teratai

teratai
sama sama terluka


__ADS_3

"Arga jelasin sama mama, ada apa sebenar nya?"


Arga mematung seakan tak mendengar ucapan mama nya.


"Arga ini lelucon bukan?"


Ibu Anya terduduk lemas memegang berkas surat cerai dari Ayu.


"Arga jangan diam saja, bicara kamu Arga...."


Ibu Anya mulai meninggi kan suara melihat Arga yang hanya membisu.


"kamu sendiri yang bilang kamu cinta sama Ayu, lalu kenapa sampai Ayu meminta cerai dari kamu?"


"maaf kan Arga ma,...."


Arga menunduk dalam, bibir nya seperti terkunci.


"semua salah ku, aku tak bisa menjaga Ayu...... Maaf kan aku ma, aku benar benar menyesal."


Air mata perempuan separuh baya itu tak terbendung lagi, akhir nya tumpah seiring dengan isak an yang mulai terdengar.


"maaf kan Arga ma, semua salah Arga."


Arga bersimpuh di depan mama nyamenggenggang erat kedua tangan perempuan itu. Yang sontak menjadi bshan tontonan bagi beberapa pengunjung resort.


"mama butuh penjelasan Ga?"


Di sela tangis nya ibu Anya meminta penjelasan.


"hukum Aku ma, pukul Aku , marahi Aku, mama boleh memaki Aku .... Semua memang salah ku."


Liburan yang di rencanakan untuk bisa bersenang senang dengan anak dan menantu nya itu gagal, bahkan memberi nya sebuah kejutan yang luar biasa.


Kejutan yang membuat syok jantung nya. Karena apa pun alasan nya seorang ibu akan hancur bila tahu rumah tangga anak nya akan berakhir.


"maafin aku ma..."


Bisik Arga yang sudah tak begitu terdengar lagi di telinga ibu Anya karena tubuh nya mulai lemas.


Di baring kan nya tubuh lemah ibu nya di kamar apartemen nya.


"istirahat ma, ..... Maaf sudah mengecewakan mama"


Arga mengecup lembut kening perempuan separuh baya itu dan meninggal kan nya sendiri di dalam kamar.


Di pukul nya tembok ruang tengah apartemen nya hingga meninggal kan bekas memar sedikit berdarah di tangan nya. Rasa nya sudah tak ada lagi penyemangat, hidup nya benar benar hancur.


Karena kesalahan di masa lalu nya semua tersakiti.


🥀


🥀


🥀


🥀


ibu Anya yang sempat pingsan terbangun kala waktu menunjuk kan pukul satu dini hari, di lihat nya putra semata wayang nya masih menangis tertelungkup di sofa.


Hati nya begitu teriris melihat semua itu, putra nya .... Seorang laki laki, menangis sepanjang malam, itu pasti nya sangat berat bagi nya.

__ADS_1


Karena memang selama ini Arga terkesan cool di mata nya, dan baru kali ini pula dia melihat putra nya menangis.


"bisa kah kalian tidak bercerai."


Ibu Anya yang sudah duduk di samping Arga tak membuat nya terkejut.


Arga masih diam tak bergeming.


"Ga!"


"aku tak tahu ma"


Arga menarik nafas dalam dan membuang nya kasar.


"jika bisa memilih, Arga juga tak mau bercerai dengan Ayu."


Suara Arga terdengar parau.


"jika hati mu tak mau, usahakan Ga, berusaha lah agar kalian tidak bercerai."


Ibu Anya yang tak tahu sumber masalah dari percerai an itu mencoba memberi semangat pada putra nya.


"Aku berusaha semaksimal mungkin ma, tapi mungkin....."


"jadi kalian akan benar benar bercerai?"


Arga terdiam, pikiran nya kosong.


"semua perempuan akan luluh dengan cinta, mama tahu kamu cinta sama Ayu dan Ayu juga cinta sama kamu, kenapa kamu tak mengguna kan cinta mu untuk membatal kan percerai an itu."


"Arga tak bisa memaksa Ayu ma, semua salah Arga...."


Dari wajah nya yang tampan itu terlihat jelas mimik kecewa dan luka yang mendalam.


Kamu tidak akan menyesal karena kamu pernah berjuang semaksimal mungkin."


Ibu Anya mencoba menyemangati anak nya seraya mengusap lengan Arga.


Agar dia tidak merasa sendirian menghadapi semua masalah nya.


🥀


🥀


🥀


Tenang honey, it's oke "


Michell merangkul tubuh kecil yang menangis sendu.


Mata yang sedari tadi tak henti menangis itu terlihat bengkak, tubuh nya lemas dan wajah nya pun pucat.


"menangis lah bila itu bisa membuat mu lega."


Michell mengusap kepala sahabat nya dengan lembut.


Ayu terlihat benar benar hancur, dia sendiri yang memutus kan untuk bercerai, dia berfikir pasti kuat menghadapi ini, tapi nyata nya dia hancur dan terpuruk sendiri.


"aku selalu ada buat mu. Kita sahabat selama nya."


Michell yang tak tahu harus bagaimana jadi ikut menangis melihat Ayu yang tak berhenti tersedu.

__ADS_1


"kamu pasti kuat honey, jangan khawatir, semua sayang kamu."


Ayu masih diam, tangis nya pun belum juga reda, dia sendiri tak tahu harus bagaimana, menangis sejadi nya itu yang dia bisa.


"Honey, kamu makan dulu, aku temenin ya"


Bujuk Michel tak tega melihat kondisi Ayu mengenas kan.


Ayu hanya menggeleng lemah, tanpa semangat sama sekali.


"Ayu, kamu harus kuat demi Naya, atau kita pergi cari angin keluar"


Ayu menggeleng juga, dia sama sekali tak bersemangat untuk melakukan apa pun.


"kalau gitu kamu istirahat ya, tenangkan diri, aku akan di sini untuk mu."


Tangis Ayu mulai reda bukan karena dia sudah bisa menerima kenyataan, tapi tubuh nya semakin melemah, seperti tak ada tenaga.


Michel dengan setia menunggu dan membelai rambut sahabat nya.


"makasih Chell, aku tidak apa apa, kamu istirahat saja."


"nggak papa Yuk, lagian aku juga nggak ada temen di apartemen, aku nginep sini saja sama kamu"


Ayu mengangguk pelan, mata nya masih menatap kosong.


ting...ting....


"kayak nya pesenan ku datang deh"


Michell segwra beranjak membuka kan pintu, karena dia sudah memesan makanan online.


"kita makan honey, aku tahu kamu belum makan."


Ayu hanya diam, ucapan Michell seperti tak masuk ke telinga nya.


"aku tahu kamu nggak nafsu makan, tapi kamu harus tetep makan, biar nggak sakit."


dengan sedikit gurau an dan paksaan akhir nya Ayu mau makan meski hanya beberapa suap.


"Yuk, kamu lagi beres bers kamar ya, berantakan gini kamar nya."


Teriak Michell yang kebelet ke kamar mandi dan memilih ke kamar mandi di kamar Ayu.


"hmmmm"


Gumaman singkat Ayu yang menyahut.


Tiba tiba mata Michel tertuju pada benda pipih yang tergeletak di washtafle kamar mandi Ayu.


Di kerut kan kening nya karena orang dewasa pasti tahu apa benda pipih itu.


Tapi bagaimana mungkin Ayu, bukan kah Ayu selama ini tidak bersama siapa pun kecuali .....


Michell kembali ingat di mana malam ulang tahun nya dia yang kebingungan mencari Ayu ternyata, Ayu bermalam bersama Arga.


Mungkinkah?


Dan betapa terkejut nya Michell melihat tanda dua garis yang terpampang di benda itu.


"Ayu.."

__ADS_1


Gumam nya lirih, itu lah alasan nya kenapa Ayu begitu hancur meskipun dia sendiri yang memutus kan untuk bercerai.


__ADS_2