayi meskipun dia tahu pasti bahwa bayi itu belum mengerti apa yang di ucapkan nya.
"siapa nama nya?"
"namanya sefia"
"nama yang bagus, halo sefia, jangan nangis ya.... Ini papa mu nak"
Bujuk Agus membuat wajah Sella memerah entah karena malu atau sebal pada perkataan Agus.
"kenapa dia tak juga berhenti menangis?"
Tanya Agus yang mulai panik karena Sefia tak juga berhenti menangis malah semakin kencang.
"itu karena kau mengganggu tidur nyenyak nya"
Balas Shella sedikit kesal karena dia suda hafal bagaimana peringai putri nya yang akan susah diam jika tidur nya terganggu.
"sini biar aku susui"
Pinta Shella pada Agus, seraya meminta bayi kecil yang di gendong Agus.
"maksud mu kau mau menyusui nya? "
"iya, trus apa lagi, kamu yang mau menyusui nya?"
Jawab Sella ketus.
"di sini?"
"nggak, di luar angkasa. Ya di sini lah.... "
"tunggu...tunggu... Jangan di sini!"
"kamu ribet banget sih Gus, lihat tuh Sefia makin kenceng nangis nya"
"iya, tapi jangan disini.... ini tempat umum Shella"
"trus kalau tempat umum kenapa?
Kamu mau Sefia nangis sampai klenger dulu baru di susui"
"ckkk ...mmmm....kita ke mobil saja"
Perintah Agus tanpa menunggu jawaban dari Shella langsung membawa Sefia menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari taman itu.
Mau tak mau Shella pun mengikuti Agus yang sudah membawa putri nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"nah sekarang kamu susui Sefia.... disini kan aman"
Setelah menutup pintu mobil Agus menyerah kan Sefia pada Shella untuk di susui.
"kamu aneh.... emang kenapa kalau aku susui Sefia di taman ?"
Sella yang sudah terbiasa dengan kehidupan bebas tidak merasa aneh atau pun risih bila menyusui bayi nya di manapun.
"ya .... Kan biar nggak ada yang melihat"
"sama saja kan, di mobil juga kamu bisa lihat"
Jawab Sella ketus dengan melihat Agus kesal.
"ya... Kan beda.... "
Jawab Agus memegang tengkuk nya kikuk.
"apa beda nya, kamu sama yang di luaran sana, kan sama sama laki laki."
"iya sama sama laki laki sih.... Tapi.... Kalau di mobil kan cuma aku saja.... "
Jawab Agus sedikit lama dan bertele tele, harus memikir kan jawaban yang pas.
Shella hanya mencibir mendengar jawaban Agus yang baginya berbelit belit dan cuma sekedar alasan.
🥀
🥀
🥀
🥀
"akhir nya Bryatta mau diem bu Ayu!"
"iya mbok, tapi badan nya panas"
Mbok Surti memegang kepala Bryatta yang memang terasa panas.
Setelah seharian menangis bayi itu mau diam tapi dengan suhu badan nya yang tinggi.
"apa kita bawa ke dokter saja buk, biar saya suruh pak Eko menyiap kan mobil"
"nggak usah mbok, lagian sakit nya bukan karena virus atau penyakit, sebentar lagi obat nya juga datang sendiri."
Jawab Ayu dengan yakin yang di balas dengan kernyitan bingung di dahi mbok Surti.
"mbok siap kan makan malam saja, biar Bryatta sama saya"
Mbok Surti hanya mengangguk lalu pergi ke dapur untuk memasak, meninggal kan Ayu yang masih setia menggendong baby nya seharian penuh.
"kenapa kamu semenyebalkan papa mu Bry?
mama tahu, kamu sakit juga gara gara dia kan"
Gerutu Ayu seakan memarahi bayi yang tidur tapi tidak pulas dalam gendongan nya.
"lihat saja, akan ku hajar dia kalau sudah datang, aku tidak akan memaafkan siapa pun yang membuat putra ku sakit"
Gumam nya lagi tak peduli siapa pu yang membuat putra nya sakit pasti aka berurusan dengan nya, meski pun itu Arga.
Ayu yakin malam ini Arga pasti datang setelah siang tadi dia menelfon nya dan terdengar suara putra nya yang sedang menangis.
mungkin saat ini pun dia sudah kelimpungan mencari cara untuk datang tanpa ada yang tahu.
Bahkan saat makan pun, Ayu harus makan dengan tetap Bryatta ada pada gendongan nya, karena bayi itu akan langsung menangis saat di tidur kan di box bayi atau di gendong orang lain.
"bu Ayu, biar saya gendong dulu Bryatta nya, nggak papa nangis sebentar, yang penting bu Ayu makan dulu, seharian bu Ayu belum makan, mungkin karena itu air susu nya kurang buat Bryatta, jadi nggak mau di susui."
Pinta mbok Surti yang merasa kasihan melihat Ayu hanya bisa makan kudapan ringan karena harus terus menggendong Bryatta.
__ADS_1
"biar saya saja yang gendong mbok"
Jawab Arga yang sudah masuk ke dalam rumah dan terlihat sedikit tergesa gesa.
Seketika semua yang ada di meja makan menoleh kepada asal suara.
Tepat seperti dugaan Ayu, Arga pasti pulang karena mendengar tangisan putra kesayangan nya.
"pak Arga, syukurlah, saya bisa lega sekarang, Bryatta pasti cepet sembuh, dan bu Ayu bisa istirahat supaya tidak kecapekan"
Balas pak Eko dengan wajah sumringah, melihat Arga.
Arga segera mengambil Bryatta dari gendongan Ayu.
"makan lah yang banyak, kamu terlihat kurus sekarang"
Bisik Arga di telinga Ayu saat mengambil Bryatta dari gendongan nya.
"yaaa.... Aku memang butuh makan yang banyak, agar tenaga ku kuat, buat menghajar seseorang"
Jawab Ayu dengan tatapa mata licik kepada Arga. Membuat Arga sedikit mengerut kan kening nya, merasa itu di tujukan untuk nya.
🥀
🥀
"Bryatta belum tidur?"
Tanya Ayu yang sudah menyelesaikan makan malam nya dengan tenang dan menyusul Arga di kamar Bryatta.
"belum, sepertinya dia masih rindu padaku"
Jawab Arga yang membuat Ayu mencibir dan semakin kesal.
Meski belum tidur Bryatta sama sekali tak menangis kala Arga meletak kan nya di box bayi, seperti merasa nyaman.
"maaf untuk yang tadi siang"
Arga membuka pembicaraan setelah meletak kan putranya di box nya.
Ayu hanya diam memandang Arga dengan tatapan yang sulit di artikan.
"tadi .... Aku...."
Belum sempat Arga menyelesaikan kalimat nya Ayu menginjak kaki nya dengan amat keras.
"awwhhhhhh."
Pekik Arga terkejut ketika kaki nya di injak dengan sengaja oleh Ayu dan
Buughhhh...
Sebuah pukulan mendarat di hidung mancung nya.
"sebenar nya aku ingin melakukan lebih dari itu, tapi... Untuk sementara sepertinya itu saja dulu"
Arga meringis memegangi hidung nya yang mungkin akan bengkak dan memar , dan sedikit nyeri di kaki yang terinjak dengan sengaja.
"kamu dengar itu....
Aku benar benar ingin sekali membakar mu hidup hidup, gara gara kamu, putra ku jadi demam"
Sungut Ayu kesal, dia benar benar membuktikan perkataan nya tadi, bahwa dia akan menghajar orang yang membuat putra nya sakit meski tangan nya kini juga terasa sakit.
"dia juga putra ku"
"aku selalu berharap kelak dia tak semenyebalkan dirimu"
Mereka saling memandang dan saling mengerjap ngerjap kan mata, seolah memikir kan kekonyolan merek barusan.
Dan ternyata doa Agus terkabul, bahwa Arga akan di hajar saat bertemu Ayu.
__ADS_1
😁😁