
Suasana di Teratai resort sudah cukup ramai menjelang sore hari, karena memang sedang ada acara weekend night disana, kerjasama antara beberapa pengusaha fashion, kuliner, seni dan masih banyak lagi.
Acara di ada kan terbuka bagi umum, jadi siapa saja bisa datang, bahkan usaha kecil yang berpotensi pun bisa ikut partisipasi.
Jiwa sosial Ayu memang sangat tinggi, dia ingin membuat wadah untuk pengusaha kecil dan menengah agar bisa menampung inspirasi dan karya mereka.
Acara itu tentu nya mendapat sambutan dari banyak pihak, termasuk pemerintah daerah setempat, banyak juga pengusaha kecil yang datang dari luar daerah yang ingin bisa menunjuk kan karya nya.
tak sedikit juga dari kalangan atas yang datang, karena brand brand ternama juga banyak yang ikut partisipasi. Ada juga sederetan artis yang hadir di malam itu.
perempuan dengan gaun malam yang cukup hot dan glamor nampak clinguk an seperti sedang mencari cari seseorang.
Senyum nya nampak merekah ketika seorang laki laki dengan prawakan tegap , bermata biru, hidung mancung, bibir tipis dan kulit bersih memakai setelan jas hitam datang dan menjadi sorotan pengunjung wanita karena pesona nya.
"Arga!"
Pekik nya girang melihat laki laki tampan masuk ke area outdoor resort bersama asisten nya yang tak kalah tampan.
"aku cari cari kamu dari tadi Ga"
Tanpa di suruh Sella melingkar kan tangan nya di lengan Arga yang spontan di lepas oleh Arga. Membuat Sella menampak kan wajah kesal nya.
"Arga ...hai...sudah datang?"
Seorang perempuan bule dengan gaun elegan menghampiri mereka
"hai Michel...bagaimana persiapan nya?"
"oh, kalau soal seperti itu aku sangat yakin my friend Ayu sangat detail untuk persiapan"
Arga tersenyum mendengar Michel memuji Ayu.
"oh...she is....?"
"oh dia...dia teman kuliah ku, Sella kenal kan ini Michel salah satu pemilik Lotus Company"
"hai Sella"
Sella menjabat tangan Michel dengan senyum yang sedikit di buat buat, merasa iri Michel bisa akrab dengan Arga yang memang semenjak kuliah terkenal cool.
"Michell kamu sendiri an?"
Michel tersenyum, tahu maksud pertanyaan Arga.
"I know what you mean"
Arga tertawa sedikit malu, karena memang selama ini Michel juga membantu nya supaya Ayu mendapat kan kembali ingatan nya.
Perhatian mereka seketika beralih ke podium, ketika seorang perempuan cantik dengan gaun simple dan ramput setengah tergerai naik ke podium dan memberi sedikit sambutan.
Tepuk tangan terdengar riuh ketika sambutan selesai dan berganti acara, selain fashion banyak juga barang antik atau seni dan aneka kuliner, karena itu acara ini terbuka untuk umum sehingga para pelaku usaha bisa memperkenal kan produk mereka.
"Arga..aku haus, tolong ambil kan aku minum"
Rengek Sella manja membuat Michel yang ada di dekat nya merasa canggung.
"oh, Agus tolong ambil kan minum untuk Sella"
"siap bos"
Sella menghentak kan satu kaki nya karena kesal Arga sama sekali tak memperhatikan diri nya.
"Great honey.."
Michell merangkul Ayu yang baru turun dari podium dan bergabung dengan mereka
"thank you Michell."
"selamat Yuk, acara kamu seperti nya sukses besar."
Arga menjabat tangan Ayu memberi ucapan selamat tanpa melepas jabatan tangan nya, malah semakin menggenggam nya
"makasih, semua juga karena dukungan kalian."
"mbak Ayu selamat yah, ntar buat lagi yang versi pantai "
Celetuk Agus setelah membawakan minuman untuk Sella.
"dasar otak kotor"
Sergah Arga dengan menoel kening Agus.
"yee... Bukan saya yang otak kotor bos..., tapi bos sendiri"
Arga mengangkat kedua alis nya .
"yah bukti nya dari tadi salaman tangan nya nggak di lepas lepas"
Seketika Arga dan Ayu saling pandang, menyadari bahwa memang dari tadi tangan mereka masih saling memegang. Bukan nya melepas kan Arga malah menarik tubuh Ayu dan melingkar kan tangan nya ke pinggang Ayu.
Sella yang melihat melotot merasa cemburu dengan kelakuan Arga.
"kayak nya kita jadi obat nyamuk Gus"
Celetuk Michel menyadari Arga yang sama sekali tak melepas kan sahabat nya.
__ADS_1
"tenang mbak Michel, di sini banyak cewek cantik dan cowok tampan kita juga bisa...."
"nggak usah buat masalah"
Arga kembali menoel kening Agus, mengingat asisten tercinta nya itu suka hilaf melihat cewek cewek cantik dan seksi.
"udah lah, jangan berantem terus, kita makan aja yuk, rame rame, Sella gabung yuk!"
Ayu dengan ramah mengajak Sella ikut serta, meskipun yang di ajak pasang muka tak suka.
Ternyata Arga sudah mempersiap kan tempat khusus untuk mereka, di samping kolam renang dengan pemandangan langsung menghadap ke laut, dan tepat di samping kolam teratai.
"kalian pesan semau nya, bebas, aku yang traktir"
"beneran bos"
Agus kegirangan ketika mendapati sederetan menu yang sebagian belum pernah di cicipi nya.
Di satu meja yang di tempati berlima itu semua tampak riang bercanda kecuali Sella, wajah nya terlihat kesal dan sesekali menimpali candaan dengan ketus.
Tapi Ayu dan yang lain tak begitu memikir kan nya, mereka ingin menikmati acara malam itu dengan gembira.
"aku ke toilet dulu ya"
Ayu berpamitan pada yang lain nya untuk ke toilet.
"Aku juga mau ke toilet"
Pamit Sella segera menyusul Ayu.
"Ga, sebenar nya Sella itu suka sama kamu yah, dari tadi aku lihat dia kesel banget sama Ayu."
Arga hanya tersenyum mendengar tebak an Michel yang memang benar.
"tapi kalau saya bos, masih jauh sama mbak Ayu, casing nya aja yang bagus "
Si Agus ikut menimpali.
"tenang Gus, aku nggak akan tertarik sama dia, dia memang sudah seperti itu sejak kuliah"
"tapi kayak nya kamu mesti ati ati deh Ga, dari tatapan mata nya aku suka lihat dia seperti mau lakuin sesuatu"
"bukan hanya si bos, tapi juga mbak Ayu, kayak nya harus hati hati."
Agus yang biasa nya konyol bisa juga serius dan melihat peringai Sella yang tidak baik.
"kita dansa yuk Ga"
"oke"
"Arga milik ku kamu jauh jauh dari dia"
Ayu sedikit terkejut dengan kedatangan Sella yang tiba tiba dan langsung menghardik nya soal Arga.
"maksud nya?"
Ayu berpura pura tidak paham. Meskipun sebenar nya dia tahu bahwa Sella suka pada Arga.
"harus nya kamu tidak menyulit kan Arga, kamu kan sudah janda, dan Arga bisa mendapat kan semua yang dia mau, kalau kamu tidak menghalangi nya"
"aku menghalangi..."
Ayu mengangkat kedua tangan nya tanda tak mengerti
"Arga akan bisa mendapat kan yang lebih kalau kamu melepas kan nya"
"melepas...aku sama Arga tak ada ikatan"
Ayu menaik kan kedua alis nya
"sudah lah Yuk, aku jauh jauh dari Jogja untuk bisa dekat dengan Arga aku harap kamu bisa memberi ruang pada Arga agar bisa mendapat kan sesuatu yang lebih baik."
"aku tak pernah melarang Arga untuk melakukan apa pun, seperti nya kamu salah paham"
sella mencekal lengan Ayu kuat.
"Aku terbiasa mendapatkan apa pun yang ku mau sejak kecil, jadi jangan salah kan aku kalau aku akan merebut Arga dari mu"
Sella melepaskan cekalan di lengan Ayu sekaligus mendorong nya ke belakang membuat punggung ayu menabrak wastafle cukup keras.
Sella berlalu dengan menabrak pundak Ayu kasar, membuat Ayu terhuyung dan terjatuh menabrak dinding cukup keras.
Sebelum pergi Sella melempar tisu yang sedikit basah ke wajah Ayu.
Di usap nya hidung yang terasa lembab, ternyata benturan itu menyebab kan diri nya mimisan, dan kepala nya seperti berputa putar.
"Mbak Ayu"
Agus memegangi tubuh Ayu yang hampir terjatuh dengan wajah bagian bawah penuh darah.
Ternyata Agus yang hanya duduk sendirian menyadari bahwa Ayu terlalu lama di toilet dan segera menyusul nya.
Takut terjadi sesuatu pada Ayu, karena melihat peringai Sella yang kurang bagus.
"Agus"
__ADS_1
Panggil Ayu parau, karena kepala nya seperti berputar putar, dan sesekali sekelebatan bayang orang orang baru muncul di ingatan nya
"aakhhhh..."
Ayu memekik memegangi kepala nya ketika ingatan masa lalu nya melintas.
Agus yang panik berlari keluar mencari Arga yang tadi berdansa dengan Michel tapi ternyata sudah tak ada.
"mbak Kita ke Apartemen di atas saja"
Agus berinisiatif membawa Ayu ke apartemen nya karena bingung mau kemana, sementara bos nya tak bisa di hubungi.
Dengan tertatih Ayu di papah Agus ke apartement, darah yang keluar sudah sampai ke baju nya, membuat Agus semakin panik.
Mau di tinggal mencari Arga, Agus takut meninggal kan Ayu sendirian di apartement melihat kondisi nya yang setengah sadar dengan terus mengerang seraya memegangi kepala nya.... Seperti nya semua ingatan ingatan masa lalu nya terus ber sliweran di benak Ayu, membuat nya kesakitan.
Agus mondar mandir sambil menghubungi Arga yang tak juga bisa.
*Di tempat lain di waktu yang sama*
Michell sedang asik berdansa dengan Arga sambil bencanda ngalor ngidul masalah bisnis mereka.
Sempat membuat para wanita cemburu melihat Michel bisa dekat dengan Arga yang begitu tampan dan mempesona.
"chell, kepalaku tiba tiba berputar"
Arga memijit pelan pelipis nya, tiba tiba kepala nya berputar dan tubuh nya terasa gerah, panas, keringat seketika bercucuran....
"kamu kenapa Ga?"
Michel memapah tubuh Arga yeng separuh lebih besar dari nya.
Entah lah, tiba tiba jantung arga berdebar lebih kencang, dan terasa panas gerah serta kepala berputar putar.
"apa biasa nya juga begini?"
"nggak Chel, baru ini seperti ini"
Arga menarik, melonggarkan ikatan dasi nya, jantung nya seperti bedegup lebih kencang.
'sial ini pasti ulah Sella"
bisik hati Arga, karena tadi Sella yang mengambil kan minuman untuk semua nya pas makan malam.
"jangan bikin aku panik Ga"
Michel kebingungan, dengan perubahan kondisi Arga, wajah nya mulai memerah, Michel melihat sekeliling mencari sosok Agus si asisten, tapi tak juga di lihat nya.
"trus gimana Ga?"
"antar aku ke apartement ku di atas"
Minta Arga dengan nafas sedikit tersengal, Michel memapah Arga yang sudah sempoyongan ke lantai atas.
"arkkhhhh"
Arga mengerang mendekap tubuh nya sendiri ketika sudah berada di kamar apartement nya.
Tubuh nya terasa panas dan bergetar, jantung nya mulai bedegup tak beraturan.
"Chel, keluar dari kamar ku."
Teriak Arga dengan masih mengerang
"tapi, kamu baik baik saja kan Ga?"
Michel kebingungan.
"keluar Chel.....kamu keluar, kunci pintu dari luar jangan biar kan siapa pun masuk ke kamar ini"
Nafas Arga tersengal wajah nya merah legam, menahan rasa yang sulit di jelas kan.
"cepat Chel!!!"
Arag berteriak membuat Michel segera keluar dan melakukan permintaan Arga untuk mengunci pintu, tanpa tahu apa yang sebenar nya terjadi.
Ternyata, Arga tahu Sella sudah memasuk kan obat perangsang dosis tinggi ke dalam minuman Arga, ingin menjebak Arga. Untung nya Arga masih bisa mengontrol pikiran nya sehingga tidak melakukan hal hal yang akan membuat nya menyesal seumur hidup.
Di luar kamar Michel berjalan mondar mandir, mencoba menghubungi ponsel Ayu yang ternyata mati, mencoba menghubungi Agus, ternyata nomor Agus sibuk.
Di luar kamar nya Agus mondar mandir sendiri menghubungi nomor atasan nya yang tak juga di angkat, sesekali terdengar erangan Ayu kesakitan yang membuat Agus semakin panik.
Di lantai bawah resort, tampak seorang perempuan yang berjalan sendiri, mencari cari seseorang yang tak juga di temukan nya, mondar mandir tak tenang dengan tangan terus sibuk dengan hand phone menghubungi seseorang yang tak juga mendapat balasan
"sial...kamu di mana sih Ga"
Umpat nya tak juga menemukan yang di cari.
Sampai acara hampir selesai yang di cari tetap tak juga menampak kan batang hidung nya.
"di telfon ke rumah kata pembantu, kamu tak ada, kamu kemana sih Ga, apa kamu sama perempuan itu."
Sella menghentak hentak kan satu kaki nya, sudah mahal mahal membeli obat buat menjebak Arga malah tak tahu Arga sekarang sama siapa, jelas jelas Sella melihat Arga meminum minuman yang di beri nya obat, tinggal menjalan kan misi selanjut nya malah nggak tahu di mana.
Arhhh.....
__ADS_1
Sella membanting gelas yang di pegang nya sebelum pergi meninggal kan resort karena usaha nya gagal total.