teratai

teratai
Maaf....


__ADS_3

Sepanjang menyusuri koridor gedung, ayu melihat ke sisi kanan dan kiri.


Mata nya berkaca kaca, hati nya berkecamuk tak menentu, sesekali menatap Arga meminta kepastian dan kebenaran tentang tempat ini.


Sedang yang di tatap hanya memasang muka datar dan dingin.


Rahang nya mengeras seperti menahan sebuah rasa yang tak bisa di jelas kan.


Di ujung koridor terlihat soerang perempuan duduk di bangku panjang dengan pandangan tertunduk.


Ayu tak mampu bersuara, leher nya terasa tercekat, lidah nya terasa kelu, hanya air mata yang sudah mengalir di pipi mulus nya.


Ayu bersimpuh di hadapan perempuan yang duduk di bangku panjang itu, di genggam nya erat tangan perempuan dengan wajah tertunduk itu.


"jangan ambil anak ku...."


Tangis Ayu akhir nya pecah, melihat keadaan Mitha yang kini berada di rumah sakit jiwa.


Aku menangis tersendu sendu di pangkuan Mitha.


Entah dia harus bersikap bagaimana.


"Mitha...maafin aku....aku mohon....maaf..."


Ayu berkata dengan terbata bata karena menahan isak.


"jangan ambil anak ku..."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Mitha tak henti henti nya dan dengan pandangan mata kosong,


Sementara Arga nampak berkaca kaca.


Hati nya teramat sangat sakit karena dia lah penyebab semua masalah ini.


Arga pun ikut bersimpuh di depan Mitha, memegang tangan kedua wanita yang saling menggenggam itu, bibir nya seperti tak mampu mengucap kan sepatah kata pun.


"maaf kan aku,..... Semua ini salah ku."


Bulir bening pun akhir nya terjatuh dari sudut mata Arga ketika mengucap kan kata maaf.


"jangan ambil anak ku...."


Kata kata itu yang di ucap Mitha ber ulang ulang kali.


"Mitha...ini aku... Aku mohon...."


Ayu berkata dengan tubuh bergetar menahan isakan.


Tak pernah terpikir kan semua berakhir seperti ini.


Ternyata apa yang selama ini ada di dalam pikiran nya salah total.


"jangan ambil anak ku..."


Arga hanya tertunduk bahunya bergetar karena isak an.


"jangan ambil anak ku..."


Tiba tiba Mitha berteriak histeris, mendorong tubuh Ayu dan Arga yang bersimpuh sampai mereka terjatuh dan terduduk di lantai..


Beberapa suster berlari mendatangi mereka, dan segera membawa Mitha kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Ayu yang tak mampu menahan rasa di hati nya, berlari keluar rumah sakit dengan air mata yang masih beruraian di wajah nya.


"Bapak Arga, tunggu sebentar.."


Seorang pria dengan pakaian dokter menghenti kan langkah Arga untuk mengejar Ayu.


"iya dok"


"saya harus menyampai kan sesuatu tentang ibu Mitha, bisa ikut ke ruangan saya"


Arga hanya mengangguk dan segera mengikuti langkah dokter menuju ke ruangan nya.


"begini pak, kami melihat sudah ada beberapa kemajuan pada ibu Mitha. Ibu Mitha sudah sedikit merespon ketika kami mengajak nya berbicara."


"apakah itu arti nya Mitha sembuh?"


"untuk kata sembuh sebenar nya belum, tapi itu satu perkembangan yang positif bagi kesembuhan nya, untuk itu kami ingin minta tanda tangan bapak, selaku penanggung jawab pasien, untuk kami bisa melakukan beberapa terapi lanjutan untuk ibu Mitha"


Tanpa ragu ragu Arga menanda tangani surat yang di sodor kan dokter pada nya, dan segera memberes kan administrasi nya, sebelum mencari Ayu yang berlari keluar rumah sakit.


Tergesa gesa Arga menyusuri sepanjang jalan dekat rumah sakit untuk mencari keberadaan istri nya.


Ada kekhawatiran terpancar di wajah nya apalagi mengingat kondisi Ayu yang sedang tidak sehat.


Sampai akhir nya Arga melihat seorang perempuan cantik duduk di taman dengan bahu bergetar karena menangis.


"maaf kan aku.."


Arga duduk di samping Ayu, menepuk pundak nya lembut, melihat Ayu yang tak berhenti menangis.


Bukan nya membuat Ayu tenang justru membuat tangis nya semakin kencang.


Arga meraih tubuh kecil yang bergetar karena tangis itu dalam pelukan nya.


Diri nya pun ikut menetes kan air mata.


Di usap nya pelan dan lembut kepala Ayu berharap bisa memberi ketenangan pada nya.


"aku harus bagaimana?"


Aku berkata dengan menahan isakan nya, benar benar di luar dugaan nya.


"kamu tidak harus melakukan apa pun, aku yang salah.... Maaf kan aku."


"kenapa kamu tak bilang tentang kondisi Mitha Ga?.... Kenapa?"


"maaf ..... Aku tak mau membuat mu semakin terluka...cukup aku saja yang menanggung semua ini."


"bagaimana kedepan nya....aku harus bagai mana?"


Ayu memukul dada bidang Arga dengan satu tangan nya.


Arga paham dengan kata kata Ayu, dia tahu Ayu juga mencintai nya, tapi sekarang setelah tahu keadaan sahabat nya, itu pasti akan menjadi dilema bagi nya.


Arga mencium pucuk kepala Ayu dengan tulus.


"kenapa bisa begini Ga?... Kenapa?.."


Tubuh Ayu yang memang sedari awal kurang fit kini melemah, tenaga nya seperti terkuras untuk menangis hingga akhir nya tak sadar kan diri dalam pelukan suami nya.


Perlahan Ayu membuka mata nya yang terasa bengkak, ternyata dia sudah terbaring di kamar VVIP sebuah hotel.

__ADS_1


"kamu sudah sadar? Bagaimana keadaan mu?"


Ayu duduk dan menyandar kan tubuh nya di atas ranjang.


"Aku baik baik saja"


"makan lah, kamu belum makan seharian, aku tak mau kamu sakit"


Arga membawa nampan berisi air dan makanan.


"aku belum lapar."


"kondisi mu buruk Yuk, wajah mu pucat dan lemas, badan mu juga anget, aku nggak mau kamu sakit."


Ayu hanya menurut ketika Arga menyuap kan beberapa sendok nasi pada nya.


"aku mau dengar semuanya, kenapa Mitha seperti itu."


Sejenak Arga terdiam, wajah nya tetap datar dan terlihat kelelahan.


"aku mohon Ga, aku ingin tahu kejadian sebenar nya."


Setelah menghela nafas panjang berkali kali, Arga menceritakan semua kejadian yang terjadi waktu itu.


Di ceritakan dengan detail dan lengkap semua tanpa ada satu pun hal kecil yang terlewat.


Ayu yang mendengar cerita Arga hanya terdiam dengan sesekali mengusap air mata yang jatuh di wajah nya.


"semua salah ku maaf kan aku"


Arga berkata lirih setelah mencerita kan semua nya pada Ayu.


"aku tak tahu harus berkata apa?"


Pikiran nya masih di penuhi dengan sosok Mitha yang teriak histeris di depan nya.


Dan juga mengenai cerita Arga tentang kejadian waktu dulu.


"hukum aku .... Aku tidak akan lari..."


Kata Arga lagi lirih, melihat Ayu yang hanya terdiam.


Dia tak bisa menghakimi Arga karena dia sendiri juga salah waktu itu, pergi begitu saja tanpa memperduli kan keadaan Mitha, hingga akhir nya Arga mengejar nya dan membuat Mitha seperti ini.


Entah lah dalam hal ini siapa yang salah,


Yang ada di benak Ayu adalah sahabat nya yang kini harus menjalani perawatan intensif karena mental nya.


Ting....


Ting....


Ting.....


"sore bos, semua sudah siap!"


Agus sudah berada di depan pintu hotel,


Ternyata Arga meminta Agus menyusul mereka karena dia sendiri sangat kelelahan untuk melakukan perjalanan pulang.


Dan dia juga tak mau mengambil resiko karena kondisi Ayu juga sedang nge drop.

__ADS_1


__ADS_2