teratai

teratai
semakin akrab


__ADS_3

Sinar matahari pagi yang masuk melalui celah jendela kamar membuatku mengerjap perlahan.


Saat ku buka mata Arga sudah tak ada di ranjang, kulihat kamar mandi juga kosong, sepertinya dia sudah keluar kamar..


Ternyata dia sudah duduk di teras belakang menikmati sinar mentari pagi dengan secangkir kopi panas di meja


"sudah bangun"


Tanya nya menyadari kehadiranku


"iya..kamu sudah baikan?"


Kulihat mata Arga masih terpejam menikmati terpaan sinar mentari di kulit wajahnya, wajah nya terlihat sedikit pucat


"aku tak apa apa"


"aku buatkan sarapan yah"


"ndak usah...duduk sini..."


Arga menarik tanganku yang dari tadi berdiri agar duduk di sampingnya


"semalam kamu nggak cari kesempatan kan"


Sontak wajah ku memerah


"jangan ge er kamu ....aku ...nggak...kamu sendiri yang....aku..."


Arga tertawa melihatku yang kebingungan mencari jawaban.


Sialan dia benar benar membuatku malu dan bingung


"bodoh....kita kan sudah resmi suami istri, jadi wajar kalau..."


" nggak bisa..."


Ku potong kata kata Arga


"pokoknya kamu nggak bisa cari cari kesempatan seperti itu lagi"


"kalau aku nekat mau apa?"


Tanya Arga menatapku nakal


"yah..aku...mmm ..aku akan...pokoknya nggak boleh"


Arga tertawa lepas melihatku yang kebingungan mencari jawaban


"kamu sudah lupa dengan kata kata mamah semalam"


Di hembuskan asap rokok dari mulutnya


"mamah pengen cepet punya cucu loh "


Arga melirik ku nakal


Sialan laki laki ini membuatku terpojok


"dan sebagai seorang istri kamu tak boleh menolak kalau aku menuntut hak ku sebagai suami"


Ku telan ludah kasar, serasa mukaku merah padam dengan kata kata Arga barusan.


Hari ini kami sepakat mengambil cuty rencananya akan mengantara Arga ke dokter


"apa perlu mamah ikut Ga?"


"ga usah mah, soalnya nanti kita langsung pulang"


Tante Anya menawarkan untuk ikut tapi di tolak Arga


"kami pamit dulu mah, salam buat yang lain"


Pamitku mencium punggung tangan mertuaku


Meskipun sakit Arga tetap tak mengijinkan ku menyetir mobil, dia bersikukuh bahwa pria tak boleh lemah dari wanita

__ADS_1


"loh, kita mau kemana?"


Tanyaku ketika menyadari Arga tidak ke arah dokter keluarga nya


"liburan"


Jawabnya singkat, aku hanya nyengir meski tak tahu entah kemana tempat yang di tuju...


Ternyata arah ke pantai...yah, lumayan lah karena sejujurnya aku juga sangat bosan dengan kantor yang monoton, kayak nya ide bagus juga pergi ke pantai di jam kerja, pasti suasana nya tak begitu rame...


Dan benar suasana di pantai parang tritis memang belum begitu ramai, karena memang masih terlalu pagi kalau untuk wisatawan, kami berjalan menyusuri bibir pantai, menghirup udara segar...


Sekilas ku lihat wajah Arga memang terlihat gelisah, sepertinya lagi banyak pikiran....


"kamu ada masalah?"


Tanyaku hati hati takut salah bicara


Arga menatapku dalam


"menurutmu?"


"yaaa....aku tak tahu...."


Kataku memainkan air laut yang mengenai kaki ku


"semua orang hidup pasti punya masalah, kalau tak mau punya masalah ya, mati saja"


Asap rokok seperti tak pernah berhenti keluar dari mulut dan hidung nya


"kamu nggak mau cerita?"


Arga kembali menatapku


"masalahku ...itu...kamu..."


"aku??"


Ku tunjuk diriku sendiri


Arga tertawa dan menatapku


"dasar bodoh..."


Tanpa di duga Arga membopongku berlari ke arah air dan menjatuhkan ku di gulungan ombak pagi


"Arga....."


Teriak ku kesal


"awas kamu...jangan harap kamu bisa lolos..."


Teriak ku, entah tanpa di sadari kami main kejar kejaran di pantai mirip anak kecil


Sambil berlari ku kejar Arga yang tertawa kencang melihatku basah kuyup


aku lompat dan naik ke gendongan Arga membuat kami terjatuh bersama di gulungan ombak...


Rasanya bener bener bebas..lepas dari semua masalah dan pekerjaan yang membosankan


"aku capek.."


Kataku setelah mengejar Arga kesana kemari, duduk di pinggir pantai dengan baju basah kuyup membuatku sedikir risih, karena sudah pasti akan tembus pandang


Arga melepas kemeja hitam nya dan memakaikan nya padaku, dia sangat peka melihatku yang tidak nyaman dengan baju tembus pandang dan Arga bertelanjang dada


Sontak pengunjung wanita yang melihat Arga terkagum kagum karena memang tubuh nya spesifik dan ideal untuk seorang laki laki, tegap kekar di tambah lagi dengan parasnya yang tampan


"kita pulang, nanti kamu meriang lagi"


Kataku mengajak Arga pulang karena Arga semalam demam dan memang matahari sudah semakin terik


Semua mata tertuju pada kami saat kami berjalan ke parkiran mungkin lebih tepatnya ke arah Arga yang bertelanjang dada, risih juga sebenarnya


" kamu cemburu"

__ADS_1


Arga merangkulku, menyadari aku yang dari tadi cengar cengir melihat para wanita yang terkagum kagum melihat Arga


" ge er.."


Sialan dia mengamati gerak gerik ku


Di apartemen aku menghabiskan hari drngan bersih bersih dan memasak mirip ketika aku masih tinggal di rumah mas Novan, bedanya disini aku tetap di perlakukan dengan baik


"aku mau makan steak"


"masak aja sendiri, aku belum selesai.."


Jawabku yang masih sibuk dengan bersih bersih ruang tengah


"kamu mau jadi istri durhaka....kamu mau aku mati kelaparan?"


"dasar....kalau aku masak kamu yang bersih bersih"


Ku letak kan sapu dan lap yang ku bawa ke tangan Arga tanpa menunggu jawaban nya


"kamu....aku tidak mau"


"kalau begitu masak aja sendiri"


"apa kamu lupa aku baru sembuh dari demam semalam"


"apa kamu juga lupa kita menikah di atas kertas"


"apa maksud nya menikah di atas kertas?"


Sial...aku keceplosan....tapi bukan kah itu kenyataan....


"apa maksud nya?"


"yah.....kaan memang bener kita menikah cuma .....mmmmm"


"trus kamu maunya apa, kita menikah di atas ranjang.....oke"


Tanpa basa basi Arga menggendongku paksa membawa ke kamarnya


"jangan gila kamu....lepaskannnn"


Teriak ku tak di hiraukan Arga dan menjatuhkan ku di ranjangnya, tanpa basa basi menciumi wajahku dan menghisap kuat bibirku...rasanya begitu kuat dan nikmat


Ku coba meronta tapi tanganku di cekal kuat di atas ranjang sampai akhirnya ku gigit bibirnya


" kamu gila yah"


Kata Arga memegangi bibirnya sedikit berdarah karena gigitanku namun tubuhnya tetap di atas tubuhku


"kamu yang gila....minggir ...aku mau..."


" mau apa?"


Tanya nya tersenyum nakal


"jangan macam macam kamu"


Aku mendelik melihat senyum nakal nya


"tadi katanya lapar, minggir aku mau masak"


Arga terdiam malah meletak kan kepalanya di bahuku dan terdiam cukup lama


Krrrkkkk...krkkkk


Terdengar bunyi perutnya yang kelaparan membuatku tak bisa menahan untuk tidak tertawa..


Arga hanya cemberut seraya membuntutiku ke dapur


Aku merasa hari ini sedikit terbebas dari aktivitas monoton kantor, dan pikiranku pun terasa sedikit fresh


Mungkin benar kalau manusia itu butuh refresing entah itu satu minggu sekalu atau satu bulan sekali untuk menyegarkan pikiran nya dan agar tidak terlalu stres dengan aktifitas harian nya


Meskipun itu hanya sebagai ibu rumah tangga🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2